Jumat, Juli 30

guru tercinta




inilah wajah guru kita tercinta Syaikh Nazim Adil Al Haqqani

ikhwal-Ku

Adalah ketiadaan, sebuah pertanyaan tentangku?
Kebutaan dalam sebuah penglihatan,
kata-kata; kalimat yang tersusun penuh.
Tiada yang tiada
Relung-relung dalam sumsum tulangmu
Jeda pada tiap perkataan dan nafasmu
Apa yang tak?

Semua menunjukkan Aku
Malam yang mencaricari pagi,-
Udara yang tersusun sedemikian rapi
puisi yang tercerai-berai

puji bagi;

Demi semesta yang tunggal;
Demi hari kini dan hari kemudian;
Demi saat yang selalu dinantikan;
Sungai-sungai bersujud kehadapan samudra-
beranjak dari ketinggian dirinya menuju keluasan samudra yang riuh rendah.
O bumi, berjuta kali engkau berpusing, namun wajahmu menampakkan kebahagiaan yang tetap
Berjalan dengan tuntunan Ghaib menuju ketiadaan yang Baqa.
Apa yang dinanti dan tak dinanti adalah Satu,
malam dan siang adalah Satu.
cinta yang tunggal!