Senin, Agustus 29

aku cinta kamu???


hari menyelimuti malam dengan dinginnya rindu,,
dan Kekasih tak lupa untuk menyelimuti dingin rindu kekasihnya dengan mimpi sebuah perjumpaan..

malam ini hatiku tergerak untuk bertutur tentang sedikit Cinta yang memancar seperti kolam kecil dalam dadaku..

aku teringat tentang bagaimana aku dahulu mengucap cinta, mengungkapnya dihadapan kekasih..
mungkin juga kita, semua, manusia tak luput dari dekapannya yang nafas.. erat!

di negeri barat, seperti inggris atau amerika mereka menyusun kata I LOVE YOU,, sedang di jawa mereka memahatnya dalam aku tresno sliramu.. dan dalam bahasa indonesia kita biasa mengenal ungkapan tersebut sebagai aku cinta kamu..
cinta adalah jembatan kita, manusia menuju sebuah pengetahuan dan kebahagiaan yang luar biasa..

seorang Pencinta besar seperti Maulana Rumi mengatakan bahwa karena Cinta Racun pun menjadi Anggur..

oleh karena kemaha-dahsyatannya mereka, manusia selalu berusaha merengkuhnya,, karena memang bukankah cinta adalah kebutuhan dasar manusia dan semesta? karena rindu adalah selimut pencipta atas ciptaannya..

kali ini saya ingin menyelami ungkapan Cinta yang biasa kita dengar dan alami sekarang..

banyak orang mengungkapkan Cinta kepada pasangannya sebagai awal permulaan jalinan Cinta kedua hati..

mereka mengatakan aku cinta kamu.. atau i love you, atau ungkapan dalam bahasa apapun yang sama..
saya akan lebih menekankan pada cinta kepada lawan jenis..

saat seorang perempuan mengungkapkan Cinta pada Laki-laki pujaannya, atau sebaliknya, mereka biasa menggunakan kata Aku Cinta Kamu..
dulu aku juga menggunakan ungkapan demikian untuk mengungkapkan perasaannku..

namun sekarang ungkapan itu terasa janggal untuk cinta kepada lawan jenis,,

hal tersebut janggal karena diantara aku dan kau itu ada Cinta sebagai kata tengah, namun siapakah Cinta itu hingga dapat menyusup diantara kau dan aku, diantara dada kita yang bergolak??

banyak anak muda sekarang yang tidak sadar dengan hal tersebut, bukannya hal tersebut langsung harus diasadari,, namun luka atas cinta yang tak sempurna akan mendatangkan cinta yang lebih dahsyat bukan?!

Cinta yang telah menelusup diantara dua hati, diantara dua jiwa, diantara dua manusia yang berkasih-kasih.. itu tanpa disadari adalah satu.. tunggal.. yang menghubungkan antara kau-aku..
namun pernahkah kita mengenal cinta tersebut? yang mempertautkan aku, kau dan semesta??

kita terkadang lelap dalam buaian kedirian, hingga kita hidup dalam ketaksadaran atas segala sesuatu, seperti Cinta yang telah menaungi kita semua..

saat kita menyatakan Cinta dan tak memahami Cinta yang telah menaungi aku-kau,, maka seketika itu juga kita telah menghianati Cinta yang menaungi kita,,
sehingga aku dan kau berjalan diatas ego dan diri masing-masing, tak sedikit mereka yang menghianati Cinta itu berujung pada sebuah pertengkaran, sakit hati, "putus cinta"

hal itu dikarenakan mereka tak membiarkan Cinta terus menaungi mereka, malahan mereka membiarkan ego memimpin mereka atas "topeng" Cinta, alhasil pertautan dua hati- dua jiwa- dua manusia akan gugur sebelum menuai bunga kebahagiaan..

maka sekali-kali pahamilah Cinta, pahamilah dirimu sendiri,, dan kau akan dapat memahami sesiapapun, baik itu kekasih atau orang yang memusuhimu..


dan mari kita ungkapkan Cinta dengan jiwa yang baru,, menanamnya dalam nafas, pandangan, pendengaran, langkah-kaki, pada tiap perbuatan, jelujur pikiran dan hati,, dan kita akan sampai pada hakikat Cinta..


aku tak pernah bisa berbicara tentang cinta, apalagi mencinta,, maka biarkanlah Cinta menaungi aku-kau-kita..



Cinta adalah kesederhanaan yang sempurna!

Minggu, Agustus 28

cinta dan salam

menundukkan diri, jejeg, dan menyebarkan salam

adakah kita menyadari mengapa dalam gerakan shalat sebagai penutup kita melakukan salam sembari mengarahkan pandang ke seliput kanan dan seliput kir???
terkadang kita, manusia tertidur dalam setiap gerak-gerik kehidupan kita, bahkan untuk urusan yang sebenarnya sangat penting, shalat sebagai mediasi kita bergendu-mesra terhadap Sang Hyang Gusti namun kita masih saja tidur dalam balutan yang kasat..
untuk itu saya kali ini ingin sekedar bersama membuka mata, bangun dari buaian kesenangan yang membuat lelap dengan sedikit mengungkapkan pertanyaan diawal..


salam,dalam gerakan shalat di dahului oleh gerakan duduk berserah dan suujud,,
saya hanya membatasi bahasan dari sujud hingga salam, karena mengungkap keseluruhan akan membuat mulut saya beku dan tangan saya padam karena kemaha-dahsyatannya..

sujud dalam gerakan shalat menghimbau kita untuk menundukkan kedirian kita, ego kita, kebinatangan kita..
maka sebaik-baik sujud adalah mereka yang sujud dalam setiap nafas kehidupan mereka..

duduk berserah menandakan setelah kita bersujud menundukkan kedirian kita, kita harus jejeg terhadap cahaya semesta yaitu Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammadlah kekasihNya..
dengan diiringi cahaya Cinta tersebut kita harus Jejeg dalam menghadapi segala aspek kehidupan, tidak goyah,, dan saat goyah kita harus terus sujud menundukkan kedirian kita..

salam sembari mengarahkan pandang pada seliput kanan dan seliput kiri mengajari kita untuk menebarkan salam, keselamatan kebahagiaan dan cinta pada sesiapapun yang ada di sekitar kita..

semoga kita semua diberkahi oleh keutamaan Shalat, dinaungi oleh Syafaat kekasih semesta, Muhammad, dan di balut selalu oleh kasih Cinta Tuhan..


Cinta adalah ikhwal menjadi Pelayan, bukan menjadi Tuan, maka layanilah dan bahagiakanlah sesiapapun yang ada di seliputmu..

Kamis, Agustus 25

nafas; Cinta dan Rindu

Jika Cinta itu mekar dan Rindu itu menghimpit, maka kaulah nafas wahai Kasih..



aku terbalut lamunan, dug.. dug.. dug.. aku mendengar detak jantungku.
.....aku merasakan nafas mendekap di dadaku
..saat dadaku mengembang aku merasakan aliran udara mengisi tiap ceruk dalam paru-paruku; mekar!
..kemudian saat nafas ini begitu menghimpit, aku kembali menyadari bahwa udara dalam dadaku merangkak keluar..

lamunan kembali mengunjungiku..

seketika aku merasakan bahwa nafas telah mengajarkanku tentang rahasia kehidupan,,
banyak orang tua dahulu mengatakan bahwa hakikat hidup itu nafas, namun sekarang nafas mengajariku lebih dalam ikhwalnya..
segala yang terkembang dan mekar layaknya nafas, itu adalah Cinta..
dengan tangan-tangannya yang ghaib, ia mengembangkan nafas, ia menggiring ombak-ombak, ia pula yang memekarkan pagi..
Cinta, adalah ikhwal memberikan segala daya, segala kebahagiaan, segala panasnya yang menghidupkan..
Cinta adalah ikhwal memberi.. bukan menerima.. menjadi pelayan, bukan menjadi Tuan..

kemudian saat nafas begitu menghimpit dadaku, sesak mendekapku sedemikian erat!
ia berkata padaku, bukankah ini Rindu yang biasa kau rasakan?
mendekap menghimpit dan membuat sesak relung-relung jiwamu??

aku terdiam..

nafas sekali lagi memberiku pengetahuan ikhwalnya..

segala yang menghimpit, segala yang menyesakkan, segala yang mohon diri, segala yang dingin: adalah ikhwal kerinduan
nafas yang menyesak, ombak yang pamit dari hadirat pantai, malam yang dingin.. semua menceritakan ikhwal kerinduan..

nafas, hari, samudra.. itu hanya sebahagian yang dapat aku ceritakan tentang Cinta dan Rindu..

Cinta dan Rindu adalah pilar-pilar kasat yang menopang langit-langit.. yang menyangga tulang-belulang..
yang membangun semesta.. yang membangun aku kau kita.. segala..

Jumat, Agustus 12

musim rindu dipelukanmu

Musim rindu di pelukmu









Aku akan mengembara dibibirmu yang dingin seperti seorang pengelana tua,
Yang tau kapan harus menjejakkan kaki dan kapan harus pergi..

Mencari sisi-sisi terhangat sembari menikmati dinginnya rindu pada kaki-kakiku yang tertambat,
Seakan kau menginginkanku tetap tinggal

Saat aku tertidur dikemahku, kau seakan mohon diri,
Menarik dinginnya rindu dari sisi sudut-sudut tubuhku.,
Kemudian duduk seorang diri didepan kemah, seperti tau aku akan kembali ke pelukanmu..

Kadang aku merasa seperti bocah dihadapmu,
Menggigil sendiri saat kau pergi..
Dan mengukuhkan kaki-kakiku yang gemetar seperti pohon tua yang acuh saat kau hadir..

Kemudian saat matahari berlari dari kejauhan seperti gerombolan serigala lapar,
Kau memelukku demikian erat, seakan takut aku pergi..
Namun segera kulingkarkan tangan-tanganku yang perkasa pada tubuhmu..
Saat mentari sedemikian dekat akhirnya aku tahu bahwa kita akan mencair menjadi satu..

musim-rindu