Demi semesta yang tunggal;
Demi hari kini dan hari kemudian;
Demi saat yang selalu dinantikan;
Sungai-sungai bersujud kehadapan samudra-
beranjak dari ketinggian dirinya menuju keluasan samudra yang riuh rendah.
O bumi, berjuta kali engkau berpusing, namun wajahmu menampakkan kebahagiaan yang tetap
Berjalan dengan tuntunan Ghaib menuju ketiadaan yang Baqa.
Apa yang dinanti dan tak dinanti adalah Satu,
malam dan siang adalah Satu.
cinta yang tunggal!