...Rindu dan Cinta adalah pilar-pilar kasat yang menopang langit; Rindu mengisi kepongahan tulang belulang dan darinya memerahlah darah seperti mekarnya Cinta......
Minggu, Desember 25
Ziarah Sunan Gunung Jati
..wangi dupa memenuhi setiap sisi ruangan,
sepenuh doa yang dilantunkan dari tiap diri yang datang dan bersimpuh dengan khusyuk;
laki-laki, perempuan, tua serta muda berbaur menjadi satu.
Disini nama Sang Pencipta diucap-ucap, dipanggil-panggil, dipuji-puji,
seiring dengan madah doa yang menenggelamkan diri mereka..
Minggu, November 20
Melebur masa
oleh : Lintar Satria >>> lirihlintar.wordpress.com
: Aji Dwi Prasetyo
Menembus waktu dengan menyayat udara lewat nada nada seluring bambu
Memilin doa doa pada angkasa.
Segala angan telah binasa, imajinasi tanpa sandiwara
Kita telah terbiasa pada katakata; katakata cinta.
Terbius nafsu yang sama, nafsu bercinta, bercinta dengan tuhan yang berbeda.
Kematian kita adalah tidur; tidur yang basah; basah karena airmata.
Angin memiliki duri, tajamnya menusuk hingga kerelung hati.
Setelah sekian lama kita sadari kita telah lama memelintir citacita
Waktu mengawali pertemuan kita, waktu mengakhiri perpisahan kita.
Masa lampau hanya canda tawa belaka
Dan kini kau dan aku hanya sesosok yang kaku, yang membeku, yang membiru, yang membisu.
20-11-2011
: Aji Dwi Prasetyo
Menembus waktu dengan menyayat udara lewat nada nada seluring bambu
Memilin doa doa pada angkasa.
Segala angan telah binasa, imajinasi tanpa sandiwara
Kita telah terbiasa pada katakata; katakata cinta.
Terbius nafsu yang sama, nafsu bercinta, bercinta dengan tuhan yang berbeda.
Kematian kita adalah tidur; tidur yang basah; basah karena airmata.
Angin memiliki duri, tajamnya menusuk hingga kerelung hati.
Setelah sekian lama kita sadari kita telah lama memelintir citacita
Waktu mengawali pertemuan kita, waktu mengakhiri perpisahan kita.
Masa lampau hanya canda tawa belaka
Dan kini kau dan aku hanya sesosok yang kaku, yang membeku, yang membiru, yang membisu.
20-11-2011
Rabu, Oktober 19
jalan sebuah cinta
kasih,,
jika aku hidup, hidupkan aku sebagai cinta;
jika aku mati, matikan aku sebagai cinta;
jika aku tiada jangan pernah biarkan cinta, tiada,-
ajidwi: memanjatkan doa
aku pernah membuat permohonan pada Tuhan, mungkin jika aku punya kuasa aku akan mengajukan petisi terhadapnya..
namun aku hanya dapat memohon,,
yaa tuhan, jika kau izinkan kau cipta aku sekali lagi jadi roti untuk perut-perut yang lapar dijalanan
jika kau pun berkenan, kau bisa cipta aku sekali lagi jadi rumah bagi diri dan jiwa yang menggigil kedinginan di teras-teras peradaban..
sampai senja ini aku terus melantunkan permohonan-permohonan itu..
aku melihat orang yang menawarkan cawan kasih di pinggir-pinggir jalan,, meminta sekeping uang untuk sekedar mengganjal perut mereka yang tak kuasa mereka lawan..
permohonan itu terus aku kidungkan dihadapan tuhan.. terus.. ku lantunkan..
picasso: cat eating bird
sampai pada perjalanan senja menuju tempat ku bernaung,, permohonan ku itu berhenti berdetak..
ia terbakar dengan peristiwa yang seketika itu juga ku saksikan..
aku melihat seekor burung yang tergolek pasrah di hadapan kucing,,
kucing itu sedang berusaha memangsa burung yang berada tepat di depan mulutnya..
mungkin banyak orang mengira bahwa peristiwa burung yang dimakan kucing adalah hal alami dari sebuah kebinatangan.. "kebinatangan"
namun justru aku menemukan jawaban dari permohonan yang selalu menggumam dalam hati dan mulutku ini..
pengorbanan yang dilakukan burung adalah pengorbanan cinta,, ia tidak pernah menolak untuk menjadi burung, yang tiap saat harus siap untuk dimangsa..
burung itu tahu bahwa jalan cinta yang harus ia lalui adalah menjadikan dirinya sebagai mangsa dari si kucing..
jika aku dicipta sebagai burung sudah barang tentu aku akan hanya dapat memenuhi perut-perut lapar seekor kucing..
jika aku dicipta sebagai sebuah roti pasti aku hanya singgah sebentar dalam perut-perut yang lapar
jika aku dicipta sebagai rumah tentu aku tak dapat dimuati oleh jutaan orang yang menggigil kedinginan..
namun Cinta telah menghadirkanku sebagai manusia yang bisa memenuhi ribuan perut-perut yang kosong pun dapat membangun jutaan tempat-tempat bersemayam..
sekali lagi Tuhan telah membawaku, membawa kita,manusia, sebagai ciptaan Cinta yang paling agung.. membawa cinta kehadirat semesta dengan tangan-tangan kita..
Cinta adalah pekerjaan terbesar yang lahir untuk kita, manusia..
jika aku hidup, hidupkan aku sebagai cinta;
jika aku mati, matikan aku sebagai cinta;
jika aku tiada jangan pernah biarkan cinta, tiada,-
ajidwi: memanjatkan doa
aku pernah membuat permohonan pada Tuhan, mungkin jika aku punya kuasa aku akan mengajukan petisi terhadapnya..
namun aku hanya dapat memohon,,
yaa tuhan, jika kau izinkan kau cipta aku sekali lagi jadi roti untuk perut-perut yang lapar dijalanan
jika kau pun berkenan, kau bisa cipta aku sekali lagi jadi rumah bagi diri dan jiwa yang menggigil kedinginan di teras-teras peradaban..
sampai senja ini aku terus melantunkan permohonan-permohonan itu..
aku melihat orang yang menawarkan cawan kasih di pinggir-pinggir jalan,, meminta sekeping uang untuk sekedar mengganjal perut mereka yang tak kuasa mereka lawan..
permohonan itu terus aku kidungkan dihadapan tuhan.. terus.. ku lantunkan..
picasso: cat eating bird
sampai pada perjalanan senja menuju tempat ku bernaung,, permohonan ku itu berhenti berdetak..
ia terbakar dengan peristiwa yang seketika itu juga ku saksikan..
aku melihat seekor burung yang tergolek pasrah di hadapan kucing,,
kucing itu sedang berusaha memangsa burung yang berada tepat di depan mulutnya..
mungkin banyak orang mengira bahwa peristiwa burung yang dimakan kucing adalah hal alami dari sebuah kebinatangan.. "kebinatangan"
namun justru aku menemukan jawaban dari permohonan yang selalu menggumam dalam hati dan mulutku ini..
pengorbanan yang dilakukan burung adalah pengorbanan cinta,, ia tidak pernah menolak untuk menjadi burung, yang tiap saat harus siap untuk dimangsa..
burung itu tahu bahwa jalan cinta yang harus ia lalui adalah menjadikan dirinya sebagai mangsa dari si kucing..
jika aku dicipta sebagai burung sudah barang tentu aku akan hanya dapat memenuhi perut-perut lapar seekor kucing..
jika aku dicipta sebagai sebuah roti pasti aku hanya singgah sebentar dalam perut-perut yang lapar
jika aku dicipta sebagai rumah tentu aku tak dapat dimuati oleh jutaan orang yang menggigil kedinginan..
namun Cinta telah menghadirkanku sebagai manusia yang bisa memenuhi ribuan perut-perut yang kosong pun dapat membangun jutaan tempat-tempat bersemayam..
sekali lagi Tuhan telah membawaku, membawa kita,manusia, sebagai ciptaan Cinta yang paling agung.. membawa cinta kehadirat semesta dengan tangan-tangan kita..
Cinta adalah pekerjaan terbesar yang lahir untuk kita, manusia..
Senin, Oktober 10
Sajak Buta
Sajak Buta I
Aku tak pernah mengenal matahari..
Aku tak pernah mengenal matahari..
Barangkali Ia telah menjelma sebuah tongkat ramping yang dingin,,
Atau,
Kadang Ia telah menjelma tangan-tangan hangat yang asing,
Namun sejak mula aku telah menanggalkan pakaian kecurigaanku..
Cinta, ya, aku mengenal orang itu..
Dia-lah matahariku yang menjelma berbagai wajah,
Menjelma berbagai bentuk..
Dan ketika aku berjalan bersamanya,, aku terbang!
Sajak Buta II
aku menciumi heharuman,
Sebuah wewangian yang padam pada kedalaman matamu..
Menyala tanpa api seperti mawar..
Mekar dalam kebeningan sempurna!
Jutaan kali aku menyaksikan kehidupan,
Malam yang menyelami hari,
Pagi, cahaya yang mengembara..
Segala rahasia ada pada padam matamu
Saat orang melihat dengan mata mereka yg kasat
engkau membakarnya,
dan segera dari dadamu menyalalah katakata..
Minggu, Oktober 9
Kemurahan Cinta
Kemurahan Cinta..
Untuk memahami Cinta, kita tak harus singgah dibangku-bangku sekolah.. tak harus mempunyai uang untuk membelinya dalam bentuk buku-buku..
kita cukup membuka mata, membuka telinga, membuka hati kita untuk membiarkan Cinta merasuk ke sukma kita, kemudian membiarkannya mekar seperti mawar yang menyala-nyala..
Filosofi Cinta tukang bangunan :
Aku akan terus membangun Cinta,, tanpa pernah tinggal di dalamnya..
Filosofi Cinta Pemulung :
..aku tak pernah berkenalan dengan kata sampah, atau sesekali berjumpa dengannya.. bagiku tiap-tiap hal selalu bermakna..
..meskipun aku hanya mendapat sisa-sisa Cinta lewat kaisan perjalananku, aku masih dapat merasakan keutuhannya!
Cinta, satu-satunya hal yang dapat terus terbagi sampai sekecil zarah, namun takkan pernah terkurang sedikitpun kedalamannya..
Untuk memahami Cinta, kita tak harus singgah dibangku-bangku sekolah.. tak harus mempunyai uang untuk membelinya dalam bentuk buku-buku..
kita cukup membuka mata, membuka telinga, membuka hati kita untuk membiarkan Cinta merasuk ke sukma kita, kemudian membiarkannya mekar seperti mawar yang menyala-nyala..
Filosofi Cinta tukang bangunan :
Aku akan terus membangun Cinta,, tanpa pernah tinggal di dalamnya..
Filosofi Cinta Pemulung :
..aku tak pernah berkenalan dengan kata sampah, atau sesekali berjumpa dengannya.. bagiku tiap-tiap hal selalu bermakna..
..meskipun aku hanya mendapat sisa-sisa Cinta lewat kaisan perjalananku, aku masih dapat merasakan keutuhannya!
Cinta, satu-satunya hal yang dapat terus terbagi sampai sekecil zarah, namun takkan pernah terkurang sedikitpun kedalamannya..
Sabtu, Oktober 1
kamu..
aku melihatmu dari waktu-waktu yang terbang ke langit
dari perjumpaan yang terbatas
dari mencuri waktu disetiap detiknya
hanya untuk melihat mata dan senyummu..
malam ini tak ada bulan, tak ada bintang
yang tertampung dilangit hanya wajahmu
dan
..... aku menyaksikannya dalam kesendirian yang tak terbatas
dari perjumpaan yang terbatas
dari mencuri waktu disetiap detiknya
hanya untuk melihat mata dan senyummu..
malam ini tak ada bulan, tak ada bintang
yang tertampung dilangit hanya wajahmu
dan
..... aku menyaksikannya dalam kesendirian yang tak terbatas
Senin, Agustus 29
aku cinta kamu???
hari menyelimuti malam dengan dinginnya rindu,,
dan Kekasih tak lupa untuk menyelimuti dingin rindu kekasihnya dengan mimpi sebuah perjumpaan..
malam ini hatiku tergerak untuk bertutur tentang sedikit Cinta yang memancar seperti kolam kecil dalam dadaku..
aku teringat tentang bagaimana aku dahulu mengucap cinta, mengungkapnya dihadapan kekasih..
mungkin juga kita, semua, manusia tak luput dari dekapannya yang nafas.. erat!
di negeri barat, seperti inggris atau amerika mereka menyusun kata I LOVE YOU,, sedang di jawa mereka memahatnya dalam aku tresno sliramu.. dan dalam bahasa indonesia kita biasa mengenal ungkapan tersebut sebagai aku cinta kamu..
cinta adalah jembatan kita, manusia menuju sebuah pengetahuan dan kebahagiaan yang luar biasa..
seorang Pencinta besar seperti Maulana Rumi mengatakan bahwa karena Cinta Racun pun menjadi Anggur..
oleh karena kemaha-dahsyatannya mereka, manusia selalu berusaha merengkuhnya,, karena memang bukankah cinta adalah kebutuhan dasar manusia dan semesta? karena rindu adalah selimut pencipta atas ciptaannya..
kali ini saya ingin menyelami ungkapan Cinta yang biasa kita dengar dan alami sekarang..
banyak orang mengungkapkan Cinta kepada pasangannya sebagai awal permulaan jalinan Cinta kedua hati..
mereka mengatakan aku cinta kamu.. atau i love you, atau ungkapan dalam bahasa apapun yang sama..
saya akan lebih menekankan pada cinta kepada lawan jenis..
saat seorang perempuan mengungkapkan Cinta pada Laki-laki pujaannya, atau sebaliknya, mereka biasa menggunakan kata Aku Cinta Kamu..
dulu aku juga menggunakan ungkapan demikian untuk mengungkapkan perasaannku..
namun sekarang ungkapan itu terasa janggal untuk cinta kepada lawan jenis,,
hal tersebut janggal karena diantara aku dan kau itu ada Cinta sebagai kata tengah, namun siapakah Cinta itu hingga dapat menyusup diantara kau dan aku, diantara dada kita yang bergolak??
banyak anak muda sekarang yang tidak sadar dengan hal tersebut, bukannya hal tersebut langsung harus diasadari,, namun luka atas cinta yang tak sempurna akan mendatangkan cinta yang lebih dahsyat bukan?!
Cinta yang telah menelusup diantara dua hati, diantara dua jiwa, diantara dua manusia yang berkasih-kasih.. itu tanpa disadari adalah satu.. tunggal.. yang menghubungkan antara kau-aku..
namun pernahkah kita mengenal cinta tersebut? yang mempertautkan aku, kau dan semesta??
kita terkadang lelap dalam buaian kedirian, hingga kita hidup dalam ketaksadaran atas segala sesuatu, seperti Cinta yang telah menaungi kita semua..
saat kita menyatakan Cinta dan tak memahami Cinta yang telah menaungi aku-kau,, maka seketika itu juga kita telah menghianati Cinta yang menaungi kita,,
sehingga aku dan kau berjalan diatas ego dan diri masing-masing, tak sedikit mereka yang menghianati Cinta itu berujung pada sebuah pertengkaran, sakit hati, "putus cinta"
hal itu dikarenakan mereka tak membiarkan Cinta terus menaungi mereka, malahan mereka membiarkan ego memimpin mereka atas "topeng" Cinta, alhasil pertautan dua hati- dua jiwa- dua manusia akan gugur sebelum menuai bunga kebahagiaan..
maka sekali-kali pahamilah Cinta, pahamilah dirimu sendiri,, dan kau akan dapat memahami sesiapapun, baik itu kekasih atau orang yang memusuhimu..
dan mari kita ungkapkan Cinta dengan jiwa yang baru,, menanamnya dalam nafas, pandangan, pendengaran, langkah-kaki, pada tiap perbuatan, jelujur pikiran dan hati,, dan kita akan sampai pada hakikat Cinta..
aku tak pernah bisa berbicara tentang cinta, apalagi mencinta,, maka biarkanlah Cinta menaungi aku-kau-kita..
Cinta adalah kesederhanaan yang sempurna!
Minggu, Agustus 28
cinta dan salam
menundukkan diri, jejeg, dan menyebarkan salam
adakah kita menyadari mengapa dalam gerakan shalat sebagai penutup kita melakukan salam sembari mengarahkan pandang ke seliput kanan dan seliput kir???
terkadang kita, manusia tertidur dalam setiap gerak-gerik kehidupan kita, bahkan untuk urusan yang sebenarnya sangat penting, shalat sebagai mediasi kita bergendu-mesra terhadap Sang Hyang Gusti namun kita masih saja tidur dalam balutan yang kasat..
untuk itu saya kali ini ingin sekedar bersama membuka mata, bangun dari buaian kesenangan yang membuat lelap dengan sedikit mengungkapkan pertanyaan diawal..
salam,dalam gerakan shalat di dahului oleh gerakan duduk berserah dan suujud,,
saya hanya membatasi bahasan dari sujud hingga salam, karena mengungkap keseluruhan akan membuat mulut saya beku dan tangan saya padam karena kemaha-dahsyatannya..
sujud dalam gerakan shalat menghimbau kita untuk menundukkan kedirian kita, ego kita, kebinatangan kita..
maka sebaik-baik sujud adalah mereka yang sujud dalam setiap nafas kehidupan mereka..
duduk berserah menandakan setelah kita bersujud menundukkan kedirian kita, kita harus jejeg terhadap cahaya semesta yaitu Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammadlah kekasihNya..
dengan diiringi cahaya Cinta tersebut kita harus Jejeg dalam menghadapi segala aspek kehidupan, tidak goyah,, dan saat goyah kita harus terus sujud menundukkan kedirian kita..
salam sembari mengarahkan pandang pada seliput kanan dan seliput kiri mengajari kita untuk menebarkan salam, keselamatan kebahagiaan dan cinta pada sesiapapun yang ada di sekitar kita..
semoga kita semua diberkahi oleh keutamaan Shalat, dinaungi oleh Syafaat kekasih semesta, Muhammad, dan di balut selalu oleh kasih Cinta Tuhan..
Cinta adalah ikhwal menjadi Pelayan, bukan menjadi Tuan, maka layanilah dan bahagiakanlah sesiapapun yang ada di seliputmu..
adakah kita menyadari mengapa dalam gerakan shalat sebagai penutup kita melakukan salam sembari mengarahkan pandang ke seliput kanan dan seliput kir???
terkadang kita, manusia tertidur dalam setiap gerak-gerik kehidupan kita, bahkan untuk urusan yang sebenarnya sangat penting, shalat sebagai mediasi kita bergendu-mesra terhadap Sang Hyang Gusti namun kita masih saja tidur dalam balutan yang kasat..
untuk itu saya kali ini ingin sekedar bersama membuka mata, bangun dari buaian kesenangan yang membuat lelap dengan sedikit mengungkapkan pertanyaan diawal..
salam,dalam gerakan shalat di dahului oleh gerakan duduk berserah dan suujud,,
saya hanya membatasi bahasan dari sujud hingga salam, karena mengungkap keseluruhan akan membuat mulut saya beku dan tangan saya padam karena kemaha-dahsyatannya..
sujud dalam gerakan shalat menghimbau kita untuk menundukkan kedirian kita, ego kita, kebinatangan kita..
maka sebaik-baik sujud adalah mereka yang sujud dalam setiap nafas kehidupan mereka..
duduk berserah menandakan setelah kita bersujud menundukkan kedirian kita, kita harus jejeg terhadap cahaya semesta yaitu Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammadlah kekasihNya..
dengan diiringi cahaya Cinta tersebut kita harus Jejeg dalam menghadapi segala aspek kehidupan, tidak goyah,, dan saat goyah kita harus terus sujud menundukkan kedirian kita..
salam sembari mengarahkan pandang pada seliput kanan dan seliput kiri mengajari kita untuk menebarkan salam, keselamatan kebahagiaan dan cinta pada sesiapapun yang ada di sekitar kita..
semoga kita semua diberkahi oleh keutamaan Shalat, dinaungi oleh Syafaat kekasih semesta, Muhammad, dan di balut selalu oleh kasih Cinta Tuhan..
Cinta adalah ikhwal menjadi Pelayan, bukan menjadi Tuan, maka layanilah dan bahagiakanlah sesiapapun yang ada di seliputmu..
Kamis, Agustus 25
nafas; Cinta dan Rindu
Jika Cinta itu mekar dan Rindu itu menghimpit, maka kaulah nafas wahai Kasih..
aku terbalut lamunan, dug.. dug.. dug.. aku mendengar detak jantungku.
.....aku merasakan nafas mendekap di dadaku
..saat dadaku mengembang aku merasakan aliran udara mengisi tiap ceruk dalam paru-paruku; mekar!
..kemudian saat nafas ini begitu menghimpit, aku kembali menyadari bahwa udara dalam dadaku merangkak keluar..
lamunan kembali mengunjungiku..
seketika aku merasakan bahwa nafas telah mengajarkanku tentang rahasia kehidupan,,
banyak orang tua dahulu mengatakan bahwa hakikat hidup itu nafas, namun sekarang nafas mengajariku lebih dalam ikhwalnya..
segala yang terkembang dan mekar layaknya nafas, itu adalah Cinta..
dengan tangan-tangannya yang ghaib, ia mengembangkan nafas, ia menggiring ombak-ombak, ia pula yang memekarkan pagi..
Cinta, adalah ikhwal memberikan segala daya, segala kebahagiaan, segala panasnya yang menghidupkan..
Cinta adalah ikhwal memberi.. bukan menerima.. menjadi pelayan, bukan menjadi Tuan..
kemudian saat nafas begitu menghimpit dadaku, sesak mendekapku sedemikian erat!
ia berkata padaku, bukankah ini Rindu yang biasa kau rasakan?
mendekap menghimpit dan membuat sesak relung-relung jiwamu??
aku terdiam..
nafas sekali lagi memberiku pengetahuan ikhwalnya..
segala yang menghimpit, segala yang menyesakkan, segala yang mohon diri, segala yang dingin: adalah ikhwal kerinduan
nafas yang menyesak, ombak yang pamit dari hadirat pantai, malam yang dingin.. semua menceritakan ikhwal kerinduan..
nafas, hari, samudra.. itu hanya sebahagian yang dapat aku ceritakan tentang Cinta dan Rindu..
Cinta dan Rindu adalah pilar-pilar kasat yang menopang langit-langit.. yang menyangga tulang-belulang..
yang membangun semesta.. yang membangun aku kau kita.. segala..
aku terbalut lamunan, dug.. dug.. dug.. aku mendengar detak jantungku.
.....aku merasakan nafas mendekap di dadaku
..saat dadaku mengembang aku merasakan aliran udara mengisi tiap ceruk dalam paru-paruku; mekar!
..kemudian saat nafas ini begitu menghimpit, aku kembali menyadari bahwa udara dalam dadaku merangkak keluar..
lamunan kembali mengunjungiku..
seketika aku merasakan bahwa nafas telah mengajarkanku tentang rahasia kehidupan,,
banyak orang tua dahulu mengatakan bahwa hakikat hidup itu nafas, namun sekarang nafas mengajariku lebih dalam ikhwalnya..
segala yang terkembang dan mekar layaknya nafas, itu adalah Cinta..
dengan tangan-tangannya yang ghaib, ia mengembangkan nafas, ia menggiring ombak-ombak, ia pula yang memekarkan pagi..
Cinta, adalah ikhwal memberikan segala daya, segala kebahagiaan, segala panasnya yang menghidupkan..
Cinta adalah ikhwal memberi.. bukan menerima.. menjadi pelayan, bukan menjadi Tuan..
kemudian saat nafas begitu menghimpit dadaku, sesak mendekapku sedemikian erat!
ia berkata padaku, bukankah ini Rindu yang biasa kau rasakan?
mendekap menghimpit dan membuat sesak relung-relung jiwamu??
aku terdiam..
nafas sekali lagi memberiku pengetahuan ikhwalnya..
segala yang menghimpit, segala yang menyesakkan, segala yang mohon diri, segala yang dingin: adalah ikhwal kerinduan
nafas yang menyesak, ombak yang pamit dari hadirat pantai, malam yang dingin.. semua menceritakan ikhwal kerinduan..
nafas, hari, samudra.. itu hanya sebahagian yang dapat aku ceritakan tentang Cinta dan Rindu..
Cinta dan Rindu adalah pilar-pilar kasat yang menopang langit-langit.. yang menyangga tulang-belulang..
yang membangun semesta.. yang membangun aku kau kita.. segala..
Rabu, Agustus 17
Jumat, Agustus 12
musim rindu dipelukanmu
Musim rindu di pelukmu
Aku akan mengembara dibibirmu yang dingin seperti seorang pengelana tua,
Yang tau kapan harus menjejakkan kaki dan kapan harus pergi..
Mencari sisi-sisi terhangat sembari menikmati dinginnya rindu pada kaki-kakiku yang tertambat,
Seakan kau menginginkanku tetap tinggal
Saat aku tertidur dikemahku, kau seakan mohon diri,
Menarik dinginnya rindu dari sisi sudut-sudut tubuhku.,
Kemudian duduk seorang diri didepan kemah, seperti tau aku akan kembali ke pelukanmu..
Kadang aku merasa seperti bocah dihadapmu,
Menggigil sendiri saat kau pergi..
Dan mengukuhkan kaki-kakiku yang gemetar seperti pohon tua yang acuh saat kau hadir..
Kemudian saat matahari berlari dari kejauhan seperti gerombolan serigala lapar,
Kau memelukku demikian erat, seakan takut aku pergi..
Namun segera kulingkarkan tangan-tanganku yang perkasa pada tubuhmu..
Saat mentari sedemikian dekat akhirnya aku tahu bahwa kita akan mencair menjadi satu..
musim-rindu
Aku akan mengembara dibibirmu yang dingin seperti seorang pengelana tua,
Yang tau kapan harus menjejakkan kaki dan kapan harus pergi..
Mencari sisi-sisi terhangat sembari menikmati dinginnya rindu pada kaki-kakiku yang tertambat,
Seakan kau menginginkanku tetap tinggal
Saat aku tertidur dikemahku, kau seakan mohon diri,
Menarik dinginnya rindu dari sisi sudut-sudut tubuhku.,
Kemudian duduk seorang diri didepan kemah, seperti tau aku akan kembali ke pelukanmu..
Kadang aku merasa seperti bocah dihadapmu,
Menggigil sendiri saat kau pergi..
Dan mengukuhkan kaki-kakiku yang gemetar seperti pohon tua yang acuh saat kau hadir..
Kemudian saat matahari berlari dari kejauhan seperti gerombolan serigala lapar,
Kau memelukku demikian erat, seakan takut aku pergi..
Namun segera kulingkarkan tangan-tanganku yang perkasa pada tubuhmu..
Saat mentari sedemikian dekat akhirnya aku tahu bahwa kita akan mencair menjadi satu..
musim-rindu
Selasa, Juli 5
goresan kerinduan
mungkin bagi sebahagian orang saat melihat gambar tersebut akan terlintas pikiran bahwa ini adalah perbuatan orang kurang kerjaan yang hanya bisa mengotori tembok dan membuat lusuh..
Bukan hal yang aneh memang pemikiran semacam ini, karena memang manusia telah mendahulukan prasangka, dibanding melihat dengan hati...
Coretan-coretan. yang terpampang digambar yang saya bubuhkan dalam tulisan ini, coretan-coretan yang bagi sebagian orang adalah hal yang remeh temeh,...
Saat saya melihat coretan di dinding, di WC, di kereta, di stasiun, di terminal, di bangku bus, atau ditempat-tempat umum lainnya ; seperti ada kembang yang mekar seketika di dadaku. Entah aku melihatnya, melihat coretan-coretan tersebut sebagai tanda kerinduan yang selalu kurasakan
Mereka yang mencorat-coret dinding atau tempat umum lainnya bukan tanpa alasan, alasan mendasar yang mereka alami dan saya yakini adalah kerinduan mereka untuk dikenal, dikenang, diketahui...
Memang semua manusia di dunia pasti ingin dikenal, terkenal. Coretan tersebut adalah sebentuk bagian dari upaya manusia untuk bisa dikenal, dikenang, dirindu..
Sang Maha Cinta pun demikian, dalam sebuah hadist Qudsi Ia berkata : “Aku Rindu untuk dikenal, untuk diketahui; maka Aku ciptakan ciptaan.”
Tak salah memang jika setiap manusia ingin terkenal, baik lewat jalan apapun dan lewat jalan manapun seperti corat-coret yang banyak dilakukan manusia,, entah ini sebuah keisengan atau bermotif lain, ia berasal dari satu sumber tunggal; Kerinduan!
Manusia telah menanggung kerinduan yang dituliskan Sang Maha Cinta pada jiwa-jiwa manusia, kerinduan untuk dikenal, untuk mengenal..
Dikenal atau menjadi terkenal sudah menjadi fitrah yang dibawa manusia semenjak ia dicipta,
Namun saat seseorang menjadi terkenal dan sebuah keterkenalan yang dipunyai itu tak sanggup menutup pongahnya kerinduan dalam jiwa,
maka kenalilah kerinduan itu, kenalilah yang meniupkan kerinduan, dan kita akan sampai pada akhir pengembaraan Cinta..
Senin, Juni 27
api-cinta
video:>>> http://www.youtube.com/watch?v=rBh_OzuB884
semalam listrik ditempatku padam, aku mengunjungi lilin, ia tak ada. akhirnya aku pun mencoba membuat sentir dari kapas yang aku beri minyak goreng lalu kunyalakan..
beberapa saat setelah aku menyalakan sentir itu, aku hanya tidur-tiduran di dekatnya, memandangnya dengan syahdu, se-syahdu nyala sentir itu..
aku awalnya tak begitu peduli saat itu dengan sentir yang sedang tegak menyala di dekatku.. sampai saat aku iseng mendekati sentir tersebut dan membelainya dengan tatapanku..
ternyata sebelum aku sudah ada semut yang sedang asyik dengan nyala sentir tersebut.. aku melihat setidaknya sudah ada dua semut tergeletak persis disamping nyala sentir yang panas; ya jasad mereka sudah mati, namun jiwa mereka terbakar bersama nyala sentir tersebut..
selain dua jasad semut yang tergeletak disitu, aku melihat dua semut yang tengah berputar-putar mengelilingi nyala sentir tersebut. aku begitu heran mengapa berkali-kali semut tersebut hanya berputar-putar mengelilingi nyala sentir itu..
putaran mereka berlawanan arah jarum jam; sama seperti putaran -atom, sama seperti putaran mengelilingi kabah, sama dengan putaran bumi mengelilingi matahari, sama dengan putaran rotasi bumi, sama dengan tarian cinta para darwisy..
aku begitu tekagum-kagum saat itu, mereka mengajarkanku tentang hakikat putaran dalam semesta.. mereka--semut-semut itu mengelilingi nyala api terus menerus, hampir beberapa menit aku mengabadikannya dalam rekam video..\
api, cahaya, dan nyalanya adalah perlambang Ilmu, perlambang Cinta. dan semut-semut mendekat pada cahaya, dan mengelilinginya.. ada semut yang sudah sampai pada hakikat nyala api tersebut dan jiwa mereka meninggalkan jasadnya untuk sampai menjadi nyala api tersebut, untuk menjadi bagian dari Alif-Lam-Mim, untuk menjadi bagian dari Cinta..
jika minyak, kapas, dan api menjadikan cahaya, maka Cinta adalah Cahayanya, nyalanya, minyaknya, kapasnya, hangatnya, udaranya yang menjadi kesatuan dari sentir tersebut.. -Cinta adalah ikhwal Ketotalan-Kemanunggalan-Keutuhan
Cahaya tak pernah memiliki bayang-bayang,
menghilangkan bayang-bayang pada dirimu adalah sama dengan menjadikan dirimu sebagai Cahaya,
maka tenggelamkan dirimu dalam Api Cinta
Senin, Juni 6
permohonan
PERMOHONAN
Puisi ghaib menghadap langit,
Meminta seteguk anggur, agar sempurna ia..
Anggur surga menatap kebumi,
Meminta piala emas, agar sempurna ia..
Piala emas memohon pada manusia,
Meminta hati, agar sempurna ia..
hati manusia menghadap,
Menatap,
Memohon siapa?
Agar sempurna Ia?
Puisi ghaib menghadap langit,
Meminta seteguk anggur, agar sempurna ia..
Anggur surga menatap kebumi,
Meminta piala emas, agar sempurna ia..
Piala emas memohon pada manusia,
Meminta hati, agar sempurna ia..
hati manusia menghadap,
Menatap,
Memohon siapa?
Agar sempurna Ia?
aku adalah sungai
Aku adalah sungai,
menyusuri jejak waktu
Terseok bertahun mencari jalan pulang,
Berparas kegilaan, tenggelam dalam diriku sendiri
koyak...
Sungguh aku begitu merindu
Saat mentari memecahku ke langit,
Menjadikanku bulir-bulir kerinduan,-
Yang gemuruh,
Rindu untuk pulang…
….
menyusuri jejak waktu
Terseok bertahun mencari jalan pulang,
Berparas kegilaan, tenggelam dalam diriku sendiri
koyak...
Sungguh aku begitu merindu
Saat mentari memecahku ke langit,
Menjadikanku bulir-bulir kerinduan,-
Yang gemuruh,
Rindu untuk pulang…
….
Ben-Ci_nta
Ben-Ci-nta
Dulu….
..Aku pernah mencintai seseorang gadis, ia sangat baik, parasnya menggoreskan keelokan surga yang pernah ada di bumi ini. saat itu aku masih sangat muda untuk bersentuhan dengan Cinta, aku benar-benar tak mengerti arti kata itu, aku cukup merasakan getarannya yang maha dahsyat saat aku mendengar namanya diucapkan, atau saat aku melihat dari kejauhan ketika ia berjalan, atau saat aku sekedar melintasi rumahnya..
Saat itu aku benar-benar merasakan bahwa akulah seorang pecinta yang benar-benar pecinta! Entah apa yang kumaksud dari kata-kata itu, mungkin saat itu aku benar-benar tenggelam dalam Cinta akan gadis pujaanku. Suatu ketika, saat sang pujaan ini melakukan sesuatu yang tidak aku sukai; saat ia terlalu egois bagiku hingga aku telah bersepakat dengan Ada-Band atas sebuah lirik dalam lagunya “…karena Wanita sulit dimengerti..” ; aku merasakan kebencian hingga kadang aku tak lagi merasakan kecintaanku atas pujaanku ini..
Benci saat kau mencinta, adalah sebuah kejanggalan untukku sekarang. saat kau mencintai seseorang, namun sekaligus saat waktu-waktu tertentu kau membencinya.
Bukankah naif hal yang demikian? Atau memang kita tak benar-benar mengerti akan hal ikhwal Cinta??
Kita mencintai sesuatu tapi membenci yang lain; kita tak benar-benar menerima rembulan dengan utuh, antara gelap dan terangnya..
Keutuhan, sebuah totalitas, sebuah kepasrahan yang sempurna; hal tersebut yang belum akrab padaku saat itu..
Saat aku mulai membaca tentang tulisan seorang Pencinta Besar yang pernah ada, Mawlana Jalaluddin Rumi aku mulai belajar apa itu Cinta, ketika aku menyelami bab demi bab kitab Mantiqu Thair dari seorang termasyhur Mawlana Fariddudin Attar, Cinta mulai menyentuhku dengan ujung-ujung lembut jemarinya yang kasat.. aku mulai merangkai kembali kata-Cinta yang pernah ada dalam diriku..
Cinta, adalah ikhwal tersembunyi, yang tak tersusun dengan apapun; seperti halnya jiwa kita…
Cinta, kepasrahan yang utuh, sebuah totalitas..
Cinta, tak pernah memiliki musuh, tak pernah melahirkan kebencian..
Jika kau mencintai sesuatu dan membenci yang lain, kau bukan seorang Pencinta!
,-maka tempalah dirimu dalam api Cinta..
Mencintai apa yang kita cintai itu adalah hal yang biasa, namun mencintai apa yang kita benci itulah seni MenCinta sesungguhnya..
Mari tebarkan Cinta, sentuh kebencian dengan seri keagungan dan kelembutan Cinta,,
Api takkan padam dengan api,..
kegelapan takkan terang dengan munculnya kegelapan..
HUU!
Dulu….
..Aku pernah mencintai seseorang gadis, ia sangat baik, parasnya menggoreskan keelokan surga yang pernah ada di bumi ini. saat itu aku masih sangat muda untuk bersentuhan dengan Cinta, aku benar-benar tak mengerti arti kata itu, aku cukup merasakan getarannya yang maha dahsyat saat aku mendengar namanya diucapkan, atau saat aku melihat dari kejauhan ketika ia berjalan, atau saat aku sekedar melintasi rumahnya..
Saat itu aku benar-benar merasakan bahwa akulah seorang pecinta yang benar-benar pecinta! Entah apa yang kumaksud dari kata-kata itu, mungkin saat itu aku benar-benar tenggelam dalam Cinta akan gadis pujaanku. Suatu ketika, saat sang pujaan ini melakukan sesuatu yang tidak aku sukai; saat ia terlalu egois bagiku hingga aku telah bersepakat dengan Ada-Band atas sebuah lirik dalam lagunya “…karena Wanita sulit dimengerti..” ; aku merasakan kebencian hingga kadang aku tak lagi merasakan kecintaanku atas pujaanku ini..
Benci saat kau mencinta, adalah sebuah kejanggalan untukku sekarang. saat kau mencintai seseorang, namun sekaligus saat waktu-waktu tertentu kau membencinya.
Bukankah naif hal yang demikian? Atau memang kita tak benar-benar mengerti akan hal ikhwal Cinta??
Kita mencintai sesuatu tapi membenci yang lain; kita tak benar-benar menerima rembulan dengan utuh, antara gelap dan terangnya..
Keutuhan, sebuah totalitas, sebuah kepasrahan yang sempurna; hal tersebut yang belum akrab padaku saat itu..
Saat aku mulai membaca tentang tulisan seorang Pencinta Besar yang pernah ada, Mawlana Jalaluddin Rumi aku mulai belajar apa itu Cinta, ketika aku menyelami bab demi bab kitab Mantiqu Thair dari seorang termasyhur Mawlana Fariddudin Attar, Cinta mulai menyentuhku dengan ujung-ujung lembut jemarinya yang kasat.. aku mulai merangkai kembali kata-Cinta yang pernah ada dalam diriku..
Cinta, adalah ikhwal tersembunyi, yang tak tersusun dengan apapun; seperti halnya jiwa kita…
Cinta, kepasrahan yang utuh, sebuah totalitas..
Cinta, tak pernah memiliki musuh, tak pernah melahirkan kebencian..
Jika kau mencintai sesuatu dan membenci yang lain, kau bukan seorang Pencinta!
,-maka tempalah dirimu dalam api Cinta..
Mencintai apa yang kita cintai itu adalah hal yang biasa, namun mencintai apa yang kita benci itulah seni MenCinta sesungguhnya..
Mari tebarkan Cinta, sentuh kebencian dengan seri keagungan dan kelembutan Cinta,,
Api takkan padam dengan api,..
kegelapan takkan terang dengan munculnya kegelapan..
HUU!
Jumat, Mei 27
nada dan cinta
siapa yang tak suka mendengarkan musik? lantunan lagu dan nyanyian?
aku mungkin dapat berkata bahwa setiap orang menyukai nada-nada yang dilantunkan dengan sedemikian indah dan sempurna.
aku tak pernah benar-benar peduli dengan warna musik apa yang aku atau kau sukai, namun yang penting adalah kita menyukai nada-nada yang dilantunkan dengan penuh kesederhanaan yang sempurna! sebuah keindahan.
aku begitu suka mendengarkan lagu-lagu balad yang begitu menyentuh, atau slowrock dengan penampilan penyanyinya yang sangar namun tetap lembut mengalunkan lagu, atau tembang-tembang jawa yang begitu halus atau lagu-lagu latin yang begitu bersemangat, atau musik klasik yang bagi sebagian orang membosankan.
dari kesemuanya, aku hanya cukup mendengarkan, aku tak harus belajar berbagai bahasa untuk dapat mengartikan lirik atau maksud lagu tersebut. aku tak harus belajar pertitur, atau ahli dalam matematika.
tanpa apapun aku sudah sebegitu jatuh dan tercecap kedalamnya, nada-nada....
semua orang akan mengalami hal yang sama dengan lagu, musik, nada-nada
kita tak pernah benar-benar harus mengerti, cukup biarkan nada-nada itu mencumbui telinga kita serta merasuk kedalam hati kita..
sama halnya seperti nada-nada; cinta, kita tak pernah dituntut untuk mengerti apa itu cinta. kita tak harus benar-benar mengenal atau tahu apa yang kita cinta.. cukup rasakan dengan hati kita, seperti nada-nada
dan
biarkan nada-nada mencipta simfoni dan harmoni
biarkan cinta mempertemukan kesederhanaan dan kesempurnaan
sebab kita tak pernah menemukan nada-nada, bahkan Cinta!
melainkan kita telah dipertemukan oleh nada-nada,dan Cinta!
layaknya kau-aku..
Sabtu, Mei 21
Cemburu Cinta
Oleh Kangmas Budi, Sahabat Pecintaku..
Kasih...
Jika tak sampai cintaku padamu di malam ini
itu bukan karena sanubariku tak ada sedikitpun cinta
mungkin dosa ini telah telah menjelma menjadi badai
di lautan untuk mencapaimu
bukan sekali ini badai-badai ini menyeretku
akan tetapi ratusan, jutaan, bahkan tak terhingga
aku malu padamu
aku cemburu pada mereka yang bersuka cita malam ini
http://baitkerinduan.blogspot.com/
Kasih...
Jika tak sampai cintaku padamu di malam ini
itu bukan karena sanubariku tak ada sedikitpun cinta
mungkin dosa ini telah telah menjelma menjadi badai
di lautan untuk mencapaimu
bukan sekali ini badai-badai ini menyeretku
akan tetapi ratusan, jutaan, bahkan tak terhingga
aku malu padamu
aku cemburu pada mereka yang bersuka cita malam ini
http://baitkerinduan.blogspot.com/
dihadapan Cinta, semua manusia menjadi anak-anak
dihadapan Cinta, semua manusia menjadi anak-anak
teruntuk sahabat tercintaku > iBoy :)
siang ini, aku pergi keluar dari tempatku bernaung, hendak membeli makanan kecil untuk menemaniku mengerjakan tugas. saat langkah kupastikan berjalan melewati pagar, ada segerombolan anak yang berlarian, ada yang bersembunyi dibalik pohon, ada yang berdiri mengawasi jalanan dengan cemas; nampaknya mereka sedang bermain petak-umpet dalam bayangku.
kenangan tiba-tiba menculikku, membawaku ketempat dimana aku tak berada dalam tubuhku sekarang. terbayang kemudian saat-saat aku bermain air disungai belakang rumahku. atau saat aku bermandikan hujan sembari bermain bola dan meluncur dari satu sisi lapangan ke sisi yang lain serupa bintang lapangan yang tak pernah kalah. atau juga saat kusulap batu-batu menjadi serupa mobil-mobil. oh sungguh indah, anak-anak adalah pesulap ulung; dengan segala keajaibannya, ia menghidupkan apapun yang ia sentuh; serupa sentuhan cinta dengan kemesraan tak terkira!
saat seorang dilanda Cinta, seseorang itu akan serupa anak-anak. ia bingung dengan dirinya sendiri, bingung dengan apa yang dicintanya, namun sangat gila dalam mencinta!
aku seketika ingat cerita majnun, saat ia meratapi dinding rumah layla, mencari layla dibalik selimut, dibalik pohonan, dibalik batu-batu.. kegilaan yang sempurna serupa anak-anak yang tak membiarkan suatupun menyembunyikan yang dicintanya! ia akan terus mencari, terus merindu hingga ia menemukan kekasihnya..
seperti juga saat majnun menyentuh ranting, ia menceritakan duka lara rindunya.. saat ia bertemu angin, ia kabarkan cinta yang telah mendekapnya begitu erat serupa nafas!
apapun yang majnun sentuh, seketika benda itu akan hidup, serupa sahabatnya. keajaiban yang sama yang dilakukan anak-anak!
Cinta, membuat manusia menjadi manusia..
saat aku membayangkan berita di televisi tentang orang dewasa yang saling bunuh demi memperebutkan lahan parkir, atau saat membayangkan tokoh politik yang memfitnah lawan politiknya, juga saat aku membayangkan dua kelompok kampung saling bunuh dan saling serang..
aku melihat saat orang dewasa terasing dalam dirinya sendiri, saat ia juga terasing dari keakraban semesta.. orang dewasa menyebut dirinya orang yang paling memahami segalanya,. tapi mereka saling serang, saling bunuh, saling tusuk-menusuk.
aku jadi membayangkan sewaktu aku kecil, aku mempunyai sahabat bernama denny boy, aku memanggilnya iboy. pada saat-saat tertentu aku dan boy suka saling serang dan saat aku menangis seketika itu juga boy menghiburku, membuat tangisku terbendung oleh tawa kami..
anak-anak, tak pernah benar-benar membenci.. tak pernah benar-benar bermusuhan, tak seperti orang dewasa..
mungkin orang-orang dewasa musti belajar menjadi anak-anak, belajar mencintai segala bukan membencinya..
dan biarkan sekali lagi Cinta, melukis pelangi di angkasa, di hati orang-orang yang tertimpa duka lara, di dada orang-orang yang sesak oleh kebencian..
serupa tawa anak-anak,-
Cinta, merasuk kedalam hatimu.. dan mekar seperti fajar yang menerangi segala kegelapan...
teruntuk sahabat tercintaku > iBoy :)
siang ini, aku pergi keluar dari tempatku bernaung, hendak membeli makanan kecil untuk menemaniku mengerjakan tugas. saat langkah kupastikan berjalan melewati pagar, ada segerombolan anak yang berlarian, ada yang bersembunyi dibalik pohon, ada yang berdiri mengawasi jalanan dengan cemas; nampaknya mereka sedang bermain petak-umpet dalam bayangku.
kenangan tiba-tiba menculikku, membawaku ketempat dimana aku tak berada dalam tubuhku sekarang. terbayang kemudian saat-saat aku bermain air disungai belakang rumahku. atau saat aku bermandikan hujan sembari bermain bola dan meluncur dari satu sisi lapangan ke sisi yang lain serupa bintang lapangan yang tak pernah kalah. atau juga saat kusulap batu-batu menjadi serupa mobil-mobil. oh sungguh indah, anak-anak adalah pesulap ulung; dengan segala keajaibannya, ia menghidupkan apapun yang ia sentuh; serupa sentuhan cinta dengan kemesraan tak terkira!
saat seorang dilanda Cinta, seseorang itu akan serupa anak-anak. ia bingung dengan dirinya sendiri, bingung dengan apa yang dicintanya, namun sangat gila dalam mencinta!
aku seketika ingat cerita majnun, saat ia meratapi dinding rumah layla, mencari layla dibalik selimut, dibalik pohonan, dibalik batu-batu.. kegilaan yang sempurna serupa anak-anak yang tak membiarkan suatupun menyembunyikan yang dicintanya! ia akan terus mencari, terus merindu hingga ia menemukan kekasihnya..
seperti juga saat majnun menyentuh ranting, ia menceritakan duka lara rindunya.. saat ia bertemu angin, ia kabarkan cinta yang telah mendekapnya begitu erat serupa nafas!
apapun yang majnun sentuh, seketika benda itu akan hidup, serupa sahabatnya. keajaiban yang sama yang dilakukan anak-anak!
Cinta, membuat manusia menjadi manusia..
saat aku membayangkan berita di televisi tentang orang dewasa yang saling bunuh demi memperebutkan lahan parkir, atau saat membayangkan tokoh politik yang memfitnah lawan politiknya, juga saat aku membayangkan dua kelompok kampung saling bunuh dan saling serang..
aku melihat saat orang dewasa terasing dalam dirinya sendiri, saat ia juga terasing dari keakraban semesta.. orang dewasa menyebut dirinya orang yang paling memahami segalanya,. tapi mereka saling serang, saling bunuh, saling tusuk-menusuk.
aku jadi membayangkan sewaktu aku kecil, aku mempunyai sahabat bernama denny boy, aku memanggilnya iboy. pada saat-saat tertentu aku dan boy suka saling serang dan saat aku menangis seketika itu juga boy menghiburku, membuat tangisku terbendung oleh tawa kami..
anak-anak, tak pernah benar-benar membenci.. tak pernah benar-benar bermusuhan, tak seperti orang dewasa..
mungkin orang-orang dewasa musti belajar menjadi anak-anak, belajar mencintai segala bukan membencinya..
dan biarkan sekali lagi Cinta, melukis pelangi di angkasa, di hati orang-orang yang tertimpa duka lara, di dada orang-orang yang sesak oleh kebencian..
serupa tawa anak-anak,-
Cinta, merasuk kedalam hatimu.. dan mekar seperti fajar yang menerangi segala kegelapan...
Sabtu, April 30
kembang Cinta!
Oh keanggunan mawar..
Menyala dengan tak satu kelopak; menari dalam kembangnya!
Bunga yang mekar dalam ketunggalan cinta,
Lalu pecah sebagai wewangian!
Siapa yang menyimpan keanggunan cinta hanya untuk dirinya
Ia tak pernah faham hakikat Cinta
Ia tak pernah belajar dari mawar,-
-Kembang Cinta!
Jumat, April 15
Niyyat
Selasa, 29 Desember 2009
Niyyat
Maulana Syaikh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani q
Grandsyaikh Syah Baha’ud-Din Naqsyband q berkata bahwa niat sangat penting. Niat (niyyah) terdiri dari huruf ‘Nun’, yang melambangkan ‘Nur Allah’, Cahaya Allah SWT, ‘Ya’, melambangkan ‘Yad Allah’, Tangan Allah SWT, dan ‘Ha’, yang melambangkan ‘Hidayatullah’, bimbingan Allah SWT. Niat adalah sesuatu yang tersembunyi dalam jiwa, datang dari alam ghaib dan bukan dari dunia material.
Di jalan kebenaran, Thariq-i-Haqq, ada dua metode yang digunakan, yaitu jalan yang mengikuti Thariq-i-Nafsani, jalan di mana pertama kali Nafs atau ego dididik agar jiwanya selamat, dan mereka yang mengikuti Thariq-i-Ruhani, jalan di mana Ruh atau jiwa dimurnikan.
Thariq-i-Nafsani sangat berat karena kalian harus selalu melakukan hal yang berlawanan dengan apa yang diinginkan oleh ego. Itu adalah pertempuran yang sangat dahsyat. Thariq-i-Ruhani lebih mudah. Syaikh berkata bahwa dalam thariqat kita, kalian dapat menggunakan yang terbaik di antara keduanya dengan syarat kalian juga harus melakukan hal terbaik dalam beribadah kepada Allah SWT. Dalam thariqat ini pertama kali Ruh dalam jiwa kita dimurnikan tanpa menghiraukan ego. Kemudian setelah Ruh menemukan atribut asli dari ego, suka atau tidak, dia (ego) harus mengikuti Ruh dan mematuhi perintahnya.
Syaikh membukakan hatinya kepada hati murid dan memberi berkah Ilahi (Faiz), yang berasal dari Samudra Faiz Ilahi. Beliau mempertebal kecintaan terhadap Allah SWT dalam hati murid-muridnya dan dalam kobaran api kecintaan Ilahi ini, semua yang berbau dunia materialistik akan terbakar. Lewat Faiz itu hati kita dibersihkan. Kemudian murid akan mengalami perubahan. Karena berkah dan kekuatan spiritual dari Syaikhnya, murid dapat mengalami peningkatan dari level kejiwaan yang terendah ke level tertinggi.
Dalam diri anak-anak Adam u selalu terdapat dua hal yang saling bertentangan. Ruh-u-Hawwaniya, yang selalu menentang Allah SWT dan bersifat memberontak, dan Ruh-u-Sulthaniya yang selalu patuh kepada Allah SWT dan menemukan kebahagiaan dalam beribadah kepada-Nya. Jika jiwa terendah selalu memegang kendali, karakteristik seseorang bisa lebih buruk daripada seekor binatang buas. Sebaliknya jika jiwa tertinggi yang memegang kontrol, karakteristik seseorang bisa lebih baik daripada para malaikat.
Wa min Allah at taufiq
Diposkan oleh budy La Mania
Niyyat
Maulana Syaikh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani q
Grandsyaikh Syah Baha’ud-Din Naqsyband q berkata bahwa niat sangat penting. Niat (niyyah) terdiri dari huruf ‘Nun’, yang melambangkan ‘Nur Allah’, Cahaya Allah SWT, ‘Ya’, melambangkan ‘Yad Allah’, Tangan Allah SWT, dan ‘Ha’, yang melambangkan ‘Hidayatullah’, bimbingan Allah SWT. Niat adalah sesuatu yang tersembunyi dalam jiwa, datang dari alam ghaib dan bukan dari dunia material.
Di jalan kebenaran, Thariq-i-Haqq, ada dua metode yang digunakan, yaitu jalan yang mengikuti Thariq-i-Nafsani, jalan di mana pertama kali Nafs atau ego dididik agar jiwanya selamat, dan mereka yang mengikuti Thariq-i-Ruhani, jalan di mana Ruh atau jiwa dimurnikan.
Thariq-i-Nafsani sangat berat karena kalian harus selalu melakukan hal yang berlawanan dengan apa yang diinginkan oleh ego. Itu adalah pertempuran yang sangat dahsyat. Thariq-i-Ruhani lebih mudah. Syaikh berkata bahwa dalam thariqat kita, kalian dapat menggunakan yang terbaik di antara keduanya dengan syarat kalian juga harus melakukan hal terbaik dalam beribadah kepada Allah SWT. Dalam thariqat ini pertama kali Ruh dalam jiwa kita dimurnikan tanpa menghiraukan ego. Kemudian setelah Ruh menemukan atribut asli dari ego, suka atau tidak, dia (ego) harus mengikuti Ruh dan mematuhi perintahnya.
Syaikh membukakan hatinya kepada hati murid dan memberi berkah Ilahi (Faiz), yang berasal dari Samudra Faiz Ilahi. Beliau mempertebal kecintaan terhadap Allah SWT dalam hati murid-muridnya dan dalam kobaran api kecintaan Ilahi ini, semua yang berbau dunia materialistik akan terbakar. Lewat Faiz itu hati kita dibersihkan. Kemudian murid akan mengalami perubahan. Karena berkah dan kekuatan spiritual dari Syaikhnya, murid dapat mengalami peningkatan dari level kejiwaan yang terendah ke level tertinggi.
Dalam diri anak-anak Adam u selalu terdapat dua hal yang saling bertentangan. Ruh-u-Hawwaniya, yang selalu menentang Allah SWT dan bersifat memberontak, dan Ruh-u-Sulthaniya yang selalu patuh kepada Allah SWT dan menemukan kebahagiaan dalam beribadah kepada-Nya. Jika jiwa terendah selalu memegang kendali, karakteristik seseorang bisa lebih buruk daripada seekor binatang buas. Sebaliknya jika jiwa tertinggi yang memegang kontrol, karakteristik seseorang bisa lebih baik daripada para malaikat.
Wa min Allah at taufiq
Diposkan oleh budy La Mania
Sabtu, April 9
Apa Itu Murshid Naqshbandi ?
Apa Itu Murshid Naqshbandi ?
Shaykh Muhammad Hisham Kabbani DECEMBER 19, 2001
translasi oleh Sh. Sutono
Jika engkau sungguh mencintai Allah, ta’ati (patuhi) aku dan Allah akan mencintaimu. (Qur’an) Para shaykh Naqshbandi adalah pembimbing kepada Sayedena Muhammad s.a.w. dan Allah S.W.T.. Apapun yang diberikan Nabi ambillah, dan apapun yang dilarangnya tinggalkanlah (hentikanlah). Mereka memelihara disiplin shari‘ah, untuk membangun (meningkat kan) kamu dengan kewajiban harian dan kepada tingkatan iman dan berlanjut kepada tingkatan ihsan. Murshid Sejati ada empat tingkatan :
• Murshid Tabarruk : Penunjuk jalan terutama untuk menerima barakah dan biasanya mernyelesaikan tugasnya dengan memberimu sebuah awrad (wirid) dan praktek harian. • Murshid Tazkiyya : Penunjuk jalan yang mengangkat mu ke atas dengan mengambil amal buruk dan keinginan buruk kamu.
• Murshid Tasfiyya : Penunjuk jalan yang mengenyahkan semua keinginanmu terhadap dunya.
• Murshid Tarbiyya : Level tertinggi yang akan membangun mu ke atas dengan disiplin dan membawamu kepada tempat (maqam) kamu di Hadhirat Ilahi.
MURSHID AT-TABARRUK
Dia berada pada tingkat pertama dan diperkenankan untuk mengajarimu dan menaruh talqin dhikr pada lidahmu. Dia mengajarimu untuk mengingat dan menyeru Allah, dan bagaimana untuk mengikuti perintah Allah. Dia memberimu langkah pertama pada jalan tariqat. Seperti anak kecil yang kata pertamanya adalah “baba,” engkau menyeru (memanggil) pada siapa yang pertama kali engkau cintai. Jadi dia mengajarimu bagaimana mengatakan “Allah” dan untuk membangun hubungan itu antara jantungmu dan Surga. Dengan pembacaan doa, engkau akan melihat (mengenali) tanda-tanda Allah. Jika engkau tidak melihat mereka, engkau belum mencapai tahap yang murshid itu mencoba menunjukkan kepadamu. Dia harus menaruh pada lidahmu sultan dhikr yang digambarkan di dalam al Qur‘an:
Kami mengungkapkan al Qur‘an dan Kami melindunginya.
Dia akan menaruh pembacaan al Qur’an dan asma Allah dan arah kepada Nabi (yaitu., bagaimana membaca salawat) sesuai dengan kebutuhan pribadimu, untuk mencapai hadhirat Sayedena Muhammad s.a.w.. Pembacaan salawat berbeda-beda dari seorang kepada orang lainnya. Mereka memberi tahu kamu mana asma Allah yang dibaca dan bagaimana membaca salawat sesuai dengan kemampuan dan kebutuhanmu.
• The Murshid at-Tabarruk harus memiliki pengetahuan dan kuasa dari semua pepujian Allah – baik yang terucap ataupun yang dibatin.
• Dia harus tahu dhikr setiap makhluq yang ada, baik yang hidup maupun yang tidak hidup.
• Dia juga tahu apa yang dibutuhkan tubuhmu untuk membaca tasbih, karena setiap sel dalam tubuhmu memiliki tasbih tertentu.
• Murshid ini mengetahui bahasa apa dan tasbih jenis apa yang dibuat setiap makhluq, mendengarkannya secara serentak, namun mereka tidak menjadi tertumpang-tindih atau membingungkan.
• Dia tahu semua tasbih untuk Muslim dan non-Muslim, karena tubuh mereka membuat tasbih tanpa memandang apakah tubuh dan pikirannya menerima Islam.
• Dia menerima dari Nabi s.a.w. ilmu tentang informasi yang tepat (presisi) tentang apa yang diperbuat oleh setiap makhluq yang hidup dan non-hidup, baik yang di dunya dan di barzakh.
• Dia juga tahu benar tentang jinn dan kelebihan yang diberikan kepada mereka dari Allah dan/atau hukumamnya.
• Dia tahu secara tepat bagaimana setiap insan dan jinn dapat memperoleh ridho Allah, termasuk amal apa yang membuka pintu untuk mencapai baraka hadhirat Sayedena Muhammad s.a.w..
• Dia akan tahu tasbih apa yang diperlukan murid untuk tubuhnya dan untuk jiwanya, secara terpisah.
Murshid at-Tabarruk tahu nama semua manusia sepanjang penciptaan, sebagaimana diajarkan kepada Adam a.s., dan dicontohkan dalam ayat-ayat al Qur’an, dimana Allah bertanya kepada Malaikat apakah mereka tahu semua nama ciptaan, namun mereka tidak mengetahuinya. Ketika Dia bertanya kepada Adam a.s., dia membaca semua nama ciptaan satu per satu. Ketika dilakukan (pembacaan) itu, setiap bentuk spiritual mereka muncul di depan Adam a.s.. Murshid ini tentu telah mewarisi kuasa itu dari Adam a.s..
• Dia harus tahu para malaikat dari setiap makhluq ciptaan, termasuk mereka yang mencatat amal baik dan burukmu, demikian juga mereka yang memonitor jumlah makanan yang engkau lahap.
• Dia harus tahu semua malaikat yang melayani manusia.
• Dia harus tahu berbagai giliran malaikat yang turun – mereka yang turun sepuluh menit sebelum Fajr, sebelum Maghrib, dan antara Maghrib dan Isha .
• (Catatan : diwaktu dulu, giliran ganti pada saat Zuhr, namun dalam masa Grandshaykh Abdullah, waktu itu diganti menjadi antara Asr dan Maghrib).
• Para malaikat ini yang datang pada gilirannya mengharapkan murid untuk melaksanakan awrad (wirid) yang diwajibkan dari Murshid nya ini.
• Mereka mengharap melihat murid terlibat dalam praktek ini ketika mereka turun (ke dunia), agar supaya dapat meneruskan cahaya dan hubungan surgawi yang mereka miliki.
• Jika murid itu tidak sedang melaksanakan kewajiban wiridnya itu dalam masa (waktu) khusus ini, malaikat tidak dapat mencerahkan (menyalakan) jantungnya. Pada dasarnya, murid yang tidak melakukan wiridnya adalah seperti keledai.
Sebagai balasan dari memelihara kewajiban hariannya, murid dapat mengandalkan perlindungan Murshid nya dan mendapat jaminan sambungannya kepada Sayedena Muhammad s.a.w. Pertalian/kontak ini harus ada agar supaya Murshid menyerahkan murid itu kepada tahap kedua, kepada Murshid at-Tazkiyya.
• Tahap pertama ini dimulai dengan membaca sehari-hari 5,000 kali “Allah, Allah” dan
• Membaca 500 kali salawat dalam cara /model yang telah dirumuskan (bagi murid).
• Tahap berikutnya adalah membaca sehari-hari 24,000 kali “Allah, Allah” dan 5,000 kali salawat.
• Ini baru tahap pertama dari tujuh belas tahap yang berbeda dari Murshid Tabarruk.
• Grandshaykh berhenti sampai di tahap satu ini karena dia berkata bahwa pikiran (pemikiran) orang-orang tidak dapat membawa lebih dari pada itu. Setelah semua tujuh belas tahap berikut nya adalah tahap Murshid at-Tazkiyya.
• Dalam matarantai Thariqat Naqshbandi selain Mata Rantai Emas kita, mungkin terdapat pribadi yang berbeda untuk mengisi masing-masing setiap posisi dari empat tahapan ini. Dalam banyak kasus, seorang shaykh dapat memanggul dua sampai tiga tahapan sebelum shaykh lainnya mengambil alih secara fisik.
• Namun dalam Matarantai Emas, Shaykh zaman ini memiliki otoritas dan kuasa untuk mengatur kesemua empat tahapan untuk setiap murid. Itulah sebabnya sekali seseorang mengambil bay’ at‘ dalam thariqat kita, mereka tidak akan pernah membutuhkan Murshid lainnya. Dimasa ini Shaykh kita hanya ingin kita menyadari bahwa kita tidak memiliki kemampuan melakukan sesuatu yang berguna.
• Makin buruk kita pikir (anggap) diri kita, makin bahagia mereka dengan kita. Dia ingin kita mengetahui bahwa amal kita tak akan pernah membawa kita kemana-mana, dan bahwa satu-satunya kesempatan yang kita miliki adalah keterlibatan Shaykh kita. Maka, kita harus terus-menerus minta ampunan dan kasihnya.
Grandshaykh Abdullah (semoga Allah mensucikan ruhnya) sering mengingatkan kita hal berikut ini :
“Engkau harus selalu terus menerus menancapkan tiga kukumu ke dahimu (yaitu ingat tiga hukum ini setiap saat jika engkau ingin berhasil dalam tariqat).
• “Jika saya memberimu sebuah sekop patah dan memerintahkan kamu untuk menggali sampai ke dalam tengah bumi untuk mendapatkan berlianmu, kamu menggali. Kamu jangan pernah bertanya mengapa atau mengeluh; kamu hanya menggali.
• “Jika saya memberi mu sebuah ember dan berkata ‘kuras samudera itu’, jangan menanyakan bahwa air tidak akan pernah berkurang, atau mendebat bahwa tidaklah mungkin menguras samudera dengan sebuah ember : hanya mulai lah menguras ! Sesaat pikiran itu muncul pada dirimu bahwa tugas itu adalah tidak mungkin, tidak praktis, atau tiada gunanya, kamu gagal dalam ujian itu dan akan harus memulai dari awal lagi.
• “Jika saya mengatakan (pada) semut makanannya ada di Barat dan dia berada di Timur, dia akan langsung mulai berjalan. Murid harus seperti semut itu : jangan menggunakan pikiranmu untuk mengetahui bagaimana kamu akan mendapat makananmu, hanya berjalanlah ! Jika kamu meninggal dalam upaya, engkau meninggal, engkau berserah diri.”
Instruksi paling penting adalah, jika seseorang melaksanakan (menyelesaikan) tiga amalan ini secara tekun, Allah akan mengirim malaikat Reeha Sibah, yang akan membawa murid itu ke Hadhirat Ilahi! Dia akan melakukan ini untuk kita karena kita mematuhi Allah dengan mematuhi Shaykh kita, dan Rahmat Nya adalah tak terbatas dan Dia melakukan yang Dia kehendaki. Kita akan mencapai Tahap Ilahiah bukan karena amal, ibadah, atau pengorbanan kita yang manapun, namun karena tahap kepasrahan kita.
Ketika mendengar ini, seorang murid bertanya, “Jadi mengapa bersungguh-sungguh dalam ibadah?” Shaykh akan membawa setiap pengikutnya ke Hadhirat Ilahi sampai pada satu titik, tetapi hanya mereka yang bersungguh-sungguh di Jalan Allah yang sesungguhnya akan melihat dan mendengar dalam Samudera itu. Untuk seseorang khusus yang memenuhi kewajiban mereka, penampakan dan suara akan terbuka bagi mereka. Kamu jangan pernah mencoba bangga karena menyelesaikan kewajiban kamu, jangan. Menyadari itu tidak berharga seperserpun, namun lakukanlah (persembahan) itu dengan ta’at dan rendah hati, dengan menyadari bahwa tanpa Shaykh mu engkau adalah seorang pecundang.
MURSHID AT-TAZKIYY
Sebagaimana telah dikatakan, terdapat empat kategori Murshid. Pertama adalah Murshid at-Tabarruk. Murshid ini membimbingmu untuk melaksanakan beberapa bentuk ibadah seperti dhikr dan pembacaan al Qur’an, untuk mendapat hadiah dari Allah .
Kategori kedua adalah Murshid at-Tazkiyya. Dia membimbingmu dalam proses pencucian yang disebut tazkiyat an-nafs. Bagaimana seseorang mencuci / mensucikan diri sendiri ? Perju angan jenis apa yang harus dilewati seseorang agar supaya mencapai kendali atas nafsu/keinginan nya ? Nabi menggambarkan perjuangan ini, al-jihad an-nafs, sebagai jihad al-akbar dalam hadith ini :
"Kami kembali dari jihad al-asghar kepada jihad al-akbar.”Para shahabatnya menanyakannya, “Apakah jihad al-akbar?” artinya, “Apa yang lebih hebat dari memerangi para tak-beriman, di jalan Allah dan berharap mati setiap sa’at?” Dia menjawab, “Jihad al-nafs.”
Adalah sangat sukar untuk melawan diri sendiri. Adalah mudah untuk memerangi musuh seseorang, karena engkau tahu dia musuhmu, namun dirimu tak akan pernah mengatakan padamu dia adalah musuhmu. Nabi s.a.w. mengatakan : Barang siapa menjamin (mengekang) apapun di antara kedua rahangnya dan kedua kakinya, saya menjamin baginya surga. Nafsu/keinginan adalah apapun yang datang dan pergi dari mulut dan apapun yang berproses dari nafsu sexual, shahwat al-haraam. Jihad an-nafs memberikan kendali terhadap keinginan seperti itu.
• Dirimu sendiri tak akan membiarkan kamu mengendalikan itu. Itu akan selalu dalam sebuah perlawanan/perkelahian denganmu.
• Lidah akan selalu menginginkan makanan paling enah/baik. Dalam berjuang melawan diri sendiri, pertama tama adalah keinginan akan makanan.
• Engkau menginginkan jenis makanan terbaik, selalu mencari berbagai jenis makanan. Jika engkau telah memiliki sepuluh, engkau menginginkan duabelas. Mata selalu lapar !
Nabi s.a.w. bersama para sahaba, sering sekali makan sisa kuah daging, tanpa daging sedikitpun. Mereka mencelupkan roti ke dalam saus/kuah, menganggapnya satu makanan lezat, dan mereka berbahagia, alhamdulillah. Hari ini, oh! Kita menginginkan begitu banyak makanan, dikapalkan dari negeri lain, untuk membuat berbagai macam makan exotic ! Jadi, pada tataran ini, melarang lidahmu makan barang haram dan bahkan kekenyangan, adalah sangat penting. Bergosip, bohong, menyebarkan kekacauan dan merencanakan pemberontakan – semua ini melewati lidah dan harus dihindarkan karena itu berasal dari shaytan. Seseorang yang menggemari praktek tersebut menjadi seperti seekor burung merak sombong. Fir’aun menjadi begitu sombong, berkata, “Akulah Pangeran (Rabb) mu Yang Maha Tinggi.” Dia tidak (mau) melihat siapapun lebih tinggi darinya.
Murshid at-Tazkiyya menghancurkan keinginan seperti ini. Bagaimana ?
Dengan menunjukkan bagaimana mengikuti jejak Nabi s.a.w. melawan diri sendiri atas empat musuh: nafs, dunya, hawa, dan Shaytan. Setiap orang memiliki empat musuh ini melekat pada dirinya, tanpa kecuali. Murshid ini mengajari mu untuk berjuang terhadap musuh ini dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad s.a.w.
Sebagai tambahan, Murshid at-Tazkiyya memiliki pengetahuan lengkap tentang empat madh’hab pikiran dalam Islam. Dia harus tahu riwayat hidup dan semua hukum fiqh, pendapat jumhur ulama dan ajaran agama dari Imam Abu Hanifa, Imam Malik, Imam Shafi‘i, dan Imam Ahmed. Agar supaya membimbing murid, Murshid tahap ini (harus) memiliki akses spiritual lengkap yang dibawa ke-empat imams legendaris ini, dan dia dapat mengikuti mereka tanpa salah sedikitpun, atau kalau tidak begitu dia tidak akan dapat membimbingmu.
Semua qualitas seorang Murshid at-Tabarruk harus dipegang oleh seorang Murshid at-Tazkiyya dan di atas itu dia harus memiliki ilmu dari empat madh’hab, dan dia harus memiliki ijaza-nya. Lembaga masa kini mengabaikan tradisi ini dengan memberikan PhDs. Dari awal Islam sampai dengan tiga puluh sampai empat puluh tahun lalu, tidak terdapat PhD, hanya ada ijaza - izin. Shaykh mengakui muridnya telah menyelesaikan pelajaran mereka dibawah bimbingannya, dan memberi wewenang mereka untuk mengajar. Shaykh harus menerima ijaza nya dari shaykh sebelumnya, mengikuti jejak matarantai ke belakang yang berujung pada salah satu dari empat imam.
System ini telah dimusnahkan habis dalam jangka waktu lima puluh tahun terakhir ini. Kini Islam dipelajari dalam system universitas yang tiada hubungannya dengan bagaimana Islam diajarkan selama empat belas abad. Itulah sebabnya ulama Islam masa kini tidak memiliki cahaya, tetapi hanya perhatian kepada kekayaan dan titel dimana ulama masa lalu sama sekali tidak memiliki perhatian. Ulama masa lalu duduk di sudut-sudut masjid, mengajari murid mereka cinta, toleransi, dan barakah Islam. Ulama masa kini mengajari bagaimana puasa, bagaimana untuk menimbulkan kekacauan, menukil dan menempelkan dari al Qur’an dan Hadith, mengajari murid mereka untuk menyebarkan kebingungan. Mengapa Muslims tidak berhasil ? Karena mereka sangat jauh dari agama mereka. Orang seperti kita, kami bukan pemimpin, dan kami bukan presiden. Kami tak dapat membuat perubahan. Mereka yang dapat melakukan perubahan jauh dari Islam; mereka adalah Muslim dalam nama saja.
Murshid at-Tazkiyya memulai dengan la ilaha ill-Allah. Apa yang pertama kali dibawa Nabi s.a.w. : La ilaha ill-Allah. Ketika kalimat itu terbentuk dalam diri, bagaimana empat musuh itu dapat menyerangmu ? Bila kamu percaya akan itu, dan memegang teguh percaya akan akhira, kamu tidak dapat terlibat kesalahan apapun. Kami katakan (kalimat) itu hanya dengan lidah, namun tidak dengan perbuatan. Jika kita katakan itu dalam kebenaran dengan lidah dan perbuatan, Allah dan Nabi Nya akan mendukung (menolong) kita. Jangan mengira kita tidak akan menghadapi kesukaran. Apakah Nabi s.a.w. menderita oleh ummatnya ? Dia berkata :
"Tiada seorang Nabipun dilukai/diciderai ummatnya sebagaimana saya dilukai/diciderai oleh ummat saya. Dia adalah Utusan (Rasul) paling baik, namun Allah mengiriminya dengan kesukaran untuk melihat pondasinya dan ta’at azasnya. Maka la ilaha ill-Allah hanya terbentuk dalam diri Nabi s.a.w., karena dia adalah pembawa kalimat tersebut yang paling sempurna. Jika seorang dari ulama masa kini mengangkat satu kakinya dari bumi dan terbang, dia akan begitu sombong, dan ummat akan mulai menyembahnya.
Nabi s.a.w. pergi Isra dan Mi’raj. Dalam sebuah tubuh fisik yang dibuat sesuai dengan hukum alam (dunia) ini, dia bergerak (dalam ruang) melawan hukum alam ini, ke Surga dan kembali, dan dia tidak pernah sombong. Dia adalah sosok pribadi paling sederhana. Dia tidak pernah mengangkat kepalanya. Kini jika seseorang terangkat bahkan bukan terangkat dari bumi, namun hanya terangkat ke sebuah kursi, dia menjadi begitu sombong sehingga dia bahkan tidak mau menerima tamu yang mengetuk pintunya.
Janganlah menolak untuk membuka pintumu ! Murshid at-Tazkiyya adalah seseorang yang berlari mengejar Allah. Allah mengiriminya abdi yang jujur (bersungguh), berlari menyertainya. Hal pertama yang diajarkan kepadanya adalah la ilaha ill-Allah, untuk membentuk tauwhid sempurna dalam pengikutnya. Ketika itu sudah terbentuk, maka mereka dapat mengucapkan “Allah, Allah”. Pada saat itu mereka melihat tanda-tanda Allah dimana-mana. Kemudian mereka dapat bersaksi: ash-hadu alla ilaha ill-Allah wa ash-hadu anna Muhammadan Abduhu wa Rasuluh. Pada saat itulah mereka melakukan shahada yang benar.
Tugasnya adalah menaruh asma al-jalala, “Allah, Allah” pada lidahmu paling sedikit 24,000 kali. Orang mungkin mengatakan bahwa itu akan mengambil waktu seharian. Cobalah itu esok, dan katakan padaku berapa lama itu mengambil waktu. Itu tidak akan lebih lama dari satu jam, tetapi lebih dekat kepada setengah jam. Dan setelah itu membaca 5000 salawat Nabi s.a.w.. Itu akan memakan waktu setenga jam. Jadi jumlah keduanya adalah satu jam !
Pada tahun 1996 shaykh saya, Shaykh Nazim Adil al-Haqqani (semoga Allah mensucikan ruhnya) memerintahkan saya ber-khalwat untuk empat puluh hari dalam sebuah masjid di Turkey. Dia berkata, “Setiap hari katakan paling sedikit 48,000 “Allah, Allah” dan 24,000 salawat dan sepuluh juz al Qur’an. Jika kamu menyelesaikan itu, kamu dapat melanjutkan sampai kepada 124,000 kali “Allah, Allah” dan 48,000 salawat dan dua puluh juz. Jika kamu menyelesaikan itu, baca seluruh al Qur’an dan 700,000 “Allah, Allah” dan 240,000 salawat.”
Itu sangat melelahkan. Meskipun saya tidak pernah memenuhi bacaan harian tiga puluh juz al Qur’an, saya mencapai 700,000 “Allah, Allah”, 48,000 salawat dan lima belas juz. Ini adalah tambahan dari semua awrad lainnya.
Itu adalah Murshid at-Tazkiyya. Ketika mereka mengatakan, “Lakukan itu”, mereka mengirimkan dukungan. Bila engkau berjalan pada Jalan Nya, Dia mendekati mu. Itu adalah sebuah hadith Qudsi, “Jika engkau datang kepada Allah sejarak satu hasta, Dia datang kepadamu sejarak sepuluh hasta, dan jika kamu datang kepada Nya berjalan, Dia datang kepadamu berlari.” Itu artinya Allah mengirim bantuan Nya, Kuasa Nya, selama engkau memperlihatkan kemajuan.
Jika kita memperlihatkan kemajuan, Allah akan mengirim bantuan Nya. Semoga Allah mengirimi kita bantuan Nya. Seorang Murshid at-Tazkiyya telah memiliki semua karakteristik dari seorang Murshid at-Tabarruk. Dia memiliki methodanya, jalannya, dan telah mewarisi rahasia dari Nabi s.a.w. untuk melakukan proses pensucian kepada pengikutnya melalui perjuangan murid di dalam diri mereka.
Murshid at-Tazkiyya harus menjadi seorang yang selalu melakukan sunnah dan shari’ah Nabi s.a.w. dalam tingkatan yang tertinggi, memelihara al-‘adheema. Dia sadar terhadap pemikiran apapun yang mendatangi pikirannya yang tidak sejalan dengan empat madzhab, dan dia menolaknya, karena dia telah dinaikkan pada tataran (tahap) dimana seluruh jantung dan pikirannya diarahkan oleh empat madzhab, mengikuti sunnah Nabi s.a.w.
Dia telah mendapat izin untuk memberi instruksi dan membimbing pengikutnya untuk memanggil Rabb mereka dalam tahlil dua puluh empat ribu kali dan dengan mengatakan dua puluh empat ribu “Allah, Allah” dan mengatakan salawat lima ribu kali. Ketika mereka mengatakan “Allah”, jantung dan lidah bekerja bersama, seperti kombinasi raga dan ruh, kombinasi ruh dan pikiran, menggunakan bentuk fisik dan bentuk ruhaniah, menggabungkan dua elemen ini untuk membuat mereka menjadi pencari (pejalan) pada jalan ilahiah. Setiap kali seoranmg murid berkata “Allah” jantungnya berirama dan lidahnya berirama secara bersamaan, terbang kepada Hadhirat Ilahiah.
Hingga kini, murid tariqat Naqshbandi berada pada tahap awal, jadi mereka masih pada tataran pertama. Pada tataran itu mereka tidak dapat melihat pencerahan jenis itu yang terkuak di hadapan mereka. Hanya di bawah asuhan Murshid at-Tazkiyya, seorang mubtadi‘ bergerak ke tataran musta‘i, dimana Shaykh akan menaruh pada lidahnya dhikr yang akan mengangkatnya ke Hadhirat Ilahiah. Murshid at-Tazkiyya dapat memanggil Shaykh Naqshbandi dimanapun, hidup atau mati.
Ketika dia memanggil mereka itu, shaykh itu akan segera datang melalui kekuatan spiritual Murshid at-Tazkiyya. Berapa banyak shaykhs telah mencapai tahap wali melalui tariqat Naqshbandi? Murshid at-Tazkiyya manapun yang memanggil, hidup maupun tidak, mereka harus datang dan memenuhi kebutuhannya. Dari kuasa yang diberikan Allah kepada Nabi s.a.w. , dia selanjutnya memberikan kepada Murshid at-Tazkiyya, untuk Murshid itu mengetahui semua awliya-ullah di setiap abad, dengan namanya maupun ruhaniahnya. Lagi pula, dia memiliki hubungan dengan mereka, karena dia memerlukan mereka dan mereka memerlukan dia. Dia harus tahu keluasan ilmu mereka, dan dari pancuran (mata air) ilmu yang mana mereka melepaskan dahaga mereka. Pada setiap waktu khusus, dia harus tahu ilmu apa yang sedang diterima wali itu, dan untuk hikmat dan tujuan apa mereka menerima (ilmu) itu.
Sebagai tambahan, dia harus tahu setiap wali diantara mereka, dan dari Nabi yang mana dia memperoleh (mewarisi) ilmu rahasia itu, karena setiap wali berada dalam tapak tilas satu di antara seratus dua puluh empat ribu anbiya, menurut hadith al-‘ulama warith at-al anbiya.
Kekhususan Murshid at-Tazkiyya lainnya adalah bahwa dia selalu sadar akan serangan dari empat musuh kepada setiap muridnya. Allah mengkaruniakan kepada mereka sebuah kekuatan untuk bersama setiap muridnya, untuk menjamin/memastikan empat musuh yang mana yang sedang menyerang dan memperdaya mereka. Pada saat demikianitu, dia akan menangkap musuh itu dan menghindarkan mereka dari menyerang muridnya.
Dalam kawalannya, muridnya akan mencapai tahap zahid dalam hidup ini. Mereka menjadi seseorang yang mempersembahkan seluruh perhatiannya semata-mata untuk membangun masyarakat yang sempurna dan ideal, kelompok dalam masyarakat dan bangsa, dimana tidak seorang pun membeda-bedakan terhadap ciptaan Allah.
Bilamana seorang dari muridnya merasakan kemalasan, kelelahan, penyesalan, depresi atau perasaaan negatif lainnya, (hanya) dengan satu kata Murshid at-Tazkiyya dapat mengusir perasaan negatif itu dan membuat murid itu merasa lega, santai. Itulah sebabnya jika duduk bersama Mawlana Shaykh Nazim, itu membuang semua beban karena daya tarik itu yang datang dari matanya.
Murshid at-Tazkiyya harus membentuk muridnya untuk berpegang teguh pada tahap tertinggi dari shari’ah dan sunnah Nabi s.a.w. Itu berarti disamping semua kewajiban (fardhu), Shaykh akan mendorong murid nya untuk mengangkat (menjalani) banyak ibadah sunnah. Sebuah contoh adalah tentang sebuah rukhsa – engkau punya wudu dan mempertahankan itu sampai shalat berikutnya. Engkau tidak memperbaharui wudu itu pada saat itu. Namun tahap kedua dari adheema adalah membuat wudu pada setiap waktu shalat; tahap tertinggi adalah untuk membuat ghusl(?) pada setiap waktu shalat.
Murshid at-Tazkiyya harus memegang kuasa (kekuatan) untuk memberi mimpi benar kepada murid.
Dalam pengalaman saya, banyak orang datang dan mengatakan, “Saya melihat seorang Shaykh dalam mimpi saya.” Dia tampak seperti ini (menggambarkan mimpinya) dan memberikan saya sebuah barang (cindera mata) dari Sayedena Muhammad .” Kemudian, mereka mengecek kepada Shaykh secara berhadapan , atau mereka melihat fotonya di Internet, atau mereka melihat seorang murid Shaykh itu dalam sebuah mimpi padahal dia tidak mengenalnya.
Kemudian mereka bertemu dengan Shaykh itu, dan menyadari mereka melihatnya sebelum ini dalam sebuah mimpi . Murshid dapat mencapai (menghubungi) siapapun di dunia ini melalui mimpi dan penampakan. Orang dapat menjadi pengikut melalui mimpi dan penampakan, membaktikan diri untuk mengikuti jalan ahl as-sunnah wal-jama‘at pada tahap (level) tertinggi, bahkan menerima perintah dari Shaykh melalui mimpi dan penampakan. Begitulah kekuatan (kuasa) seorang Murshid at-Tazkiyya.
Pada waktu itu, Murshid at-Tazkiyya akan memberikan muridnya yaqaza, dan memelihara napasnya, kedua nya – apakah meniup atau menghirup – harus dilakukan dengan pengamatan bahwa pada setiap saat, Allah dapat menghentikan murid itu dari meniup atau menghirup. Itu artinya bahwa pada setiap detik, dengan baraka Murshid, yang diambilnya dari Nabi s.a.w., murid akan mengingat Rabb nya dengan setiap napasnya. Kini untuk banyak di antara kita, bernapas adalah sesuatu yang dilakukan tubuh secara otomatis tanpa kesadaran kita. Kita bercakap dan kita bernapas, tanpa sadar. Kita tidak mengingatnya. Ketika kita menyelam dalam laut, barulah kita menyadari, untuk pergi ke permukaan dan mengambil sehirup udara.
Murshid at-Tazkiyya akan membuat murid nya menyadari bahwa pada setiap saat dia diselamkan dalam sebuah samudera, bahwa energy yang mereka serap atau keluarkan, adalah melalui Qudra Allah. Maka mereka akan ingat pada setiap napas untuk mengatakan “Allah, Allah” ketika meniup dan menghirup, dan mengingat Allah melalui sifat Nya, “Hu, Hu, Hu” atau melalui asma Nya yang lain, tergantung pada waktu hari dan kondisi.
Setiap hirupan dan setiap tiupan adalah dengan satu asma Allah. Dengan setiap hirupan terdapat sepuluh malaikat menyertai napas itu, dan sepuluh lagi dengan setiap tiupan. Setiap malaikat diciptakan dengan cahaya yang berbeda dari Nur Allah. Grandshaykh mengatakan bahwa sembilan per sepuluh dari cahaya itu adalah dari Sayedena Muhammad s.a.w. dan sepersepuluhnya adalah dari Nur Ciptaan. Kita tidak dapat berasal dari Nur Allah; itu tidak mungkin. Kita adalah abdi Allah dan tidak dapat berbagi Nur Nya. Setiap hirupan dan tiupan adalah dengan sembilan per sepuluh Nur Muhammad dan sepersepuluhnya dari bahr al-qudra. Awliya mengatakan bahwa manusia memiliki 24,000 napas dalam 24 jam. Setiap hirupan dan tiupan harus dengan dhikr-ullah. Hanya Murshid at-Tazkiyya yang dapat meletakkan itu pada lidahmu.
Setiap napas adalah dengan dhikr-ullah, namun kamu lalai (cuek) akan hal itu. Jika kamu mencapai tahap lebih tinggi, kamu akan memiliki kesadaran untuk setiap napas. Sekali kamu mencapai keasadaran tentang 24,000 napas, Murshid akan menambah kesadaran itu menjad 700,000 kali per hari.
Itu disebut sebagai kekuatan ta’i al-lisan. Mereka memekarkan waktu untuk membuatmu memanggil Rabb mu 700,000 kali, dengan memperpanjang waktu, tanpa membuat waktu itu lebih besar, tetapi dengan menambah nya dengan kekuatan lidah, sebagaimana Allah dapat membuat seluruh dunia melalui lubang jarum tanpa membuat dunia lebih kecil atau lubang jarum lebih besar. Itu adalah dari haqiqat at-ta’i – salah satu dari tujuh kenyataan (haqq) dalam diri manusia.
Kenyataan (hakikat) mengkerutkan jarak adalah dalam jantung manusia. Bagi seseorang yang telah mencapai tahap ini, mereka hanya memerlukan berkata “bismillah ir-rahman ir-raheem”dan dapat berada di sebarang lokasi di bumi dalam sesaat. Bagaimana mereka melakukan hal itu ? Kini kamu bergerak dengan raga fisik kamu. Raga dibatasi oleh hukum fisika dunia, gaya berat, dsb. Ketika kamu bergerak, kamu bergerak dengan kemampuan itu. Kamu menggunakan sebuah kendaraan, seperti sebuah mobil, yang memiliki kekuatan fisik untuk membawamu. Untuk bergerak dengan lebih cepat kamu menggunakan sebuah pesawat terbang. Itu memiliki mesin yang lebih kuat yang akan membawamu. Jadi mengapa kita terheran-heran, ketika kita dapat menerbangi sebuah jarak yang, sebagai contoh, satu abad yang lalu akan memakan waktu tiga tahun untuk mencapainya, katakan dari China ke Mecca? Jika pada waktu itu kamu mengatakan,
“Sesuatu akan membawamu lewat udara satu hari nanti,” orang akan mentertawakan kamu. Jadi awliya-ullah menemukan energy yang lebih kuat yang dapat membawamu : energy ruhaniah. Mobil dan pesawat menggunakan bahan bakar yang berasal dari kedalaman bumi. Itu (sesuatu) dipisahkan (di-isolasi - retret) dari sekeliling dengan dirinya sendiri dan itu menjadi energy, sedang sebelumnya itu adalah sesuatu yang lain, dan Allah tahu apa itu. Ruh terkait dengan surgawi. Jadi Allah tahu energy apa yang ada di dalamnya. Jika seorang awliya mau bergerak, mereka membawa raga dan menaruhnya di dalam ruh dan kemudian bergerak dengan kecepatan ruh. Kemudian ketika mereka sampai di tujuan, mereka mengeluarkan raga dari ruh dan ruh memasuki kembali raga itu. Mengapa kita dapat menerima kenyataan dengan sebuah pesawat, tetapi tidak menerimanya pada kasus raga dan ruh ? Itu memerlukan pondasan/landasan iman kepada hal yang gaib (tak nampak). Awliya menggunakan kekuatan yang sama untuk mengkerutkanjarak.
Energy dapat membawa apapun. Untuk mengangkat sebuah blok besi dua – ton , engkau membawa sebuah crane, dan dengan sebuah mesin kecil, itu dapat mengangkatnya. Mengapa kita memandang bahwa kekuatan ruh sebagai tidak berfungsi ? Kamu dapat memanfa’atkannya, dengan menggunakan kekuatan yang dikembang kan oleh para wali. Ta’i al-lisan adalam mirip dengan ta’i al-makan. Jika kamu mau membuat dhikr 24,000 kali, kamu dapat dengan mengulang-ulang “Allah, Allah” dengan setiap hirup dan tiup. Jika kamu mau membuat dhikr dengan biji tasbih, kamu dapat mencapai, sebagai contoh, 200,000 dengan lidah normal. Tapi untuk mencapai 700,000 kali kamu memerlukan ta’i al-lisan. Dengan kekuataan Murshid at-Tazkiyya, yang mendapatkannya dari Nabi s.a.w. dia dapat membuatmu mengatakan “Allah, Allah” 700,000 kali dalam satu jam; bagi beberapa murid dalam setengah jam; untuk beberapa lainnya dala 15 menit, dan untuk beberapa lagi dalam satu menit . Bagaimana itu mungkin? Bagaimana dapat lidah mencapai itu ?
Di bawah lidah, Allah menciptakan urat darah (artery) yang langsung menyambung kepada jantung. Jika kegelapan dihapuskan dari lidah dan jantung, dengan jalan murid berlanjut dalam mengikuti perintah murshid, kamu menjadi nurani, dan pada saat itu kamu bukan lagi raga, atau lidah, namun kamu menggunakan Cahaya, yang terkait dengan Surgawi. Segala sesuatu yang menyangkut surgawi dapat melakukan apapun; tiada sesuatu yang tak-mungkin, tiada lagi batasan.
Pikiran manusia terkait dengan bumi keduniawian. Tetapi ketika orang menjadi nuriyaaniyoon, itu adalah makna dari hadith Qudsi :
Tidak surga tidak pula bumi dapat menampung Aku, kecuali jantung abdi Ku yang beriman. Jantung dalam situasi seperti itu dapat melaksanakan keajaiban (mu’jizat). Jantung (seperti) itu dapat mencapai 7 juta kali “Allah, Allah”, bahkan 70 juta kali. Itu semua diperkenankan bagi setiap manusia, jika dia mau mengikuti awliya-ullah. Allah bersabda : Awliya Ku berada di bawah cungkup (dome) Ku; tiada seorangpun tahu tentang mereka kecuali Aku.
MURSHID AT-TASFIYYA
Murshid at-Tasfiyya adalah murshid tahap ketiga, di atas tahap Murshid at-Tazkiyyat dan Murshid at-Tabarruk. Murshid at-Tabarruk adalah keaulia-an tahap pertama dalam Thariqat Naqshbandi. Tahap kedua adalah, Murshid at-Tazkiyyat, harus mencakup semua aspects Murshid at-Tabarruk dan begitu pula Murshid at-Tasfiyya membawa semua yang dibawa Murshid at-Tazkiyyat dan Murshid at-Tabarruk. Semua karakteristik tahap sebelumnya terpantul pada Murshid at-Tasfiyya ini.
Murshid at-Tabarruk dan Murshid at-Tasfiyya tidak memiliki perhatian kepada dunya ini:
Mereka itu zahid. Cukup bagi mereka makan sedikit, minum sedikit, dan hidupnya terdiri dari ibadah dan membimbing orang. Murshid at-Tasfiyya adalah zahid fid-dunya maupun zahid fil-akhira. Itu artinya surga bagi mereka bukanlah tujuannya. Banyak orang memohon surga abadi, jannat al-khuld. Namun surga bukanlah tujuan seorang awliya-ullah; mereka harus sederhana (ascetic). Sasaran mereka hanyalah Al Khaliqu. Apapun selain Allah tiada artinya buat mereka - maa siwallah. Semua yang diciptakan Allah adalah maa siwahu. Allah adalah Sang Pencipta dan semua lainnya adalah ciptaan Nya. Awliya-ullah pada tahap itu tidak tertarik untuk mendapatkan apapun yang diciptakan Allah. Kecintaan mereka hanya kepada Nya, dan bagi mereka akhira tidak berbeda dari dunya. Untuk kita, akhira adalah harapan kita dan sasaran kita. Untuk mereka Allah adalah harapan mereka dan sasaran mereka.
Nabi berkata saw : "Setelah orang-orang diadili dan dikirimkan ke surga dan neraka, Allah akan muncul bagi beberapa orang di surga [Dia akan menampakkan Diri, turun]. Harapan awliya ini hanyalah Allah – tiada lainnya. Seluruh perhatian (focus) melalui jantungnya tidak dapat kepada selain Allah S.W.T.. Jika sesaatpun Cahaya mereka tertuju kepada selain Allah, mereka akan disingkirkan sepenuhnya dari Hadhirat Ilahi. Dan jika Allah S.W.T. mengungkapkan kepada wali itu apapun dari gaib tahap tinggi, derajat, keadaan dan pengetahuan, dia tidak boleh melihatnya. Dia harus tetap mempertahankan konsentrasinya untuk mencapai pintu Rabb nya.
Salah seorang dari murshids demikian itu, Bayazid al-Bistami, yang lebih tinggi dari tahap itu, selalu melihat ke depan tidak pernah melihat ke belakang, ke kanan atau ke kiri. Dia mencapai tahap di mana dia mendengar suara dari arah Hadhirat Ilahi. Dia berkata, “Ya Rabbi, bukalah untukku pintu Mu. Ini adalah harapan ku, ‘ishq – ku .
Bukalah untukku pintu Mu.” Dan dia mendengar sebuah suara : “Ya Bayazid. Pintu Ku tidak dapat dibuka sampai kamu menjadi abdi dari abdi Ku, mazballatan lil‘ibad untuk ciptaan lainnya – sebuah tong untuk sampah mereka. Barulah Aku akan membuka untukmu pintu Ku.”
Grandshaykh tidak diminta untuk menjadi tong sampah bagi dirinya, namun menjadi tong sampah orang yang paling hina yang ditemuinya. Engkau dapat menjadi tong sampah bagi ayahmu, ibumu, isterimu, saudaramu atau temanmu, tetapi untuk seorang asing yang tak kamu kenal ? Dan saya yakin bahwa tidak seorangpun menerima menjadi tong sampah bagi ayah atau ibunya. Dia bahkan tidak setuju bahwa dia adalah sampah. Dia berpikir dia memiliki pikiran paling cemerlang dan semua lainnya adalah dungu, idiot.
Shaykh Muhammad Hisham Kabbani DECEMBER 19, 2001
translasi oleh Sh. Sutono
Jika engkau sungguh mencintai Allah, ta’ati (patuhi) aku dan Allah akan mencintaimu. (Qur’an) Para shaykh Naqshbandi adalah pembimbing kepada Sayedena Muhammad s.a.w. dan Allah S.W.T.. Apapun yang diberikan Nabi ambillah, dan apapun yang dilarangnya tinggalkanlah (hentikanlah). Mereka memelihara disiplin shari‘ah, untuk membangun (meningkat kan) kamu dengan kewajiban harian dan kepada tingkatan iman dan berlanjut kepada tingkatan ihsan. Murshid Sejati ada empat tingkatan :
• Murshid Tabarruk : Penunjuk jalan terutama untuk menerima barakah dan biasanya mernyelesaikan tugasnya dengan memberimu sebuah awrad (wirid) dan praktek harian. • Murshid Tazkiyya : Penunjuk jalan yang mengangkat mu ke atas dengan mengambil amal buruk dan keinginan buruk kamu.
• Murshid Tasfiyya : Penunjuk jalan yang mengenyahkan semua keinginanmu terhadap dunya.
• Murshid Tarbiyya : Level tertinggi yang akan membangun mu ke atas dengan disiplin dan membawamu kepada tempat (maqam) kamu di Hadhirat Ilahi.
MURSHID AT-TABARRUK
Dia berada pada tingkat pertama dan diperkenankan untuk mengajarimu dan menaruh talqin dhikr pada lidahmu. Dia mengajarimu untuk mengingat dan menyeru Allah, dan bagaimana untuk mengikuti perintah Allah. Dia memberimu langkah pertama pada jalan tariqat. Seperti anak kecil yang kata pertamanya adalah “baba,” engkau menyeru (memanggil) pada siapa yang pertama kali engkau cintai. Jadi dia mengajarimu bagaimana mengatakan “Allah” dan untuk membangun hubungan itu antara jantungmu dan Surga. Dengan pembacaan doa, engkau akan melihat (mengenali) tanda-tanda Allah. Jika engkau tidak melihat mereka, engkau belum mencapai tahap yang murshid itu mencoba menunjukkan kepadamu. Dia harus menaruh pada lidahmu sultan dhikr yang digambarkan di dalam al Qur‘an:
Kami mengungkapkan al Qur‘an dan Kami melindunginya.
Dia akan menaruh pembacaan al Qur’an dan asma Allah dan arah kepada Nabi (yaitu., bagaimana membaca salawat) sesuai dengan kebutuhan pribadimu, untuk mencapai hadhirat Sayedena Muhammad s.a.w.. Pembacaan salawat berbeda-beda dari seorang kepada orang lainnya. Mereka memberi tahu kamu mana asma Allah yang dibaca dan bagaimana membaca salawat sesuai dengan kemampuan dan kebutuhanmu.
• The Murshid at-Tabarruk harus memiliki pengetahuan dan kuasa dari semua pepujian Allah – baik yang terucap ataupun yang dibatin.
• Dia harus tahu dhikr setiap makhluq yang ada, baik yang hidup maupun yang tidak hidup.
• Dia juga tahu apa yang dibutuhkan tubuhmu untuk membaca tasbih, karena setiap sel dalam tubuhmu memiliki tasbih tertentu.
• Murshid ini mengetahui bahasa apa dan tasbih jenis apa yang dibuat setiap makhluq, mendengarkannya secara serentak, namun mereka tidak menjadi tertumpang-tindih atau membingungkan.
• Dia tahu semua tasbih untuk Muslim dan non-Muslim, karena tubuh mereka membuat tasbih tanpa memandang apakah tubuh dan pikirannya menerima Islam.
• Dia menerima dari Nabi s.a.w. ilmu tentang informasi yang tepat (presisi) tentang apa yang diperbuat oleh setiap makhluq yang hidup dan non-hidup, baik yang di dunya dan di barzakh.
• Dia juga tahu benar tentang jinn dan kelebihan yang diberikan kepada mereka dari Allah dan/atau hukumamnya.
• Dia tahu secara tepat bagaimana setiap insan dan jinn dapat memperoleh ridho Allah, termasuk amal apa yang membuka pintu untuk mencapai baraka hadhirat Sayedena Muhammad s.a.w..
• Dia akan tahu tasbih apa yang diperlukan murid untuk tubuhnya dan untuk jiwanya, secara terpisah.
Murshid at-Tabarruk tahu nama semua manusia sepanjang penciptaan, sebagaimana diajarkan kepada Adam a.s., dan dicontohkan dalam ayat-ayat al Qur’an, dimana Allah bertanya kepada Malaikat apakah mereka tahu semua nama ciptaan, namun mereka tidak mengetahuinya. Ketika Dia bertanya kepada Adam a.s., dia membaca semua nama ciptaan satu per satu. Ketika dilakukan (pembacaan) itu, setiap bentuk spiritual mereka muncul di depan Adam a.s.. Murshid ini tentu telah mewarisi kuasa itu dari Adam a.s..
• Dia harus tahu para malaikat dari setiap makhluq ciptaan, termasuk mereka yang mencatat amal baik dan burukmu, demikian juga mereka yang memonitor jumlah makanan yang engkau lahap.
• Dia harus tahu semua malaikat yang melayani manusia.
• Dia harus tahu berbagai giliran malaikat yang turun – mereka yang turun sepuluh menit sebelum Fajr, sebelum Maghrib, dan antara Maghrib dan Isha .
• (Catatan : diwaktu dulu, giliran ganti pada saat Zuhr, namun dalam masa Grandshaykh Abdullah, waktu itu diganti menjadi antara Asr dan Maghrib).
• Para malaikat ini yang datang pada gilirannya mengharapkan murid untuk melaksanakan awrad (wirid) yang diwajibkan dari Murshid nya ini.
• Mereka mengharap melihat murid terlibat dalam praktek ini ketika mereka turun (ke dunia), agar supaya dapat meneruskan cahaya dan hubungan surgawi yang mereka miliki.
• Jika murid itu tidak sedang melaksanakan kewajiban wiridnya itu dalam masa (waktu) khusus ini, malaikat tidak dapat mencerahkan (menyalakan) jantungnya. Pada dasarnya, murid yang tidak melakukan wiridnya adalah seperti keledai.
Sebagai balasan dari memelihara kewajiban hariannya, murid dapat mengandalkan perlindungan Murshid nya dan mendapat jaminan sambungannya kepada Sayedena Muhammad s.a.w. Pertalian/kontak ini harus ada agar supaya Murshid menyerahkan murid itu kepada tahap kedua, kepada Murshid at-Tazkiyya.
• Tahap pertama ini dimulai dengan membaca sehari-hari 5,000 kali “Allah, Allah” dan
• Membaca 500 kali salawat dalam cara /model yang telah dirumuskan (bagi murid).
• Tahap berikutnya adalah membaca sehari-hari 24,000 kali “Allah, Allah” dan 5,000 kali salawat.
• Ini baru tahap pertama dari tujuh belas tahap yang berbeda dari Murshid Tabarruk.
• Grandshaykh berhenti sampai di tahap satu ini karena dia berkata bahwa pikiran (pemikiran) orang-orang tidak dapat membawa lebih dari pada itu. Setelah semua tujuh belas tahap berikut nya adalah tahap Murshid at-Tazkiyya.
• Dalam matarantai Thariqat Naqshbandi selain Mata Rantai Emas kita, mungkin terdapat pribadi yang berbeda untuk mengisi masing-masing setiap posisi dari empat tahapan ini. Dalam banyak kasus, seorang shaykh dapat memanggul dua sampai tiga tahapan sebelum shaykh lainnya mengambil alih secara fisik.
• Namun dalam Matarantai Emas, Shaykh zaman ini memiliki otoritas dan kuasa untuk mengatur kesemua empat tahapan untuk setiap murid. Itulah sebabnya sekali seseorang mengambil bay’ at‘ dalam thariqat kita, mereka tidak akan pernah membutuhkan Murshid lainnya. Dimasa ini Shaykh kita hanya ingin kita menyadari bahwa kita tidak memiliki kemampuan melakukan sesuatu yang berguna.
• Makin buruk kita pikir (anggap) diri kita, makin bahagia mereka dengan kita. Dia ingin kita mengetahui bahwa amal kita tak akan pernah membawa kita kemana-mana, dan bahwa satu-satunya kesempatan yang kita miliki adalah keterlibatan Shaykh kita. Maka, kita harus terus-menerus minta ampunan dan kasihnya.
Grandshaykh Abdullah (semoga Allah mensucikan ruhnya) sering mengingatkan kita hal berikut ini :
“Engkau harus selalu terus menerus menancapkan tiga kukumu ke dahimu (yaitu ingat tiga hukum ini setiap saat jika engkau ingin berhasil dalam tariqat).
• “Jika saya memberimu sebuah sekop patah dan memerintahkan kamu untuk menggali sampai ke dalam tengah bumi untuk mendapatkan berlianmu, kamu menggali. Kamu jangan pernah bertanya mengapa atau mengeluh; kamu hanya menggali.
• “Jika saya memberi mu sebuah ember dan berkata ‘kuras samudera itu’, jangan menanyakan bahwa air tidak akan pernah berkurang, atau mendebat bahwa tidaklah mungkin menguras samudera dengan sebuah ember : hanya mulai lah menguras ! Sesaat pikiran itu muncul pada dirimu bahwa tugas itu adalah tidak mungkin, tidak praktis, atau tiada gunanya, kamu gagal dalam ujian itu dan akan harus memulai dari awal lagi.
• “Jika saya mengatakan (pada) semut makanannya ada di Barat dan dia berada di Timur, dia akan langsung mulai berjalan. Murid harus seperti semut itu : jangan menggunakan pikiranmu untuk mengetahui bagaimana kamu akan mendapat makananmu, hanya berjalanlah ! Jika kamu meninggal dalam upaya, engkau meninggal, engkau berserah diri.”
Instruksi paling penting adalah, jika seseorang melaksanakan (menyelesaikan) tiga amalan ini secara tekun, Allah akan mengirim malaikat Reeha Sibah, yang akan membawa murid itu ke Hadhirat Ilahi! Dia akan melakukan ini untuk kita karena kita mematuhi Allah dengan mematuhi Shaykh kita, dan Rahmat Nya adalah tak terbatas dan Dia melakukan yang Dia kehendaki. Kita akan mencapai Tahap Ilahiah bukan karena amal, ibadah, atau pengorbanan kita yang manapun, namun karena tahap kepasrahan kita.
Ketika mendengar ini, seorang murid bertanya, “Jadi mengapa bersungguh-sungguh dalam ibadah?” Shaykh akan membawa setiap pengikutnya ke Hadhirat Ilahi sampai pada satu titik, tetapi hanya mereka yang bersungguh-sungguh di Jalan Allah yang sesungguhnya akan melihat dan mendengar dalam Samudera itu. Untuk seseorang khusus yang memenuhi kewajiban mereka, penampakan dan suara akan terbuka bagi mereka. Kamu jangan pernah mencoba bangga karena menyelesaikan kewajiban kamu, jangan. Menyadari itu tidak berharga seperserpun, namun lakukanlah (persembahan) itu dengan ta’at dan rendah hati, dengan menyadari bahwa tanpa Shaykh mu engkau adalah seorang pecundang.
MURSHID AT-TAZKIYY
Sebagaimana telah dikatakan, terdapat empat kategori Murshid. Pertama adalah Murshid at-Tabarruk. Murshid ini membimbingmu untuk melaksanakan beberapa bentuk ibadah seperti dhikr dan pembacaan al Qur’an, untuk mendapat hadiah dari Allah .
Kategori kedua adalah Murshid at-Tazkiyya. Dia membimbingmu dalam proses pencucian yang disebut tazkiyat an-nafs. Bagaimana seseorang mencuci / mensucikan diri sendiri ? Perju angan jenis apa yang harus dilewati seseorang agar supaya mencapai kendali atas nafsu/keinginan nya ? Nabi menggambarkan perjuangan ini, al-jihad an-nafs, sebagai jihad al-akbar dalam hadith ini :
"Kami kembali dari jihad al-asghar kepada jihad al-akbar.”Para shahabatnya menanyakannya, “Apakah jihad al-akbar?” artinya, “Apa yang lebih hebat dari memerangi para tak-beriman, di jalan Allah dan berharap mati setiap sa’at?” Dia menjawab, “Jihad al-nafs.”
Adalah sangat sukar untuk melawan diri sendiri. Adalah mudah untuk memerangi musuh seseorang, karena engkau tahu dia musuhmu, namun dirimu tak akan pernah mengatakan padamu dia adalah musuhmu. Nabi s.a.w. mengatakan : Barang siapa menjamin (mengekang) apapun di antara kedua rahangnya dan kedua kakinya, saya menjamin baginya surga. Nafsu/keinginan adalah apapun yang datang dan pergi dari mulut dan apapun yang berproses dari nafsu sexual, shahwat al-haraam. Jihad an-nafs memberikan kendali terhadap keinginan seperti itu.
