Hari berjalan lambat,
Di kotakota yg kehilangan gairah,Kecemasan mengganti pencemaran udara.,
tak pekat tapi cukup menyesakkan,
satusatunya yg terus dihirup dan dihembuskan..
Meski moncong senjata sedang diturunkan,
pedangpedang menghuni kediaman masingmasing,
dan Komando perang masih tersimpan,
disaku para Jendral.
Bendera putih telah dikibarkan di seantero negeri.
tanda menyerah atau kalah,
bagi tubuh tergeletak, di padang sunyi pertempuran.
Bagi bijibijian, inilah saat yg tepat untuk tumbuh,
menyelinap diantara tanah yg masih basah oleh tangis,
Karena hari baru terus digelar,
diiringi simphoni tangis bayibayi yg lahir.
Harapan tak berakhir,
Sebab halhal baik senantiasa tumbuh secara rahasia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar