ketika Bayazid meninggalkan istana dunia ini, seorang pengikutnya melihat Beliau malam itu juga dalam mimpi kemudian ia menanyakan pada Syaikh yang utama itu bagaimana dapat terbebas dari Munkar dan Nakir.
Syaikh Bayazid lantas berkata pada orang tersebut,
" ketika kedua malaikat ini menanyakan padaku tentang Al-Khalik, kukatakan pada mereka, 'Pertanyaan itu tak dapat dijawab dengan tepat, sebab jika kukatakan "Dia Tuhanku, begitu saja" ini hanya akan menyatakan keinginan dari pihakku semata; lebih baik bila kalian kembali pada Tuhan dan mohon bertanya padaNya, bagaimana pendapatNya tentang diriku ini.
bila Ia menamakan aku hambaNya, maka kalian akan tahu bahwa demikianlah adanya.
bila tidak, maka Ia telah meninggalkanku dalam perjanjian yang mengikatku.
karena tak mudah mencapai persatuan dengan Tuhan, adakah pantas bagiku memanggil Dia Junjunganku?
jika Ia tak berkenan dengan pengabdianku bagaimana dapat aku mengaku bertuan padaNya?
memang benar bahwa aku telah menundukkan kepalaku, tetapi perlu pula kiranya bahwa Dia menamakan aku hambaNya'."
diambil dari kitab musyawarah burung/ "Manthiq At-Thair"
Syaikh Fariduddin Attar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar