Senin, Oktober 21

Oh!

Jalan apa yg telah kau tempuh?

Hingga mulutku tak dapat berkata-kata di hadapmu..

Mantra apa yg kau ucap?

hingga tak kurasa lagi ini nyata dan itu khayal.,

dengan apa aku harus mengakui

jika aku telah jatuh hati padamu..

Oh..! 

Rabu, Oktober 9

tafsir

Pecahan cahaya berserakan di langit, malam..
Kita manusia harus selalu menafsirkan semesta
Semacam kitab yg kita susun dan dituliskan di dalam diri
Dengan segengngam hasrat atau ketulusan..

Selasa, Agustus 20

tapi

harus kutukar dengan apakah, Cinta?
harga diri dan kesombongan?
tangis atau bahagia?
membawaku kehadiratMu?

oh!
lukakuluka, rindu..
berserakan di langit
diziarahi bintang serta planet
khayal dari masa lampau,
ataukah justru pertanda atau pandu?

oh!
lukakuluka rindurindu..
mengembara dalam jutaan wajah jutaan jiwa
masihkah dapat kukenali Kau?
saat kita duduk berdampingan?
atau merebahkan jiwa dalam altar penyatuan?

oh jalan mana, takdir mana.,
harus ku tempuh?
sbab telah kubawakan lukaku padamu,
namun kau bilang tapi,
lalu,  dengan apa aku datang padamu? 

Senin, April 29

Destiny

Nothing louder than silence,

nothing greater than solitude

a man is a misery

bring within soleness of the ocean.

a home, for others

even when no one's there

but not for him self.

man is a misery.

home and empty

Selasa, April 23

Kerinduan

Untuk mengisi kekosongan
diantara hati siapakah?
Hujan ini dibentangkan?

Memindahkan serupa gelisah pada langit
atas kesunyian samudera.

Batu,  gunung,
hujan atau tangis..

Siapa pahat siapa?
Melahirkan sungaisungai

laksana tubuh terbaring dingin
menuju padang samudera
Menunggu hari kebangkitan


Rabu, April 10

Dekapan

Tanganku serupa rumah.

tak perlu kau genggam terlalu erat,

jika suatu saat kau harus pergi, maka pergilah..

Tak ada yg perlu kau cemaskan.

Jarijemari ini akan selalu menggenggam jemarimu,
sehangat saat kau beranjak dariku.

dan ketika kau harus pergi untuk kesekian kali,

janganlah cemas,

sebab kau tentu tahu kemana harus merebahkan tanganmu,

dalam dekapan,

tanganku..

Kamis, April 4

Samudera

.. aku menemukan samudera 
aku menemukan diriku yg lain..

Dari puncak bukit dan gununggunung, 
Sungaisungai gelisah
ditarik oleh keghaiban
menuju samudera.

sedang di kotakota air hujan meluncur,
mengisi kekosongan jalanjalan, 
membasahi pipi,
membelah hirukpikuk jiwa

.. aku menemukan samudera 
aku menemukan diriku yg lain..

kesepian, jalan panjang sungaisungai
gelisah setiap jiwa
menunggu untuk dipertemukan
dihadapan takdir atau cinta 

beberapa sungai saling menemukan 
satu sama lain
yang lainnya saling berpisah
menentukan jalan pulang
masingmasing;
sedang kita dipertemukan,
sebagai dua lautan
di selat Gibraltar.

.. aku menemukan samudera 
aku menemukan diriku yg lain..

dan sebagaimana,
sabda Cinta: 
adalah menemukan diri sendiri,
pada sosok yang lain.
kini aku menemukanmu,
aku menemukan diriku yg lain.. 

perjumpan atau
takdir mana,
mempertemukan
kata atau cerita
sehingga
jiwa berbicara melalui jiwa..

dalam kemanunggalan
kita adalah sepasang kekasih.
sebab itu, tidaklah perlu kuucapkan cinta 
kita samasama tenggelam
dalam luapan bahagia
atau keheningan katakata.,

Senin, Maret 25

Kesepian

KESEPIAN

Kesepian laksana hujan.
Bangkit dari laut menyongsong malam;
dari dataran-dataran yang jauh dan terpencil,
menuju langit yang selalu memilikinya.
Dan dari langitlah ia lalu berguguran di atas kota.

Turun seperti hujan di saat-saat dini,
bila semuaa lorong menatap datangnya pagi
dan bila tubuh-tubuh yang tak menemukan apapun
kecewa dan sedih, saling menjauhi;
dan bila orang-orang yang saling membenci,
mesti bersama

maka sirnalah kesepian itu
seiring dengan sungai-sungai…

Rainer Maria Rilke;
 21.9.1902, Paris