...Rindu dan Cinta adalah pilar-pilar kasat yang menopang langit; Rindu mengisi kepongahan tulang belulang dan darinya memerahlah darah seperti mekarnya Cinta......
Senin, Juni 27
api-cinta
video:>>> http://www.youtube.com/watch?v=rBh_OzuB884
semalam listrik ditempatku padam, aku mengunjungi lilin, ia tak ada. akhirnya aku pun mencoba membuat sentir dari kapas yang aku beri minyak goreng lalu kunyalakan..
beberapa saat setelah aku menyalakan sentir itu, aku hanya tidur-tiduran di dekatnya, memandangnya dengan syahdu, se-syahdu nyala sentir itu..
aku awalnya tak begitu peduli saat itu dengan sentir yang sedang tegak menyala di dekatku.. sampai saat aku iseng mendekati sentir tersebut dan membelainya dengan tatapanku..
ternyata sebelum aku sudah ada semut yang sedang asyik dengan nyala sentir tersebut.. aku melihat setidaknya sudah ada dua semut tergeletak persis disamping nyala sentir yang panas; ya jasad mereka sudah mati, namun jiwa mereka terbakar bersama nyala sentir tersebut..
selain dua jasad semut yang tergeletak disitu, aku melihat dua semut yang tengah berputar-putar mengelilingi nyala sentir tersebut. aku begitu heran mengapa berkali-kali semut tersebut hanya berputar-putar mengelilingi nyala sentir itu..
putaran mereka berlawanan arah jarum jam; sama seperti putaran -atom, sama seperti putaran mengelilingi kabah, sama dengan putaran bumi mengelilingi matahari, sama dengan putaran rotasi bumi, sama dengan tarian cinta para darwisy..
aku begitu tekagum-kagum saat itu, mereka mengajarkanku tentang hakikat putaran dalam semesta.. mereka--semut-semut itu mengelilingi nyala api terus menerus, hampir beberapa menit aku mengabadikannya dalam rekam video..\
api, cahaya, dan nyalanya adalah perlambang Ilmu, perlambang Cinta. dan semut-semut mendekat pada cahaya, dan mengelilinginya.. ada semut yang sudah sampai pada hakikat nyala api tersebut dan jiwa mereka meninggalkan jasadnya untuk sampai menjadi nyala api tersebut, untuk menjadi bagian dari Alif-Lam-Mim, untuk menjadi bagian dari Cinta..
jika minyak, kapas, dan api menjadikan cahaya, maka Cinta adalah Cahayanya, nyalanya, minyaknya, kapasnya, hangatnya, udaranya yang menjadi kesatuan dari sentir tersebut.. -Cinta adalah ikhwal Ketotalan-Kemanunggalan-Keutuhan
Cahaya tak pernah memiliki bayang-bayang,
menghilangkan bayang-bayang pada dirimu adalah sama dengan menjadikan dirimu sebagai Cahaya,
maka tenggelamkan dirimu dalam Api Cinta
Senin, Juni 6
permohonan
PERMOHONAN
Puisi ghaib menghadap langit,
Meminta seteguk anggur, agar sempurna ia..
Anggur surga menatap kebumi,
Meminta piala emas, agar sempurna ia..
Piala emas memohon pada manusia,
Meminta hati, agar sempurna ia..
hati manusia menghadap,
Menatap,
Memohon siapa?
Agar sempurna Ia?
Puisi ghaib menghadap langit,
Meminta seteguk anggur, agar sempurna ia..
Anggur surga menatap kebumi,
Meminta piala emas, agar sempurna ia..
Piala emas memohon pada manusia,
Meminta hati, agar sempurna ia..
hati manusia menghadap,
Menatap,
Memohon siapa?
Agar sempurna Ia?
aku adalah sungai
Aku adalah sungai,
menyusuri jejak waktu
Terseok bertahun mencari jalan pulang,
Berparas kegilaan, tenggelam dalam diriku sendiri
koyak...
Sungguh aku begitu merindu
Saat mentari memecahku ke langit,
Menjadikanku bulir-bulir kerinduan,-
Yang gemuruh,
Rindu untuk pulang…
….
menyusuri jejak waktu
Terseok bertahun mencari jalan pulang,
Berparas kegilaan, tenggelam dalam diriku sendiri
koyak...
Sungguh aku begitu merindu
Saat mentari memecahku ke langit,
Menjadikanku bulir-bulir kerinduan,-
Yang gemuruh,
Rindu untuk pulang…
….
Ben-Ci_nta
Ben-Ci-nta
Dulu….
..Aku pernah mencintai seseorang gadis, ia sangat baik, parasnya menggoreskan keelokan surga yang pernah ada di bumi ini. saat itu aku masih sangat muda untuk bersentuhan dengan Cinta, aku benar-benar tak mengerti arti kata itu, aku cukup merasakan getarannya yang maha dahsyat saat aku mendengar namanya diucapkan, atau saat aku melihat dari kejauhan ketika ia berjalan, atau saat aku sekedar melintasi rumahnya..
Saat itu aku benar-benar merasakan bahwa akulah seorang pecinta yang benar-benar pecinta! Entah apa yang kumaksud dari kata-kata itu, mungkin saat itu aku benar-benar tenggelam dalam Cinta akan gadis pujaanku. Suatu ketika, saat sang pujaan ini melakukan sesuatu yang tidak aku sukai; saat ia terlalu egois bagiku hingga aku telah bersepakat dengan Ada-Band atas sebuah lirik dalam lagunya “…karena Wanita sulit dimengerti..” ; aku merasakan kebencian hingga kadang aku tak lagi merasakan kecintaanku atas pujaanku ini..
Benci saat kau mencinta, adalah sebuah kejanggalan untukku sekarang. saat kau mencintai seseorang, namun sekaligus saat waktu-waktu tertentu kau membencinya.
Bukankah naif hal yang demikian? Atau memang kita tak benar-benar mengerti akan hal ikhwal Cinta??
Kita mencintai sesuatu tapi membenci yang lain; kita tak benar-benar menerima rembulan dengan utuh, antara gelap dan terangnya..
Keutuhan, sebuah totalitas, sebuah kepasrahan yang sempurna; hal tersebut yang belum akrab padaku saat itu..
Saat aku mulai membaca tentang tulisan seorang Pencinta Besar yang pernah ada, Mawlana Jalaluddin Rumi aku mulai belajar apa itu Cinta, ketika aku menyelami bab demi bab kitab Mantiqu Thair dari seorang termasyhur Mawlana Fariddudin Attar, Cinta mulai menyentuhku dengan ujung-ujung lembut jemarinya yang kasat.. aku mulai merangkai kembali kata-Cinta yang pernah ada dalam diriku..
Cinta, adalah ikhwal tersembunyi, yang tak tersusun dengan apapun; seperti halnya jiwa kita…
Cinta, kepasrahan yang utuh, sebuah totalitas..
Cinta, tak pernah memiliki musuh, tak pernah melahirkan kebencian..
Jika kau mencintai sesuatu dan membenci yang lain, kau bukan seorang Pencinta!
,-maka tempalah dirimu dalam api Cinta..
Mencintai apa yang kita cintai itu adalah hal yang biasa, namun mencintai apa yang kita benci itulah seni MenCinta sesungguhnya..
Mari tebarkan Cinta, sentuh kebencian dengan seri keagungan dan kelembutan Cinta,,
Api takkan padam dengan api,..
kegelapan takkan terang dengan munculnya kegelapan..
HUU!
Dulu….
..Aku pernah mencintai seseorang gadis, ia sangat baik, parasnya menggoreskan keelokan surga yang pernah ada di bumi ini. saat itu aku masih sangat muda untuk bersentuhan dengan Cinta, aku benar-benar tak mengerti arti kata itu, aku cukup merasakan getarannya yang maha dahsyat saat aku mendengar namanya diucapkan, atau saat aku melihat dari kejauhan ketika ia berjalan, atau saat aku sekedar melintasi rumahnya..
Saat itu aku benar-benar merasakan bahwa akulah seorang pecinta yang benar-benar pecinta! Entah apa yang kumaksud dari kata-kata itu, mungkin saat itu aku benar-benar tenggelam dalam Cinta akan gadis pujaanku. Suatu ketika, saat sang pujaan ini melakukan sesuatu yang tidak aku sukai; saat ia terlalu egois bagiku hingga aku telah bersepakat dengan Ada-Band atas sebuah lirik dalam lagunya “…karena Wanita sulit dimengerti..” ; aku merasakan kebencian hingga kadang aku tak lagi merasakan kecintaanku atas pujaanku ini..
Benci saat kau mencinta, adalah sebuah kejanggalan untukku sekarang. saat kau mencintai seseorang, namun sekaligus saat waktu-waktu tertentu kau membencinya.
Bukankah naif hal yang demikian? Atau memang kita tak benar-benar mengerti akan hal ikhwal Cinta??
Kita mencintai sesuatu tapi membenci yang lain; kita tak benar-benar menerima rembulan dengan utuh, antara gelap dan terangnya..
Keutuhan, sebuah totalitas, sebuah kepasrahan yang sempurna; hal tersebut yang belum akrab padaku saat itu..
Saat aku mulai membaca tentang tulisan seorang Pencinta Besar yang pernah ada, Mawlana Jalaluddin Rumi aku mulai belajar apa itu Cinta, ketika aku menyelami bab demi bab kitab Mantiqu Thair dari seorang termasyhur Mawlana Fariddudin Attar, Cinta mulai menyentuhku dengan ujung-ujung lembut jemarinya yang kasat.. aku mulai merangkai kembali kata-Cinta yang pernah ada dalam diriku..
Cinta, adalah ikhwal tersembunyi, yang tak tersusun dengan apapun; seperti halnya jiwa kita…
Cinta, kepasrahan yang utuh, sebuah totalitas..
Cinta, tak pernah memiliki musuh, tak pernah melahirkan kebencian..
Jika kau mencintai sesuatu dan membenci yang lain, kau bukan seorang Pencinta!
,-maka tempalah dirimu dalam api Cinta..
Mencintai apa yang kita cintai itu adalah hal yang biasa, namun mencintai apa yang kita benci itulah seni MenCinta sesungguhnya..
Mari tebarkan Cinta, sentuh kebencian dengan seri keagungan dan kelembutan Cinta,,
Api takkan padam dengan api,..
kegelapan takkan terang dengan munculnya kegelapan..
HUU!
Langganan:
Komentar (Atom)
