...Rindu dan Cinta adalah pilar-pilar kasat yang menopang langit; Rindu mengisi kepongahan tulang belulang dan darinya memerahlah darah seperti mekarnya Cinta......
Selasa, Juli 5
goresan kerinduan
mungkin bagi sebahagian orang saat melihat gambar tersebut akan terlintas pikiran bahwa ini adalah perbuatan orang kurang kerjaan yang hanya bisa mengotori tembok dan membuat lusuh..
Bukan hal yang aneh memang pemikiran semacam ini, karena memang manusia telah mendahulukan prasangka, dibanding melihat dengan hati...
Coretan-coretan. yang terpampang digambar yang saya bubuhkan dalam tulisan ini, coretan-coretan yang bagi sebagian orang adalah hal yang remeh temeh,...
Saat saya melihat coretan di dinding, di WC, di kereta, di stasiun, di terminal, di bangku bus, atau ditempat-tempat umum lainnya ; seperti ada kembang yang mekar seketika di dadaku. Entah aku melihatnya, melihat coretan-coretan tersebut sebagai tanda kerinduan yang selalu kurasakan
Mereka yang mencorat-coret dinding atau tempat umum lainnya bukan tanpa alasan, alasan mendasar yang mereka alami dan saya yakini adalah kerinduan mereka untuk dikenal, dikenang, diketahui...
Memang semua manusia di dunia pasti ingin dikenal, terkenal. Coretan tersebut adalah sebentuk bagian dari upaya manusia untuk bisa dikenal, dikenang, dirindu..
Sang Maha Cinta pun demikian, dalam sebuah hadist Qudsi Ia berkata : “Aku Rindu untuk dikenal, untuk diketahui; maka Aku ciptakan ciptaan.”
Tak salah memang jika setiap manusia ingin terkenal, baik lewat jalan apapun dan lewat jalan manapun seperti corat-coret yang banyak dilakukan manusia,, entah ini sebuah keisengan atau bermotif lain, ia berasal dari satu sumber tunggal; Kerinduan!
Manusia telah menanggung kerinduan yang dituliskan Sang Maha Cinta pada jiwa-jiwa manusia, kerinduan untuk dikenal, untuk mengenal..
Dikenal atau menjadi terkenal sudah menjadi fitrah yang dibawa manusia semenjak ia dicipta,
Namun saat seseorang menjadi terkenal dan sebuah keterkenalan yang dipunyai itu tak sanggup menutup pongahnya kerinduan dalam jiwa,
maka kenalilah kerinduan itu, kenalilah yang meniupkan kerinduan, dan kita akan sampai pada akhir pengembaraan Cinta..
Langganan:
Komentar (Atom)

