adakah yang lebih merindu dari malam yang tak berucap?
segala duka atas nama cinta adalah tiada.
tapi apa itu jalan panjang kerinduan?
aku mengenalnya sebagai gemuruh yang berkilat dilangit
dan pecah di dalam dada..
kita terlalu berjarak dengan kematian,
membiarkannya begitu terasing
dan tak pernah kita mengenalnya,
sebaik kematian mengenali kita.
kemudian saat kita dan kematian berjumpa,
semesta hening,
karena tak lain wajah kematian,
adalah wajah diri kita sendiri...
kubisikkan rindu pada udara,
pada lekatnya tanah,
pada hujan yang rintih,
pada angin bisu;
dan gemuruh pecah bukan di angkasa
melainkan dalam jiwa ini yang mencinta! Huu
hujan, angin yang memelukku erat, malam yang mampir dikubah langit, langkah, udara serta nafas;
segalanya membawaku kepadamu,
namun aku tetap tak bisa mengenalimu sebagaimana engkau mengenaliku.
aku tak bisa mencintaimu laiknya engkau mencintaiku..
lewat keterbasanku kusimpan dirimu,
dalam kesemestaanmu kau juga menyimpanku,
dan kita saling menyimpan dalam kesunyian..
semua bunga mawar meski sisi luarnya duri,
itu adalah cahaya dari belukar terbakar,
meski kelihatannya seperti api! HZ Mevlana Rumi
Cinta.. panggil! panggil! dengan kerinduan yang sesak,
hingga kau temukan dirimu bergetar dipenuhi Cinta!
jiwamu akan mengalun, nada-nada akan membumbung.
Cinta mangkat dengan keanggunan dan kau tenggelam pada ketiadaan Cinta! Huu
O Cinta!
sesak menyelimuti nafas para pencinta!
mekar! mekar!
setiap nafas mekar dan terbakar dalam dada;
dan tiada seorangpun tahu padang bunga yang mekar dalam dada,
kecuali Cinta!
demi sungai yang beranjak dari ketinggian dirinya menuju kelapangan samudera,
demi ceruk yang diangkat kehadirat angkasa,
semua demi satu Cinta! Huu
mantap mas Aji.. :D
BalasHapusmatur sembah nuwun kangmas fajar..
BalasHapus