Sabtu, Januari 1

puisi

puisi, sebagaimana penempaan atau perapian, 

membakar setiap subtil dan membawanya mangkat kehadirat Ketunggalan. 

kata-kata yang ada hanyalah sebuah huruf berserakan; 

abu dari kemanunggalan jiwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar