Malam menitih panjang
Jalan bulan terbakar kerinduan
Tak merah,-
Pucat beku
Ia yang dihampiri rindu
Berjalan susah payah,
Menanggungnya.
Seperi doa yang sarat permohonan
Mendakidaki langit ditepian fajar.
Bagi pecinta,
Langkah, nafas adalah
Gelaran lukaluka baru
Rindu yg sarat : rasa pedih yg teramat manis
Yang darinya, rindu adalah mata
Untuk melihat wajah kekasih
Dengan doa : gerbang khayal perjumpaan
Kemudian,
Dihari yang sama
Ditubuh yg sama
Pencinta membaluri luka tubuhnya dengan doadoa
Ditubuh yang sama
Dijiwa yang satu
Pencinta terbang menyatu
seperti untaian doadoa
Dijiwa yang satu
DiCinta yang tiada
Pencinta lenyap tak bertuan..
Seperti doa yang rahasia
Mustahil untuk diucapkan!
Depok ramadhan 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar