menundukkan diri, jejeg, dan menyebarkan salam
adakah kita menyadari mengapa dalam gerakan shalat sebagai penutup kita melakukan salam sembari mengarahkan pandang ke seliput kanan dan seliput kir???
terkadang kita, manusia tertidur dalam setiap gerak-gerik kehidupan kita, bahkan untuk urusan yang sebenarnya sangat penting, shalat sebagai mediasi kita bergendu-mesra terhadap Sang Hyang Gusti namun kita masih saja tidur dalam balutan yang kasat..
untuk itu saya kali ini ingin sekedar bersama membuka mata, bangun dari buaian kesenangan yang membuat lelap dengan sedikit mengungkapkan pertanyaan diawal..
salam,dalam gerakan shalat di dahului oleh gerakan duduk berserah dan suujud,,
saya hanya membatasi bahasan dari sujud hingga salam, karena mengungkap keseluruhan akan membuat mulut saya beku dan tangan saya padam karena kemaha-dahsyatannya..
sujud dalam gerakan shalat menghimbau kita untuk menundukkan kedirian kita, ego kita, kebinatangan kita..
maka sebaik-baik sujud adalah mereka yang sujud dalam setiap nafas kehidupan mereka..
duduk berserah menandakan setelah kita bersujud menundukkan kedirian kita, kita harus jejeg terhadap cahaya semesta yaitu Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammadlah kekasihNya..
dengan diiringi cahaya Cinta tersebut kita harus Jejeg dalam menghadapi segala aspek kehidupan, tidak goyah,, dan saat goyah kita harus terus sujud menundukkan kedirian kita..
salam sembari mengarahkan pandang pada seliput kanan dan seliput kiri mengajari kita untuk menebarkan salam, keselamatan kebahagiaan dan cinta pada sesiapapun yang ada di sekitar kita..
semoga kita semua diberkahi oleh keutamaan Shalat, dinaungi oleh Syafaat kekasih semesta, Muhammad, dan di balut selalu oleh kasih Cinta Tuhan..
Cinta adalah ikhwal menjadi Pelayan, bukan menjadi Tuan, maka layanilah dan bahagiakanlah sesiapapun yang ada di seliputmu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar