Kisah Lagu Seruling
Dengan alunan pilu seruling bambu
Sayu sendu lagunya menusuk kalbu
Sejak ia bercerai dari batang pokok rimbun
Sesaklah hatinya dipenuhi cinta dan kepiluan
Walau dekat tempatnya laguku ini
Tak seorang tahu serta mau mendengar
O kurindu kawan yang mengerti perumpamaan ini
Dan mencampur rohnya dengan rohku
Api cintalah yang membakar diriku
Anggur cintalah yang memberiku cita mengawan
Inginkah kau tahu bagaimana pencinta luka?
Dengar, dengar alunan lagu seruling bambu
Dalam Mathnawi III:4436-7 >> karya Maulana Jalaludin Rumi
...Rindu dan Cinta adalah pilar-pilar kasat yang menopang langit; Rindu mengisi kepongahan tulang belulang dan darinya memerahlah darah seperti mekarnya Cinta......
Kamis, Maret 31
Rabu, Maret 30
The Golden Chain of Thariqah Naqshbandi Haqqani Sufi
1. Prophet Muhammad ibn Abd Allah, Salla Allahu `alayhi wa alihi wa sallam
2. Abu Bakr as-Siddiq, radiya-l-Lahu `anh
3. Salman al-Farsi, radiya-l-Lahu`anh
4. Qassim ibn Muhammad ibn Abu Bakr
5. Jafar as-Sadiq, alayhi-s-salam
6. Tayfur Abu Yazid al-Bistami, radiya-l-Lahu canh
7. Abul Hassan Ali al-Kharqani, qaddasa-l-Lahu sirrah
8. Abu Ali al-Farmadi, qaddasa-l-Lahu sirrah
9. Abu Yaqub Yusuf al-Hamadani, qaddasa-l-Lahu sirrah
10. Abul Abbas, al-Khidr, alayhi-s-salam
11. Abdul Khaliq al-Ghujdawani, qaddasa-l-Lahu sirrah
12. Arif ar-Riwakri, qaddasa-l-Lahu sirrah
13. Khwaja Mahmoud al-Anjir al-Faghnawi, qaddasa-l-Lahu sirrah
14. Ali ar-Ramitani, qaddasa-l-Lahu sirrah
15. Muhammad Baba as-Samasi, qaddasa-l-Lahu sirrah
16. as-Sayyid Amir Kulal, qaddasa-l-Lahu sirrah
17. Muhammad Baha'uddin Shah Naqshband, qaddasa-l-Lahu sirrah
18. Ala'uddin al-Bukhari al-cAttar, qaddasa-l-Lahu sirrah
19. Yaqub al-Charkhi, qaddasa-l-Lahu sirrah
20. Ubaydullah al-Ahrar, qaddasa-l-Lahu sirrah
21. Muhammad az-Zahid, qaddasa-l-Lahu sirrah
22. Darwish Muhammad, qaddasa-l-Lahu sirrah
23. Muhammad Khwaja al-Amkanaki, qaddasa-l-Lahu sirrah
24. Muhammad al-Baqi bi-l-Lah, qaddasa-l-Lahu sirrah
25. Ahmad al-Faruqi as-Sirhindi, qaddasa-l-Lahu sirrah
26. Muhammad al-Masum, qaddasa-l-Lahu sirrah
27. Muhammad Sayfuddin al-Faruqi al-Mujaddidi, qaddasa-l-Lahu sirrah
28. as-Sayyid Nur Muhammad al-Badawani, qaddasa-l-Lahu sirrah
29. Shamsuddin Habib Allah, qaddasa-l-Lahu sirrah
30. Abdullah ad-Dahlawi, qaddasa-l-Lahu sirrah
31. Khalid al-Baghdadi, qaddasa-l-Lahu sirrah
32. Ismail Muhammad ash-Shirwani, qaddasa-l-Lahu sirrah
33. Khas Muhammad Shirwani, qaddasa-l-Lahu sirrah
34. Muhammad Effendi al-Yaraghi, qaddasa-l-Lahu sirrah
35. Jamaluddin al-Ghumuqi al-Husayni, qaddasa-l-Lahu sirrah
36. Abu Ahmad as-Sughuri, qaddasa-l-Lahu sirrah
37. Abu Muhammad al-Madani, qaddasa-l-Lahu sirrah
38. Sharafuddin ad-Daghestani, qaddasa-l-Lahu sirrah
39. Abdullah al-Fa'iz ad-Daghestani, qaddasa-l-Lahu sirrah
40. Muhammad Nazim Adil al-Haqqani, qaddasa-l-Lahu sirrah
diambil dari >>>> http://www.haqqanisoul.com/page/the-golden-chain
Selasa, Maret 29
ode untuk pohon
ia tegap menghujam tanah,
langkahnya sunyi dalam geliat masa.
Di kedinginan malam, siapa yg menyelimutinya?
Tubuhnya khas keriput, menandakan usianya yang tak muda.
Disaat manusia kuncup digelayuti kenangan, ia tumbuh mengembangkan mekar mekar bunga!
Minggu, Maret 27
Buka Hijab Yang Membatasi Diri Dengan Tuhan
Buka Hijab Yang Membatasi Diri Dengan Tuhan
A. Membina Peribadi
1. Perbaikan Akhlak Firman AlLah swt. dalam Al-Quran (S. Al-Kahfi: 110)
"Maka barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh (memperbaiki akhlak) dan janganlah ia mempersekutukan apapun dalam beribadat kepada Tuhan (bersih dari segala kotoran hawa nafsu)"
Al-Ghazali di dalam kitabnya Kimyaus-Saadah menyatakan
"tujuan perbaikan akhlak ialah membersihkan qalbu dari kotoran hawa nafsu dan amarah hingga hati menjadi suci bersih bagaikan cermin yang dapat menerima Nur cahaya Tuhan".
2. Sabar Firman AlLah swt. dalam Al-Quran (S. Al-Baqarah: 45 - 46)
"Jadikanlah sabar dan Salat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu adalah tugas berat kecuali bagi orang yang khusyu".
Orang - orang yang khusyu' itu ialah orang yang menyukai bahwa mereka itu akan bertemu dengan AlLah dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya"
Menurut Al-Ghazali, 'Sabar' ialah meninggalkan segala macam pekerjaan yang digerakkan oleh hawa nafsu, tetap pada pendirian agama yang bertentangan dengan kehendak hawa nafsu, semata - mata kerana menghendaki kebahagiaan dunia dan akhirat"
Pembahagian Sabar:
a) Sabar Disiplin / Taat
i) Sabar sebelum taat, ialah niat yang ikhlas, tujuan yang benar, merasa berkewajipan atas keyakinan agama dalam menerima peraturan berupa perintah atau larangan.
ii) Sabar melaksanakan taat, ialah melaksanakan kewajipan sampai selesai, berkala atau terus menerus dengan penuh tanggungjawab dan kesungguhan.
iii) Sabar setelah taat, ialah tidak merasa bangga dengan selesainya pekerjaannya, tidak iri hati atau kekurangan atau kelebihan orang lain, tidak ria' untuk dikagumi hasil usahanya.
b) Sabar Berkewajipan. Mengetahui sesuatu kewajipan tidak cukup untuk dapat dikerjakan tanpa adanya kesabaran dan sebaliknya mengetahui sesuatu larangan belum tentu dapat meninggalkannya tanpa adanya kesabaran.
c) Sabar menurut hukum terbahagi:
Sabar untuk menjauhkan diri dari segala yang haram,hukumnya 'wajib'.
Sabar untuk menjauhkan diri dari segala pekerjaan makruh, hukumnya 'sunat'.
Sabar dalam menjalankan hukuman kerana pelanggaran maka hukumnya 'harus'.
Sabar membela kehormatan atau hak milik hukumnya 'haram'. Sifat sabar dalam keadaan ini dinamakan 'sabar Saja'ah' (sabar berani). Firman AlLah dalam Al-Quran (S. Al-Anfaal: 46) "Bersabarlah kamu sekalian, sesungguhnya AlLah beserta mereka yang sabar".
3) Syukur. Berterima kasih kepada AlLah atas segala nikmat pemberianNya. Erti Syukur, keadaan seseorang mempergunakan nikmat yang diberikan oleh AlLah itu hanya untuk membuat kebajikan.
4) Ridha bil Qadha. Ridha ertinya rela menerima dengan apa yang ditentukan dan ditaqdirkan AlLah kepadanya. Rela berjuang atas jalan AlLah mencari semata - mata keridhaan AlLah (Ibtighaa MadhatilLah).
Kesimpulan Sabar, Syukur dan Ridha adalah tiga sifat terpuji yang sangat bernilai tinggi, dapat membawa kepada ketinggian budi pekerti dan akhlak dan merupakan kekuatan yang dapat menolong untuk berkemahuan keras, berjiwa besar dan bertanggungjawab.
Pendidikan Tasauf pertama - tama dengan pembaikan akhlak, mencapai tingkat demi tingkat yang lebih tinggi, dari Muslim biasa kepada Mukminin kepada Muhsinin kepada Muttaqin kepada Mukarrabin kepada Arifin - mengenal dan merasai Tuhan yang sungguh - sungguh. Dengan sifat - sifat yang tersebut, mereka memasuki latihan - latihan jiwa dan mujahadah dengan Sistem berikut :
Takhalli - mensuci bersih diri dari segala dosa lahir dan dosa bathin.
Tahalli - mengisi diri dengan segala sifat yang terpuji.
Tajalli - memperoleh hakekat kenyataan Tuhan kerana suci bersihnya hati mereka mencintai AlLah. B Latihan Rohani dan Tingkat - Tingkat Yang Harus Dilalui
1. Tujuan Takhalli ialah:
a]. Membersihkan diri dari kotoran hati / sifat - sifat tercela.Firman AlLah dalam Al-Quran (S. As-Sams: 9 & 10) "Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensucikan jiwanya dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya".
Sifat - sifat yang mengotori jiwa / hati
Hasad - irihati
Haqad - dengki / benci
Suuz-zan - sangka buruk
Kibir - sombong
Ujub - merasa sempurna diri dari orang lain
Riya - mempamerkan kelebihan diri
Suma' - cari nama atau kemasyuran
Bukhul - bakhil / kikir
Hubbul Mal - cinta kebendaan
Tafahur - membanggakan diri
Ghadab - pemarah
Ghibah - pengumpat
Namimah - bicara belakang orang
Kizib - dusta
Khianat - munafik Maksiat Lahir - segala perbuatan yang dikerjakan oleh anggota badan manusia yang merosak orang atau diri sendiri sehingga membawa pengorbanan benda - benda, fikiran dan perasaan. Maksiat Bathin - lebih berbahaya kerana tidak kelihatan dan kurang disedari dan sukar dihilangkan.
b]. Cara membersihkan jiwa / hati Tersingkapnya tabir / hijab yang membatasi diri dengan Tuhan ialah suci bersihnya diri / jiwa dari kotoran - kotoran maksiat lahir dan maksiat bathin. Menurut Ahli Tarekat ada 4 dinding / hijab yang membatasi diri dengan Tuhan dan ada 4 juga jalan yang dapat membuka dinding / hijab itu.
i) Tingkat Pertama : Suci dari Najis dan Hadas - Bersih dari najis maka wajib bersuci dengan air atau berinstinja dengan tanah. - Suci dari hadas besar (keluar mani) maka wajib mandi. - Suci diri dari hadas kecil maka wajib berwudhu. * Seorang yang hendak menghubungkan diri dengan Tuhan maka wajib bersih badannya, bersih pakaiannya, bersih tempatnya, bersih lahir dan bathinnya.
ii) Tingkat Kedua : Suci Dari Dosa Lahir Ada 7 anggota badan yang membuat dosa lahir yang disebut maksiat, iaitu :
Mulut - dusta / ghibah
Mata - melihat yang haram
Telinga - mendengar cerita kosong
Hidung - menimbulkan rasa benci
Tangan - merosak
Kaki - berjalan membuat maksiat
Kemaluan - bersyahwat / berzina (termasuk makan yang haram).
iii) Tingkat Ketiga : Suci dari Dosa Bathin Ada 7 alat pembuat dosa bathin yang dinamakan 7 Lataif (Petikan : Pengantar Ilmu Tarekat oleh Abubakar Aceh)
Latifatul Qalby - berhubungan jantung jasmani. Letaknya dua jari di bawah susu kiri. Di sinilah letaknya sifat - sifat kemusyrikan, kekafiran dan ketahyulan dan sifat - sifat iblis. Untuk mensucikannya zikir dengan membaca 5000 kali - AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi dengan Iman, Islam, Ihsan, Tauhid dan Makrifat.
Latifatu Roh - berhubungan Rabu jasmani. Letaknya dua jari di bawah susu kanan. Di sinilah letaknya sifat Bahimiyah (binatang jinak) iaitu sifat menurut nafsu. Untuk mensucikannya zikir dengan dipalu sekeras - kerasnya 1000 kali - AlLah, AlLah.
Latifatus-Sirri. Letaknya dua jari di atas susu kiri. Di sinilah letaknya sifat 'Syabiyah' (binatang buas) iaitu sifat zalim / aniaya, pemarah dan pendendam. Untuk mensucikannya zikir dengan membaca 1000 kali - AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi dengan sifat kasih sayang dan ramah - tamah.
Latifatul Khafi - dikenderai Limpah jasmani. Letaknya dua jari di atas susu kanan. Di sinilah letaknya sifat 'Syaitanuyah' iaitu hasad / dengki, munafik dan khianat. Untuk mensucikannya berzikir 1000 kali membaca AlLah, AlLah dengan dipalukan sekeras - kerasnya. Pada tingkat ini hati diisi sifat Syukur dan Sabar.
Latifatul Akhfa - berhubungan empedu jasmani. Letaknya di tengah - tengah dada. Di sinilah letaknya sifat ria, takbur / sombong, ujub / membanggakan diri dan Sum'a / cari nama atau kemasyuran. Untuk mensucikannya zikir 1000 kali membaca AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi sifat Ikhlas, Khusyu', Tadarru Tafakkur.
Latifatun-nafsun-Natiqa. Letaknya di antara dua kening. Di sinilah letaknya 'nafsu ammarah' penghalang besar untuk menciptakan perbaikan masyarakat. Untuk mensucikannya zikir 1000 kali membaca AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi dengan sifat Tenteram dan Pikiran Tenang.
Latifah kullu Jasad - kenderai seluruh tubuh jasmani. Dalam Latifah inilah terletak sifat jahil dan ghaflah (kejahilan dan alpa). Untuk mensucikannya hendaklah dizikirkan 1000 kali - AlLah, AlLah sehingga mengalir zikir disekujur badan jasmani sehingga tiada tempat untuk sifat kebendaan / kejahilan dan kelalaian / Ghaflah. Pada tingkat ini hati diisi pula sifat Ilmu dan Amal.
iv) Tingkat Keempat : Suci Hati Rabbaniyah Yang dimaksudkan Latifatul Qalby di sini bukan jantung jasmani tetapi "Latifatur Rabbaniyah" adalah Roh yang suci yang paling halus dan memerintah serta mengatur badan dan anggota badan jasmani. Dialah hakekat diri yang sebenar diri. Induk kepada latifah - latifah lain. Sabda RasululLah s.a.w.
"Di dalam tubuh anak Adam ada segumpal daging apabila ia baik, maka baiklah seluruh jasad dan apabila ia rosak maka rosaklah seluruh jasad. Ketahuilah, dia itu ialah 'hati'.
Pada Latifah Rabbaniyahlah tempat jatuhnya penilikan AlLah kepada manusia. Menurut Kaum Sufi, bahawa kehidupan dan alam penuh dengan rahsia - rahsia tersembunyi. Rahsia tertutup oleh dinding/hijab tetapi bisa terbuka dan dapat tersingkap, dapat melihat atau merasai atau berhubungan dengan terang ter-rahsia asal kita menempuh jalannya. Jalan itulah dinamakan 'Tarekat'. Ahli Tarekat menempuh jalan didikan 3 tingkat iaitu
Takhalli,
Tahalli dan
Tajalli.
2. Tujuan Tahalli ialah:
Mengisi diri dengan sifat - sifat terpuji / menyinari hati.
a) Dasar Perbaikan Akhlak. Kaum Sufi mengatur suatu ajaran untuk memperbaiki tata kehidupan dan penghidupan manusia agar manusia itu menjadi 'manusia wara' yang ikhlas dalam beribadat kepada AlLah, ikhlas dalam pengabdian melayani masyarakat dan damai / berpartisipasi dalam kehidupan. Firman AlLah dalam Al-Quran (S. An-Nahl: 90)
"Bahwa sesungguhnya AlLah memerintahkan untuk berlaku adil, berbuat kebajikan, hidup berkeluarga. Dan melarang kekejian, kemungkaran dan bermusuhan. Bahwa Tuhan mengajarkan kepada kamu sekalian (pokok - pokok akhlak itu) agar kamu sekalian menjadi perhatian"
Ajaran itu menurut istilah sufi dinamakan: Takhalli, Tahalli dan Tajalli. Sistem ajaran ini memerlukan latihan - latihan dan perjuangan dengan tanjakan - tanjakan dari satu tingkat ke tingkat lebih tinggi yakni dari mensuci bersihkan hati ke tingkat menyinari hati sampai dekat diri kepada AlLah dalam keadaan Tajalli.
b) Sifat yang Mnyinari Hati / Jiwa. Sifat yang menyinari hati / jiwa menurut Kaum Sufi dinamakan sifat - sifat terpuji. Menurut Al-Ghazali di dalam kitabnya "Arbain fi Usulid-Din" antara sifat - sifat terpuji itu ialah:
Taubat - menyesali diri dari perbuatan yang tercela
Khauf / Taqwa - perasaan takut kepada AlLah
Ikhlas - niat dan amal yang tulus atau suci
Syukur - rasa berterima kasih
Zuhud - hidup sederhana, apa adanya
Sabar - tahan diri dari segala kesukaran
Ridha - bersenang diri menerima keputusan AlLah
Tawakkul - menggantungkan diri, nasib kepada AlLah
Mahabbah - cinta kepada AlLah semata - mata
Zikrulmaut - selalu ingat mati Maka apabila manusia telah menaungi dan mengisi hatinya dengan sifat - sifat terpuji itu maka hati menjadi cerah dan terang dapat pula menerima cahaya dari sifat - sifat tadi.
c) Mendekatkan Diri kepada AlLah. Untuk mendekatkan diri kepada AlLah perlu melalui apa yang lazim dikerjakan oleh Kaum Sufi iaitu Kesempurnaan Agama Islam yang dapat dicapai dalam 4 tingkat.
i) Tingkat Pertama : Syariat Ertinya mengerjakan amal badaniyah daripada segala hukum - hukum: shalat, puasa, zakat dan haji. Syariat adalah peraturan - peraturan yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah. Tujuan utama syariat ialah membangun kehidupan manusia atas dasar amar ma'ruf dan nahi mungkar. Syariat membahagi ma'ruf kepada 3 kategori:
1. Fardhu atau wajib
2. Sunnat atau mustahab
3. Mubah atau harus
Selanjutnya syariat membahagi munkarat atas 2 bahagi iaitu :
1. Haram
2. Makruh
Peraturan - peraturan yang diatur oleh syariat itu adalah atas dasar Quran dan Sunnah yang merupakan sumber hukum dalam Islam untuk keselamatan manusia. Menurut Ahli Sufi, bahawa syariat itu baru merupakan tingkat pertama menuju jalan kepada Tuhan. Tarekatlah yang merupakan perbuatan untuk melaksanakan syariat itu. Apabila 'Syariat' dan 'Tarekat' dikuasai maka lahirlah 'Hakekat' yang tidak lain daripada perbaikan keadaan dan ehwal, sedang tujuan terakhir adalah 'Makrifat' iaitu mengenal Tuhan yang sebenar - benarnya, serta mencintainya sebaik - baiknya. Syariat ialah pengenalan perintah dan Hakekat ialah pengenalan pemberi perintah.
ii) Tingkat Kedua : Tarekat Dasar - dasar pokok mengenai Tarekat antara lain:
1. Sebuah Hadis Qudsi menyatakan : "Adalah Aku suatu perbendaharaan yang tersembunyi, maka inginlah Aku supaya diketahui siapa Aku, maka kujadikanlah makhluk: Maka dengan AlLah mereka mengenal Aku". Dasar "Wihdhatul Wujud" yang menjadi faham Ahli Tarekat. Bahawa AlLah itu permulaan kejadian, yang awalnya tiada permulaan. AlLah telah ada dan tiada yang lain besertaNya. Dan kerana supaya zatnya dilihat pada sesuatu yang bukan zatnya, sebab itulah dijadikan segenap kejadian (Al-Khaliq).
2. Firman AlLah dalam Al-Quran (S.Al-Jin: 16)
"Dan bahawa jika mereka tetap (istiqamah) menempuh jalan itu "TAREKAT" sesungguhnya akan Kami beri rezeki / rahmat yang berlimpah - limpah".
"Tarekat" adalah suatu sistem (tariqah) untuk menempuh jalan yang pada akhirnya mengenal dan merasakan adanya Tuhan, dalam keadaan seseorang dapat melihat Tuhan dengan mata hatinya (ainul basirah). Ini didasarkan atas pertanyaan Saidina Ali bin Abi Thalib kepada RasululLah: "Manakah Tarekat yang sedekat - dekatnya mencapai Tuhan? Yang dijawab RasululLah s.a.w. : "tidak lain daripada zikir kepada AlLah". "Syariat" mewajibkan seseorang mengadap Kiblat dalam Shalat, maka "Tarekat" tidak sampai di situ saja. Tarekat berpegang kepada Firman AlLah: "Sembahlah Aku". Yang bermaksud semua ibadah dilakukan kerana tujuan untuk ber-Taqwa (takut) kepada AlLah. Tetapi bukan setakat pengertian "syariat" iaitu mengerjakan apa yang diperintah dan menjauhkan apa yang dilarang. Tetapi menurut Ahli Tarekat Taqwa adalah perpaduan dari 4 sifat:
1. (ta) - Taubat
2.(qaf) - Qinaah atau khusyu'
3. (wauw) - Wara
4. (alif) - Ikhlas beribadah mencari keridhaan AlLah
iii) Tingkat Ketiga : Hakekat Syariat merupakan peraturan, Tarekat merupakan pelaksanaan maka hakekat adalah tujuan pokok yakni pengenalan Tuhan yang sebenar - benarnya. Menurut Tarekat, hati wajib menghadap kepada AlLah berdasarkan ayat Quran: "Fa'buduny - sembahlah Aku". Menurut kita menyembah Tuhan seolah - olah Tuhan terlihat, berdasarkan Hadis: "Sembahlah Tuhanmu, seakan - akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka sesungguhnya Tuhan melihat kamu".
Menurut Makrifat, ialah mengenal AlLah untuk siapa dipersembahkan segala amal ibadat itu. Yang dengan khusyu' seseorang hamba merasa berhadapan dengan AlLah, ketika ini perasaan bermusyahadah berintai - intaian dan bercakap - cakap dengan Tuhan seolah - olah AlLah berkata: "Innany Ana AlLah - Aku inilah Tuhan yakni AlLah" maka kehadiran "hati" berkata: "Anta AlLah - Engkaulah AlLah". Lalu AlLah berkata lagi: "Iqimis-shalata lizikry - bershalatlah untuk mengingat akan Aku". Demikian "hakekat", ialah membuka kesempatan bagaimana salik mencapai maksudnya, iaitu mengenal Tuhan, Ma'rifatulLah dan Musyahadah Nur yang Tajalli.
Al-Ghazali menerangkan : "Bahawa Tajalli itu ialah terbuka Nur cahaya yang ghaib bagi hati seseorang dan sangat mungkin yang dimaksudkan dengan Tajalli ialah Mutajalli yang tidak lain daripada itulah AlLah".
iv) Tingkat Keempat : Ma'rifat. Ma'rifat adalah tujuan pokok, yakni: mengenal AlLah yang sebenar - benarnya. Taftazany dalam kitabnya "Syarhul Maqsid" menerangkan: "Apabila seseorang mencapai tujuan terakhir dalam pekerjaan suluknya - ilalladan fillah, pasti dia tenggelam dalam lautan tauhid dan irfan sehingga zatnya selalu dalam pengawasan zat Tuhan dan sifatnya selalu dalam pengawasan sifat Tuhan. Ketika itu orang itu fana dan lenyap dalam keadaan "masiwallah" apa yang bersifat bukan AlLah. Dia tidak melihat wujud alam ini melainkan AlLah. Al-Ghazali menerangkan: "bahawa hatilah yang dapat mencapai hakekat sebagaimana yang tertulis pada Lauhin Mahfud, iaitu hati yang sudah bersih dan murni. Alhasil, tempat untuk melihat dan Ma'rifat AlLah adalah "HATI".
3. Tujuan Tajalli ialah:
Mencari Kenyataan AlLah. Firman AlLah dalam Al-Quran (S.An-Nur: 25)
"AlLah itu cahaya langit dan bumi"
Berlandaskan ayat ini Ahli Sufi yakin beroleh pancaran Nur AlLah Tajallinya AlLah. Demikian AlLah Tajalli dengan af-al, asma' dan zatNya yang tidak tersembunyi, "mutajalli min zatihi la yakhhfa". Dalam menempuh jalan (tarekat) untuk memperoleh kenyataan Tuhan (Tajalli), Ahli Sufi berusaha melalui ridha dengan latihan - latihan dan mujahadah (perjuangan) dengan menempuh jalan, antara lain melalui dasar pendidikan 3 tingkat iaitu: Takhalli, Tahalli dan Tajalli. Ada pula yang menempuh jalan suluk dengan sistem "Muratabatu - thariqah" yang terdiri dari 4 tingkat: (seperti sistem yang dipakai oleh Tarekat Naqsabandiah) :
1. Taubat
2. Istiqamah : Taat lahir dan bathin
3. Tahzib : terdiri dari beberapa riadhah / latihan seperti puasa, mengurangi tidur dan menyendiri.
4. Taqarrub : mendekatkan diri kepada AlLah dengan berkhalwat, zikir terus - menerus.
Seterusnya maka sampailah salik pada Maqam Nihayah: Fana-uhu 'ala baqa-ihi wa ghaya-tuhu 'ala hudu-rihi iaitu fana dalam kebaqaan AlLah dan lenyap dalam kehadiran AlLah. Hal demikian bisa berhasil kerana Tuhan Maha cahaya terhadap hambaNya dan Tuhan adalah sumber cahaya dan Ilmu. Apabila Tuhan telah menembusi hati hambaNya dengan 'nur' dan cahayaNya, maka berlimpah ruahlah Rahmat.
(Petikan: Pengantar Ilmu Tarekat oleh H. Abubakar Aceh).
Hasil Tulisan Seorang Sahabat
Mudah - mudahan bermanfa'at kepada mereka yang mencari... WalLahu A'lam
diambil dari tulisan: Ahmad Nizam Bin Awang
A. Membina Peribadi
1. Perbaikan Akhlak Firman AlLah swt. dalam Al-Quran (S. Al-Kahfi: 110)
"Maka barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh (memperbaiki akhlak) dan janganlah ia mempersekutukan apapun dalam beribadat kepada Tuhan (bersih dari segala kotoran hawa nafsu)"
Al-Ghazali di dalam kitabnya Kimyaus-Saadah menyatakan
"tujuan perbaikan akhlak ialah membersihkan qalbu dari kotoran hawa nafsu dan amarah hingga hati menjadi suci bersih bagaikan cermin yang dapat menerima Nur cahaya Tuhan".
2. Sabar Firman AlLah swt. dalam Al-Quran (S. Al-Baqarah: 45 - 46)
"Jadikanlah sabar dan Salat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu adalah tugas berat kecuali bagi orang yang khusyu".
Orang - orang yang khusyu' itu ialah orang yang menyukai bahwa mereka itu akan bertemu dengan AlLah dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya"
Menurut Al-Ghazali, 'Sabar' ialah meninggalkan segala macam pekerjaan yang digerakkan oleh hawa nafsu, tetap pada pendirian agama yang bertentangan dengan kehendak hawa nafsu, semata - mata kerana menghendaki kebahagiaan dunia dan akhirat"
Pembahagian Sabar:
a) Sabar Disiplin / Taat
i) Sabar sebelum taat, ialah niat yang ikhlas, tujuan yang benar, merasa berkewajipan atas keyakinan agama dalam menerima peraturan berupa perintah atau larangan.
ii) Sabar melaksanakan taat, ialah melaksanakan kewajipan sampai selesai, berkala atau terus menerus dengan penuh tanggungjawab dan kesungguhan.
iii) Sabar setelah taat, ialah tidak merasa bangga dengan selesainya pekerjaannya, tidak iri hati atau kekurangan atau kelebihan orang lain, tidak ria' untuk dikagumi hasil usahanya.
b) Sabar Berkewajipan. Mengetahui sesuatu kewajipan tidak cukup untuk dapat dikerjakan tanpa adanya kesabaran dan sebaliknya mengetahui sesuatu larangan belum tentu dapat meninggalkannya tanpa adanya kesabaran.
c) Sabar menurut hukum terbahagi:
Sabar untuk menjauhkan diri dari segala yang haram,hukumnya 'wajib'.
Sabar untuk menjauhkan diri dari segala pekerjaan makruh, hukumnya 'sunat'.
Sabar dalam menjalankan hukuman kerana pelanggaran maka hukumnya 'harus'.
Sabar membela kehormatan atau hak milik hukumnya 'haram'. Sifat sabar dalam keadaan ini dinamakan 'sabar Saja'ah' (sabar berani). Firman AlLah dalam Al-Quran (S. Al-Anfaal: 46) "Bersabarlah kamu sekalian, sesungguhnya AlLah beserta mereka yang sabar".
3) Syukur. Berterima kasih kepada AlLah atas segala nikmat pemberianNya. Erti Syukur, keadaan seseorang mempergunakan nikmat yang diberikan oleh AlLah itu hanya untuk membuat kebajikan.
4) Ridha bil Qadha. Ridha ertinya rela menerima dengan apa yang ditentukan dan ditaqdirkan AlLah kepadanya. Rela berjuang atas jalan AlLah mencari semata - mata keridhaan AlLah (Ibtighaa MadhatilLah).
Kesimpulan Sabar, Syukur dan Ridha adalah tiga sifat terpuji yang sangat bernilai tinggi, dapat membawa kepada ketinggian budi pekerti dan akhlak dan merupakan kekuatan yang dapat menolong untuk berkemahuan keras, berjiwa besar dan bertanggungjawab.
Pendidikan Tasauf pertama - tama dengan pembaikan akhlak, mencapai tingkat demi tingkat yang lebih tinggi, dari Muslim biasa kepada Mukminin kepada Muhsinin kepada Muttaqin kepada Mukarrabin kepada Arifin - mengenal dan merasai Tuhan yang sungguh - sungguh. Dengan sifat - sifat yang tersebut, mereka memasuki latihan - latihan jiwa dan mujahadah dengan Sistem berikut :
Takhalli - mensuci bersih diri dari segala dosa lahir dan dosa bathin.
Tahalli - mengisi diri dengan segala sifat yang terpuji.
Tajalli - memperoleh hakekat kenyataan Tuhan kerana suci bersihnya hati mereka mencintai AlLah. B Latihan Rohani dan Tingkat - Tingkat Yang Harus Dilalui
1. Tujuan Takhalli ialah:
a]. Membersihkan diri dari kotoran hati / sifat - sifat tercela.Firman AlLah dalam Al-Quran (S. As-Sams: 9 & 10) "Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensucikan jiwanya dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya".
Sifat - sifat yang mengotori jiwa / hati
Hasad - irihati
Haqad - dengki / benci
Suuz-zan - sangka buruk
Kibir - sombong
Ujub - merasa sempurna diri dari orang lain
Riya - mempamerkan kelebihan diri
Suma' - cari nama atau kemasyuran
Bukhul - bakhil / kikir
Hubbul Mal - cinta kebendaan
Tafahur - membanggakan diri
Ghadab - pemarah
Ghibah - pengumpat
Namimah - bicara belakang orang
Kizib - dusta
Khianat - munafik Maksiat Lahir - segala perbuatan yang dikerjakan oleh anggota badan manusia yang merosak orang atau diri sendiri sehingga membawa pengorbanan benda - benda, fikiran dan perasaan. Maksiat Bathin - lebih berbahaya kerana tidak kelihatan dan kurang disedari dan sukar dihilangkan.
b]. Cara membersihkan jiwa / hati Tersingkapnya tabir / hijab yang membatasi diri dengan Tuhan ialah suci bersihnya diri / jiwa dari kotoran - kotoran maksiat lahir dan maksiat bathin. Menurut Ahli Tarekat ada 4 dinding / hijab yang membatasi diri dengan Tuhan dan ada 4 juga jalan yang dapat membuka dinding / hijab itu.
i) Tingkat Pertama : Suci dari Najis dan Hadas - Bersih dari najis maka wajib bersuci dengan air atau berinstinja dengan tanah. - Suci dari hadas besar (keluar mani) maka wajib mandi. - Suci diri dari hadas kecil maka wajib berwudhu. * Seorang yang hendak menghubungkan diri dengan Tuhan maka wajib bersih badannya, bersih pakaiannya, bersih tempatnya, bersih lahir dan bathinnya.
ii) Tingkat Kedua : Suci Dari Dosa Lahir Ada 7 anggota badan yang membuat dosa lahir yang disebut maksiat, iaitu :
Mulut - dusta / ghibah
Mata - melihat yang haram
Telinga - mendengar cerita kosong
Hidung - menimbulkan rasa benci
Tangan - merosak
Kaki - berjalan membuat maksiat
Kemaluan - bersyahwat / berzina (termasuk makan yang haram).
iii) Tingkat Ketiga : Suci dari Dosa Bathin Ada 7 alat pembuat dosa bathin yang dinamakan 7 Lataif (Petikan : Pengantar Ilmu Tarekat oleh Abubakar Aceh)
Latifatul Qalby - berhubungan jantung jasmani. Letaknya dua jari di bawah susu kiri. Di sinilah letaknya sifat - sifat kemusyrikan, kekafiran dan ketahyulan dan sifat - sifat iblis. Untuk mensucikannya zikir dengan membaca 5000 kali - AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi dengan Iman, Islam, Ihsan, Tauhid dan Makrifat.
Latifatu Roh - berhubungan Rabu jasmani. Letaknya dua jari di bawah susu kanan. Di sinilah letaknya sifat Bahimiyah (binatang jinak) iaitu sifat menurut nafsu. Untuk mensucikannya zikir dengan dipalu sekeras - kerasnya 1000 kali - AlLah, AlLah.
Latifatus-Sirri. Letaknya dua jari di atas susu kiri. Di sinilah letaknya sifat 'Syabiyah' (binatang buas) iaitu sifat zalim / aniaya, pemarah dan pendendam. Untuk mensucikannya zikir dengan membaca 1000 kali - AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi dengan sifat kasih sayang dan ramah - tamah.
Latifatul Khafi - dikenderai Limpah jasmani. Letaknya dua jari di atas susu kanan. Di sinilah letaknya sifat 'Syaitanuyah' iaitu hasad / dengki, munafik dan khianat. Untuk mensucikannya berzikir 1000 kali membaca AlLah, AlLah dengan dipalukan sekeras - kerasnya. Pada tingkat ini hati diisi sifat Syukur dan Sabar.
Latifatul Akhfa - berhubungan empedu jasmani. Letaknya di tengah - tengah dada. Di sinilah letaknya sifat ria, takbur / sombong, ujub / membanggakan diri dan Sum'a / cari nama atau kemasyuran. Untuk mensucikannya zikir 1000 kali membaca AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi sifat Ikhlas, Khusyu', Tadarru Tafakkur.
Latifatun-nafsun-Natiqa. Letaknya di antara dua kening. Di sinilah letaknya 'nafsu ammarah' penghalang besar untuk menciptakan perbaikan masyarakat. Untuk mensucikannya zikir 1000 kali membaca AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi dengan sifat Tenteram dan Pikiran Tenang.
Latifah kullu Jasad - kenderai seluruh tubuh jasmani. Dalam Latifah inilah terletak sifat jahil dan ghaflah (kejahilan dan alpa). Untuk mensucikannya hendaklah dizikirkan 1000 kali - AlLah, AlLah sehingga mengalir zikir disekujur badan jasmani sehingga tiada tempat untuk sifat kebendaan / kejahilan dan kelalaian / Ghaflah. Pada tingkat ini hati diisi pula sifat Ilmu dan Amal.
iv) Tingkat Keempat : Suci Hati Rabbaniyah Yang dimaksudkan Latifatul Qalby di sini bukan jantung jasmani tetapi "Latifatur Rabbaniyah" adalah Roh yang suci yang paling halus dan memerintah serta mengatur badan dan anggota badan jasmani. Dialah hakekat diri yang sebenar diri. Induk kepada latifah - latifah lain. Sabda RasululLah s.a.w.
"Di dalam tubuh anak Adam ada segumpal daging apabila ia baik, maka baiklah seluruh jasad dan apabila ia rosak maka rosaklah seluruh jasad. Ketahuilah, dia itu ialah 'hati'.
Pada Latifah Rabbaniyahlah tempat jatuhnya penilikan AlLah kepada manusia. Menurut Kaum Sufi, bahawa kehidupan dan alam penuh dengan rahsia - rahsia tersembunyi. Rahsia tertutup oleh dinding/hijab tetapi bisa terbuka dan dapat tersingkap, dapat melihat atau merasai atau berhubungan dengan terang ter-rahsia asal kita menempuh jalannya. Jalan itulah dinamakan 'Tarekat'. Ahli Tarekat menempuh jalan didikan 3 tingkat iaitu
Takhalli,
Tahalli dan
Tajalli.
2. Tujuan Tahalli ialah:
Mengisi diri dengan sifat - sifat terpuji / menyinari hati.
a) Dasar Perbaikan Akhlak. Kaum Sufi mengatur suatu ajaran untuk memperbaiki tata kehidupan dan penghidupan manusia agar manusia itu menjadi 'manusia wara' yang ikhlas dalam beribadat kepada AlLah, ikhlas dalam pengabdian melayani masyarakat dan damai / berpartisipasi dalam kehidupan. Firman AlLah dalam Al-Quran (S. An-Nahl: 90)
"Bahwa sesungguhnya AlLah memerintahkan untuk berlaku adil, berbuat kebajikan, hidup berkeluarga. Dan melarang kekejian, kemungkaran dan bermusuhan. Bahwa Tuhan mengajarkan kepada kamu sekalian (pokok - pokok akhlak itu) agar kamu sekalian menjadi perhatian"
Ajaran itu menurut istilah sufi dinamakan: Takhalli, Tahalli dan Tajalli. Sistem ajaran ini memerlukan latihan - latihan dan perjuangan dengan tanjakan - tanjakan dari satu tingkat ke tingkat lebih tinggi yakni dari mensuci bersihkan hati ke tingkat menyinari hati sampai dekat diri kepada AlLah dalam keadaan Tajalli.
b) Sifat yang Mnyinari Hati / Jiwa. Sifat yang menyinari hati / jiwa menurut Kaum Sufi dinamakan sifat - sifat terpuji. Menurut Al-Ghazali di dalam kitabnya "Arbain fi Usulid-Din" antara sifat - sifat terpuji itu ialah:
Taubat - menyesali diri dari perbuatan yang tercela
Khauf / Taqwa - perasaan takut kepada AlLah
Ikhlas - niat dan amal yang tulus atau suci
Syukur - rasa berterima kasih
Zuhud - hidup sederhana, apa adanya
Sabar - tahan diri dari segala kesukaran
Ridha - bersenang diri menerima keputusan AlLah
Tawakkul - menggantungkan diri, nasib kepada AlLah
Mahabbah - cinta kepada AlLah semata - mata
Zikrulmaut - selalu ingat mati Maka apabila manusia telah menaungi dan mengisi hatinya dengan sifat - sifat terpuji itu maka hati menjadi cerah dan terang dapat pula menerima cahaya dari sifat - sifat tadi.
c) Mendekatkan Diri kepada AlLah. Untuk mendekatkan diri kepada AlLah perlu melalui apa yang lazim dikerjakan oleh Kaum Sufi iaitu Kesempurnaan Agama Islam yang dapat dicapai dalam 4 tingkat.
i) Tingkat Pertama : Syariat Ertinya mengerjakan amal badaniyah daripada segala hukum - hukum: shalat, puasa, zakat dan haji. Syariat adalah peraturan - peraturan yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah. Tujuan utama syariat ialah membangun kehidupan manusia atas dasar amar ma'ruf dan nahi mungkar. Syariat membahagi ma'ruf kepada 3 kategori:
1. Fardhu atau wajib
2. Sunnat atau mustahab
3. Mubah atau harus
Selanjutnya syariat membahagi munkarat atas 2 bahagi iaitu :
1. Haram
2. Makruh
Peraturan - peraturan yang diatur oleh syariat itu adalah atas dasar Quran dan Sunnah yang merupakan sumber hukum dalam Islam untuk keselamatan manusia. Menurut Ahli Sufi, bahawa syariat itu baru merupakan tingkat pertama menuju jalan kepada Tuhan. Tarekatlah yang merupakan perbuatan untuk melaksanakan syariat itu. Apabila 'Syariat' dan 'Tarekat' dikuasai maka lahirlah 'Hakekat' yang tidak lain daripada perbaikan keadaan dan ehwal, sedang tujuan terakhir adalah 'Makrifat' iaitu mengenal Tuhan yang sebenar - benarnya, serta mencintainya sebaik - baiknya. Syariat ialah pengenalan perintah dan Hakekat ialah pengenalan pemberi perintah.
ii) Tingkat Kedua : Tarekat Dasar - dasar pokok mengenai Tarekat antara lain:
1. Sebuah Hadis Qudsi menyatakan : "Adalah Aku suatu perbendaharaan yang tersembunyi, maka inginlah Aku supaya diketahui siapa Aku, maka kujadikanlah makhluk: Maka dengan AlLah mereka mengenal Aku". Dasar "Wihdhatul Wujud" yang menjadi faham Ahli Tarekat. Bahawa AlLah itu permulaan kejadian, yang awalnya tiada permulaan. AlLah telah ada dan tiada yang lain besertaNya. Dan kerana supaya zatnya dilihat pada sesuatu yang bukan zatnya, sebab itulah dijadikan segenap kejadian (Al-Khaliq).
2. Firman AlLah dalam Al-Quran (S.Al-Jin: 16)
"Dan bahawa jika mereka tetap (istiqamah) menempuh jalan itu "TAREKAT" sesungguhnya akan Kami beri rezeki / rahmat yang berlimpah - limpah".
"Tarekat" adalah suatu sistem (tariqah) untuk menempuh jalan yang pada akhirnya mengenal dan merasakan adanya Tuhan, dalam keadaan seseorang dapat melihat Tuhan dengan mata hatinya (ainul basirah). Ini didasarkan atas pertanyaan Saidina Ali bin Abi Thalib kepada RasululLah: "Manakah Tarekat yang sedekat - dekatnya mencapai Tuhan? Yang dijawab RasululLah s.a.w. : "tidak lain daripada zikir kepada AlLah". "Syariat" mewajibkan seseorang mengadap Kiblat dalam Shalat, maka "Tarekat" tidak sampai di situ saja. Tarekat berpegang kepada Firman AlLah: "Sembahlah Aku". Yang bermaksud semua ibadah dilakukan kerana tujuan untuk ber-Taqwa (takut) kepada AlLah. Tetapi bukan setakat pengertian "syariat" iaitu mengerjakan apa yang diperintah dan menjauhkan apa yang dilarang. Tetapi menurut Ahli Tarekat Taqwa adalah perpaduan dari 4 sifat:
1. (ta) - Taubat
2.(qaf) - Qinaah atau khusyu'
3. (wauw) - Wara
4. (alif) - Ikhlas beribadah mencari keridhaan AlLah
iii) Tingkat Ketiga : Hakekat Syariat merupakan peraturan, Tarekat merupakan pelaksanaan maka hakekat adalah tujuan pokok yakni pengenalan Tuhan yang sebenar - benarnya. Menurut Tarekat, hati wajib menghadap kepada AlLah berdasarkan ayat Quran: "Fa'buduny - sembahlah Aku". Menurut kita menyembah Tuhan seolah - olah Tuhan terlihat, berdasarkan Hadis: "Sembahlah Tuhanmu, seakan - akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka sesungguhnya Tuhan melihat kamu".
Menurut Makrifat, ialah mengenal AlLah untuk siapa dipersembahkan segala amal ibadat itu. Yang dengan khusyu' seseorang hamba merasa berhadapan dengan AlLah, ketika ini perasaan bermusyahadah berintai - intaian dan bercakap - cakap dengan Tuhan seolah - olah AlLah berkata: "Innany Ana AlLah - Aku inilah Tuhan yakni AlLah" maka kehadiran "hati" berkata: "Anta AlLah - Engkaulah AlLah". Lalu AlLah berkata lagi: "Iqimis-shalata lizikry - bershalatlah untuk mengingat akan Aku". Demikian "hakekat", ialah membuka kesempatan bagaimana salik mencapai maksudnya, iaitu mengenal Tuhan, Ma'rifatulLah dan Musyahadah Nur yang Tajalli.
Al-Ghazali menerangkan : "Bahawa Tajalli itu ialah terbuka Nur cahaya yang ghaib bagi hati seseorang dan sangat mungkin yang dimaksudkan dengan Tajalli ialah Mutajalli yang tidak lain daripada itulah AlLah".
iv) Tingkat Keempat : Ma'rifat. Ma'rifat adalah tujuan pokok, yakni: mengenal AlLah yang sebenar - benarnya. Taftazany dalam kitabnya "Syarhul Maqsid" menerangkan: "Apabila seseorang mencapai tujuan terakhir dalam pekerjaan suluknya - ilalladan fillah, pasti dia tenggelam dalam lautan tauhid dan irfan sehingga zatnya selalu dalam pengawasan zat Tuhan dan sifatnya selalu dalam pengawasan sifat Tuhan. Ketika itu orang itu fana dan lenyap dalam keadaan "masiwallah" apa yang bersifat bukan AlLah. Dia tidak melihat wujud alam ini melainkan AlLah. Al-Ghazali menerangkan: "bahawa hatilah yang dapat mencapai hakekat sebagaimana yang tertulis pada Lauhin Mahfud, iaitu hati yang sudah bersih dan murni. Alhasil, tempat untuk melihat dan Ma'rifat AlLah adalah "HATI".
3. Tujuan Tajalli ialah:
Mencari Kenyataan AlLah. Firman AlLah dalam Al-Quran (S.An-Nur: 25)
"AlLah itu cahaya langit dan bumi"
Berlandaskan ayat ini Ahli Sufi yakin beroleh pancaran Nur AlLah Tajallinya AlLah. Demikian AlLah Tajalli dengan af-al, asma' dan zatNya yang tidak tersembunyi, "mutajalli min zatihi la yakhhfa". Dalam menempuh jalan (tarekat) untuk memperoleh kenyataan Tuhan (Tajalli), Ahli Sufi berusaha melalui ridha dengan latihan - latihan dan mujahadah (perjuangan) dengan menempuh jalan, antara lain melalui dasar pendidikan 3 tingkat iaitu: Takhalli, Tahalli dan Tajalli. Ada pula yang menempuh jalan suluk dengan sistem "Muratabatu - thariqah" yang terdiri dari 4 tingkat: (seperti sistem yang dipakai oleh Tarekat Naqsabandiah) :
1. Taubat
2. Istiqamah : Taat lahir dan bathin
3. Tahzib : terdiri dari beberapa riadhah / latihan seperti puasa, mengurangi tidur dan menyendiri.
4. Taqarrub : mendekatkan diri kepada AlLah dengan berkhalwat, zikir terus - menerus.
Seterusnya maka sampailah salik pada Maqam Nihayah: Fana-uhu 'ala baqa-ihi wa ghaya-tuhu 'ala hudu-rihi iaitu fana dalam kebaqaan AlLah dan lenyap dalam kehadiran AlLah. Hal demikian bisa berhasil kerana Tuhan Maha cahaya terhadap hambaNya dan Tuhan adalah sumber cahaya dan Ilmu. Apabila Tuhan telah menembusi hati hambaNya dengan 'nur' dan cahayaNya, maka berlimpah ruahlah Rahmat.
(Petikan: Pengantar Ilmu Tarekat oleh H. Abubakar Aceh).
Hasil Tulisan Seorang Sahabat
Mudah - mudahan bermanfa'at kepada mereka yang mencari... WalLahu A'lam
diambil dari tulisan: Ahmad Nizam Bin Awang
Asal dan Kedudukan Ilmu Tasauf
Asal dan Kedudukan Ilmu Tasauf
Ketahuilah bahawa Ilmu Aqli adalah tunggal dengan zatnya [bersendirian iaitu diasaskan atas akal semata-mata], daripadanya lahir ilmu yang tersusun yang di dalamnya terdapat seluruh hal-ehwal dua ilmu yang tunggal. Ilmu yang tersusun itu ialah ilmu ahli-ahli Tasauf dan jalan ehwal mereka. Mereka mempunyai ilmu yang khas dengan jalan yang terang yang terhimpun dari dua ilmu.
Ilmu mereka terdiri dari
Hal,
Waktu,
Samaa',
Wujdan,
Sheikh,
Sakr,
Sohwu,
Isbat,
Mahwu,
Fakir,
Fana,
Wilayah,
Irodah,
Murid
dan apa yang berhubung dengan Hal Ehwal mereka serta tambah-tambahannya, sifat-sifat dan makam-makam.
--------------------------------------------------------------------------------
Penerangan petikan di atas oleh penterjemah iaitu Abdullah bin Muhammad (Naqula)
dari dua ilmu
Louis Gardent dan G.Anawati dalam buku mereka "Falsafah Al-Fikr Al-Din" menganggap ayat ini sebagai mengandungi teka-teki yang sukar untuk deselesaikan. Mereka bertanya: Apakah gerangan maksud "dua ilmu" yang disebut oleh Imam Ghazali? Ia menyebut Ilmu Aqli tetapi tiada menyebut yang satu lagi. Meskipun demikian, berat kemungkinan bahawa ia maksudkan Ilmu Syari'i di mana Ilmu Tasauf merupakan satu cantuman di antara dua ilmu itu. Nampaknya bukan begini, asas pembahagian 'duaan' "Akal-Syarak" adalah menurut kadar "dunia-akhirat".
Kita dapati di antara Ilmu-ilmu Aqliah ada pula ilmu-ilmu yang tujuannya ialah akhirat, seperti makrifat Qalbu-Qalbu dan makrifat Allah, sebagaimana ilmu-ilmu Syaria'ah ada pula Ilmu Fekah yang mengambil berat dalam urusan-urusan dunia (Falsafah Al-Fikr Al-Din penggal 1, muka 212).
Berhubung dengan ilmu yang tersusun ini, meskipun Imam Ghazali tidak menerangkan dengan jelas, kita dapat mengenainya dalam kitabnya "Al-Ahyaa' ketika menerangkan tentang "hakikat fikiran dan buahnya". Menurut keterangannya bahawa fikiran (Al-Fikr/Takakur) adalah bererti mendatangkan dua makrifat dalam Qalbu untuk untuk menghasilkan makrifat yang ketiga. Dengan ini bermakna bahawa Ilmu Aqli yang berasaskan akal semata-mata itu mengandungi dua ilmu yang tersusun yang melahirkan ilmu yang ketiga.
Bila ilmu yang ketiga ini telah didapati dengan erti telah terterap pada Qalbu,
suatu perubahan pada 'hal Qalbu' terjadi yang menyebabkan
berubahnya pula tindakan-tindakan anggota.
Jadinya dengan "fikiran" menerusi sistem duaan itu menelurkan "ILMU".
Ilmu ini menelurkan pula "HAL"
dan hal menelurkan "Tindakan" (Al 'Amal atau Al-Fi'li) [lihat Al-Ahyaa' penggal 4 muka 412-413].
Meskipun Ilmu 'Aqli itu sendiri mengandungi dua ilmu yang tersusun dalam dirinya, ia adalah tetap tunggal dipandang dari segi Akal; iaitu hasil daripada akal semata-mata.
Di atas Imam Ghazali berkata bahawa daripada Ilmu 'Aqli lahir ilmu yang tersusun iaitu ilmu ahli-ahli Tasauf. Bagaimanakah cara lahirnya ilmu yang tersusun dari Ilmu 'Aqli itu ??
Caranya begini; andaikata menerusi akal seseorang mendapat ilmu yang tiada ragu-ragu lagi bahawa "sampai kepada Allah" adalah modal yang paling penting untuk hidup di dunia dan di akhirat. Ini adalah Ilmu 'Aqli. Bila ilmu ini terterap pada Qalbu, ia mengubahkan "hal Qalbu" yang menyebabkan ia melakukan "Tindakan" mencari "Ilmu Tentang Cara-cara Beramal" atau "Ilmu Ibadat" sebagai jalan untuk sampai kepada Allah itu dan ahirnya ia mendapatinya. Sekarang nampaklah fungsi Ilmu 'Aqli itu.
Kita bicarakan pula tentang hasil daripadanya "Ilmu Tentang Cara-cara Beramal" itu merupakan satu ilmu yang tunggal. Ia tidak menghasikan apa-apa kalau tidak diamalkan. Bila ia diamalkan, datanglah "WARID-WARID" iaitu makna-makna(Maani) yang datang dari Alam Malakut ke atas Qalbu. Bila satu warid terterap pada Qalbu, ia mengubahkan "Hal Qalbu". Perubahan-perubahan pada hal Qalbu oleh Warid-warid ini melahirkan beberapa sifat Qalbu seseorang. Sifat-sifat ini jika sebentar sahaja dinamakan "HAL" dan kiranya ia menetap dinamakan "MAQAM".
Yang dinamakan hal itu ialah seperti
Al-Qabd dan Al-Basith,
Al-Jami' dan Al-Farq,
Al-Fana dan Al-Baqa,
Al-Shohu dan Al-Syakr,
Al-Mahw dan al-Isbat,
Al-Tamkin dan lain-lain lagi.
Yang dinamakan Maqam pula adalah seperti
Wara',
Zahid,
Fakir,
Sabar,
Syukur,
Redha,
Khauf,
Roja',
Tawakkal dan lain-lainnya.
Meskipun demikian, kadang-kadang "Hal" dianggap sebagai "Maqam" dan Maqam dianggap sebagai Hal bergantung kepada tempoh ia berada pada Qalbu [Lihat Al-Ahyaa' penggal 4 muka 139]' ['Awaariful Ma'aaruf muka 469-473] dan [Iqadzul Himam muka 24].
Perubahan-perubahan pada "Hal Qalbu" tersebut melahirkan semacam "Tindakan" pada aggota-anggota dan lidah seseorang.
Kalau Warid yang datang atas Qalbu itu bersifat Qabd(Kecut)' lahir ke atas anggota seseorang iaitu diam.
Kalau Warid yang datang itu bersifat Basith(Lega), lahirlah ke ats anggota iaitu gerak cergas.
Kalau Warid yang datang bersifat Zahid dan Wara', lahirlah ke atas anggota-anggota iaitu menjauh dan mengundur diri dari kesenangan duniawi.
Kalau Warid yang datang ke atas Qalbu itu bersifat Mahabbah(Cinta) dan Syauki(Rindu), lahirlah kesan pada lidah iaitu kata-kata yang tiada tertahan yang ganjil dipandang dari segi syara'[Lihat Iqadzul Himam muka 24].
Warid-warid yang datang atas Qalbu itu adalah luas ertinya; bukan sahaja berupa "makna-makna" yang menimbulkan "HAL-HAL" dan "MAQAM-MAQAM" seperti yang telah diterangkan, juga ia merupakan "LINTASAN-LINTASAN{KHOWATIR}" iaitu "Perkataan-perkataan yang dihadapkan kepada Qalbu". Lintasan-lintasan ini adalah lintasan-lintasan yang terpuji(Khowatir Mahmudah) yang datangnya dari Malaikat dan Allah yang dinamakan "ILHAM". Juga warid itu itu merupakan "Hakikat-hakikat dan Ilmu-ilmu yang datang dari sisi Allah" yang biasa dimasukkan dalam golongan Kasyaf dan Ilham.
Himpunan dari sifat-sifat Qalbu dinamakan "Hal-hal" dan "Maqam-maqam" dan ilmu-ilmu yang timbul dari ilham dan kashaf itu semuanya menjadi suatu Ilmu Yang Tunggal iaitu Ilmu hasil dari amalan. Paduan "Ilmu Tentang Cara-cara Beramal" dan "Ilmu Hasil Daripada Amalan" itulah dinamakan "ILMU TASAUF" sebagai ilmu yang ketiga atau sintesis; tetapi kali dilihat semula ke belakang, kepada asalnya, ia bersumber dari Ilmu 'Aqli juga.
Inilah nampaknya maksud kata-kata Imam Ghazali tadi;
"Ketahuilah bahawa Ilmu Aqli adalah tunggal dengan zatnya [bersendirian iaitu diasaskan atas akal semata-mata], daripadanya lahir ilmu yang tersusun yang dalamnya terdapat seluruh Hal Ehwal dua ilmu yang tunggal. Ilmu yang tersusun itu ialah ilmu ahli-ahli Tasauf dan jalan ehwal mereka. Mereka mempunyai ilmu yang khas dengan jalan yang terang yang terhimpun dari dua ilmu".
Dalam keterangan seterusnya Imam Ghazali mengemukakan kandungan atau bahagian-bahagian yang membentuk ilmu Tasauf itu dengan menyebut beberapa contoh yang lebih banyak mengandungi hal-hal(Ahwal) kalau dibandingkan dengan Maqam-maqam(Maqaamat).
Hal
makna-makna yang Warid atas Qalbu tanpa sengaja.
Waktu [Waktu]
Waktu hal itu terjadi atas seseorang tanpa hubungan dengan waktu-waktu yang lepas dan akan datang.
Samaa' [Taat]
Penumpuan Qalbu kepada apa yang terpuji mengikur Syara'
Wujdan
Hal yang menghaibkan yang ditemui oleh Qalbu kerana syuhudnya
Syauq [Rindu]
Kerinduan-kerinduan untuk berlakunya pertemuan-pertemuan dengan Allah
Sakr [Mabuk]
Kehilangan kesedaran diri kerana datangnya Warid yang kuat
Shohr [Sihat]
Sedar kembali selepas kehilangan kesedaran diri kerana datang Warid yang kuat itu
Isbaat
Melepaskan hukum-hukum ibadat
Mahwu [Hapus]
Membuang sifat-sifat(jiwa) yang teradat, ada orang mengatakan kehilangan 'Ilat(sebab) dan ada yang mengatakan apa yang dilindungi dan dinafikan
Fakir
Keadaan tiada memandang sesuatu yang lain daripada Allah, tidak memerlukan apa-apa selain daripada Allah dan tidak senang hati kerana pengaruh sesuatu selain dari hudur bersama Allah
Fana
Penglihatan seorang hamba kepada 'Ilat (Sebab) dengan mendirikan Allah pada 'Ilat itu
Wilayah
Berdiri hamba dengan Allah ketika fana dari dirinya, hal ini terjadi dengan toleh Allah Taala kepadanya hingga ia sampai kepada matlamat Maqam Qarb(Kehampiran) dan Tamkin(Sampai kepada Allah)
Iradat [Kemahuan]
Cinta yang menyala dalam Qalbu yang mendorongi untuk beramal
Sheikh
Manusia yang sempurna dalam ilmu-ilmu syariat, thorikat dan hakikat
Murid
Seorang yang menyingkirkan kemahuannya. Menurut Imam Ghazali; murid ialah yang berada pada tingakat ASma(Nama-nama Allah) dan masuk ke dalam golongan orang yang menyerahkan segala-galanya kepada Allah dengan Isim
--------------------------------------------------------------------------------
Sambungan Kitab Al-Risaalatulil-Duniyyah oleh Imam Ghazali
Kami akan bincangkan tentang ilmu yang tiga ini dalam buku yang khas InsyaAllah Taala. Tujuan kami sekarang hanya membilang-bilang nama ilmu-ilmu dan jenis-jenisnya sahaja dalam risalah ini dan sudahlah kami ringkaskan dan membilangnya secara ringkas dan sesiapa yang hendak mengetahui lebih jauh silalah lihat kitab-kitab yang mengenainya
Setelah selesai menyebut jenis-jenis ilmu, ketahuilah anda dengan sesungguhnya bahawa tiap-tiap ilmu ini memerlukan beberapa syarat supaya dia terukit pada jiwa-jiwanya para penentutnya. Oleh itu perlulah diketahui pula mengenai cara-cara mendapatkan ilmu-ilmu ini seperti yang akan dinyatakan seterusnyai[Cara dan Kaedah Mendapatkan Ilmu]
Ringkasan Fasal Di Atas
Setelah membincangkan jenis-jenis ilmu itu (dalam fasal bahagian-bahagian ilmu), Imam Ghazali menyebut pula tentang Ilmu Tasauf sebagai suatu ilmu yang tersendiri. Walau bagaimanapun is berasal dari Ilmu 'Aqli itu juga. Ilmu 'Aqli ini sebagai asasnya sahaja. Yang melahirkan Ilmu Tasauf itu secara langsung ialah ilmu tentang cara-cara beramal yang disertakan dengan amalan(ibadat). Ilmu tentang cara-cara beramal itu adalah suatu bahagian daripada Ilmu Syari'i. Jadi Ilmu Tasauf itu selain dari bersangkut dengan Ilmu 'Aqli ia juga bersangkut dengan Ilmu Syari'i. Gabungan dua bahagian ilmu inilah yang melahirkan Ilmu Tasauf. Dengan kata lain Paduan "Ilmu Tentang Cara-cara Beramal" dan "Ilmu Hasil Daripada Amalan" itulah dinamakan "ILMU TASAUF" Tetapi asal Ilmu Tasauf ini lebih jauh lagi perbincangannya yang melibatkan ilmu yang khas yang melahirkan hal-ehwal ilmu mereka yang tidak akan ditemui oleh mereka yang tidak mengikuti disiplin pengajiannya.
Inilah asal dan kedudukan Ilmu Tasauf yang hebat dan istimewa
diambil dari tulisan: Ahmad Nizam Bin Awang
Ketahuilah bahawa Ilmu Aqli adalah tunggal dengan zatnya [bersendirian iaitu diasaskan atas akal semata-mata], daripadanya lahir ilmu yang tersusun yang di dalamnya terdapat seluruh hal-ehwal dua ilmu yang tunggal. Ilmu yang tersusun itu ialah ilmu ahli-ahli Tasauf dan jalan ehwal mereka. Mereka mempunyai ilmu yang khas dengan jalan yang terang yang terhimpun dari dua ilmu.
Ilmu mereka terdiri dari
Hal,
Waktu,
Samaa',
Wujdan,
Sheikh,
Sakr,
Sohwu,
Isbat,
Mahwu,
Fakir,
Fana,
Wilayah,
Irodah,
Murid
dan apa yang berhubung dengan Hal Ehwal mereka serta tambah-tambahannya, sifat-sifat dan makam-makam.
--------------------------------------------------------------------------------
Penerangan petikan di atas oleh penterjemah iaitu Abdullah bin Muhammad (Naqula)
dari dua ilmu
Louis Gardent dan G.Anawati dalam buku mereka "Falsafah Al-Fikr Al-Din" menganggap ayat ini sebagai mengandungi teka-teki yang sukar untuk deselesaikan. Mereka bertanya: Apakah gerangan maksud "dua ilmu" yang disebut oleh Imam Ghazali? Ia menyebut Ilmu Aqli tetapi tiada menyebut yang satu lagi. Meskipun demikian, berat kemungkinan bahawa ia maksudkan Ilmu Syari'i di mana Ilmu Tasauf merupakan satu cantuman di antara dua ilmu itu. Nampaknya bukan begini, asas pembahagian 'duaan' "Akal-Syarak" adalah menurut kadar "dunia-akhirat".
Kita dapati di antara Ilmu-ilmu Aqliah ada pula ilmu-ilmu yang tujuannya ialah akhirat, seperti makrifat Qalbu-Qalbu dan makrifat Allah, sebagaimana ilmu-ilmu Syaria'ah ada pula Ilmu Fekah yang mengambil berat dalam urusan-urusan dunia (Falsafah Al-Fikr Al-Din penggal 1, muka 212).
Berhubung dengan ilmu yang tersusun ini, meskipun Imam Ghazali tidak menerangkan dengan jelas, kita dapat mengenainya dalam kitabnya "Al-Ahyaa' ketika menerangkan tentang "hakikat fikiran dan buahnya". Menurut keterangannya bahawa fikiran (Al-Fikr/Takakur) adalah bererti mendatangkan dua makrifat dalam Qalbu untuk untuk menghasilkan makrifat yang ketiga. Dengan ini bermakna bahawa Ilmu Aqli yang berasaskan akal semata-mata itu mengandungi dua ilmu yang tersusun yang melahirkan ilmu yang ketiga.
Bila ilmu yang ketiga ini telah didapati dengan erti telah terterap pada Qalbu,
suatu perubahan pada 'hal Qalbu' terjadi yang menyebabkan
berubahnya pula tindakan-tindakan anggota.
Jadinya dengan "fikiran" menerusi sistem duaan itu menelurkan "ILMU".
Ilmu ini menelurkan pula "HAL"
dan hal menelurkan "Tindakan" (Al 'Amal atau Al-Fi'li) [lihat Al-Ahyaa' penggal 4 muka 412-413].
Meskipun Ilmu 'Aqli itu sendiri mengandungi dua ilmu yang tersusun dalam dirinya, ia adalah tetap tunggal dipandang dari segi Akal; iaitu hasil daripada akal semata-mata.
Di atas Imam Ghazali berkata bahawa daripada Ilmu 'Aqli lahir ilmu yang tersusun iaitu ilmu ahli-ahli Tasauf. Bagaimanakah cara lahirnya ilmu yang tersusun dari Ilmu 'Aqli itu ??
Caranya begini; andaikata menerusi akal seseorang mendapat ilmu yang tiada ragu-ragu lagi bahawa "sampai kepada Allah" adalah modal yang paling penting untuk hidup di dunia dan di akhirat. Ini adalah Ilmu 'Aqli. Bila ilmu ini terterap pada Qalbu, ia mengubahkan "hal Qalbu" yang menyebabkan ia melakukan "Tindakan" mencari "Ilmu Tentang Cara-cara Beramal" atau "Ilmu Ibadat" sebagai jalan untuk sampai kepada Allah itu dan ahirnya ia mendapatinya. Sekarang nampaklah fungsi Ilmu 'Aqli itu.
Kita bicarakan pula tentang hasil daripadanya "Ilmu Tentang Cara-cara Beramal" itu merupakan satu ilmu yang tunggal. Ia tidak menghasikan apa-apa kalau tidak diamalkan. Bila ia diamalkan, datanglah "WARID-WARID" iaitu makna-makna(Maani) yang datang dari Alam Malakut ke atas Qalbu. Bila satu warid terterap pada Qalbu, ia mengubahkan "Hal Qalbu". Perubahan-perubahan pada hal Qalbu oleh Warid-warid ini melahirkan beberapa sifat Qalbu seseorang. Sifat-sifat ini jika sebentar sahaja dinamakan "HAL" dan kiranya ia menetap dinamakan "MAQAM".
Yang dinamakan hal itu ialah seperti
Al-Qabd dan Al-Basith,
Al-Jami' dan Al-Farq,
Al-Fana dan Al-Baqa,
Al-Shohu dan Al-Syakr,
Al-Mahw dan al-Isbat,
Al-Tamkin dan lain-lain lagi.
Yang dinamakan Maqam pula adalah seperti
Wara',
Zahid,
Fakir,
Sabar,
Syukur,
Redha,
Khauf,
Roja',
Tawakkal dan lain-lainnya.
Meskipun demikian, kadang-kadang "Hal" dianggap sebagai "Maqam" dan Maqam dianggap sebagai Hal bergantung kepada tempoh ia berada pada Qalbu [Lihat Al-Ahyaa' penggal 4 muka 139]' ['Awaariful Ma'aaruf muka 469-473] dan [Iqadzul Himam muka 24].
Perubahan-perubahan pada "Hal Qalbu" tersebut melahirkan semacam "Tindakan" pada aggota-anggota dan lidah seseorang.
Kalau Warid yang datang atas Qalbu itu bersifat Qabd(Kecut)' lahir ke atas anggota seseorang iaitu diam.
Kalau Warid yang datang itu bersifat Basith(Lega), lahirlah ke ats anggota iaitu gerak cergas.
Kalau Warid yang datang bersifat Zahid dan Wara', lahirlah ke atas anggota-anggota iaitu menjauh dan mengundur diri dari kesenangan duniawi.
Kalau Warid yang datang ke atas Qalbu itu bersifat Mahabbah(Cinta) dan Syauki(Rindu), lahirlah kesan pada lidah iaitu kata-kata yang tiada tertahan yang ganjil dipandang dari segi syara'[Lihat Iqadzul Himam muka 24].
Warid-warid yang datang atas Qalbu itu adalah luas ertinya; bukan sahaja berupa "makna-makna" yang menimbulkan "HAL-HAL" dan "MAQAM-MAQAM" seperti yang telah diterangkan, juga ia merupakan "LINTASAN-LINTASAN{KHOWATIR}" iaitu "Perkataan-perkataan yang dihadapkan kepada Qalbu". Lintasan-lintasan ini adalah lintasan-lintasan yang terpuji(Khowatir Mahmudah) yang datangnya dari Malaikat dan Allah yang dinamakan "ILHAM". Juga warid itu itu merupakan "Hakikat-hakikat dan Ilmu-ilmu yang datang dari sisi Allah" yang biasa dimasukkan dalam golongan Kasyaf dan Ilham.
Himpunan dari sifat-sifat Qalbu dinamakan "Hal-hal" dan "Maqam-maqam" dan ilmu-ilmu yang timbul dari ilham dan kashaf itu semuanya menjadi suatu Ilmu Yang Tunggal iaitu Ilmu hasil dari amalan. Paduan "Ilmu Tentang Cara-cara Beramal" dan "Ilmu Hasil Daripada Amalan" itulah dinamakan "ILMU TASAUF" sebagai ilmu yang ketiga atau sintesis; tetapi kali dilihat semula ke belakang, kepada asalnya, ia bersumber dari Ilmu 'Aqli juga.
Inilah nampaknya maksud kata-kata Imam Ghazali tadi;
"Ketahuilah bahawa Ilmu Aqli adalah tunggal dengan zatnya [bersendirian iaitu diasaskan atas akal semata-mata], daripadanya lahir ilmu yang tersusun yang dalamnya terdapat seluruh Hal Ehwal dua ilmu yang tunggal. Ilmu yang tersusun itu ialah ilmu ahli-ahli Tasauf dan jalan ehwal mereka. Mereka mempunyai ilmu yang khas dengan jalan yang terang yang terhimpun dari dua ilmu".
Dalam keterangan seterusnya Imam Ghazali mengemukakan kandungan atau bahagian-bahagian yang membentuk ilmu Tasauf itu dengan menyebut beberapa contoh yang lebih banyak mengandungi hal-hal(Ahwal) kalau dibandingkan dengan Maqam-maqam(Maqaamat).
Hal
makna-makna yang Warid atas Qalbu tanpa sengaja.
Waktu [Waktu]
Waktu hal itu terjadi atas seseorang tanpa hubungan dengan waktu-waktu yang lepas dan akan datang.
Samaa' [Taat]
Penumpuan Qalbu kepada apa yang terpuji mengikur Syara'
Wujdan
Hal yang menghaibkan yang ditemui oleh Qalbu kerana syuhudnya
Syauq [Rindu]
Kerinduan-kerinduan untuk berlakunya pertemuan-pertemuan dengan Allah
Sakr [Mabuk]
Kehilangan kesedaran diri kerana datangnya Warid yang kuat
Shohr [Sihat]
Sedar kembali selepas kehilangan kesedaran diri kerana datang Warid yang kuat itu
Isbaat
Melepaskan hukum-hukum ibadat
Mahwu [Hapus]
Membuang sifat-sifat(jiwa) yang teradat, ada orang mengatakan kehilangan 'Ilat(sebab) dan ada yang mengatakan apa yang dilindungi dan dinafikan
Fakir
Keadaan tiada memandang sesuatu yang lain daripada Allah, tidak memerlukan apa-apa selain daripada Allah dan tidak senang hati kerana pengaruh sesuatu selain dari hudur bersama Allah
Fana
Penglihatan seorang hamba kepada 'Ilat (Sebab) dengan mendirikan Allah pada 'Ilat itu
Wilayah
Berdiri hamba dengan Allah ketika fana dari dirinya, hal ini terjadi dengan toleh Allah Taala kepadanya hingga ia sampai kepada matlamat Maqam Qarb(Kehampiran) dan Tamkin(Sampai kepada Allah)
Iradat [Kemahuan]
Cinta yang menyala dalam Qalbu yang mendorongi untuk beramal
Sheikh
Manusia yang sempurna dalam ilmu-ilmu syariat, thorikat dan hakikat
Murid
Seorang yang menyingkirkan kemahuannya. Menurut Imam Ghazali; murid ialah yang berada pada tingakat ASma(Nama-nama Allah) dan masuk ke dalam golongan orang yang menyerahkan segala-galanya kepada Allah dengan Isim
--------------------------------------------------------------------------------
Sambungan Kitab Al-Risaalatulil-Duniyyah oleh Imam Ghazali
Kami akan bincangkan tentang ilmu yang tiga ini dalam buku yang khas InsyaAllah Taala. Tujuan kami sekarang hanya membilang-bilang nama ilmu-ilmu dan jenis-jenisnya sahaja dalam risalah ini dan sudahlah kami ringkaskan dan membilangnya secara ringkas dan sesiapa yang hendak mengetahui lebih jauh silalah lihat kitab-kitab yang mengenainya
Setelah selesai menyebut jenis-jenis ilmu, ketahuilah anda dengan sesungguhnya bahawa tiap-tiap ilmu ini memerlukan beberapa syarat supaya dia terukit pada jiwa-jiwanya para penentutnya. Oleh itu perlulah diketahui pula mengenai cara-cara mendapatkan ilmu-ilmu ini seperti yang akan dinyatakan seterusnyai[Cara dan Kaedah Mendapatkan Ilmu]
Ringkasan Fasal Di Atas
Setelah membincangkan jenis-jenis ilmu itu (dalam fasal bahagian-bahagian ilmu), Imam Ghazali menyebut pula tentang Ilmu Tasauf sebagai suatu ilmu yang tersendiri. Walau bagaimanapun is berasal dari Ilmu 'Aqli itu juga. Ilmu 'Aqli ini sebagai asasnya sahaja. Yang melahirkan Ilmu Tasauf itu secara langsung ialah ilmu tentang cara-cara beramal yang disertakan dengan amalan(ibadat). Ilmu tentang cara-cara beramal itu adalah suatu bahagian daripada Ilmu Syari'i. Jadi Ilmu Tasauf itu selain dari bersangkut dengan Ilmu 'Aqli ia juga bersangkut dengan Ilmu Syari'i. Gabungan dua bahagian ilmu inilah yang melahirkan Ilmu Tasauf. Dengan kata lain Paduan "Ilmu Tentang Cara-cara Beramal" dan "Ilmu Hasil Daripada Amalan" itulah dinamakan "ILMU TASAUF" Tetapi asal Ilmu Tasauf ini lebih jauh lagi perbincangannya yang melibatkan ilmu yang khas yang melahirkan hal-ehwal ilmu mereka yang tidak akan ditemui oleh mereka yang tidak mengikuti disiplin pengajiannya.
Inilah asal dan kedudukan Ilmu Tasauf yang hebat dan istimewa
diambil dari tulisan: Ahmad Nizam Bin Awang
Sabtu, Maret 26
Kita Menantikan Tiga Tanda Hari Kiamat
Kita Menantikan Tiga Tanda Hari Kiamat
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani
12 Maret, 2011 Burton, Michigan
Shuhbah di Masjid Ash-Shiddiq (Sehari setelah terjadi Bencana Gempa/Tsunami di Jepang)
A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim Nawaytu 'l-arba'iin, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaadha, nawaytu's-saluuk, nawaytu'l-'uzlah, nawytu ash-shiyam lillahi ta'ala fii
hadza'l-masjid. Ati`ullaha wa athi`u 'r-Rasuula wa uuli 'l-amri minkum.
Patuhilah Allah, patuhi Nabi, dan patuhilah mereka yang mempunyai otoritas diantara kalian.(4:59)
As-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. Dastuur yaa Sayyidii, madad.
Terlalu banyak berita yang datang simpang-siur. Itu membuat orang-orang bingung, mana yang harus mereka dengarkan, dan itu membuat orang menganalisis suatu peristiwa menurut kapasitas dan pemahaman mereka. Seorang murid SMA tidak dapat memahami ajaran seorang profesor di universitas; mungkin hanya mahasiswa PhD (tingkat Doktor) saja yang dapat mengerti apa yang diajarkan oleh profesor kepada orang-orang yang tingkat pendidikannya lebih tinggi. Namun tetap saja, murid sekolah tinggi tadi dapat mendengar dan mengerti sebagian dari apa yang diajarkan, tetapi ia tidak dapat menganalisis maknanya secara keseluruhan. Mengapa Nabi (saw) bersabda mengenai
Sayyidina `Ali (ra):
أنا مدينة العلم و علي بابها
Ana madiinatul-`ilm wa `aliyyunbaabuha.
Aku adalah Kota Pengetahuan dan `Ali adalah pintunya.
Mengapa Beliau saw tidak bersabda, “Semua Sahabatku adalah pintuku?” Beliau juga secara spesifik mengatakan bahwa Sayyidina Abu Bakr adalah “berbeda” dan lebih “istimewa” dibandingkan yang lain, karena ada yang istimewa di dalam kalbunya dan tidak dapat dimengerti oleh setiap orang. Jadi sebagian mungkin berpikir secara harfiah, bahwa makna dari, “`Ali adalah pintu bagi pengetahuan,” dan “sesuatu yang istimewa ada di dalam kalbu Sayyidina Abu Bakar ra,” adalah CINTA kepada Nabi (saw), yang juga bersabda, “Jika akan ada nabi setelahku, maka itu pastilah `Umar ra." Tetapi kemudian di mana Sayyidina Abu Bakar ra, Sayyidina `Ali ra, dan Sayyidina Utsman (radiy-Allahu `anhum)? Itu artinya kalian memerlukan sebuah jendela kepada waliitu untuk bisa memahami apa yang beliau katakan.
Kadang-kadang jendela mobil diberi warna hitam, jadi dari luar kalian tidak bisa melihat sesuatu, tetapi orang yang duduk di dalam dapat melihat apa saja. Jadi, tidak semua orang yang duduk berada di dalam kalbu syekh dan dapat mengerti apa yang beliau katakan. Mereka duduk di luar, di mana mereka mendengar suara klakson dan mereka mulai berbunyi juga, dan mereka mengatakan hal-hal yang pada kenyataannya bukan bunyi klakson tadi, itu adalah apa yang wali itu katakan kepada orang-orang yang duduk di dalam bersamanya. Suara klakson adalah untuk keledai, untuk membuat mereka pindah dari tengah jalan. Beberapa keledai, bahkan jika kalian terus membunyikan klakson, mereka tidak bergerak, mereka berpikir (berpikir ala keledai...berpikir terus, tetapi tidak mengerti) dan keras kepala!
Bagaimana dengan di sini? Apakah tidak ada keledai? Bukankah kalian melihatnya? Apa yang mereka lakukan dengan keledai di sini? Beberapa orang mengatakan, “Kami tidak mempunyai keledai di sini.” Tidak, di sini penuh dengan keledai!
(tertawa). Jadi kalian melihat keledai duduk di jalan, berpikir selama lima belas menit dan tidak bergerak, dan kalian bisa membunyikan klakson sesuka kalian. Beberapa orang tidak mengerti mengenai keledai karena mereka adalah keledai. Kuda akan bergerak, tetapi keledai tidak akan bergerak. Mereka melihat keledai tertawa dan bertanya kepadanya, “Mengapa kau tertawa?” Ia berkata, “Kemarin mereka membuat sebuah lelucon, dan sekarang aku baru mengerti!”
Jadi biarkanlah si keledai berpikir terus sesuka mereka, karena mereka tidak akan pernah mengerti apa yang dikatakan oleh seorang walidan hikmah di dalamnya. Jika kalian tidak mengerti hikmahnya, berusahalah untuk menyempurnakan diri
kalian melalui awraadkalian dan kewajiban-kewajiban lain yang berbeda-beda, dengan demikian kalian akan mulai memahaminya dengan berbeda. Untuk kuda mereka memakaikan penutup mata untuk membatasi apa yang ia lihat dan ke mana ia melihat. Kalian tidak perlu menggunakan penutup mata; kalian harus melihat ke sekeliling dan perhatikan apa yang terjadi, dengan begitu barulah kalian akan mengerti apa yang dikatakan oleh seorang wali.
Seorang wali bukan untuk dunia, ia adalah untuk akhirat. Jadi jangan harapkan bahwa wali itu akan memberi kalian sesuatu untuk membangun dunia kalian, karena sebagian besar pekerjaan yang diamanatkan oleh Nabi (saw) kepadanya adalah untuk akhirat kalian.
Sayyidina Abayazid al-Bistami (q) dengan sengaja menciptakan kebingungan agar orang-orang mengutuknya. Apakah kalian senang melakukan hal itu? Ia adalah awliyaullah terbesar, bahkan Ibn Taymiyya pun menerimanya. Ia pergi ke suatu desa untuk menciptakan kebingungan, kemudian pergi; itulah misinya. Ketika orang-orang mengutuknya dan mengucilkannya, dengan begitu ia menguji kesabaran dirinya, untuk melihat apakah ia dapat menanggung kesulitan itu atau tidak.
Orang-orang tidak mengerti akan hal itu, mereka hanya mengerti bahwa ia membuat suatu kesalahan dan mereka mengucilkannya. Tetapi pada kenyataannya ia menguji kesabarannya sendiri dan bagi orang yang mengutuknya, ia berdoa, “Yaa Rabbii! Siapapun yang mengutuk aku, keburukan apapun yang ia lakukan, ampunilah ia, dan berikanlah pahala dari amalku untuknya.” Apakah ada yang mengerti tentang hal itu? Ia melakukan hal-hal yang membuat orang mengutuknya dan ketika mereka mengutuknya, ia berdoa, "Yaa Allah! Orang itu menyebut namaku, jadi angkatlah dia!"
Grandsyekh biasa berkata, “Jika seseorang menyebutkan namaku, aku berkewajiban untuk berdoa agar mereka dapat mencapai levelku.” Jadi kalian tidak dapat mencapai level mereka, kalian tidak dapat mencapainya dan memahami apa yang mereka katakan. Jika seorang ahli gempa berkata kepada kalian, “Akan ada gempa pada tanggal 2 April, jadi persiapkanlah diri kalian,” jika kalian percaya dengan hal itu, apa yang akan kalian lakukan? Kalian akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Kalian bisa pergi ke hutan, membawa makanan kalian dan bersembunyi di sana. Ketika tanggal 2 April tiba dan ternyata tidak ada gempa, lalu apa? Apakah kalian akan mengatakan bahwa ahli (wali) itu salah, atau kalian mengatakan ada hikmah di balik itu?
Bagaimana wali itu salah? Saya tidak mengatakan bahwa setiap waliadalah sempurna, tetapi kalian mempersiapkan diri sesuai dengan level kalian. Jika seorang dokter mengatakan, “Anda mempunyai kanker,” lalu apa yang kalian lakukan? Kalian akan melakukan segala sesuatu sehingga ketika waktu kalian tiba, kalian akan menjalaninya (dengan tidak terlalu khawatir).
Rabu sore kemarin di Washington DC, saya memberikan sebuah suhbah. Dengan berkah Mawlana, saya menyebutkan sebagaimana yang beliau katakan, "Katakan kepada mereka, bahwa jika Allah menghendaki, Dia akan menjungkir balikkan bumi ini dengan suatu gempa bumi yang dahsyat yang akan membuat apa yang berada di atas menjadi di bawah dan apa yang berada di bawah menjadi di atas.” dan kami mengatakan,
Ø¥ِذَا زُÙ„ْزِÙ„َتِ الْØ£َرْضُ زِÙ„ْزَالَÙ‡َا ÙˆَØ£َØ®ْرَجَتِ الْØ£َرْضُ Ø£َØ«ْÙ‚َالَÙ‡َا
ÙˆَÙ‚َالَ الْØ¥ِنسَانُ Ù…َا Ù„َÙ‡َاidza zulzilat al-ardhu zilzaalah, wa akhrajatil
ardhu atsqaalaha, wa qaalat al-insaanu maa laha..."
Ketika bumi digoncangkan dengan goncangan dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya, dan manusia bertanya, “Ada apa dengannya?” (az-Zalzalah,99:1-3)
Allah (swt) akan mengguncang bumi ini bukan hanya dari atasnya saja, tetapi dari bawahnya, dan membuat tsunami muncul, dan manusia akan bertanya, “Apa yang terjadi?” Mawlana Syekh berkata, “Katakan pada mereka apa yang terjadi.” Dan apa yang terjadi? Gempa bumi itu terjadi pada keesokan harinya. (Pelajaran bagi kita adalah) para awliyadipercaya oleh Nabi (saw) dan ketika mereka mengatakan sesuatu di depan umum, itu mempunyai suatu makna, dan ketika beliau mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan spiritual, itu mempunyai makna yang berbeda. Ketika mereka mengatakan sesuatu di depan umum, itu adalah sama untuk semua level spiritual, baik anak-anak atau dewasa, karena mereka belum mencapai level pemahaman.
Ketika awliyaullah mengatakan kepada kalian susuatu secara pribadi, itu berada pada level yang berbeda. Jadi, jangan panik terhadap apa yang dikatakan oleh Mawlana Syekh dua atau tiga hari yang lalu! Beliau ingin memberi peringatan kepada kalian, agar kalian mempersiapkan diri dan menjadi lebih tinggi dan tinggi lagi.
Jika seseorang mengatakan kepada kalian bahwa kalian mempunyai kanker, kalian akan segera mempersiapkan diri untuk memperoleh hasilnya. Ketika Mawlana Syekh mengatakan, “Mahdi (as) akan datang,” maka persiapkanlah diri kalian dengan makanan dan persediaan lainnya karena sudah tidak ada waktu lagi! Sungguh, Mawlana ingin agar kalian dan keluarga kalian benar-benar dalam keadaan siap, senantiasa menantikan munculnya Sayyidina Mahdi (as)!
Pertama, untuk mempersiapkan diri kalian, kalian membuat niat bahwa kalian telah siap untuk beliau, dan dengan itu kalian akan bersama dengannya! Mempersiapkan diri kalian untuk meringankan beban adalah ibadah. Mawlana Syekh ingin memberi kalian level itu seolah-olah kalian telah bersama Sayyidina Mahdi (as), seolah-olah kalian telah memenuhi perintahnya dan melakukan apa yang beliau inginkan! Dengan demikian kalian akan diberi ganjaran bahwa segala sesuatu yang kalian lakukan di dalam hidup kalian seolah-olah kalian sungguh menantikan kedatangannya.
Ada tanda-tanda Hari Kiamat yang kita nantikan. Sebagian besar tanda-tanda yang telah diprediksikan oleh Nabi (saw) telah muncul, tetapi ada dua tanda yang belum muncul. Jadi Mawlana Syekh ingin agar kalian ditulis sebagai orang-orang di masa Mahdi (as). Itu artinya, jangan panik! Jika kalian mengatakan kepada diri kalian bahwa kalian adalah orang-orang yang hidup di masa Mahdi (as), maka di mana pun kalian berada, kalian akan bersama beliau, dengan membaca “Bismillahi
'r-Rahmani 'r-Rahiim.” Kalian akan dipindahkan dengan kekuatan surgawi menuju tempat di mana pun Mahdi (as) berada. Jadi jangan panik, lakukan saja apa yang kalian lakukan.
Apakah Mawlana mengatakan kepada orang-orang yang dekat dengannya untuk berhenti bekerja? (tidak) Lalu mengapa kalian pergi ke sana ke mari dengan arah yang berlainan untuk menemukan apa yang harus dilakukan? Mawlana Syekh berkata bahwa tiga tanda pasti akan terjadi sebelum munculnya Mahdi (as). Para Awliya Allah menantikannya dan jika ketiga tanda ini belum muncul, tetap saja kita menantikan kedatangannya. Grandsyekh `AbdAllah al-Fa'iz ad-Daghestani (q) menyebutkan ketiganya.
Salah satunya adalah sebuah gunung yang besar di dekat Bursa akan meletus dengan debu dan lava merah yang mengalir ke Istanbul, membuat kota itu terbakar. Apakah hal itu sudah terjadi? Belum! Jadi kita masih menunggunya.
Yang kedua, Kairo akan tenggelam di bawah air akibat jebolnya Bendungan Aswan. Bendungan ini belum ada ketika Sayyidina Ibn `Arabi memprediksinya dalam kitabnya, Futuhat al-Makkiyya, yang mengatakan bahwa sungai Nil akan mengalami banjir dan airnya akan mencapai menara Masjid Muhammad `Ali di Kairo. Grandsyekh (qs) berkata bahwa ada sebuah tanda di menara masjid itu, yang sangat tinggi, di mana air akan mencapainya. Hingga sampai tahun 1960 orang-orang belum tahu tentang Bendungan Aswan yang dibangun Gamal Abdel Nasser ini. Sekarang kita tidak tahu berapa banyak dari bendungan itu yang sudah terkikis, ia akan jebol dan terjadi banjir besar di sana. Jadi saya khawatir dengan orang-orang di Kairo, tetapi sebelumnya penghancuran Istanbul akan terjadi.
Tanda ketiga adalah ketika Siprus tenggelam ke laut, itu adalah prediksinya. Jadi selama Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani berada di Siprus, ketika beliau meninggalkan Siprus, barulah kalian boleh panik, telepon orang-orang dan kirimkan pesan!
Jadi, gabungkan semuanya! Ketika seorang wali, khususnya Sultan al-Awliya, Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani mengatakan sesuatu, kalian harus memberi perhatian. Juga, ketika Mawlana Syekh pindah, itu tidak akan ke Istanbul; beliau akan pindah ke Syam asy-Syariif. Mengapa kedua putra beliau tidak pindah (dari Siprus dan Istanbul)? Itu artinya persiapkan diri kalian dan dapatkan pahalanya, tetapi jangan panik dan bertanya-tanya apa yang harus kita lakukan!
Jika kalian tidak memahami Mawlana Syekh, kalian tidak akan pernah mengerti. Saya menunggu selama lima puluh tahun untuk Mahdi (as), jadi dengar dan pahamilah. Jika kalian hidup selama seribu tahun atau bahkan satu bulan dalam
persiapan untuk kedatangan Mahdi (as) , maka itu akan sama dengan seseorang yang hidup selama satu bulan. Itu artinya bagi semua murid yang menantikan kedatangannya, akan dibukakan suatu pahala yang besar. Pembukaan itu muncul di bulan Rabi ul-Awwal, bahwa barang siapa yang menanti kedatangan Mahdi (as) ia akan disandangkan dengan pahala dan cahaya yang istimewa dari Nabi (saw) dan Mahdi (as)!
Ketika ketiga tanda yang kami sebutkan itu telah muncul, tetap saja Mahdi (as) belum muncul. Pertama akan terjadi sebuah pertempuran yang sangat dahsyat antara dua pihak yang berselisih mengenai suatu isu. Itu akan terjadi sebelum Mahdi (as) muncul. Pertempuran itu tidak akan terjadi antara Timur Tengah melawan Eropa, tetapi antara dua kubu adikuasa di dunia. Itu adalah prediksi dari Nabi (saw) mengenai Tanda-Tanda Hari Kiamat, bahwa sebuah perang besar akan berlangsung selama tiga bulan.
Jadi sekarang, kalian mempunyai tiga tanda yang akan muncul: Pegunungan di Bursa akan meletus dan lavanya akan masuk ke Istanbul; di Kairo akan terjadi banjir besar yang airnya akan mencapai atap menara Masjid Muhammad Ali dan
kemudian Siprus akan lenyap. Lalu akan terjadi sebuah perang besar selama tiga bulan. Setelah itu, mereka akan datang ke Istanbul dengan takbir dan dindingnya akan runtuh, seperti bila ada kebakaran jika kalian mengucapkan takbir, api itu
akan padam. Jadi pada saat itu dengan kekuatan Mahdi (as), seluruh teknologi akan berhenti.
Akan ada orang-orang yang bersama Mahdi (as); sementara orang-orang yang bersama Anti-Kristus akan dihancurkan. Jangan panik dan khawatir, karena dengan kekuatan “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim”kalian akan bisa berada di mana saja! Jangan khawatir mengenai saya yang akan melakukan perjalanan selama beberapa bulan; itu tidak masalah. Mawlana Syekh meminta saya untuk tinggal bersamanya selama tiga bulan; ada hal-hal yang ingin dikatakan oleh Mawlana Syekh kepada saya, dan insya-Allah khayr.
Ingatlah: ada tanda-tanda yang akan muncul setiap saat, tetapi akan ada jeda di antara mereka, dan kemudian ada tambahan tiga bulan. Letusan gunung berapi di dekat Istanbul, kemudian Kairo tenggelam hingga airnya mencapai menara Masjid Muhammad `Ali, lalu tenggelamnya Siprus. Sekarang Mawlana Syekh masih saja duduk di sana dengan jubahnya dan bertemu dengan banyak orang. Jika (tanda-tanda itu) terjadi, pastilah Mawlana akan pindah. Jika beliau pindah, beliau akan memindahkan semua anggota keluarganya yang berada di rumah itu! Jadi rileks, karena semua itu memerlukan waktu.
Apa yang ingin dikatakan oleh Mawlana Syekh adalah, “Jangan datang dan berkunjung ke Siprus.” Satu bulan yang lalu, sebelum terjadi protes di Tunisia, Mesir, dan Bahrain, sebelum terjadi gempa bumi, kami pergi ke Chili dan Argentina. Beberapa orang datang ke sana dari Brazil, dan mereka berkata bahwa mereka ingin mengunjungi Mawlana Syekh. Mereka mengirimkan pesan tiga atau empat minggu yang lalu. Tetapi ketika terjadi protes di Tunisia dan Mesir, saya
berkata kepada `Ali untuk mengirimkan pesan kepada mereka, "Jangan ada yang pergi untuk mengunjungi Mawlana Syekh." Mengapa? Bukan karena Mahdi (as) akan datang, karena tanda-tandanya belum muncul, tetapi Mawlana tidak ingin orang-orang terjebak di sana. Akan ada zona larangan terbang di sana, dan ada kapal induk di lepas pantai, jadi bagaimana kalian akan pergi dan kembali? Kalian akan terjebak di sana, sementara keluarga kalian ada di Brazil atau
Argentina.
Itulah sebabnya, jika kalian memahaminya dengan benar, beliau mengatakan, “Jika orang-oranga berada beberapa jam dari saya, mereka bisa datang selama tiga hari.” Itu artinya sedekat London. Mengapa beliau membolehkan orang datang selama tiga hari? Siprus akan menjadi sebuah pulau di antara kapal-kapal besar itu, jadi mereka bisa kembali dengan cepat ke negeri mereka.
Ini artinya, jangan khawatir atau panik, rileks! Jika kalian mau, kirimkan pesan kepada kami dan kami dapat jelaskan. Semoga Allah (swt) membuat kita dapat memahami para awliya.
Wa min Allahi 't-tawfiiq, bi hurmati 'l-habiib, bi hurmati 'l-Fatihah.
http://media.islamicsupremecouncil.org/We_Await_Three_Signs_of_the_Last_Days-3290-print.html
We Await Three Signs of the Last Days
Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
12 March, 2011 Burton, Michigan
Suhbah at As-Siddiq Mosque(Day after catastrophic earthquake/tsunamis in Japan)
A`oodhu billahi min ash-Shaytani 'r-rajeem. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem
Nawaytu 'l-arba'een, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaada, nawaytu's-salook, nawaytu'l-'uzlah, nawytu as-siyam lillahi ta'ala fee hadha'l-masjid.
Ati`ullaha wa ati`u 'r-Rasoola wa ooli 'l-amri minkum.
Obey Allah, obey the Prophet, and obey those in authority among you. (4:59)
As-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. Dastoor yaa Sayyidee, madad.
Too many news are coming from here and there. It makes people confused about what they listen to, and it makes people analyze events according to their capacity and understanding. A high school student cannot understand teachings of a university professor; perhaps only PhD students might understand what the professor teaches a higher level of educated people. Still, that high school student may hear and understand some of what is taught, but he cannot analyze its full meaning.Why did the Prophet (s) say about Sayyidina `Ali (r):
أنا مدينة العلم و علي بابها
Ana madeenatul-`ilm wa `aliyyun baabuha.
I am the City of Knowledge and `Ali is its door.
Why didn’t he say, “All the Companions are my door?” He also specified that Sayyidina Abu Bakr is “different” and more “special” than the others, because of something special that settled in his heart, which not everyone can understand. So some might think the literal meaning of, “`Ali is the door of knowledge,” and “a special thing in the heart of Sayyidina Abu Bakr,” is love of the Prophet (s), who also said, “If there would be another prophet after me, it would be `Umar." But then where is Sayyidina Abu Bakr, Sayyidina `Ali, and Sayyidina Uthman (radiy-Allahu `anhum)? It means you need a window to that wali to understand what he is saying.
Sometimes car windows are tinted black, so from outside you cannot see anything, but someone sitting inside can see everything. So not everyone sitting is in the heart of the shaykh and can understand what he is saying. They are sitting outside, where they hear honking and they begin to honk also, and they say things that in reality is not honking, it is what that wali is saying inside to those sitting with him. Honking is for donkeys, to make them move from the middle of the road. Some donkeys, even if you honk and honk, they don't move; they are thinking and stubborn!
What about here? Are there no donkeys? Don't you see them? What do they do with the donkeys here? Some say, “We don't have any donkeys here.” No, it is full of donkeys! (laughter) So you see the donkey sitting in the road, thinking for fifteen minutes and not moving, and you can honk as much as you like. Some people do not understand about donkeys because they are donkeys. The horse will move, but the donkey will not move. They saw a donkey laughing and asked it, “Why are you laughing?” He said, “Yesterday they made a joke, and just now I understood it!”
So let the donkeys think as much as they like, because they will never understand what a wali says and the wisdom in it. If you don't understand the wisdom, then try to perfect yourself through your awraad, and different obligations, then you will begin to understand differently. For the horse they put blinders to restrict what it sees and where it looks. You must not put blinders; you must look around and see what is going on, then you can understand what the wali is speaking about.
A wali is not for dunya, he is for akhirah. So don't expect the wali to give you something to build up your dunya, as most of the work Prophet (s) entrusted to him is for your akhirah.
Sayyidina Abayazid al-Bistami (q) intentionally created confusion in order for people to curse him. Do you like to do that? He is one of biggest awliyaaullah, that even Ibn Taymiyya accepted. He went to a village to create confusion, and then he left; that was his mission. When the people cursed him and exiled him, through that he was testing his own patience, to see if he can carry that difficulty or not. People don’t understand that, they only understand that he made a mistake and they went after him. But in reality he was testing his own patience, and anyone who cursed him, he prayed, “Yaa Rabbee! Whoever cursed me, whatever of bad deeds he did, forgive him, and take from my good deeds and give to him.” Does anyone understand that? He did things to make people curse him and when they cursed him, he asked, "Yaa Allah! That person mentioned my name, so raise him!"
Grandshaykh (q) used to say, “If anyone mentions my name, I am obliged to pray for them to reach my level.” So you cannot reach their levels, you cannot reach and understand what they are saying. If an earthquake expert says to you, “There will be an earthquake on April 2nd, so prepare yourself,” if you believe that, what will you do? You will prepare yourself for that day in the best possible way. You might retreat to the jungle, take your food and hide there. When April 2nd comes and there is no earthquake, then what? Do you say the expert (wali) is wrong, or do you say there is wisdom in that?
How is that wali wrong? I am not saying every wali is perfect, but you prepare according to your level. If a doctor says, “You have cancer,” then what do you do? You prepare everything so that when your time comes, you go (with less worry).
Last Wednesday evening in Washington DC, I gave a suhbat. With Mawlana's baraka, I mentioned as he said, "Say to them that if Allah wants, He will bring this Earth upside down with a huge earthquake that will bring what is up to down and what is down to up.” And we said:
Ø¥ِذَا زُÙ„ْزِÙ„َتِ الْØ£َرْضُ زِÙ„ْزَالَÙ‡َا ÙˆَØ£َØ®ْرَجَتِ الْØ£َرْضُ Ø£َØ«ْÙ‚َالَÙ‡َا ÙˆَÙ‚َالَ الْØ¥ِنسَانُ Ù…َا Ù„َÙ‡َا
idha zulzilat al-ardu zilzaalah, wa qaalat al-insaanu maa laha..."
When the Earth quakes with her [last] mighty quaking and [when] the Earth yields up her burdens,and man cries out, "What has happened to her?" (az-Zalzala, 99:1-3)
That Allah (swt) will shake this Earth not only from its top but also from its bottom, and make tsunamis come, and human beings will ask, “What is going on?” Mawlana Shaykh said, “Say to them what is going on.” And what happened? That earthquake hit the next day. (The lesson for us is) awliya are entrusted by the Prophet (s) and when they say something in public it has a meaning, and when they say something of spirituality it has a different meaning. When they say something in public, it is the same for a spiritual-level child or adult, as they did not yet reach a level of higher understanding. When awliyaaullah tell you something in private, that is at a different level.
So don’t panic about what Mawlana Shaykh said two or three days ago! He wants warn you, so you will prepare yourself and go higher and higher. If someone says tells you that you have cancer, you will quickly prepare yourself for the outcome. When Mawlana Shaykh says, “Mahdi is coming,” then prepare yourself with food and supplies as there is no time! Really Mawlana wants you and your family to be in a state of perpetual preparation, always anticipating the arrival of Sayyidina Mahdi (a)! First of all, to prepare yourself you make niyyah that you are ready for him, and by that you will be with him! To prepare yourself for relief is worship. Mawlana Shaykh wants to give you that level as if you are already with Sayyidina Mahdi (a), as if you are fulfilling his orders and doing what he wants! Then you will be rewarded with everything you do in your life as if you truly are waiting for him.
There are Signs of the Last Days that we are waiting for. Most of the signs the Prophet (s) predicted did appear, but there are some two signs that did not appear yet. So Mawlana Shaykh wants that you will be written in Mahdi's time. It means, don't panic! If you say to yourself that you are a man or woman of Mahdi’s time, then wherever you are, you will be there with him, by recitation of “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem.” You will be transferred by heavenly power to wherever Mahdi is. So don't panic, just do what you are doing.
Did Mawlana say to those close to him to stop working? (No.) Then why are you running in different directions to find out what to do? Mawlana Shaykh said three signs must occur before Mahdi appears. Awliyaaullah are waiting for them and if these three signs did not come, still we are waiting for them. Grandshaykh `AbdAllah al-Fa'iz ad-Daghestani (q) mentioned them. One of them is that a big mountain near Bursa will explode with ashes and red lava running to Istanbul , putting it in fire. Did that happen? No! So we await that.
Second, Cairo is going to sink underwater from the Aswan Dam, which did not exist when Sayyidina Ibn `Arabi's predicted in his book, Futuhat al-Makkiyya, that the Nile will flood and water will rise to cover the minaret of the Muhammad `Ali Mosque in Cairo. Grandshaykh (q) said there is a sign on the minaret of that mosque, which is very high, where the water is going to reach. Not until the 1960’s did anyone know about the Aswan Dam, which Gamal Abdel Nasser built. Today we don't know how much of it is eaten, that it will collapse and flood the area. So I am worried about the people of Cairo, but first the destruction of Istanbul must occur.
The third sign is when Cyprus sinks into the sea; that is the prediction. So as long as Mawlana Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani is in Cyprus, when he leaves Cyprus, then you may panic, call and send messages!
So put things together! When a wali, particularly Sultan al-Awliya, Mawlana Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani says something, you must pay attention. Also, when Mawlana Shaykh moves he it will not be to Istanbul; he will move to Sham ash-Shareef. Why aren’t his two sons moving (away from Cyprus and Istanbul)? That means prepare yourself and get the reward, but don't panic and ask what we have to do!
If you don't understand Mawlana Shaykh, you will never understand. I am waiting for fifty years for Mahdi (a), so listen and understand. If you live a thousand years or even one month in preparation for Mahdi’s arrival, then it is the same as someone who lived one month. That means for all mureeds who are waiting, it is going to open a big reward. That opening appeared in Rabi al-Awwal, that who is waiting for Mahdi will be dressed with special rewards and lights from Prophet (s) and Mahdi (a)!
When the three signs we mentioned appear, still Mahdi will not appear. First there will be a huge battle between two parties that will dispute one issue. That must occur before Mahdi arrives. That will not be between the Middle East and Europe, but between two big world powers. That is a prediction from the Prophet (s) about Signs of Last Days, that a huge war will continue for three months.
So now you have three signs that have to appear: the Bursa Mountain is going to blow up and lava will come to Istanbul; Cairo will be flooded and water will reach to top of Mohammad `Ali Mosque's minaret; and then Cyprus will disappear. Then there will be a big war for three months. After that, they will come to Istanbul and with takbeer and the walls will fall down, like during a fire if you recite takbeer the fire goes down (extinguishes). So at that time, by the power of Mahdi, all technology will stop.
There will be those with Mahdi; those with the Anti-Christ will be destroyed. Don't panic and worry, because by the power of “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem” you will be anywhere! Don’t worry about me travelling for several months; that is not a problem. Mawlana Shaykh asked me to be with him for three months; there are things Mawlana Shaykh wants to say to me, and insha-Allah khayr.
Just remember: there are signs which must come and at any moment, but there is space between them, and then an additional three months. The eruption of a volcano near Istanbul, then Cairo sinking until water reaches the minaret at the Muhammad `Ali Mosque, and the sinking of Cyprus. Still Mawlana Shaykh is sitting there in his jubba, eating and meeting with people. If that is happening, Mawlana must move. If he is moving, he must also move his whole tribe that is in that house! So relax, as all that will take time.
What Mawlana Shaykh wants to say is, “Don't come and visit in Cyprus.” One month ago, before Tunisia, Egypt, and Bahrain protests erupted, before the earthquake, we went to Chile and Argentina. Some people came there from Brazil, and said they wanted to visit Mawlana Shaykh. They sent a message three or four weeks ago. By then only Tunisia and Egypt protests started.. I told `Ali to send a message to them, "No one come to visit Mawlana Shaykh." Why? Not because of Mahdi coming, as the signs didn't happen yet, but Mawlana doesn't want people to be stuck there. There will be a no-fly zone there, and aircraft carriers offshore, so how you can go and come back? You will be stuck, and your family is in Brazil or Argentina.
That is why, if you understand correctly, he said, “If people are a few hours away from me they can come for three days.” That means as near as London. Why did he allow the people to come for three days? Cyprus will be an island between those big vessels, so they can run quickly to their countries.
This means don't worry or panic, relax! If you like, send us a message and we can explain. May Allah (swt) make us to understand the awliya.
Wa min Allahi 't-tawfeeq, bi hurmati 'l-habeeb, bi hurmati 'l-Fatihah.
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani
12 Maret, 2011 Burton, Michigan
Shuhbah di Masjid Ash-Shiddiq (Sehari setelah terjadi Bencana Gempa/Tsunami di Jepang)
A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim Nawaytu 'l-arba'iin, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaadha, nawaytu's-saluuk, nawaytu'l-'uzlah, nawytu ash-shiyam lillahi ta'ala fii
hadza'l-masjid. Ati`ullaha wa athi`u 'r-Rasuula wa uuli 'l-amri minkum.
Patuhilah Allah, patuhi Nabi, dan patuhilah mereka yang mempunyai otoritas diantara kalian.(4:59)
As-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. Dastuur yaa Sayyidii, madad.
Terlalu banyak berita yang datang simpang-siur. Itu membuat orang-orang bingung, mana yang harus mereka dengarkan, dan itu membuat orang menganalisis suatu peristiwa menurut kapasitas dan pemahaman mereka. Seorang murid SMA tidak dapat memahami ajaran seorang profesor di universitas; mungkin hanya mahasiswa PhD (tingkat Doktor) saja yang dapat mengerti apa yang diajarkan oleh profesor kepada orang-orang yang tingkat pendidikannya lebih tinggi. Namun tetap saja, murid sekolah tinggi tadi dapat mendengar dan mengerti sebagian dari apa yang diajarkan, tetapi ia tidak dapat menganalisis maknanya secara keseluruhan. Mengapa Nabi (saw) bersabda mengenai
Sayyidina `Ali (ra):
أنا مدينة العلم و علي بابها
Ana madiinatul-`ilm wa `aliyyunbaabuha.
Aku adalah Kota Pengetahuan dan `Ali adalah pintunya.
Mengapa Beliau saw tidak bersabda, “Semua Sahabatku adalah pintuku?” Beliau juga secara spesifik mengatakan bahwa Sayyidina Abu Bakr adalah “berbeda” dan lebih “istimewa” dibandingkan yang lain, karena ada yang istimewa di dalam kalbunya dan tidak dapat dimengerti oleh setiap orang. Jadi sebagian mungkin berpikir secara harfiah, bahwa makna dari, “`Ali adalah pintu bagi pengetahuan,” dan “sesuatu yang istimewa ada di dalam kalbu Sayyidina Abu Bakar ra,” adalah CINTA kepada Nabi (saw), yang juga bersabda, “Jika akan ada nabi setelahku, maka itu pastilah `Umar ra." Tetapi kemudian di mana Sayyidina Abu Bakar ra, Sayyidina `Ali ra, dan Sayyidina Utsman (radiy-Allahu `anhum)? Itu artinya kalian memerlukan sebuah jendela kepada waliitu untuk bisa memahami apa yang beliau katakan.
Kadang-kadang jendela mobil diberi warna hitam, jadi dari luar kalian tidak bisa melihat sesuatu, tetapi orang yang duduk di dalam dapat melihat apa saja. Jadi, tidak semua orang yang duduk berada di dalam kalbu syekh dan dapat mengerti apa yang beliau katakan. Mereka duduk di luar, di mana mereka mendengar suara klakson dan mereka mulai berbunyi juga, dan mereka mengatakan hal-hal yang pada kenyataannya bukan bunyi klakson tadi, itu adalah apa yang wali itu katakan kepada orang-orang yang duduk di dalam bersamanya. Suara klakson adalah untuk keledai, untuk membuat mereka pindah dari tengah jalan. Beberapa keledai, bahkan jika kalian terus membunyikan klakson, mereka tidak bergerak, mereka berpikir (berpikir ala keledai...berpikir terus, tetapi tidak mengerti) dan keras kepala!
Bagaimana dengan di sini? Apakah tidak ada keledai? Bukankah kalian melihatnya? Apa yang mereka lakukan dengan keledai di sini? Beberapa orang mengatakan, “Kami tidak mempunyai keledai di sini.” Tidak, di sini penuh dengan keledai!
(tertawa). Jadi kalian melihat keledai duduk di jalan, berpikir selama lima belas menit dan tidak bergerak, dan kalian bisa membunyikan klakson sesuka kalian. Beberapa orang tidak mengerti mengenai keledai karena mereka adalah keledai. Kuda akan bergerak, tetapi keledai tidak akan bergerak. Mereka melihat keledai tertawa dan bertanya kepadanya, “Mengapa kau tertawa?” Ia berkata, “Kemarin mereka membuat sebuah lelucon, dan sekarang aku baru mengerti!”
Jadi biarkanlah si keledai berpikir terus sesuka mereka, karena mereka tidak akan pernah mengerti apa yang dikatakan oleh seorang walidan hikmah di dalamnya. Jika kalian tidak mengerti hikmahnya, berusahalah untuk menyempurnakan diri
kalian melalui awraadkalian dan kewajiban-kewajiban lain yang berbeda-beda, dengan demikian kalian akan mulai memahaminya dengan berbeda. Untuk kuda mereka memakaikan penutup mata untuk membatasi apa yang ia lihat dan ke mana ia melihat. Kalian tidak perlu menggunakan penutup mata; kalian harus melihat ke sekeliling dan perhatikan apa yang terjadi, dengan begitu barulah kalian akan mengerti apa yang dikatakan oleh seorang wali.
Seorang wali bukan untuk dunia, ia adalah untuk akhirat. Jadi jangan harapkan bahwa wali itu akan memberi kalian sesuatu untuk membangun dunia kalian, karena sebagian besar pekerjaan yang diamanatkan oleh Nabi (saw) kepadanya adalah untuk akhirat kalian.
Sayyidina Abayazid al-Bistami (q) dengan sengaja menciptakan kebingungan agar orang-orang mengutuknya. Apakah kalian senang melakukan hal itu? Ia adalah awliyaullah terbesar, bahkan Ibn Taymiyya pun menerimanya. Ia pergi ke suatu desa untuk menciptakan kebingungan, kemudian pergi; itulah misinya. Ketika orang-orang mengutuknya dan mengucilkannya, dengan begitu ia menguji kesabaran dirinya, untuk melihat apakah ia dapat menanggung kesulitan itu atau tidak.
Orang-orang tidak mengerti akan hal itu, mereka hanya mengerti bahwa ia membuat suatu kesalahan dan mereka mengucilkannya. Tetapi pada kenyataannya ia menguji kesabarannya sendiri dan bagi orang yang mengutuknya, ia berdoa, “Yaa Rabbii! Siapapun yang mengutuk aku, keburukan apapun yang ia lakukan, ampunilah ia, dan berikanlah pahala dari amalku untuknya.” Apakah ada yang mengerti tentang hal itu? Ia melakukan hal-hal yang membuat orang mengutuknya dan ketika mereka mengutuknya, ia berdoa, "Yaa Allah! Orang itu menyebut namaku, jadi angkatlah dia!"
Grandsyekh biasa berkata, “Jika seseorang menyebutkan namaku, aku berkewajiban untuk berdoa agar mereka dapat mencapai levelku.” Jadi kalian tidak dapat mencapai level mereka, kalian tidak dapat mencapainya dan memahami apa yang mereka katakan. Jika seorang ahli gempa berkata kepada kalian, “Akan ada gempa pada tanggal 2 April, jadi persiapkanlah diri kalian,” jika kalian percaya dengan hal itu, apa yang akan kalian lakukan? Kalian akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Kalian bisa pergi ke hutan, membawa makanan kalian dan bersembunyi di sana. Ketika tanggal 2 April tiba dan ternyata tidak ada gempa, lalu apa? Apakah kalian akan mengatakan bahwa ahli (wali) itu salah, atau kalian mengatakan ada hikmah di balik itu?
Bagaimana wali itu salah? Saya tidak mengatakan bahwa setiap waliadalah sempurna, tetapi kalian mempersiapkan diri sesuai dengan level kalian. Jika seorang dokter mengatakan, “Anda mempunyai kanker,” lalu apa yang kalian lakukan? Kalian akan melakukan segala sesuatu sehingga ketika waktu kalian tiba, kalian akan menjalaninya (dengan tidak terlalu khawatir).
Rabu sore kemarin di Washington DC, saya memberikan sebuah suhbah. Dengan berkah Mawlana, saya menyebutkan sebagaimana yang beliau katakan, "Katakan kepada mereka, bahwa jika Allah menghendaki, Dia akan menjungkir balikkan bumi ini dengan suatu gempa bumi yang dahsyat yang akan membuat apa yang berada di atas menjadi di bawah dan apa yang berada di bawah menjadi di atas.” dan kami mengatakan,
Ø¥ِذَا زُÙ„ْزِÙ„َتِ الْØ£َرْضُ زِÙ„ْزَالَÙ‡َا ÙˆَØ£َØ®ْرَجَتِ الْØ£َرْضُ Ø£َØ«ْÙ‚َالَÙ‡َا
ÙˆَÙ‚َالَ الْØ¥ِنسَانُ Ù…َا Ù„َÙ‡َاidza zulzilat al-ardhu zilzaalah, wa akhrajatil
ardhu atsqaalaha, wa qaalat al-insaanu maa laha..."
Ketika bumi digoncangkan dengan goncangan dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya, dan manusia bertanya, “Ada apa dengannya?” (az-Zalzalah,99:1-3)
Allah (swt) akan mengguncang bumi ini bukan hanya dari atasnya saja, tetapi dari bawahnya, dan membuat tsunami muncul, dan manusia akan bertanya, “Apa yang terjadi?” Mawlana Syekh berkata, “Katakan pada mereka apa yang terjadi.” Dan apa yang terjadi? Gempa bumi itu terjadi pada keesokan harinya. (Pelajaran bagi kita adalah) para awliyadipercaya oleh Nabi (saw) dan ketika mereka mengatakan sesuatu di depan umum, itu mempunyai suatu makna, dan ketika beliau mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan spiritual, itu mempunyai makna yang berbeda. Ketika mereka mengatakan sesuatu di depan umum, itu adalah sama untuk semua level spiritual, baik anak-anak atau dewasa, karena mereka belum mencapai level pemahaman.
Ketika awliyaullah mengatakan kepada kalian susuatu secara pribadi, itu berada pada level yang berbeda. Jadi, jangan panik terhadap apa yang dikatakan oleh Mawlana Syekh dua atau tiga hari yang lalu! Beliau ingin memberi peringatan kepada kalian, agar kalian mempersiapkan diri dan menjadi lebih tinggi dan tinggi lagi.
Jika seseorang mengatakan kepada kalian bahwa kalian mempunyai kanker, kalian akan segera mempersiapkan diri untuk memperoleh hasilnya. Ketika Mawlana Syekh mengatakan, “Mahdi (as) akan datang,” maka persiapkanlah diri kalian dengan makanan dan persediaan lainnya karena sudah tidak ada waktu lagi! Sungguh, Mawlana ingin agar kalian dan keluarga kalian benar-benar dalam keadaan siap, senantiasa menantikan munculnya Sayyidina Mahdi (as)!
Pertama, untuk mempersiapkan diri kalian, kalian membuat niat bahwa kalian telah siap untuk beliau, dan dengan itu kalian akan bersama dengannya! Mempersiapkan diri kalian untuk meringankan beban adalah ibadah. Mawlana Syekh ingin memberi kalian level itu seolah-olah kalian telah bersama Sayyidina Mahdi (as), seolah-olah kalian telah memenuhi perintahnya dan melakukan apa yang beliau inginkan! Dengan demikian kalian akan diberi ganjaran bahwa segala sesuatu yang kalian lakukan di dalam hidup kalian seolah-olah kalian sungguh menantikan kedatangannya.
Ada tanda-tanda Hari Kiamat yang kita nantikan. Sebagian besar tanda-tanda yang telah diprediksikan oleh Nabi (saw) telah muncul, tetapi ada dua tanda yang belum muncul. Jadi Mawlana Syekh ingin agar kalian ditulis sebagai orang-orang di masa Mahdi (as). Itu artinya, jangan panik! Jika kalian mengatakan kepada diri kalian bahwa kalian adalah orang-orang yang hidup di masa Mahdi (as), maka di mana pun kalian berada, kalian akan bersama beliau, dengan membaca “Bismillahi
'r-Rahmani 'r-Rahiim.” Kalian akan dipindahkan dengan kekuatan surgawi menuju tempat di mana pun Mahdi (as) berada. Jadi jangan panik, lakukan saja apa yang kalian lakukan.
Apakah Mawlana mengatakan kepada orang-orang yang dekat dengannya untuk berhenti bekerja? (tidak) Lalu mengapa kalian pergi ke sana ke mari dengan arah yang berlainan untuk menemukan apa yang harus dilakukan? Mawlana Syekh berkata bahwa tiga tanda pasti akan terjadi sebelum munculnya Mahdi (as). Para Awliya Allah menantikannya dan jika ketiga tanda ini belum muncul, tetap saja kita menantikan kedatangannya. Grandsyekh `AbdAllah al-Fa'iz ad-Daghestani (q) menyebutkan ketiganya.
Salah satunya adalah sebuah gunung yang besar di dekat Bursa akan meletus dengan debu dan lava merah yang mengalir ke Istanbul, membuat kota itu terbakar. Apakah hal itu sudah terjadi? Belum! Jadi kita masih menunggunya.
Yang kedua, Kairo akan tenggelam di bawah air akibat jebolnya Bendungan Aswan. Bendungan ini belum ada ketika Sayyidina Ibn `Arabi memprediksinya dalam kitabnya, Futuhat al-Makkiyya, yang mengatakan bahwa sungai Nil akan mengalami banjir dan airnya akan mencapai menara Masjid Muhammad `Ali di Kairo. Grandsyekh (qs) berkata bahwa ada sebuah tanda di menara masjid itu, yang sangat tinggi, di mana air akan mencapainya. Hingga sampai tahun 1960 orang-orang belum tahu tentang Bendungan Aswan yang dibangun Gamal Abdel Nasser ini. Sekarang kita tidak tahu berapa banyak dari bendungan itu yang sudah terkikis, ia akan jebol dan terjadi banjir besar di sana. Jadi saya khawatir dengan orang-orang di Kairo, tetapi sebelumnya penghancuran Istanbul akan terjadi.
Tanda ketiga adalah ketika Siprus tenggelam ke laut, itu adalah prediksinya. Jadi selama Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani berada di Siprus, ketika beliau meninggalkan Siprus, barulah kalian boleh panik, telepon orang-orang dan kirimkan pesan!
Jadi, gabungkan semuanya! Ketika seorang wali, khususnya Sultan al-Awliya, Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani mengatakan sesuatu, kalian harus memberi perhatian. Juga, ketika Mawlana Syekh pindah, itu tidak akan ke Istanbul; beliau akan pindah ke Syam asy-Syariif. Mengapa kedua putra beliau tidak pindah (dari Siprus dan Istanbul)? Itu artinya persiapkan diri kalian dan dapatkan pahalanya, tetapi jangan panik dan bertanya-tanya apa yang harus kita lakukan!
Jika kalian tidak memahami Mawlana Syekh, kalian tidak akan pernah mengerti. Saya menunggu selama lima puluh tahun untuk Mahdi (as), jadi dengar dan pahamilah. Jika kalian hidup selama seribu tahun atau bahkan satu bulan dalam
persiapan untuk kedatangan Mahdi (as) , maka itu akan sama dengan seseorang yang hidup selama satu bulan. Itu artinya bagi semua murid yang menantikan kedatangannya, akan dibukakan suatu pahala yang besar. Pembukaan itu muncul di bulan Rabi ul-Awwal, bahwa barang siapa yang menanti kedatangan Mahdi (as) ia akan disandangkan dengan pahala dan cahaya yang istimewa dari Nabi (saw) dan Mahdi (as)!
Ketika ketiga tanda yang kami sebutkan itu telah muncul, tetap saja Mahdi (as) belum muncul. Pertama akan terjadi sebuah pertempuran yang sangat dahsyat antara dua pihak yang berselisih mengenai suatu isu. Itu akan terjadi sebelum Mahdi (as) muncul. Pertempuran itu tidak akan terjadi antara Timur Tengah melawan Eropa, tetapi antara dua kubu adikuasa di dunia. Itu adalah prediksi dari Nabi (saw) mengenai Tanda-Tanda Hari Kiamat, bahwa sebuah perang besar akan berlangsung selama tiga bulan.
Jadi sekarang, kalian mempunyai tiga tanda yang akan muncul: Pegunungan di Bursa akan meletus dan lavanya akan masuk ke Istanbul; di Kairo akan terjadi banjir besar yang airnya akan mencapai atap menara Masjid Muhammad Ali dan
kemudian Siprus akan lenyap. Lalu akan terjadi sebuah perang besar selama tiga bulan. Setelah itu, mereka akan datang ke Istanbul dengan takbir dan dindingnya akan runtuh, seperti bila ada kebakaran jika kalian mengucapkan takbir, api itu
akan padam. Jadi pada saat itu dengan kekuatan Mahdi (as), seluruh teknologi akan berhenti.
Akan ada orang-orang yang bersama Mahdi (as); sementara orang-orang yang bersama Anti-Kristus akan dihancurkan. Jangan panik dan khawatir, karena dengan kekuatan “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim”kalian akan bisa berada di mana saja! Jangan khawatir mengenai saya yang akan melakukan perjalanan selama beberapa bulan; itu tidak masalah. Mawlana Syekh meminta saya untuk tinggal bersamanya selama tiga bulan; ada hal-hal yang ingin dikatakan oleh Mawlana Syekh kepada saya, dan insya-Allah khayr.
Ingatlah: ada tanda-tanda yang akan muncul setiap saat, tetapi akan ada jeda di antara mereka, dan kemudian ada tambahan tiga bulan. Letusan gunung berapi di dekat Istanbul, kemudian Kairo tenggelam hingga airnya mencapai menara Masjid Muhammad `Ali, lalu tenggelamnya Siprus. Sekarang Mawlana Syekh masih saja duduk di sana dengan jubahnya dan bertemu dengan banyak orang. Jika (tanda-tanda itu) terjadi, pastilah Mawlana akan pindah. Jika beliau pindah, beliau akan memindahkan semua anggota keluarganya yang berada di rumah itu! Jadi rileks, karena semua itu memerlukan waktu.
Apa yang ingin dikatakan oleh Mawlana Syekh adalah, “Jangan datang dan berkunjung ke Siprus.” Satu bulan yang lalu, sebelum terjadi protes di Tunisia, Mesir, dan Bahrain, sebelum terjadi gempa bumi, kami pergi ke Chili dan Argentina. Beberapa orang datang ke sana dari Brazil, dan mereka berkata bahwa mereka ingin mengunjungi Mawlana Syekh. Mereka mengirimkan pesan tiga atau empat minggu yang lalu. Tetapi ketika terjadi protes di Tunisia dan Mesir, saya
berkata kepada `Ali untuk mengirimkan pesan kepada mereka, "Jangan ada yang pergi untuk mengunjungi Mawlana Syekh." Mengapa? Bukan karena Mahdi (as) akan datang, karena tanda-tandanya belum muncul, tetapi Mawlana tidak ingin orang-orang terjebak di sana. Akan ada zona larangan terbang di sana, dan ada kapal induk di lepas pantai, jadi bagaimana kalian akan pergi dan kembali? Kalian akan terjebak di sana, sementara keluarga kalian ada di Brazil atau
Argentina.
Itulah sebabnya, jika kalian memahaminya dengan benar, beliau mengatakan, “Jika orang-oranga berada beberapa jam dari saya, mereka bisa datang selama tiga hari.” Itu artinya sedekat London. Mengapa beliau membolehkan orang datang selama tiga hari? Siprus akan menjadi sebuah pulau di antara kapal-kapal besar itu, jadi mereka bisa kembali dengan cepat ke negeri mereka.
Ini artinya, jangan khawatir atau panik, rileks! Jika kalian mau, kirimkan pesan kepada kami dan kami dapat jelaskan. Semoga Allah (swt) membuat kita dapat memahami para awliya.
Wa min Allahi 't-tawfiiq, bi hurmati 'l-habiib, bi hurmati 'l-Fatihah.
http://media.islamicsupremecouncil.org/We_Await_Three_Signs_of_the_Last_Days-3290-print.html
We Await Three Signs of the Last Days
Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
12 March, 2011 Burton, Michigan
Suhbah at As-Siddiq Mosque(Day after catastrophic earthquake/tsunamis in Japan)
A`oodhu billahi min ash-Shaytani 'r-rajeem. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem
Nawaytu 'l-arba'een, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaada, nawaytu's-salook, nawaytu'l-'uzlah, nawytu as-siyam lillahi ta'ala fee hadha'l-masjid.
Ati`ullaha wa ati`u 'r-Rasoola wa ooli 'l-amri minkum.
Obey Allah, obey the Prophet, and obey those in authority among you. (4:59)
As-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. Dastoor yaa Sayyidee, madad.
Too many news are coming from here and there. It makes people confused about what they listen to, and it makes people analyze events according to their capacity and understanding. A high school student cannot understand teachings of a university professor; perhaps only PhD students might understand what the professor teaches a higher level of educated people. Still, that high school student may hear and understand some of what is taught, but he cannot analyze its full meaning.Why did the Prophet (s) say about Sayyidina `Ali (r):
أنا مدينة العلم و علي بابها
Ana madeenatul-`ilm wa `aliyyun baabuha.
I am the City of Knowledge and `Ali is its door.
Why didn’t he say, “All the Companions are my door?” He also specified that Sayyidina Abu Bakr is “different” and more “special” than the others, because of something special that settled in his heart, which not everyone can understand. So some might think the literal meaning of, “`Ali is the door of knowledge,” and “a special thing in the heart of Sayyidina Abu Bakr,” is love of the Prophet (s), who also said, “If there would be another prophet after me, it would be `Umar." But then where is Sayyidina Abu Bakr, Sayyidina `Ali, and Sayyidina Uthman (radiy-Allahu `anhum)? It means you need a window to that wali to understand what he is saying.
Sometimes car windows are tinted black, so from outside you cannot see anything, but someone sitting inside can see everything. So not everyone sitting is in the heart of the shaykh and can understand what he is saying. They are sitting outside, where they hear honking and they begin to honk also, and they say things that in reality is not honking, it is what that wali is saying inside to those sitting with him. Honking is for donkeys, to make them move from the middle of the road. Some donkeys, even if you honk and honk, they don't move; they are thinking and stubborn!
What about here? Are there no donkeys? Don't you see them? What do they do with the donkeys here? Some say, “We don't have any donkeys here.” No, it is full of donkeys! (laughter) So you see the donkey sitting in the road, thinking for fifteen minutes and not moving, and you can honk as much as you like. Some people do not understand about donkeys because they are donkeys. The horse will move, but the donkey will not move. They saw a donkey laughing and asked it, “Why are you laughing?” He said, “Yesterday they made a joke, and just now I understood it!”
So let the donkeys think as much as they like, because they will never understand what a wali says and the wisdom in it. If you don't understand the wisdom, then try to perfect yourself through your awraad, and different obligations, then you will begin to understand differently. For the horse they put blinders to restrict what it sees and where it looks. You must not put blinders; you must look around and see what is going on, then you can understand what the wali is speaking about.
A wali is not for dunya, he is for akhirah. So don't expect the wali to give you something to build up your dunya, as most of the work Prophet (s) entrusted to him is for your akhirah.
Sayyidina Abayazid al-Bistami (q) intentionally created confusion in order for people to curse him. Do you like to do that? He is one of biggest awliyaaullah, that even Ibn Taymiyya accepted. He went to a village to create confusion, and then he left; that was his mission. When the people cursed him and exiled him, through that he was testing his own patience, to see if he can carry that difficulty or not. People don’t understand that, they only understand that he made a mistake and they went after him. But in reality he was testing his own patience, and anyone who cursed him, he prayed, “Yaa Rabbee! Whoever cursed me, whatever of bad deeds he did, forgive him, and take from my good deeds and give to him.” Does anyone understand that? He did things to make people curse him and when they cursed him, he asked, "Yaa Allah! That person mentioned my name, so raise him!"
Grandshaykh (q) used to say, “If anyone mentions my name, I am obliged to pray for them to reach my level.” So you cannot reach their levels, you cannot reach and understand what they are saying. If an earthquake expert says to you, “There will be an earthquake on April 2nd, so prepare yourself,” if you believe that, what will you do? You will prepare yourself for that day in the best possible way. You might retreat to the jungle, take your food and hide there. When April 2nd comes and there is no earthquake, then what? Do you say the expert (wali) is wrong, or do you say there is wisdom in that?
How is that wali wrong? I am not saying every wali is perfect, but you prepare according to your level. If a doctor says, “You have cancer,” then what do you do? You prepare everything so that when your time comes, you go (with less worry).
Last Wednesday evening in Washington DC, I gave a suhbat. With Mawlana's baraka, I mentioned as he said, "Say to them that if Allah wants, He will bring this Earth upside down with a huge earthquake that will bring what is up to down and what is down to up.” And we said:
Ø¥ِذَا زُÙ„ْزِÙ„َتِ الْØ£َرْضُ زِÙ„ْزَالَÙ‡َا ÙˆَØ£َØ®ْرَجَتِ الْØ£َرْضُ Ø£َØ«ْÙ‚َالَÙ‡َا ÙˆَÙ‚َالَ الْØ¥ِنسَانُ Ù…َا Ù„َÙ‡َا
idha zulzilat al-ardu zilzaalah, wa qaalat al-insaanu maa laha..."
When the Earth quakes with her [last] mighty quaking and [when] the Earth yields up her burdens,and man cries out, "What has happened to her?" (az-Zalzala, 99:1-3)
That Allah (swt) will shake this Earth not only from its top but also from its bottom, and make tsunamis come, and human beings will ask, “What is going on?” Mawlana Shaykh said, “Say to them what is going on.” And what happened? That earthquake hit the next day. (The lesson for us is) awliya are entrusted by the Prophet (s) and when they say something in public it has a meaning, and when they say something of spirituality it has a different meaning. When they say something in public, it is the same for a spiritual-level child or adult, as they did not yet reach a level of higher understanding. When awliyaaullah tell you something in private, that is at a different level.
So don’t panic about what Mawlana Shaykh said two or three days ago! He wants warn you, so you will prepare yourself and go higher and higher. If someone says tells you that you have cancer, you will quickly prepare yourself for the outcome. When Mawlana Shaykh says, “Mahdi is coming,” then prepare yourself with food and supplies as there is no time! Really Mawlana wants you and your family to be in a state of perpetual preparation, always anticipating the arrival of Sayyidina Mahdi (a)! First of all, to prepare yourself you make niyyah that you are ready for him, and by that you will be with him! To prepare yourself for relief is worship. Mawlana Shaykh wants to give you that level as if you are already with Sayyidina Mahdi (a), as if you are fulfilling his orders and doing what he wants! Then you will be rewarded with everything you do in your life as if you truly are waiting for him.
There are Signs of the Last Days that we are waiting for. Most of the signs the Prophet (s) predicted did appear, but there are some two signs that did not appear yet. So Mawlana Shaykh wants that you will be written in Mahdi's time. It means, don't panic! If you say to yourself that you are a man or woman of Mahdi’s time, then wherever you are, you will be there with him, by recitation of “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem.” You will be transferred by heavenly power to wherever Mahdi is. So don't panic, just do what you are doing.
Did Mawlana say to those close to him to stop working? (No.) Then why are you running in different directions to find out what to do? Mawlana Shaykh said three signs must occur before Mahdi appears. Awliyaaullah are waiting for them and if these three signs did not come, still we are waiting for them. Grandshaykh `AbdAllah al-Fa'iz ad-Daghestani (q) mentioned them. One of them is that a big mountain near Bursa will explode with ashes and red lava running to Istanbul , putting it in fire. Did that happen? No! So we await that.
Second, Cairo is going to sink underwater from the Aswan Dam, which did not exist when Sayyidina Ibn `Arabi's predicted in his book, Futuhat al-Makkiyya, that the Nile will flood and water will rise to cover the minaret of the Muhammad `Ali Mosque in Cairo. Grandshaykh (q) said there is a sign on the minaret of that mosque, which is very high, where the water is going to reach. Not until the 1960’s did anyone know about the Aswan Dam, which Gamal Abdel Nasser built. Today we don't know how much of it is eaten, that it will collapse and flood the area. So I am worried about the people of Cairo, but first the destruction of Istanbul must occur.
The third sign is when Cyprus sinks into the sea; that is the prediction. So as long as Mawlana Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani is in Cyprus, when he leaves Cyprus, then you may panic, call and send messages!
So put things together! When a wali, particularly Sultan al-Awliya, Mawlana Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani says something, you must pay attention. Also, when Mawlana Shaykh moves he it will not be to Istanbul; he will move to Sham ash-Shareef. Why aren’t his two sons moving (away from Cyprus and Istanbul)? That means prepare yourself and get the reward, but don't panic and ask what we have to do!
If you don't understand Mawlana Shaykh, you will never understand. I am waiting for fifty years for Mahdi (a), so listen and understand. If you live a thousand years or even one month in preparation for Mahdi’s arrival, then it is the same as someone who lived one month. That means for all mureeds who are waiting, it is going to open a big reward. That opening appeared in Rabi al-Awwal, that who is waiting for Mahdi will be dressed with special rewards and lights from Prophet (s) and Mahdi (a)!
When the three signs we mentioned appear, still Mahdi will not appear. First there will be a huge battle between two parties that will dispute one issue. That must occur before Mahdi arrives. That will not be between the Middle East and Europe, but between two big world powers. That is a prediction from the Prophet (s) about Signs of Last Days, that a huge war will continue for three months.
So now you have three signs that have to appear: the Bursa Mountain is going to blow up and lava will come to Istanbul; Cairo will be flooded and water will reach to top of Mohammad `Ali Mosque's minaret; and then Cyprus will disappear. Then there will be a big war for three months. After that, they will come to Istanbul and with takbeer and the walls will fall down, like during a fire if you recite takbeer the fire goes down (extinguishes). So at that time, by the power of Mahdi, all technology will stop.
There will be those with Mahdi; those with the Anti-Christ will be destroyed. Don't panic and worry, because by the power of “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem” you will be anywhere! Don’t worry about me travelling for several months; that is not a problem. Mawlana Shaykh asked me to be with him for three months; there are things Mawlana Shaykh wants to say to me, and insha-Allah khayr.
Just remember: there are signs which must come and at any moment, but there is space between them, and then an additional three months. The eruption of a volcano near Istanbul, then Cairo sinking until water reaches the minaret at the Muhammad `Ali Mosque, and the sinking of Cyprus. Still Mawlana Shaykh is sitting there in his jubba, eating and meeting with people. If that is happening, Mawlana must move. If he is moving, he must also move his whole tribe that is in that house! So relax, as all that will take time.
What Mawlana Shaykh wants to say is, “Don't come and visit in Cyprus.” One month ago, before Tunisia, Egypt, and Bahrain protests erupted, before the earthquake, we went to Chile and Argentina. Some people came there from Brazil, and said they wanted to visit Mawlana Shaykh. They sent a message three or four weeks ago. By then only Tunisia and Egypt protests started.. I told `Ali to send a message to them, "No one come to visit Mawlana Shaykh." Why? Not because of Mahdi coming, as the signs didn't happen yet, but Mawlana doesn't want people to be stuck there. There will be a no-fly zone there, and aircraft carriers offshore, so how you can go and come back? You will be stuck, and your family is in Brazil or Argentina.
That is why, if you understand correctly, he said, “If people are a few hours away from me they can come for three days.” That means as near as London. Why did he allow the people to come for three days? Cyprus will be an island between those big vessels, so they can run quickly to their countries.
This means don't worry or panic, relax! If you like, send us a message and we can explain. May Allah (swt) make us to understand the awliya.
Wa min Allahi 't-tawfeeq, bi hurmati 'l-habeeb, bi hurmati 'l-Fatihah.
Syair Sufi Burdah al Bushiri
Cinta Sang Kekasih
Apakah karena Mengingat Para kekasih di Dzi Salam.
Kau campurkan air mata di pipimu dengan darah.
Ataukah karena angin berhembus dari arah Kazhimah.
Dan kilat berkilau di lembah Idlam dalam gulita malam.
Mengapa bila kau tahan air matamu ia tetap basah.
Mengapa bila kau sadarkan hatimu ia tetap gelisah.
Apakah sang kekasih kira bahwa tersembunyi cintanya.
Diantara air mata yang mengucur dan hati yang bergelora.
Jika bukan karena cinta takkan kautangisi puing rumahnya.
Takkan kau bergadang untuk ingat pohon Ban dan ‘Alam.
Dapatkah kau pungkiri cinta, sedang air mata dan derita.
Telah bersaksi atas cintamu dengan jujur tanpa dusta.
Kesedihanmu timbulkan dua garis tangis dan kurus lemah.
Bagaikan bunga kuning di kedua pipi dan mawar merah.
Memang terlintas dirinya dalam mimpi hingga kuterjaga.
Tak hentinya cinta merindangi kenikmatan dengan derita.
Maafku untukmu wahai para pencaci gelora cintaku.
Seandainya kau bersikap adil takkan kau cela aku.
Kini kau tahu keadaanku, pendusta pun tahu rahasiaku.
Padahal tidakjuga kunjung sembuh penyakitku.
Begitu tulus nasihatmu tapi tak kudengar semuanya.
Karena untuk para pencaci, sang pecinta tuli telinganya.
Aku kira ubanku pun turut mencelaku.
Padahal ubanku pastilah tulus memperingatkanku.
sumber : blognya abang Aziz, sufiroad.blogspot.com
Apakah karena Mengingat Para kekasih di Dzi Salam.
Kau campurkan air mata di pipimu dengan darah.
Ataukah karena angin berhembus dari arah Kazhimah.
Dan kilat berkilau di lembah Idlam dalam gulita malam.
Mengapa bila kau tahan air matamu ia tetap basah.
Mengapa bila kau sadarkan hatimu ia tetap gelisah.
Apakah sang kekasih kira bahwa tersembunyi cintanya.
Diantara air mata yang mengucur dan hati yang bergelora.
Jika bukan karena cinta takkan kautangisi puing rumahnya.
Takkan kau bergadang untuk ingat pohon Ban dan ‘Alam.
Dapatkah kau pungkiri cinta, sedang air mata dan derita.
Telah bersaksi atas cintamu dengan jujur tanpa dusta.
Kesedihanmu timbulkan dua garis tangis dan kurus lemah.
Bagaikan bunga kuning di kedua pipi dan mawar merah.
Memang terlintas dirinya dalam mimpi hingga kuterjaga.
Tak hentinya cinta merindangi kenikmatan dengan derita.
Maafku untukmu wahai para pencaci gelora cintaku.
Seandainya kau bersikap adil takkan kau cela aku.
Kini kau tahu keadaanku, pendusta pun tahu rahasiaku.
Padahal tidakjuga kunjung sembuh penyakitku.
Begitu tulus nasihatmu tapi tak kudengar semuanya.
Karena untuk para pencaci, sang pecinta tuli telinganya.
Aku kira ubanku pun turut mencelaku.
Padahal ubanku pastilah tulus memperingatkanku.
sumber : blognya abang Aziz, sufiroad.blogspot.com
Kalau kau lupakan aku
Kalau kau lupakan aku
Kumau kau mengerti
satu hal ini.
Kau tahu semua ini:
kalau aku memandang
bulan kristal, memandang ranting merah
musim gugur yang merambat lambat di jendelaku,
kalau kusentuh
di dekat perapian
abu lembut halus
atau tubuh keriput kayu api,
semuanya ini membawaku padamu,
seolah semua yang ada,
aroma, cahaya, logam,
adalah kapal kapal kecil
yang berlayar
menuju pulau pulaumu yang menungguku itu.
Jadi
kalau sedikit demi sedikit kau berhenti mencintaiku
aku akan berhenti mencintaimu, sedikit demi sedikit.
Kalau tiba tiba
kau melupakanku
jangan lagi cari aku,
karena aku pasti sudah akan melupakanmu.
Kalau kau pikir lama dan membosankan
angin musim
yang berhembus dalam hidupku,
dan kau putuskan
untuk meninggalkanku di pantai,
hati dimana akarku berada,
ingatlah
hari itu juga,
detik itu juga,
aku akan melepaskan tanganku
dan akarku akan berlayar
mencari negeri baru.
Tapi
kalau setiap hari,
setiap detik,
kau rasa kau memang ditakdirkan untukku
dengan kemesraan yang tak terkira,
kalau setiap hari sebuah bunga
merambat naik ke bibirmu mencariku,
ah cintaku, kekasihku,
dalam diriku semua api itu akan terbalas,
dalam diriku tak ada yang akan padam atau terlupakan,
cintaku hidup dari cintamu, kekasihku,
dan selama kau hidup cintaku akan terus dalam rangkulanmu
tanpa meninggalkanku.
Pablo Neruda,
Kumau kau mengerti
satu hal ini.
Kau tahu semua ini:
kalau aku memandang
bulan kristal, memandang ranting merah
musim gugur yang merambat lambat di jendelaku,
kalau kusentuh
di dekat perapian
abu lembut halus
atau tubuh keriput kayu api,
semuanya ini membawaku padamu,
seolah semua yang ada,
aroma, cahaya, logam,
adalah kapal kapal kecil
yang berlayar
menuju pulau pulaumu yang menungguku itu.
Jadi
kalau sedikit demi sedikit kau berhenti mencintaiku
aku akan berhenti mencintaimu, sedikit demi sedikit.
Kalau tiba tiba
kau melupakanku
jangan lagi cari aku,
karena aku pasti sudah akan melupakanmu.
Kalau kau pikir lama dan membosankan
angin musim
yang berhembus dalam hidupku,
dan kau putuskan
untuk meninggalkanku di pantai,
hati dimana akarku berada,
ingatlah
hari itu juga,
detik itu juga,
aku akan melepaskan tanganku
dan akarku akan berlayar
mencari negeri baru.
Tapi
kalau setiap hari,
setiap detik,
kau rasa kau memang ditakdirkan untukku
dengan kemesraan yang tak terkira,
kalau setiap hari sebuah bunga
merambat naik ke bibirmu mencariku,
ah cintaku, kekasihku,
dalam diriku semua api itu akan terbalas,
dalam diriku tak ada yang akan padam atau terlupakan,
cintaku hidup dari cintamu, kekasihku,
dan selama kau hidup cintaku akan terus dalam rangkulanmu
tanpa meninggalkanku.
Pablo Neruda,
Kamis, Maret 24
kembalilah kedalam dirimu
Bismillahirrahmanirrahim
Kebanyakan manusia sekarang keluar dari dirinya;
Alif Lam Mim,
Alam semesta, adalah ilmu bagi kita semua; dan ketahuilah bahwa dalam semesta ini, ada satu pusat dimana semua galaksi berpusat. Hal itu sama dengan dalam satu kumpulan galaksi, selalu ada pusat sebagai sumber cahaya dan pusatnya!
Pernahkah kalian bayangkan planet pluto yang terletak jauh dari pusat galaksi? Ia jauh dari sumber cahaya, kedinginan menyelimutinya! Semakin jauh sebuah planet dari pusat tatasuryanya ia akan sebegitu dingin dan hanya mendapat sedikit cahaya.
Taukah kalian apa itu cahaya? Cahaya adalah perlambang dari ilmu, perlambang dari pengetahuan dan juga cinta. Pernahkah kalian masuk kedalam satu rumah yang tanpa cahaya, gelap dan benar-benar gelap? Dan kalian selamat dari benturan-benturan benda yang berada di dalamnya? I
Itulah gambaran manusia yang tak mempunyai cahaya, tak mempunyai ilmu, tak mempunyai cinta; saat mereka berjalan dalam kehidupan ini mereka akan menabrak atau terbentur sesuatu yang akan membuatnya sakit dan itulah yang disebut dengan kesedihan, kepiluan, itulah akar dari kesedihan dan semua kesusahan manusia karena mereka tak mendapatkan cahaya dalam dirinya, tak mempunyai cahaya untuk melihat dunia, dan kembali ke tujuan haqiqi keberadaan manusia..
O kasih, manusia.. janganlah keluar dari dirimu, sebab cahaya yang kau cari ada dalam dirimu sendiri!
Sebagaimana planet dalam tata surya, apabila kita menjadi planet pluto, kita akan hanya mendapat sedikit cahaya, mendapat sedikit kehangatan; namun apa jadinya jika kita menjadi planet merkurius yang bermandikan cahaya begitu banyak, kehangatan bahkan panas menyelimuti planet tersebut.
Saya hanya mencoba menggambarkan bahwa tiap-tiap manusia itu seperti galaksi, yang didalamnya ada bintang yang dipenuhi dengan cahaya dan kehangatan, dan bintang itu adalah hati kalian. Apabila kalian jauh dari hati kalian, mata kalian takkan melihat pagi sebagai pagi; mekarnya kembang tak seperti keanggunan. Jika kalian jauh dari hati kalian, kalian akan menemukan kesusahan; apa yang biasa manusia sebut sebagai kesedihan, rasa sakit itu semua karena kalian jauh dari hati kalian sebagai pusat galaksi diri kalian, sebagai pusat cahaya, pusat ilmu dan cinta.
Apa yang terjadi sekarang adalah kebanyakan manusia keluar menjauh pusat galaksi mereka, mereka meninggalkan hati mereka entah dimana, tapi semoga demi Allah yang maha Agung, mereka tidak sampai menjual hati mereka, karena seorang manusia tanpa hati, itu bagaikan tatasurya kita tak mempunyai matahari, dan itulah yang disebut dengan akhir dunia; tapi aku begitu berbahagia karena Tuhan semesta alam ini menciptakan hati sebagai satu paket ciptaan bersamaan dengan manusia, dan itulah karunia terbesat dalam diri manusia.
Semua manusia lahir diberikan hati sebagai penghubung antara ciptaan dan penciptannya,Sang Cahaya, Sang Ilmu, Sang Cinta; dan maka dari itulah wahai manusia, masuklah kedalam diri kalian, jangan pernah jauh dari hati kalian jika kalian ingin menjalani hidup ini dengan kebahagiaan.
Seorang pencinta adalah sebuah bintang bagi dirinya dan orang-orang yang berada di sekelilingnya. Para kekasih Allah, telah begitu baik menjaga hatinya, telah begitu dekat dengan hatinya, sampai-sampai ia telah menjadi hati itu sendiri. yang coba saya ungkapkan disini adalah mereka para kekasih Allah adalah hati bagi manusia diluar sana yang kehilangan arah, para kekasih Allah lah penghubung antara ciptaan dan Sang Pencipta; karena seorang Pencinta telah membakar diri mereka dalam Cinta dan menjadi bagian dari Cinta Illahi di dunia ini.
Maka wahai para manusia budiman, jangan pernah runtuhkan dirimu sendiri dengan jauh dari pusat semestamu, ialah hatimu yang akan menghubungkan engkau dengan Penciptamu; dan para kekasih Allah, beliau semua adalah serupa hatimu, maka hormatilah mereka, dan dekatlah dengan mereka, dan kau akan mengerti apa itu kebahagiaan dan cinta….
Kebanyakan manusia sekarang keluar dari dirinya;
Alif Lam Mim,
Alam semesta, adalah ilmu bagi kita semua; dan ketahuilah bahwa dalam semesta ini, ada satu pusat dimana semua galaksi berpusat. Hal itu sama dengan dalam satu kumpulan galaksi, selalu ada pusat sebagai sumber cahaya dan pusatnya!
Pernahkah kalian bayangkan planet pluto yang terletak jauh dari pusat galaksi? Ia jauh dari sumber cahaya, kedinginan menyelimutinya! Semakin jauh sebuah planet dari pusat tatasuryanya ia akan sebegitu dingin dan hanya mendapat sedikit cahaya.
Taukah kalian apa itu cahaya? Cahaya adalah perlambang dari ilmu, perlambang dari pengetahuan dan juga cinta. Pernahkah kalian masuk kedalam satu rumah yang tanpa cahaya, gelap dan benar-benar gelap? Dan kalian selamat dari benturan-benturan benda yang berada di dalamnya? I
Itulah gambaran manusia yang tak mempunyai cahaya, tak mempunyai ilmu, tak mempunyai cinta; saat mereka berjalan dalam kehidupan ini mereka akan menabrak atau terbentur sesuatu yang akan membuatnya sakit dan itulah yang disebut dengan kesedihan, kepiluan, itulah akar dari kesedihan dan semua kesusahan manusia karena mereka tak mendapatkan cahaya dalam dirinya, tak mempunyai cahaya untuk melihat dunia, dan kembali ke tujuan haqiqi keberadaan manusia..
O kasih, manusia.. janganlah keluar dari dirimu, sebab cahaya yang kau cari ada dalam dirimu sendiri!
Sebagaimana planet dalam tata surya, apabila kita menjadi planet pluto, kita akan hanya mendapat sedikit cahaya, mendapat sedikit kehangatan; namun apa jadinya jika kita menjadi planet merkurius yang bermandikan cahaya begitu banyak, kehangatan bahkan panas menyelimuti planet tersebut.
Saya hanya mencoba menggambarkan bahwa tiap-tiap manusia itu seperti galaksi, yang didalamnya ada bintang yang dipenuhi dengan cahaya dan kehangatan, dan bintang itu adalah hati kalian. Apabila kalian jauh dari hati kalian, mata kalian takkan melihat pagi sebagai pagi; mekarnya kembang tak seperti keanggunan. Jika kalian jauh dari hati kalian, kalian akan menemukan kesusahan; apa yang biasa manusia sebut sebagai kesedihan, rasa sakit itu semua karena kalian jauh dari hati kalian sebagai pusat galaksi diri kalian, sebagai pusat cahaya, pusat ilmu dan cinta.
Apa yang terjadi sekarang adalah kebanyakan manusia keluar menjauh pusat galaksi mereka, mereka meninggalkan hati mereka entah dimana, tapi semoga demi Allah yang maha Agung, mereka tidak sampai menjual hati mereka, karena seorang manusia tanpa hati, itu bagaikan tatasurya kita tak mempunyai matahari, dan itulah yang disebut dengan akhir dunia; tapi aku begitu berbahagia karena Tuhan semesta alam ini menciptakan hati sebagai satu paket ciptaan bersamaan dengan manusia, dan itulah karunia terbesat dalam diri manusia.
Semua manusia lahir diberikan hati sebagai penghubung antara ciptaan dan penciptannya,Sang Cahaya, Sang Ilmu, Sang Cinta; dan maka dari itulah wahai manusia, masuklah kedalam diri kalian, jangan pernah jauh dari hati kalian jika kalian ingin menjalani hidup ini dengan kebahagiaan.
Seorang pencinta adalah sebuah bintang bagi dirinya dan orang-orang yang berada di sekelilingnya. Para kekasih Allah, telah begitu baik menjaga hatinya, telah begitu dekat dengan hatinya, sampai-sampai ia telah menjadi hati itu sendiri. yang coba saya ungkapkan disini adalah mereka para kekasih Allah adalah hati bagi manusia diluar sana yang kehilangan arah, para kekasih Allah lah penghubung antara ciptaan dan Sang Pencipta; karena seorang Pencinta telah membakar diri mereka dalam Cinta dan menjadi bagian dari Cinta Illahi di dunia ini.
Maka wahai para manusia budiman, jangan pernah runtuhkan dirimu sendiri dengan jauh dari pusat semestamu, ialah hatimu yang akan menghubungkan engkau dengan Penciptamu; dan para kekasih Allah, beliau semua adalah serupa hatimu, maka hormatilah mereka, dan dekatlah dengan mereka, dan kau akan mengerti apa itu kebahagiaan dan cinta….
Minggu, Maret 13
Risalah Metode Berjumpa Dengan Rasulullah
Berikut adalah satu artikel menarik oleh penulis dibawah mengenai riyadah untuk bertemu dengan rasulullah, semoga bermanfaat..
oleh Pangeran Sukemilung
rico_endo@yahoo.com
Berawal dari ijazah Syeikhina Al-Mukarom Pangeran Muhammad KH.Ali Umar Toyyib mengenai sholawat untuk bermimpi / berjumpa dengan Rasulullah SAW, saya mulai mencari dan menyelidiki sekiranya ada metode khusus untuk dapat mewujutkan niat itu. Alhamdulillahnya…saat dipondok dulu ada satu kitab yang berjudul MAGHNATHISUL QABUL FIL WUSHUL ILAA RU’YATI SAYYIDINAR RASUL SAW ( MAGHNATIS : RISALAH METODE BERJUMPA RASULULLAH SAW ) buah karya dari Sayyid Hasan Muhammad syiddad ba Umar. Pengantar kitab ini adalah Habib Abdurrahman bin Syech Al-Atthas, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Masyhad, Sukabumi. Tempat dimana saya belajar dan menimba ilmu agama. Kitab yang sangat bagus karena diberi sambutan / referensi oleh beberapa Ulama besar. Diantaranya :
* Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Asseqaf
* Al-Habib Ahmad Masyhur Al-Haddad
* Al-Habib Abu Bakar bin Ali Al-Masyhur
* Al-Habib Hasyim Al-Idrus
* Al-Habib Abdul Qadir Jilani bin Salim Al-Khird
* As-Sayyid Abdurrahman bin Ahmad Al-Kaff
* As-Sayyid Ali bin Abdullah bin Husein Asseqqaf
* As-Sayyid Muhammad bin said bin Al-Baidh
* As-Syekh Husein Shaleh Al-Masibily
* As-Syekh Abdur Rahiim Syekh Ali Musa
* As-Syekh Abdullah Sirajuddin
* As-Syekh Musa Abduh Yusuf
* As-Syekh Shaleh Al-Syekh Al-Abbassy
* As-Syekh Ahmad Al-Badawi bin Usman Al-Barawy
Beliau-beliau diatas menyatakan bahwa Kitab ini MAGHNATHISUL QABUL FIL WUSHUL ILAA RU’YATI SAYYIDINAR RASUL, adalah satu kitab yang terjamin ke shahihannya dan berdasarkan dalil yang kuat juga dari Ijazah yang bersambung secara berantai sanadnya. Merupakan pedoman bagi para Muhibbin yang bercita-cita untuk dapat bertemu dengan Junjungan Yang Mulia Sayyidina wa Habibina wa Maulana Rasulullah Muhammad bin Abdillah SAW.Perangkum kitab ini merangkumnya kedalam tiga bahasan pokok dalam merajut kecintaan dan menjalin keterpautan hati kepada Nabi SAW secara sistematis dan proporsional berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan wacana para salaf dan khalaf melalui pengamalan sholawat. Perjumpaan yang dimaksud adalah dengan melalui mimpi dan diharapkan berlanjut ke alam nyata.
Mimpi merupakan yang pertama nampak dari wahyu kenabian kepada Rasulullah SAW sebagaimana yang diterangkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya pada bahasan Ta’bir dan oleh Muslim pada bahasan Al-Imam ( hadist no : 252 ).Kata RU’YAH digunakan untuk mimpi yang disukai, sedangkan kata HULUM untuk mimpi yang tidak disukai. Terkadang kata Ru’yah digunakan untuk keduanya. Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim pada bahasan itu- dari Abu Qatadah bahwa Nabi SAW bersabda : “ Ru’yah yang benar berasal dari Allah dan Hulum yang buruk berasal dari Syetan.”
Sayyid Allamah Abdullah bin Alwi Al-Haddad Ra pernah ditanya tentang Ru’yah dan beliau mengatakan,” Mimpi adalah bagian dari kenabian dan memiliki alam tersendiri, malah mimpi merupakan dinding pemisah antara kasyf yang bersifat bathin dengan kesadaran ( yagdhah ) yang bersifat zhohir.” Kewalian biasanya diawali dengan mimpi sebagaimana yang di awali oleh Rasulullah SAW pada awal kenabian. Namun tidak setiap mimpi yang diawali oleh seseorang bersifat demikian . Orang yang suka mencampur adukkan yang haq dengan yang batil kecil kemungkinannya untuk mendapatkan mimpi yang benar ( Shidig ). Syarat bermimpi yang benar adalah bersikap jujur dan menjauhkan diri dari khayalan-khayalan buruk.
Allah memuliakan para pecinta Nabinya dengan kemampuan melihat Rasulullah SAW ketika tidur sebagai perwujudan dari mengutamakan dan memuliakan beliau SAW adalah pangkat yang paling agung yang didambakan dan diharapkan oleh setiap insan yang mencintai beliau.Sesuai dengan sabda Nabi SAW,” Tidak beriman ( dengan sempurna ) satu diantara kamu, sehingga aku lebih dicintainya dari pada dirinya sendiri, anaknya, orang tuanya dan setiap manusia.” Setelah Allah menganugerahi para pecinta dengan kemampuan melihat Nabi-NYA SAW dikala tidur, kedudukan mereka menjadi tinggi dengan memperbanyak bacaan sholawat dan salam sambil mengikuti jejak beliau yang sempurna, sehingga Allah Yang Maha Mulia memberi mereka keutamaan. Mereka mampu melihat beliau dan berkumpul bersama beliau dalam keadaan terjaga. Itulah yang termasuk pangkat yang tinggi dan derajat yang agung.
Sebagaimana sabda beliau SAW,” Barangsiapa melihat aku diwaktu tidur maka dia benar-benar melihat aku, karena sesungguhnya setan tidak mampu menyerupai aku.” ( Sungguh benar Nabi SAW yang benar dan dibenarkan ). Setelah itu beliau memberi kabar gembira kepada kita : “ Barangsiapa melihat aku diwaktu tidur, maka dia akan melihat aku di waktu terjaga atau ( dia seakan-akan melihat aku di waktu terjaga ) setan tidak dapat menyerupai aku.” (HR.Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi).
Diantara syarat-syarat Mahabbah kepada Rasul SAW adalah :
* Taqwa dan Istiqomah yang sempurna. Karena merupakan azaz yang kokoh dalam semua amal ibadah disamping niat yang benar dengan ikhlas).
Didalam mengikuti jejak rasul SAW ada 3 faedah yang besar dan agung :
* Dicintai Oleh Allah SWT.
* Taat kepada Rasulullah SAW.
* Diampuni dosa-dosanya.
Tersebut didalam kitab Mafatihul Mafatih : Barangsiapa bisa bermimpi melihat Rasulullah SAW dikala tidur, maka dia akan mendapatkan Husnul Khotimah dan syafaat beliau, mendapatkan surga dan Allah mengampuninya serta kedua orang tuanya- jika keduanya muslim. Dia termasuk yang mengkhatamkan Qur’an sebanyak 12 kali, sakaratul maut terasa ringan baginya, siksa kubur dihilangkan dari padanya, diselamatkan dari kesulitan da hari kiamat dan tercapai hajatnya didunia dan akhirat dengan kasih sayang dan karunia-NYA.
Ketahuilah bahwasanya mimpi melihat beliau SAW adalah Haq. Mimpi adalah suatu keterbukaan yang tidak bisa terjadi kecuali dengan hilangnya penutup / Hijab dari hati.Oleh karena itu tidak bisa dipercaya kecuali mimpi seseorang laki-laki shaleh dan benar ucapannya. Adapun orang yang banyak kebohongannya, tidaklah benar mimpinya. Orang yang banyak kerusakan dan perbuatan maksiatnya akan gelap hatinya, sehingga apa yang dilihatnya adalah bunga-bunga tidur.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya orang yang diberi Taufiq oleh Allah SWT dan dimuliakan dengan melihat Nabi SAW, terkadang dia melihat beliau dalam bentuk-bentuk yang banyak. Hal ini kembali kepada perilaku orang yang melihat beliau, karena perobahan tingkah lakunya, istiqomahnya, dan khaufnya kepada Allah, disertai cara-cara menunaikan ibadah-ibadah fardhu dengan benar. Apabila amalan orang yang melihat Rasul SAW baik, maka baik pula baginya bentuk dan rupa beliau. Terkadang beliau nampak dengan sifat-sifat yang dimilikinya, kendatipun demikian beliau diatas segala sifat-sifat itu dari kebagusan, kesempurnaan, kedermawanan, cahaya dan rahasia beliau yang merupakan sifat-sifat Mulia yang tidak diketahui kecuali Tuhan Yang Maha Pencipta lagi Maha Agung.
Orang yang berkeinginan untuk melihat Rasulullah SAW wajib menambah :
1.Sikap merendahkan diri kepada Allah SWT.
2. Beradab bersama Rasulullah SAW.
3. Memandang sesuatu sesuai yang disenangi dan di Ridhai Oleh Allah dan Rasul-NYA.
4. Menjauhi semua tempat yang tidak di Ridhai oleh Allah dan Rasul-NYA.
Dan berikut ini adalah contoh beberapa faedah untuk tujuan yang dimaksud, maka bangun dan berjuanglah…ambillah dia untukmu dan semoga kita dapat menyaksikan Ke Maha Murahan dan Ke Maha Agungan Allah yang Maha Penolong dan pemberi Taufiq.
Faedah beberapa surah di dalam Al-Qur’an untuk tujuan berjumpa (Mimpi) kepada Rasulullah SAW.
1.Surah Al-Kautsar
Barangsiapa membacanya dimalam hari 1.000 kali, maka dia akan bermimpi melihat Nabi SAW. ( Mujarab Shahih )
2. Surah Al-Muzammil
Barangsiapa ingin melihat Nabi SAW maka bacalah surah itu sebanyak 41 kali. Maka dia pasti akan melihat beliau SAW. ( Mujarab shohih )
3. Surah Al-Qodr
Dibaca pada malam jum’at 1.000 kali maka dia tidak akan mati sebelum melihat Nabi SAW. ( Mujarab )
4. Surah Al- Qurays
Dibaca malam jum’at 1.000 kali, kemudian tidur dalam keadaan suci maka dia akan melihat Nabi SAW didalam tidurnya dan tercapai maksud serta tujuannya. ( Mujarab )
5. Surah Al-Ikhlas
Riwayat Ibnu Abbas : Dibaca malam hari 1.000 kali , maka dia akan melihat Nabi SAW didalam tidurnya. ( Mujarab )
Dibagian lain Ibnu Abbas menerangkan : “ Barangsiapa yang melaksanakan sholat dua rakaat pada malam jum’at , pada setiap rakaatnya setelah fatehah membaca Surah Al-Ikhlas 25 kali setelah itu ba’da sholat membaca sholawat dengan sighat ini :
Sholallahu ‘alaa sayyidina Muhammadin Nabiyyil ummi. 1.000 kali.
Maka tidak akan sempurna jum’at yang akan datang kecuali dia melihat Nabi SAW diwaktu tidurnya. Jika dia dapat melihat Nabi SAW maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya. ( Mujarab Shohih )
Faedah beberapa sholawat pendek An-Nabi SAW.
1.Sholawat Nur
Bismillahir rahmanir rahiim…
Allahumma inni as-aluka bi nuuril anwaaril ladzii huwa ‘ainuka laa ghoiruka an turiyanii wajha nabiyyika sayyidina Muhammadin sholallahu ‘alaihi wa aalihi wassallama kamaa Huwa ‘indaka.
Sighat sholawat tersebut dibaca 100 kali. ( Ini Mujarab )
2. Sholawat Ummi
Bismillahir rahmanir rahiim…
Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummi.1.000 kali.
Caranya : Sholat sunah dua rakaat pada malam jum’at. Dalam setiap rakaatnya membaca ba’da al-fatehah : Ayat Qursy.1x dan Surah Al-Ikhlas 15 kali. Setelah salam membaca sholawat tersebut diatas 1.000 kali.( Mujarab )
3. Sholawat Syekh Abbu Abbas Al-Mursy Ra.
Bismillahir rahmanir rahiim…
Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin ‘abdika wa nabiyyika wa rasuulikan nabiyyil ummi wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallim.500x
Berkata Syekh Abbu Abbas Al-Mursy Ra : “ Barang siapa membaca secara rutin sighat sholawat tersebut dalam sehari semalam sebanyak 500 x , maka dia tidak akan mati sebelum berkumpul bersama Nabi SAW dialam nyata ( terjaga ).”Syekh Yusuf An-Nabhani menambahkan dan menerangkan : Apabila sholawat tersebut berfaedah untuk melihat Nabi SAW dialam nyata , tentunya sholawat tersebut lebih berfaedah lagi untuk melihat beliau didalam tidur.” ( Ini Mujarab )
4. Sholawat Sayyid Jamaludin Abu Mawahib Asy-Syadzily Ra.
Beliau adalah termasuk orang-orang pilihan yang agung. Beliau berkata,” Saya pernah melihat Rasulullah SAW didalam tidur , lalu beliau SAW berkata kepadaku “ Bacalah olehmu ketika hendak tidur…
Bismillahir rahmanir rahiim. 5x
A’udzubillahi minasy-syaithonnir rajiim.5x
Allahumma bihaqqi Muhammadin arinii wajha Muhammadin haalaan wa maalaan.5x
Apabila engkau membacanya ketika hendak tidur , maka aku akan mendatangimu dan aku tidak akan meninggalkanmu sama sekali. “ Lalu beliau menuturkan “ alangkah indahnya bentuk bacaan ini dan juga artinya bagi orang yang mempercayainya, terlebih lagi jika engkau menambahinya dengan bacaan sholawat dan salam kepada Nabi SAW.” (Ini Mujarab Shohih).
5. Sholawat Rahmat
Penulis kitab ini Sayyid Hasan Muhammad syiddad ba Umar mengatakan telah memperoleh ijazah dari Guru beliau Al-Habib Zein bin Ibrahim bin Smith- dan beliau berkata : “ Sesungguhnya Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsy Ra berkata : “ Barang siapa banyak membaca sighat sholawat yang berkah ini maka dia akan melihat An-Nabi SAW.”
Inilah sighat sholawat yang dimaksud :
Bismillahir rahmanir rahiim…
Allahumma sholli wa sallim’ala Sayyidina Muhammadin wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad miftaahi baabi rohmaatillah, ‘adada maafii ‘ilmillah, sholaatan wa salaaman daa-imaini bi dawamii mulkillah.”
Dan beliau- Sayyid Hasan Muhammad syiddad ba Umar mengatakan telah memperoleh sighat sholawat yang sama dari Al-Habib Hasan bin Abdullah Asy-Syatthiri diawal perjumpaan beliau di Raudhah yang mulia di Masjid Madinah Al-Munawarrah.
Saya kira cukup sedemikian itulah beberapa contoh dari beberapa faedah yang berguna untuk dapat bertemu dengan An-Nabi SAW. Untuk selanjutnya kami persilahkan kepada ikwanul muslimin, baik yang berada di kampus KWA tercinta ini atau dimanapun berada untuk mencari dan mengamalkannya faedah-faedah lain untuk tujuan yang sama. Hal ini sebagai bukti Mahabbah kita kepada beliau SAW. Bahwasanya seseorang pecinta akan sangat berharap berkumpul dengan orang yang dicintainya.
Akhirul kalam…artikel ini hanya sebagai motivator untuk para ikhwan agar semakin menyuburkan Mahabbahnya kepada Junjungan kita Rasulullah Sayyidina Muhammad SAW. Banyak sekali metode yang bisa dipergunakan baik melalui pembacaan surah-surah ataupun dengan sholawat. Semoga dengan ini kita akan mengikuti beliau SAW dengan lebih baik. Amiin Ya Robbal ‘Alamiin.
Wabillahit-taufiq wal hidayah wassalamu’alaikum wr wb….
www.wongalus.wordpress.com
oleh Pangeran Sukemilung
rico_endo@yahoo.com
Berawal dari ijazah Syeikhina Al-Mukarom Pangeran Muhammad KH.Ali Umar Toyyib mengenai sholawat untuk bermimpi / berjumpa dengan Rasulullah SAW, saya mulai mencari dan menyelidiki sekiranya ada metode khusus untuk dapat mewujutkan niat itu. Alhamdulillahnya…saat dipondok dulu ada satu kitab yang berjudul MAGHNATHISUL QABUL FIL WUSHUL ILAA RU’YATI SAYYIDINAR RASUL SAW ( MAGHNATIS : RISALAH METODE BERJUMPA RASULULLAH SAW ) buah karya dari Sayyid Hasan Muhammad syiddad ba Umar. Pengantar kitab ini adalah Habib Abdurrahman bin Syech Al-Atthas, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Masyhad, Sukabumi. Tempat dimana saya belajar dan menimba ilmu agama. Kitab yang sangat bagus karena diberi sambutan / referensi oleh beberapa Ulama besar. Diantaranya :
* Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Asseqaf
* Al-Habib Ahmad Masyhur Al-Haddad
* Al-Habib Abu Bakar bin Ali Al-Masyhur
* Al-Habib Hasyim Al-Idrus
* Al-Habib Abdul Qadir Jilani bin Salim Al-Khird
* As-Sayyid Abdurrahman bin Ahmad Al-Kaff
* As-Sayyid Ali bin Abdullah bin Husein Asseqqaf
* As-Sayyid Muhammad bin said bin Al-Baidh
* As-Syekh Husein Shaleh Al-Masibily
* As-Syekh Abdur Rahiim Syekh Ali Musa
* As-Syekh Abdullah Sirajuddin
* As-Syekh Musa Abduh Yusuf
* As-Syekh Shaleh Al-Syekh Al-Abbassy
* As-Syekh Ahmad Al-Badawi bin Usman Al-Barawy
Beliau-beliau diatas menyatakan bahwa Kitab ini MAGHNATHISUL QABUL FIL WUSHUL ILAA RU’YATI SAYYIDINAR RASUL, adalah satu kitab yang terjamin ke shahihannya dan berdasarkan dalil yang kuat juga dari Ijazah yang bersambung secara berantai sanadnya. Merupakan pedoman bagi para Muhibbin yang bercita-cita untuk dapat bertemu dengan Junjungan Yang Mulia Sayyidina wa Habibina wa Maulana Rasulullah Muhammad bin Abdillah SAW.Perangkum kitab ini merangkumnya kedalam tiga bahasan pokok dalam merajut kecintaan dan menjalin keterpautan hati kepada Nabi SAW secara sistematis dan proporsional berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan wacana para salaf dan khalaf melalui pengamalan sholawat. Perjumpaan yang dimaksud adalah dengan melalui mimpi dan diharapkan berlanjut ke alam nyata.
Mimpi merupakan yang pertama nampak dari wahyu kenabian kepada Rasulullah SAW sebagaimana yang diterangkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya pada bahasan Ta’bir dan oleh Muslim pada bahasan Al-Imam ( hadist no : 252 ).Kata RU’YAH digunakan untuk mimpi yang disukai, sedangkan kata HULUM untuk mimpi yang tidak disukai. Terkadang kata Ru’yah digunakan untuk keduanya. Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim pada bahasan itu- dari Abu Qatadah bahwa Nabi SAW bersabda : “ Ru’yah yang benar berasal dari Allah dan Hulum yang buruk berasal dari Syetan.”
Sayyid Allamah Abdullah bin Alwi Al-Haddad Ra pernah ditanya tentang Ru’yah dan beliau mengatakan,” Mimpi adalah bagian dari kenabian dan memiliki alam tersendiri, malah mimpi merupakan dinding pemisah antara kasyf yang bersifat bathin dengan kesadaran ( yagdhah ) yang bersifat zhohir.” Kewalian biasanya diawali dengan mimpi sebagaimana yang di awali oleh Rasulullah SAW pada awal kenabian. Namun tidak setiap mimpi yang diawali oleh seseorang bersifat demikian . Orang yang suka mencampur adukkan yang haq dengan yang batil kecil kemungkinannya untuk mendapatkan mimpi yang benar ( Shidig ). Syarat bermimpi yang benar adalah bersikap jujur dan menjauhkan diri dari khayalan-khayalan buruk.
Allah memuliakan para pecinta Nabinya dengan kemampuan melihat Rasulullah SAW ketika tidur sebagai perwujudan dari mengutamakan dan memuliakan beliau SAW adalah pangkat yang paling agung yang didambakan dan diharapkan oleh setiap insan yang mencintai beliau.Sesuai dengan sabda Nabi SAW,” Tidak beriman ( dengan sempurna ) satu diantara kamu, sehingga aku lebih dicintainya dari pada dirinya sendiri, anaknya, orang tuanya dan setiap manusia.” Setelah Allah menganugerahi para pecinta dengan kemampuan melihat Nabi-NYA SAW dikala tidur, kedudukan mereka menjadi tinggi dengan memperbanyak bacaan sholawat dan salam sambil mengikuti jejak beliau yang sempurna, sehingga Allah Yang Maha Mulia memberi mereka keutamaan. Mereka mampu melihat beliau dan berkumpul bersama beliau dalam keadaan terjaga. Itulah yang termasuk pangkat yang tinggi dan derajat yang agung.
Sebagaimana sabda beliau SAW,” Barangsiapa melihat aku diwaktu tidur maka dia benar-benar melihat aku, karena sesungguhnya setan tidak mampu menyerupai aku.” ( Sungguh benar Nabi SAW yang benar dan dibenarkan ). Setelah itu beliau memberi kabar gembira kepada kita : “ Barangsiapa melihat aku diwaktu tidur, maka dia akan melihat aku di waktu terjaga atau ( dia seakan-akan melihat aku di waktu terjaga ) setan tidak dapat menyerupai aku.” (HR.Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi).
Diantara syarat-syarat Mahabbah kepada Rasul SAW adalah :
* Taqwa dan Istiqomah yang sempurna. Karena merupakan azaz yang kokoh dalam semua amal ibadah disamping niat yang benar dengan ikhlas).
Didalam mengikuti jejak rasul SAW ada 3 faedah yang besar dan agung :
* Dicintai Oleh Allah SWT.
* Taat kepada Rasulullah SAW.
* Diampuni dosa-dosanya.
Tersebut didalam kitab Mafatihul Mafatih : Barangsiapa bisa bermimpi melihat Rasulullah SAW dikala tidur, maka dia akan mendapatkan Husnul Khotimah dan syafaat beliau, mendapatkan surga dan Allah mengampuninya serta kedua orang tuanya- jika keduanya muslim. Dia termasuk yang mengkhatamkan Qur’an sebanyak 12 kali, sakaratul maut terasa ringan baginya, siksa kubur dihilangkan dari padanya, diselamatkan dari kesulitan da hari kiamat dan tercapai hajatnya didunia dan akhirat dengan kasih sayang dan karunia-NYA.
Ketahuilah bahwasanya mimpi melihat beliau SAW adalah Haq. Mimpi adalah suatu keterbukaan yang tidak bisa terjadi kecuali dengan hilangnya penutup / Hijab dari hati.Oleh karena itu tidak bisa dipercaya kecuali mimpi seseorang laki-laki shaleh dan benar ucapannya. Adapun orang yang banyak kebohongannya, tidaklah benar mimpinya. Orang yang banyak kerusakan dan perbuatan maksiatnya akan gelap hatinya, sehingga apa yang dilihatnya adalah bunga-bunga tidur.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya orang yang diberi Taufiq oleh Allah SWT dan dimuliakan dengan melihat Nabi SAW, terkadang dia melihat beliau dalam bentuk-bentuk yang banyak. Hal ini kembali kepada perilaku orang yang melihat beliau, karena perobahan tingkah lakunya, istiqomahnya, dan khaufnya kepada Allah, disertai cara-cara menunaikan ibadah-ibadah fardhu dengan benar. Apabila amalan orang yang melihat Rasul SAW baik, maka baik pula baginya bentuk dan rupa beliau. Terkadang beliau nampak dengan sifat-sifat yang dimilikinya, kendatipun demikian beliau diatas segala sifat-sifat itu dari kebagusan, kesempurnaan, kedermawanan, cahaya dan rahasia beliau yang merupakan sifat-sifat Mulia yang tidak diketahui kecuali Tuhan Yang Maha Pencipta lagi Maha Agung.
Orang yang berkeinginan untuk melihat Rasulullah SAW wajib menambah :
1.Sikap merendahkan diri kepada Allah SWT.
2. Beradab bersama Rasulullah SAW.
3. Memandang sesuatu sesuai yang disenangi dan di Ridhai Oleh Allah dan Rasul-NYA.
4. Menjauhi semua tempat yang tidak di Ridhai oleh Allah dan Rasul-NYA.
Dan berikut ini adalah contoh beberapa faedah untuk tujuan yang dimaksud, maka bangun dan berjuanglah…ambillah dia untukmu dan semoga kita dapat menyaksikan Ke Maha Murahan dan Ke Maha Agungan Allah yang Maha Penolong dan pemberi Taufiq.
Faedah beberapa surah di dalam Al-Qur’an untuk tujuan berjumpa (Mimpi) kepada Rasulullah SAW.
1.Surah Al-Kautsar
Barangsiapa membacanya dimalam hari 1.000 kali, maka dia akan bermimpi melihat Nabi SAW. ( Mujarab Shahih )
2. Surah Al-Muzammil
Barangsiapa ingin melihat Nabi SAW maka bacalah surah itu sebanyak 41 kali. Maka dia pasti akan melihat beliau SAW. ( Mujarab shohih )
3. Surah Al-Qodr
Dibaca pada malam jum’at 1.000 kali maka dia tidak akan mati sebelum melihat Nabi SAW. ( Mujarab )
4. Surah Al- Qurays
Dibaca malam jum’at 1.000 kali, kemudian tidur dalam keadaan suci maka dia akan melihat Nabi SAW didalam tidurnya dan tercapai maksud serta tujuannya. ( Mujarab )
5. Surah Al-Ikhlas
Riwayat Ibnu Abbas : Dibaca malam hari 1.000 kali , maka dia akan melihat Nabi SAW didalam tidurnya. ( Mujarab )
Dibagian lain Ibnu Abbas menerangkan : “ Barangsiapa yang melaksanakan sholat dua rakaat pada malam jum’at , pada setiap rakaatnya setelah fatehah membaca Surah Al-Ikhlas 25 kali setelah itu ba’da sholat membaca sholawat dengan sighat ini :
Sholallahu ‘alaa sayyidina Muhammadin Nabiyyil ummi. 1.000 kali.
Maka tidak akan sempurna jum’at yang akan datang kecuali dia melihat Nabi SAW diwaktu tidurnya. Jika dia dapat melihat Nabi SAW maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya. ( Mujarab Shohih )
Faedah beberapa sholawat pendek An-Nabi SAW.
1.Sholawat Nur
Bismillahir rahmanir rahiim…
Allahumma inni as-aluka bi nuuril anwaaril ladzii huwa ‘ainuka laa ghoiruka an turiyanii wajha nabiyyika sayyidina Muhammadin sholallahu ‘alaihi wa aalihi wassallama kamaa Huwa ‘indaka.
Sighat sholawat tersebut dibaca 100 kali. ( Ini Mujarab )
2. Sholawat Ummi
Bismillahir rahmanir rahiim…
Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummi.1.000 kali.
Caranya : Sholat sunah dua rakaat pada malam jum’at. Dalam setiap rakaatnya membaca ba’da al-fatehah : Ayat Qursy.1x dan Surah Al-Ikhlas 15 kali. Setelah salam membaca sholawat tersebut diatas 1.000 kali.( Mujarab )
3. Sholawat Syekh Abbu Abbas Al-Mursy Ra.
Bismillahir rahmanir rahiim…
Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin ‘abdika wa nabiyyika wa rasuulikan nabiyyil ummi wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallim.500x
Berkata Syekh Abbu Abbas Al-Mursy Ra : “ Barang siapa membaca secara rutin sighat sholawat tersebut dalam sehari semalam sebanyak 500 x , maka dia tidak akan mati sebelum berkumpul bersama Nabi SAW dialam nyata ( terjaga ).”Syekh Yusuf An-Nabhani menambahkan dan menerangkan : Apabila sholawat tersebut berfaedah untuk melihat Nabi SAW dialam nyata , tentunya sholawat tersebut lebih berfaedah lagi untuk melihat beliau didalam tidur.” ( Ini Mujarab )
4. Sholawat Sayyid Jamaludin Abu Mawahib Asy-Syadzily Ra.
Beliau adalah termasuk orang-orang pilihan yang agung. Beliau berkata,” Saya pernah melihat Rasulullah SAW didalam tidur , lalu beliau SAW berkata kepadaku “ Bacalah olehmu ketika hendak tidur…
Bismillahir rahmanir rahiim. 5x
A’udzubillahi minasy-syaithonnir rajiim.5x
Allahumma bihaqqi Muhammadin arinii wajha Muhammadin haalaan wa maalaan.5x
Apabila engkau membacanya ketika hendak tidur , maka aku akan mendatangimu dan aku tidak akan meninggalkanmu sama sekali. “ Lalu beliau menuturkan “ alangkah indahnya bentuk bacaan ini dan juga artinya bagi orang yang mempercayainya, terlebih lagi jika engkau menambahinya dengan bacaan sholawat dan salam kepada Nabi SAW.” (Ini Mujarab Shohih).
5. Sholawat Rahmat
Penulis kitab ini Sayyid Hasan Muhammad syiddad ba Umar mengatakan telah memperoleh ijazah dari Guru beliau Al-Habib Zein bin Ibrahim bin Smith- dan beliau berkata : “ Sesungguhnya Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsy Ra berkata : “ Barang siapa banyak membaca sighat sholawat yang berkah ini maka dia akan melihat An-Nabi SAW.”
Inilah sighat sholawat yang dimaksud :
Bismillahir rahmanir rahiim…
Allahumma sholli wa sallim’ala Sayyidina Muhammadin wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad miftaahi baabi rohmaatillah, ‘adada maafii ‘ilmillah, sholaatan wa salaaman daa-imaini bi dawamii mulkillah.”
Dan beliau- Sayyid Hasan Muhammad syiddad ba Umar mengatakan telah memperoleh sighat sholawat yang sama dari Al-Habib Hasan bin Abdullah Asy-Syatthiri diawal perjumpaan beliau di Raudhah yang mulia di Masjid Madinah Al-Munawarrah.
Saya kira cukup sedemikian itulah beberapa contoh dari beberapa faedah yang berguna untuk dapat bertemu dengan An-Nabi SAW. Untuk selanjutnya kami persilahkan kepada ikwanul muslimin, baik yang berada di kampus KWA tercinta ini atau dimanapun berada untuk mencari dan mengamalkannya faedah-faedah lain untuk tujuan yang sama. Hal ini sebagai bukti Mahabbah kita kepada beliau SAW. Bahwasanya seseorang pecinta akan sangat berharap berkumpul dengan orang yang dicintainya.
Akhirul kalam…artikel ini hanya sebagai motivator untuk para ikhwan agar semakin menyuburkan Mahabbahnya kepada Junjungan kita Rasulullah Sayyidina Muhammad SAW. Banyak sekali metode yang bisa dipergunakan baik melalui pembacaan surah-surah ataupun dengan sholawat. Semoga dengan ini kita akan mengikuti beliau SAW dengan lebih baik. Amiin Ya Robbal ‘Alamiin.
Wabillahit-taufiq wal hidayah wassalamu’alaikum wr wb….
www.wongalus.wordpress.com
Sabtu, Maret 12
Wahai Manusia Armageddon dan Tsunami Besar Akan Datang
Wahai Manusia Armageddon dan Tsunami Besar Akan Datang
Sulthanul Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani qs
Kutbah Jumat, 11 Maret 2011
www.sufilive.com
Audzubillahi minas syaithanir Rajim Bismillahir Rahmaanir Rahim
Wahai manusia, wahai hadirin, dari Timur ke Barat, dari Utara ke Selatan, aku memohon kepada Pencipta kita ampunanNya, karena kita telah mencapai tahap dimana tidak ada seorangpun yang bisa menghentikannya. Tapi sepanjang kita tetap menjadi khalifah Allah di planet ini kita tetap mempunyai tanggung jawab. Dan mereka yang mempunyai tanggung jawab tetap akan ditanya, apa yang kalian lakukan, apa yang kalian ketahui, semuanya akan ditanya, karena kita mempunyai tanggung jawab. Dan kita manusia adalah mahluk yang paling dimuliakan Allah Yang Maha Kuasa yang mengkaruniakan manusia kehormatan yang bahkan malaikatpun tidak mampu mencapainya.
Allah swt berfirman kepada para malaikat,"Aku akan mengutus satu mahluk baru, Aku akan menciptakan mahluk itu dan Aku akan menghiasi mereka dengan busana kemuliaan dan menjadikan mereka khalifahKU di muka bumi". Allah berfirman: "AKU menciptakan suatu mahluk baru yang tak seorangpun pernah mengetahuinya. Dan kalian para malaikat tak akan pernah mencapai derajat kehormatan itu.
Kita harus mengenal diri kita. Kita seyogyanya bertanya: " Siapakah diriku". Tetapi dengan menyesal kukatakan umat manusia zaman kini tak pernah tertarik untuk mengenal dirinya sendiri. Tak pernah tertarik untuk bertanya"Siapakah diriku?". Manusia lari menjauh dari hakikat diri mereka. Mengapa mereka berari menjauh! mengapa? Mengapa kalian tak tertarik untuk sekedar bertanya, "Siapakah dirimu?"
Ketika kalian dikeluarkan dari rahim ibu kalian, aku tak mengetahui apapun, siapakah yang menciptakan aku didalam dan melalui rahim ibuku? Siapakah yang menciptakan aku dari sebuah sel, hingga menjadi manusia utuh. Dan aku keluar dari rahim ibuku, dan ketika kita keluar dari rahim ibu, kita menangis... kita menangis...
Siapa Dia itu? Siapa Dia Sang Maha Pencipta itu? Kita bahkan tak pernah berpikir hal-hal seperti ini. Dan hari demi hari berlalu aku tumbuh... tumbuh dan terus berkembang, aku terus tumbuh hingga setinggi 1,5 meter atau 2 meter tingginya setelah itu berhenti pertumbuhannya. Siapakah yang membuatku tumbuh? Dan siapakah yang membuat pertumbuhanku berhenti?
Laa ilaaha ilallah, Laa ilaaha ilallah,Laa ilaaha ilallah Muhammadar Rasulullah
Manusia saat ini, mereka adalah orang yang mabuk dunia, yang tidak pernah menggunakan kapasitas mental nya untuk memikirkan hal-hal seperti ini. Ketika mereka mulai memahami segala sesuatu, dan mereka ingin mengetahu ini dan itu, tetapi mereka tak pernah mencoba memikirkan tentang penciptaanya. Mereka terus tumbuh dan tumbuh hingga berhenti. Mereka hanya berpikir untuk mengejar makanan, minuman, pekerjaan mereka, atau melihat kesana kemari tak ada yang berpikir tentang Tuhan mereka. Dari 3 milyar atau 5 milyar manusia yang ada, kebanyakan mereka tak pernah berpikir, hanya segelintir yang mau berpikjir tentang PenciptaNya.
Wahai manusia, Tuhan Pemilik Surga menciptakan kita dan mengutus kita untuk belajar bahwa ada awal sekaligus ada akhir. Laa ilaaha ilallah, Laa ilaaha ilallah,Laa ilaaha ilallah
Dan kita harus katakan bahwa bumi tidak lagi seperti seratus tahun yang lalu, atau seperti seribu tahun yang lalu. Tak seorangpun bertanya apa yang akan terjadi pada bumi ini. Begitu banyak kejadian yang tak terduga dan tidak bisa kalian pahami dan tak diharapkan yang akan terjadi di waktu akhir-akhir ini.
Manusia mabuk dan bangga oleh teknologi yang mereka miliki, dan itu cukup bagi mereka, teknologi dianggap tujuan utama yang membuat mereka bisa mengendalikan dunia melalui teknologi ayng mereka miliki. Teknologi kalian punya keterbatsan, yang setelah batasan itu tercapai, maka selesailah sudah. Tak mungkin untuk melangkah kedepan lagi, bahkan satu langkah lagipun tak mungkin setelah batas itu.
Allah mengutus sejumlah kecil manusia untuk mengajari hamba-hambaNya, tetapi manusia begitu bangga dan puas dengan teknologi mereka. Mereka pikir teknologi cukup bagi mereka untuk segala sesuatu yang mereka inginkan. Tetapi kalian lihat hari ini ada kejadian gempa yang menyebabkan tsunami, apa yang terjadi di Jepang dan yang menghancurkan dan mengambil segala sesuatu yang mereka punya. Dan aku bertanya, wahai manusia yang menyombongkan dirinya. Dengan adanya tsunami itu, dapatkah kalian menghindari tsunami yang datang dengan teknologi kalian atau dengan ribuan ton bom nukir yang kalian punya?
Apa yang terjadi di Jepang dan di Timur jauh ini menunjukkan bahwa kekuatan kalian tak ada artinya. Jika Allah perintahkan untuk menggerakkan ombak tinggi di samudera, maka dalam 24 jam akan dapat menggulung dan menghancurkan dunia dan mengambil seluruh teknologi manusia, karena banjir akan menutupi lima benua.
Wahai manusia datang dan dengarkan Perintah Suci dan patuhi Perintah Suci yang diperintahkan Tuhan kalian, atau suatu saat tsunami akan melenyapkan lima benua ini. Jepang termasuk negara maju dalam teknologi dan sekarang mereka tidak berdaya apa-apa. Teknologi kalian tak dapat menolong kalian, dan semua akan habis.
Perintah Suci telah diilhamkan padaku untuk memperingatkanmu. Juga Khadafi, Setan dan Jinn, jaga adab kalian dan ketahui batasan kalian. Jadilah rendah hati, jangan meninggikan suaramu, jaga adabmu! Tuhan Pemilki Surga telah memerintahkan kau untuk menjaga, mengasihi hambaNya yang lemah, berbuat lah yang terbaik untuk hamba Allah (sesama manusia). Tetapi bahkan kau membuat yang terburuk terhadap rakyatmu, dan kau malah memperkaya dirimu sendiri, bukan menyayangi rakyatmu, maka mereka bangkit untuk melawanmu. Begitu banyak negara sekarang bergolak, dimulai dari Mesir, Tunisia, Syiria, Irak, Turky.
Jangan melampaui batasan kalian. Jangan katakan kita bisa menghentikan tsunami, bahkan hanya satu tsunami saja bisa merendam seluruh daratan Cina. Jangan katakan pendudukmu 1 milyar manusia atau 2 milyar manusia, mereka dapat menghancurkanmu hingga tak ada seorangpun disana.
Wahai manusia datanglah kepada Islam. Siapa yang menjaga perintah suci akan selamat didunia ini dan diakhirat kelak, atau Aku akan menurunkan banyak kutukan jika kalian tak menjaganya. Jadilah muslim yang baik dan jagalah kehormatan kalian yang telah dikaruniakan Allah kepada kalian.
Penduduk Siprus mereka tidak menjaga agamanya, mereka mengerjakan yang buruk, Jangan menjadi 'orang yang kotor' yang berbuat kotor, dan datang ke tempat-tempat kotor, atau Tsunami juga akan datang menggulungmu!
Jangan katakan bahwa tsunami itu adalah sesuatu yang datang dari lautan saja. Tidak. itu juga bisa datang dari dalam bumi. Kekuatan Surga bisa saja membuat daratan atau benua tempat kalian tinggal menjadi berada dibawah permukaan laut. Aku telah diperintahkan untuk meninggalkan Ciprus kesuatu tempat yang tak dikenal. Aku senang dengan para darwis kita, para murid dan pengikut kami. Dan ada peringatan buat mereka juga. Jika ada suatu kejadian di sekitar laut Mediterania, berarti akan segera datang Armageddon (Perang Besar).
Jika ada yang ingin berkunjung kesini (Lefke Cyprus) maka kalian harus melihat situasinya. Dan kalau memungkinkan datang kesini maka tidak boleh lebih dari 3 hari, 3 hari cukup. Karena jika trerjadi Armageddon maka tak ada yang bisa datang atau meninggalkan pulau ini.Seluruh penerbangan, kapal dilautan akan berhenti, tidak ada yang dapat membawa kalian pulang kembali ketempat kalian tinggal.
Jagalah diri kalian dan jagalah keluarga kalian. Berdiamlah di desa atau dikota kecil karena kota besar berada dalam BAHAYA. Itu adalah perintah suci yang baru dikeluarkan untuk membangunkankan manusia dari tidur mereka. Tiga hari cukup, setelah itu kalian kembali bersama keluarga kalian. Semoga Allah mengampuni kita.
Tawbah yaa Rabbi, Tawbah yaa Rabbi... Fatihah
Wahai manusia sediaknalah makanan selama Armageddon pa;ing tidak untuk selama 40 hari, jangan membuang makanan dan menjadi mubazir, jangan membuat kezaliman karena hal itu menjadikan derita bagi kalian.
Murid-murid mengambil bay'at. Total yang melihat sufilive dari seluruh dunia 683.000 pengunjung
Wa min Allah at Tawfeeq
Sulthanul Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani qs
Kutbah Jumat, 11 Maret 2011
www.sufilive.com
Audzubillahi minas syaithanir Rajim Bismillahir Rahmaanir Rahim
Wahai manusia, wahai hadirin, dari Timur ke Barat, dari Utara ke Selatan, aku memohon kepada Pencipta kita ampunanNya, karena kita telah mencapai tahap dimana tidak ada seorangpun yang bisa menghentikannya. Tapi sepanjang kita tetap menjadi khalifah Allah di planet ini kita tetap mempunyai tanggung jawab. Dan mereka yang mempunyai tanggung jawab tetap akan ditanya, apa yang kalian lakukan, apa yang kalian ketahui, semuanya akan ditanya, karena kita mempunyai tanggung jawab. Dan kita manusia adalah mahluk yang paling dimuliakan Allah Yang Maha Kuasa yang mengkaruniakan manusia kehormatan yang bahkan malaikatpun tidak mampu mencapainya.
Allah swt berfirman kepada para malaikat,"Aku akan mengutus satu mahluk baru, Aku akan menciptakan mahluk itu dan Aku akan menghiasi mereka dengan busana kemuliaan dan menjadikan mereka khalifahKU di muka bumi". Allah berfirman: "AKU menciptakan suatu mahluk baru yang tak seorangpun pernah mengetahuinya. Dan kalian para malaikat tak akan pernah mencapai derajat kehormatan itu.
Kita harus mengenal diri kita. Kita seyogyanya bertanya: " Siapakah diriku". Tetapi dengan menyesal kukatakan umat manusia zaman kini tak pernah tertarik untuk mengenal dirinya sendiri. Tak pernah tertarik untuk bertanya"Siapakah diriku?". Manusia lari menjauh dari hakikat diri mereka. Mengapa mereka berari menjauh! mengapa? Mengapa kalian tak tertarik untuk sekedar bertanya, "Siapakah dirimu?"
Ketika kalian dikeluarkan dari rahim ibu kalian, aku tak mengetahui apapun, siapakah yang menciptakan aku didalam dan melalui rahim ibuku? Siapakah yang menciptakan aku dari sebuah sel, hingga menjadi manusia utuh. Dan aku keluar dari rahim ibuku, dan ketika kita keluar dari rahim ibu, kita menangis... kita menangis...
Siapa Dia itu? Siapa Dia Sang Maha Pencipta itu? Kita bahkan tak pernah berpikir hal-hal seperti ini. Dan hari demi hari berlalu aku tumbuh... tumbuh dan terus berkembang, aku terus tumbuh hingga setinggi 1,5 meter atau 2 meter tingginya setelah itu berhenti pertumbuhannya. Siapakah yang membuatku tumbuh? Dan siapakah yang membuat pertumbuhanku berhenti?
Laa ilaaha ilallah, Laa ilaaha ilallah,Laa ilaaha ilallah Muhammadar Rasulullah
Manusia saat ini, mereka adalah orang yang mabuk dunia, yang tidak pernah menggunakan kapasitas mental nya untuk memikirkan hal-hal seperti ini. Ketika mereka mulai memahami segala sesuatu, dan mereka ingin mengetahu ini dan itu, tetapi mereka tak pernah mencoba memikirkan tentang penciptaanya. Mereka terus tumbuh dan tumbuh hingga berhenti. Mereka hanya berpikir untuk mengejar makanan, minuman, pekerjaan mereka, atau melihat kesana kemari tak ada yang berpikir tentang Tuhan mereka. Dari 3 milyar atau 5 milyar manusia yang ada, kebanyakan mereka tak pernah berpikir, hanya segelintir yang mau berpikjir tentang PenciptaNya.
Wahai manusia, Tuhan Pemilik Surga menciptakan kita dan mengutus kita untuk belajar bahwa ada awal sekaligus ada akhir. Laa ilaaha ilallah, Laa ilaaha ilallah,Laa ilaaha ilallah
Dan kita harus katakan bahwa bumi tidak lagi seperti seratus tahun yang lalu, atau seperti seribu tahun yang lalu. Tak seorangpun bertanya apa yang akan terjadi pada bumi ini. Begitu banyak kejadian yang tak terduga dan tidak bisa kalian pahami dan tak diharapkan yang akan terjadi di waktu akhir-akhir ini.
Manusia mabuk dan bangga oleh teknologi yang mereka miliki, dan itu cukup bagi mereka, teknologi dianggap tujuan utama yang membuat mereka bisa mengendalikan dunia melalui teknologi ayng mereka miliki. Teknologi kalian punya keterbatsan, yang setelah batasan itu tercapai, maka selesailah sudah. Tak mungkin untuk melangkah kedepan lagi, bahkan satu langkah lagipun tak mungkin setelah batas itu.
Allah mengutus sejumlah kecil manusia untuk mengajari hamba-hambaNya, tetapi manusia begitu bangga dan puas dengan teknologi mereka. Mereka pikir teknologi cukup bagi mereka untuk segala sesuatu yang mereka inginkan. Tetapi kalian lihat hari ini ada kejadian gempa yang menyebabkan tsunami, apa yang terjadi di Jepang dan yang menghancurkan dan mengambil segala sesuatu yang mereka punya. Dan aku bertanya, wahai manusia yang menyombongkan dirinya. Dengan adanya tsunami itu, dapatkah kalian menghindari tsunami yang datang dengan teknologi kalian atau dengan ribuan ton bom nukir yang kalian punya?
Apa yang terjadi di Jepang dan di Timur jauh ini menunjukkan bahwa kekuatan kalian tak ada artinya. Jika Allah perintahkan untuk menggerakkan ombak tinggi di samudera, maka dalam 24 jam akan dapat menggulung dan menghancurkan dunia dan mengambil seluruh teknologi manusia, karena banjir akan menutupi lima benua.
Wahai manusia datang dan dengarkan Perintah Suci dan patuhi Perintah Suci yang diperintahkan Tuhan kalian, atau suatu saat tsunami akan melenyapkan lima benua ini. Jepang termasuk negara maju dalam teknologi dan sekarang mereka tidak berdaya apa-apa. Teknologi kalian tak dapat menolong kalian, dan semua akan habis.
Perintah Suci telah diilhamkan padaku untuk memperingatkanmu. Juga Khadafi, Setan dan Jinn, jaga adab kalian dan ketahui batasan kalian. Jadilah rendah hati, jangan meninggikan suaramu, jaga adabmu! Tuhan Pemilki Surga telah memerintahkan kau untuk menjaga, mengasihi hambaNya yang lemah, berbuat lah yang terbaik untuk hamba Allah (sesama manusia). Tetapi bahkan kau membuat yang terburuk terhadap rakyatmu, dan kau malah memperkaya dirimu sendiri, bukan menyayangi rakyatmu, maka mereka bangkit untuk melawanmu. Begitu banyak negara sekarang bergolak, dimulai dari Mesir, Tunisia, Syiria, Irak, Turky.
Jangan melampaui batasan kalian. Jangan katakan kita bisa menghentikan tsunami, bahkan hanya satu tsunami saja bisa merendam seluruh daratan Cina. Jangan katakan pendudukmu 1 milyar manusia atau 2 milyar manusia, mereka dapat menghancurkanmu hingga tak ada seorangpun disana.
Wahai manusia datanglah kepada Islam. Siapa yang menjaga perintah suci akan selamat didunia ini dan diakhirat kelak, atau Aku akan menurunkan banyak kutukan jika kalian tak menjaganya. Jadilah muslim yang baik dan jagalah kehormatan kalian yang telah dikaruniakan Allah kepada kalian.
Penduduk Siprus mereka tidak menjaga agamanya, mereka mengerjakan yang buruk, Jangan menjadi 'orang yang kotor' yang berbuat kotor, dan datang ke tempat-tempat kotor, atau Tsunami juga akan datang menggulungmu!
Jangan katakan bahwa tsunami itu adalah sesuatu yang datang dari lautan saja. Tidak. itu juga bisa datang dari dalam bumi. Kekuatan Surga bisa saja membuat daratan atau benua tempat kalian tinggal menjadi berada dibawah permukaan laut. Aku telah diperintahkan untuk meninggalkan Ciprus kesuatu tempat yang tak dikenal. Aku senang dengan para darwis kita, para murid dan pengikut kami. Dan ada peringatan buat mereka juga. Jika ada suatu kejadian di sekitar laut Mediterania, berarti akan segera datang Armageddon (Perang Besar).
Jika ada yang ingin berkunjung kesini (Lefke Cyprus) maka kalian harus melihat situasinya. Dan kalau memungkinkan datang kesini maka tidak boleh lebih dari 3 hari, 3 hari cukup. Karena jika trerjadi Armageddon maka tak ada yang bisa datang atau meninggalkan pulau ini.Seluruh penerbangan, kapal dilautan akan berhenti, tidak ada yang dapat membawa kalian pulang kembali ketempat kalian tinggal.
Jagalah diri kalian dan jagalah keluarga kalian. Berdiamlah di desa atau dikota kecil karena kota besar berada dalam BAHAYA. Itu adalah perintah suci yang baru dikeluarkan untuk membangunkankan manusia dari tidur mereka. Tiga hari cukup, setelah itu kalian kembali bersama keluarga kalian. Semoga Allah mengampuni kita.
Tawbah yaa Rabbi, Tawbah yaa Rabbi... Fatihah
Wahai manusia sediaknalah makanan selama Armageddon pa;ing tidak untuk selama 40 hari, jangan membuang makanan dan menjadi mubazir, jangan membuat kezaliman karena hal itu menjadikan derita bagi kalian.
Murid-murid mengambil bay'at. Total yang melihat sufilive dari seluruh dunia 683.000 pengunjung
Wa min Allah at Tawfeeq
Langganan:
Komentar (Atom)






