Selasa, Januari 18

Persembahan




Pada mulanya, buahbuahan tumbuh menengadah kelangit. sebagai bentuk persembahan, atas seluruh karunia yang diturunkan oleh langit:

saat langit menurunkan bulir-bulir cahayaNya atau saat Ia membawa keteduhan, dengan menggembalakan awan-awan, hingga simfoni hujan terbentang, laksana dawai yang dimainkan semesta alam. atau juga saat gerbang langit dibuka membentangkan serupa busur warnawarni.

Karena itulah, pepohonan memanjatkan persembahannya yang termanis serupa buah-buahan pada langit. sebagai rasa khidmat dan syukur atas karunia Tuhan. Namun, Tuhan bukannya tidak menerima persembahan pohon-pohonan tersebut, Ia lalu berkata: persembahkanlah buah termanismu bagi ia yang berada di sekelilingmu, dengan begitu Aku akan sangat bahagia menerima khidmat dan syukurmu!


Semenjak itu, seluruh buah-buahan tidak ada lagi yang menengadah ke langit, ia memberikan persembahannya bagi sesiapapun yang berada di dekatnya, sebagai rasa syukur dan khidmat atas kebesaran kasih dari langit!

Mantra!



Di Masihulan, Pulau Seram, ketika musim semai tanaman dan buah buahan dimulai, datanglah kunang-kunang di malam hari. mengerubungi tiap pepohonan, membuatnya seolah tiang lampu-lampu kota. Menurut penduduk setempat mereka sedang merapalkan mantra remédial, menyembuhkan luka derita dari tahuntahun yg dilewati pohonan, Seolah jari-jemari tuhan yg kasat. "Oh pohonpohonan, sembuh lah sembuh, tuailah luka-deritamu dengan hasil yg manis" 

Sabtu, Januari 1

Kesedihan

di negeri bahagia,

kesedihan adalah barang mewah,
setiap orang menampilkannya,
kesedihan yg purapura
mengunggahnya di laman mereka,
untuk mendapat perhatian
menjadikannya bahan perbincangan
diantara anggur dan tawa purapura.
samudera di negeri mereka tak asin;
manis melebihi manisnya darah.

Pandemi 2020

Hari berjalan lambat,

Di kotakota yg kehilangan gairah,
Kecemasan mengganti pencemaran udara.,
tak pekat tapi cukup menyesakkan,
satusatunya yg terus dihirup dan dihembuskan..

Meski moncong senjata sedang diturunkan,
pedangpedang menghuni kediaman masingmasing,
dan Komando perang masih tersimpan,
disaku para Jendral.
Bendera putih telah dikibarkan di seantero negeri.
tanda menyerah atau kalah,
bagi tubuh tergeletak, di padang sunyi pertempuran.

Bagi bijibijian, inilah saat yg tepat untuk tumbuh,
menyelinap diantara tanah yg masih basah oleh tangis,
Karena hari baru terus digelar,
diiringi simphoni tangis bayibayi yg lahir.
Harapan tak berakhir,
Sebab halhal baik senantiasa tumbuh secara rahasia.

Perpisahan

Tak pernah ada yg benarbenar siap,

dengan sebuah perpisahan.
Asin air mata untuk dalamnya samudera
Bulan perak dingin bercahaya,
milik siapakah perjumpaan?

puisi

puisi, sebagaimana penempaan atau perapian, 

membakar setiap subtil dan membawanya mangkat kehadirat Ketunggalan. 

kata-kata yang ada hanyalah sebuah huruf berserakan; 

abu dari kemanunggalan jiwa.

Dialog

Saya selalu mengharapkan sebuah kesalahan dalam apa yang telah saya tuliskan, agar kita bisa saling berbincang dan bertatap, berbagi senja, kopi atau teh

atau saya sangat suka jika disalahpahami. sebab saya mengharapkan dialog, yang tanpanya maksud dari seluruh penciptaan akan tiada

namaMu

Puing puing abad menjelma puisi para penyair

aku menemukan namamu menyelinap padanya
aku baca dan aku sebut namamu
sebagai mantra pengobat luka sayatan waktu..

Way to Zen

Menundukkan amarah

Menundukkan ketakutan/kegelisahan
Menundukkan hasrat/keinginan

Tahap kebijaksanaan dan cinta

Sebelum mencapai tahap cinta/isyq sesuatu harus melampaui tahap keseimbangan total atas dirinya.


Kebijaksanaan harus ditempuh melalui jalan pendisiplinan diri serta membuka seluruh mata dalam diri (pendisiplinan untuk mengontrol tubuh, binatang, setan, dan nafsu dalam diri). Sebelum mencapai kebijaksanaan, sesuatu akan sampai pada titik keseimbangan total hingga kemudian kebijaksanaan lahir. Kemudian daya/energi luar biasa bernama cinta akan terpancar.

Terdapat jalan langsung menuju cinta, yakni dengan menyifati kegilaan cinta itu sendiri. Tak melewati pendisiplinan diri. Namun pada akhirnya cinta dan kebijaksanaan akan menuntun dan menuntut pendisiplinan diri untuk memancarkan manfaat untuk kemaslahatan.

Namun ada juga cinta yg memancar dengan sangat rahasia, itulah pilarpilar yg menopang semesta secara rahasia. Para pencinta yg hadir secara tersembunyi dan rahasia.

Kunci-kunci

Kunci keselamatan adalah menjauhkan ego dan nafsu


Rantai belenggu nafsu adalah kewaspadaan dan kedisiplinan

Kunci kewaspadaan adalah dzikir dan mengingat


Kunci keikhlasan adalah menundukkan kedirian

Kunci Hati

1. Menyelami kisah kisah orang bijaksana nan mulia

2. Menyelami kasusastraan

3. Menyelami musik dan harmoni

4. Menyelami pertanda dan gerak alam semesta

5. Menyelami diri/meditasi