Ben-Ci-nta
Dulu….
..Aku pernah mencintai seseorang gadis, ia sangat baik, parasnya menggoreskan keelokan surga yang pernah ada di bumi ini. saat itu aku masih sangat muda untuk bersentuhan dengan Cinta, aku benar-benar tak mengerti arti kata itu, aku cukup merasakan getarannya yang maha dahsyat saat aku mendengar namanya diucapkan, atau saat aku melihat dari kejauhan ketika ia berjalan, atau saat aku sekedar melintasi rumahnya..
Saat itu aku benar-benar merasakan bahwa akulah seorang pecinta yang benar-benar pecinta! Entah apa yang kumaksud dari kata-kata itu, mungkin saat itu aku benar-benar tenggelam dalam Cinta akan gadis pujaanku. Suatu ketika, saat sang pujaan ini melakukan sesuatu yang tidak aku sukai; saat ia terlalu egois bagiku hingga aku telah bersepakat dengan Ada-Band atas sebuah lirik dalam lagunya “…karena Wanita sulit dimengerti..” ; aku merasakan kebencian hingga kadang aku tak lagi merasakan kecintaanku atas pujaanku ini..
Benci saat kau mencinta, adalah sebuah kejanggalan untukku sekarang. saat kau mencintai seseorang, namun sekaligus saat waktu-waktu tertentu kau membencinya.
Bukankah naif hal yang demikian? Atau memang kita tak benar-benar mengerti akan hal ikhwal Cinta??
Kita mencintai sesuatu tapi membenci yang lain; kita tak benar-benar menerima rembulan dengan utuh, antara gelap dan terangnya..
Keutuhan, sebuah totalitas, sebuah kepasrahan yang sempurna; hal tersebut yang belum akrab padaku saat itu..
Saat aku mulai membaca tentang tulisan seorang Pencinta Besar yang pernah ada, Mawlana Jalaluddin Rumi aku mulai belajar apa itu Cinta, ketika aku menyelami bab demi bab kitab Mantiqu Thair dari seorang termasyhur Mawlana Fariddudin Attar, Cinta mulai menyentuhku dengan ujung-ujung lembut jemarinya yang kasat.. aku mulai merangkai kembali kata-Cinta yang pernah ada dalam diriku..
Cinta, adalah ikhwal tersembunyi, yang tak tersusun dengan apapun; seperti halnya jiwa kita…
Cinta, kepasrahan yang utuh, sebuah totalitas..
Cinta, tak pernah memiliki musuh, tak pernah melahirkan kebencian..
Jika kau mencintai sesuatu dan membenci yang lain, kau bukan seorang Pencinta!
,-maka tempalah dirimu dalam api Cinta..
Mencintai apa yang kita cintai itu adalah hal yang biasa, namun mencintai apa yang kita benci itulah seni MenCinta sesungguhnya..
Mari tebarkan Cinta, sentuh kebencian dengan seri keagungan dan kelembutan Cinta,,
Api takkan padam dengan api,..
kegelapan takkan terang dengan munculnya kegelapan..
HUU!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar