Rabu, Februari 5

Kebahagiaan


Hermann Hesse

Nobel Award of Literature 1946



Kebahagiaan




Selama engkau mengejar kebahagiaan,

Engkau belum matang untuk berbahagia,

Biarpun milikmu sudah segala kesayangan.



Selama engkau ngeluh karena ada yang hilang

Dan punya tujuan serta tiada tenang,

Kau belum tahu apa arti kedamaian.



Baru setelah engkau lepaskan segala keinginan,

Tak kenal lagi hasrat dan tujuan,

Tak lagi nyebut nama kebahagiaan,


Maka banjir segala kejadian

Tak lagi nyentuh hatimu, dan jiwamu tenang.





(Terj. Berthold Damshauser & Ramadhan K.H.)


Minggu, Januari 26

a red and a Rose's





Ketika sesuatu mengenakan warna merah sebagaimana api, sesuatu itu akan menjadi api beku, dan segala yang disekitarnya akan bergerak terbakar sebagaimana ranting terbakar, sebagaimana inti matahari yang diam sedang sekitarnya bergerak memusatkan perhatiannya.

Ketika mawar memutuskan menggunakan warna merah, sebelumnya ia harus menjadi pertapa, seperti api yg membakar dirinya sendiri. Sehingga ketika ia sampai didalam kuil kesunyian, semesta sekelilingnya bergerak melingkupinya.

Jangan kira jika sesuatu itu diam ia tak hidup dan ia bukanlah apa-apa. Sebab sesuatu yang diam sejatinya sedang menjalani laku pertapaan api, laku warna merah. Sebab dialah kita dapat bergerak. Terbakar warna merah tak terlihat, kasat.
Dan ketika sesuatu kita sangka mati dan tak bergerak, sejatinya sesuatu itu sedang memasuki laku pertapaan api, laku merah, membakar sekitarnya, segalanya, dengan keghaiban tak tersentuh, dengan kesunyian.

Api yang membakar kedalam disebut kerinduan.
Api yang membakar keluar distebut cinta

Kamis, Januari 16

a Poem and serenity



When This Poem Touch You with no Hands


I calling your name, i call your name


On the loneliness like a tunnel


and suddenly the echoes turns to thousands face


kissing you as a morning breeze


November, 2013