• Dirimu sendiri tak akan membiarkan kamu mengendalikan itu. Itu akan selalu dalam sebuah perlawanan/perkelahian denganmu.
• Lidah akan selalu menginginkan makanan paling enah/baik. Dalam berjuang melawan diri sendiri, pertama tama adalah keinginan akan makanan.
• Engkau menginginkan jenis makanan terbaik, selalu mencari berbagai jenis makanan. Jika engkau telah memiliki sepuluh, engkau menginginkan duabelas. Mata selalu lapar !
Nabi s.a.w. bersama para sahaba, sering sekali makan sisa kuah daging, tanpa daging sedikitpun. Mereka mencelupkan roti ke dalam saus/kuah, menganggapnya satu makanan lezat, dan mereka berbahagia, alhamdulillah. Hari ini, oh! Kita menginginkan begitu banyak makanan, dikapalkan dari negeri lain, untuk membuat berbagai macam makan exotic ! Jadi, pada tataran ini, melarang lidahmu makan barang haram dan bahkan kekenyangan, adalah sangat penting. Bergosip, bohong, menyebarkan kekacauan dan merencanakan pemberontakan – semua ini melewati lidah dan harus dihindarkan karena itu berasal dari shaytan. Seseorang yang menggemari praktek tersebut menjadi seperti seekor burung merak sombong. Fir’aun menjadi begitu sombong, berkata, “Akulah Pangeran (Rabb) mu Yang Maha Tinggi.” Dia tidak (mau) melihat siapapun lebih tinggi darinya.
Murshid at-Tazkiyya menghancurkan keinginan seperti ini. Bagaimana ?
Dengan menunjukkan bagaimana mengikuti jejak Nabi s.a.w. melawan diri sendiri atas empat musuh: nafs, dunya, hawa, dan Shaytan. Setiap orang memiliki empat musuh ini melekat pada dirinya, tanpa kecuali. Murshid ini mengajari mu untuk berjuang terhadap musuh ini dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad s.a.w.
Sebagai tambahan, Murshid at-Tazkiyya memiliki pengetahuan lengkap tentang empat madh’hab pikiran dalam Islam. Dia harus tahu riwayat hidup dan semua hukum fiqh, pendapat jumhur ulama dan ajaran agama dari Imam Abu Hanifa, Imam Malik, Imam Shafi‘i, dan Imam Ahmed. Agar supaya membimbing murid, Murshid tahap ini (harus) memiliki akses spiritual lengkap yang dibawa ke-empat imams legendaris ini, dan dia dapat mengikuti mereka tanpa salah sedikitpun, atau kalau tidak begitu dia tidak akan dapat membimbingmu.
Semua qualitas seorang Murshid at-Tabarruk harus dipegang oleh seorang Murshid at-Tazkiyya dan di atas itu dia harus memiliki ilmu dari empat madh’hab, dan dia harus memiliki ijaza-nya. Lembaga masa kini mengabaikan tradisi ini dengan memberikan PhDs. Dari awal Islam sampai dengan tiga puluh sampai empat puluh tahun lalu, tidak terdapat PhD, hanya ada ijaza - izin. Shaykh mengakui muridnya telah menyelesaikan pelajaran mereka dibawah bimbingannya, dan memberi wewenang mereka untuk mengajar. Shaykh harus menerima ijaza nya dari shaykh sebelumnya, mengikuti jejak matarantai ke belakang yang berujung pada salah satu dari empat imam.
System ini telah dimusnahkan habis dalam jangka waktu lima puluh tahun terakhir ini. Kini Islam dipelajari dalam system universitas yang tiada hubungannya dengan bagaimana Islam diajarkan selama empat belas abad. Itulah sebabnya ulama Islam masa kini tidak memiliki cahaya, tetapi hanya perhatian kepada kekayaan dan titel dimana ulama masa lalu sama sekali tidak memiliki perhatian. Ulama masa lalu duduk di sudut-sudut masjid, mengajari murid mereka cinta, toleransi, dan barakah Islam. Ulama masa kini mengajari bagaimana puasa, bagaimana untuk menimbulkan kekacauan, menukil dan menempelkan dari al Qur’an dan Hadith, mengajari murid mereka untuk menyebarkan kebingungan. Mengapa Muslims tidak berhasil ? Karena mereka sangat jauh dari agama mereka. Orang seperti kita, kami bukan pemimpin, dan kami bukan presiden. Kami tak dapat membuat perubahan. Mereka yang dapat melakukan perubahan jauh dari Islam; mereka adalah Muslim dalam nama saja.
Murshid at-Tazkiyya memulai dengan la ilaha ill-Allah. Apa yang pertama kali dibawa Nabi s.a.w. : La ilaha ill-Allah. Ketika kalimat itu terbentuk dalam diri, bagaimana empat musuh itu dapat menyerangmu ? Bila kamu percaya akan itu, dan memegang teguh percaya akan akhira, kamu tidak dapat terlibat kesalahan apapun. Kami katakan (kalimat) itu hanya dengan lidah, namun tidak dengan perbuatan. Jika kita katakan itu dalam kebenaran dengan lidah dan perbuatan, Allah dan Nabi Nya akan mendukung (menolong) kita. Jangan mengira kita tidak akan menghadapi kesukaran. Apakah Nabi s.a.w. menderita oleh ummatnya ? Dia berkata :
"Tiada seorang Nabipun dilukai/diciderai ummatnya sebagaimana saya dilukai/diciderai oleh ummat saya. Dia adalah Utusan (Rasul) paling baik, namun Allah mengiriminya dengan kesukaran untuk melihat pondasinya dan ta’at azasnya. Maka la ilaha ill-Allah hanya terbentuk dalam diri Nabi s.a.w., karena dia adalah pembawa kalimat tersebut yang paling sempurna. Jika seorang dari ulama masa kini mengangkat satu kakinya dari bumi dan terbang, dia akan begitu sombong, dan ummat akan mulai menyembahnya.
Nabi s.a.w. pergi Isra dan Mi’raj. Dalam sebuah tubuh fisik yang dibuat sesuai dengan hukum alam (dunia) ini, dia bergerak (dalam ruang) melawan hukum alam ini, ke Surga dan kembali, dan dia tidak pernah sombong. Dia adalah sosok pribadi paling sederhana. Dia tidak pernah mengangkat kepalanya. Kini jika seseorang terangkat bahkan bukan terangkat dari bumi, namun hanya terangkat ke sebuah kursi, dia menjadi begitu sombong sehingga dia bahkan tidak mau menerima tamu yang mengetuk pintunya.
Janganlah menolak untuk membuka pintumu ! Murshid at-Tazkiyya adalah seseorang yang berlari mengejar Allah. Allah mengiriminya abdi yang jujur (bersungguh), berlari menyertainya. Hal pertama yang diajarkan kepadanya adalah la ilaha ill-Allah, untuk membentuk tauwhid sempurna dalam pengikutnya. Ketika itu sudah terbentuk, maka mereka dapat mengucapkan “Allah, Allah”. Pada saat itu mereka melihat tanda-tanda Allah dimana-mana. Kemudian mereka dapat bersaksi: ash-hadu alla ilaha ill-Allah wa ash-hadu anna Muhammadan Abduhu wa Rasuluh. Pada saat itulah mereka melakukan shahada yang benar.
Tugasnya adalah menaruh asma al-jalala, “Allah, Allah” pada lidahmu paling sedikit 24,000 kali. Orang mungkin mengatakan bahwa itu akan mengambil waktu seharian. Cobalah itu esok, dan katakan padaku berapa lama itu mengambil waktu. Itu tidak akan lebih lama dari satu jam, tetapi lebih dekat kepada setengah jam. Dan setelah itu membaca 5000 salawat Nabi s.a.w.. Itu akan memakan waktu setenga jam. Jadi jumlah keduanya adalah satu jam !
Pada tahun 1996 shaykh saya, Shaykh Nazim Adil al-Haqqani (semoga Allah mensucikan ruhnya) memerintahkan saya ber-khalwat untuk empat puluh hari dalam sebuah masjid di Turkey. Dia berkata, “Setiap hari katakan paling sedikit 48,000 “Allah, Allah” dan 24,000 salawat dan sepuluh juz al Qur’an. Jika kamu menyelesaikan itu, kamu dapat melanjutkan sampai kepada 124,000 kali “Allah, Allah” dan 48,000 salawat dan dua puluh juz. Jika kamu menyelesaikan itu, baca seluruh al Qur’an dan 700,000 “Allah, Allah” dan 240,000 salawat.”
Itu sangat melelahkan. Meskipun saya tidak pernah memenuhi bacaan harian tiga puluh juz al Qur’an, saya mencapai 700,000 “Allah, Allah”, 48,000 salawat dan lima belas juz. Ini adalah tambahan dari semua awrad lainnya.
Itu adalah Murshid at-Tazkiyya. Ketika mereka mengatakan, “Lakukan itu”, mereka mengirimkan dukungan. Bila engkau berjalan pada Jalan Nya, Dia mendekati mu. Itu adalah sebuah hadith Qudsi, “Jika engkau datang kepada Allah sejarak satu hasta, Dia datang kepadamu sejarak sepuluh hasta, dan jika kamu datang kepada Nya berjalan, Dia datang kepadamu berlari.” Itu artinya Allah mengirim bantuan Nya, Kuasa Nya, selama engkau memperlihatkan kemajuan.
Jika kita memperlihatkan kemajuan, Allah akan mengirim bantuan Nya. Semoga Allah mengirimi kita bantuan Nya. Seorang Murshid at-Tazkiyya telah memiliki semua karakteristik dari seorang Murshid at-Tabarruk. Dia memiliki methodanya, jalannya, dan telah mewarisi rahasia dari Nabi s.a.w. untuk melakukan proses pensucian kepada pengikutnya melalui perjuangan murid di dalam diri mereka.
Murshid at-Tazkiyya harus menjadi seorang yang selalu melakukan sunnah dan shari’ah Nabi s.a.w. dalam tingkatan yang tertinggi, memelihara al-‘adheema. Dia sadar terhadap pemikiran apapun yang mendatangi pikirannya yang tidak sejalan dengan empat madzhab, dan dia menolaknya, karena dia telah dinaikkan pada tataran (tahap) dimana seluruh jantung dan pikirannya diarahkan oleh empat madzhab, mengikuti sunnah Nabi s.a.w.
Dia telah mendapat izin untuk memberi instruksi dan membimbing pengikutnya untuk memanggil Rabb mereka dalam tahlil dua puluh empat ribu kali dan dengan mengatakan dua puluh empat ribu “Allah, Allah” dan mengatakan salawat lima ribu kali. Ketika mereka mengatakan “Allah”, jantung dan lidah bekerja bersama, seperti kombinasi raga dan ruh, kombinasi ruh dan pikiran, menggunakan bentuk fisik dan bentuk ruhaniah, menggabungkan dua elemen ini untuk membuat mereka menjadi pencari (pejalan) pada jalan ilahiah. Setiap kali seoranmg murid berkata “Allah” jantungnya berirama dan lidahnya berirama secara bersamaan, terbang kepada Hadhirat Ilahiah.
Hingga kini, murid tariqat Naqshbandi berada pada tahap awal, jadi mereka masih pada tataran pertama. Pada tataran itu mereka tidak dapat melihat pencerahan jenis itu yang terkuak di hadapan mereka. Hanya di bawah asuhan Murshid at-Tazkiyya, seorang mubtadi‘ bergerak ke tataran musta‘i, dimana Shaykh akan menaruh pada lidahnya dhikr yang akan mengangkatnya ke Hadhirat Ilahiah. Murshid at-Tazkiyya dapat memanggil Shaykh Naqshbandi dimanapun, hidup atau mati.
Ketika dia memanggil mereka itu, shaykh itu akan segera datang melalui kekuatan spiritual Murshid at-Tazkiyya. Berapa banyak shaykhs telah mencapai tahap wali melalui tariqat Naqshbandi? Murshid at-Tazkiyya manapun yang memanggil, hidup maupun tidak, mereka harus datang dan memenuhi kebutuhannya. Dari kuasa yang diberikan Allah kepada Nabi s.a.w. , dia selanjutnya memberikan kepada Murshid at-Tazkiyya, untuk Murshid itu mengetahui semua awliya-ullah di setiap abad, dengan namanya maupun ruhaniahnya. Lagi pula, dia memiliki hubungan dengan mereka, karena dia memerlukan mereka dan mereka memerlukan dia. Dia harus tahu keluasan ilmu mereka, dan dari pancuran (mata air) ilmu yang mana mereka melepaskan dahaga mereka. Pada setiap waktu khusus, dia harus tahu ilmu apa yang sedang diterima wali itu, dan untuk hikmat dan tujuan apa mereka menerima (ilmu) itu.
Sebagai tambahan, dia harus tahu setiap wali diantara mereka, dan dari Nabi yang mana dia memperoleh (mewarisi) ilmu rahasia itu, karena setiap wali berada dalam tapak tilas satu di antara seratus dua puluh empat ribu anbiya, menurut hadith al-‘ulama warith at-al anbiya.
Kekhususan Murshid at-Tazkiyya lainnya adalah bahwa dia selalu sadar akan serangan dari empat musuh kepada setiap muridnya. Allah mengkaruniakan kepada mereka sebuah kekuatan untuk bersama setiap muridnya, untuk menjamin/memastikan empat musuh yang mana yang sedang menyerang dan memperdaya mereka. Pada saat demikianitu, dia akan menangkap musuh itu dan menghindarkan mereka dari menyerang muridnya.
Dalam kawalannya, muridnya akan mencapai tahap zahid dalam hidup ini. Mereka menjadi seseorang yang mempersembahkan seluruh perhatiannya semata-mata untuk membangun masyarakat yang sempurna dan ideal, kelompok dalam masyarakat dan bangsa, dimana tidak seorang pun membeda-bedakan terhadap ciptaan Allah.
Bilamana seorang dari muridnya merasakan kemalasan, kelelahan, penyesalan, depresi atau perasaaan negatif lainnya, (hanya) dengan satu kata Murshid at-Tazkiyya dapat mengusir perasaan negatif itu dan membuat murid itu merasa lega, santai. Itulah sebabnya jika duduk bersama Mawlana Shaykh Nazim, itu membuang semua beban karena daya tarik itu yang datang dari matanya.
Murshid at-Tazkiyya harus membentuk muridnya untuk berpegang teguh pada tahap tertinggi dari shari’ah dan sunnah Nabi s.a.w. Itu berarti disamping semua kewajiban (fardhu), Shaykh akan mendorong murid nya untuk mengangkat (menjalani) banyak ibadah sunnah. Sebuah contoh adalah tentang sebuah rukhsa – engkau punya wudu dan mempertahankan itu sampai shalat berikutnya. Engkau tidak memperbaharui wudu itu pada saat itu. Namun tahap kedua dari adheema adalah membuat wudu pada setiap waktu shalat; tahap tertinggi adalah untuk membuat ghusl(?) pada setiap waktu shalat.
Murshid at-Tazkiyya harus memegang kuasa (kekuatan) untuk memberi mimpi benar kepada murid.
Dalam pengalaman saya, banyak orang datang dan mengatakan, “Saya melihat seorang Shaykh dalam mimpi saya.” Dia tampak seperti ini (menggambarkan mimpinya) dan memberikan saya sebuah barang (cindera mata) dari Sayedena Muhammad .” Kemudian, mereka mengecek kepada Shaykh secara berhadapan , atau mereka melihat fotonya di Internet, atau mereka melihat seorang murid Shaykh itu dalam sebuah mimpi padahal dia tidak mengenalnya.
Kemudian mereka bertemu dengan Shaykh itu, dan menyadari mereka melihatnya sebelum ini dalam sebuah mimpi . Murshid dapat mencapai (menghubungi) siapapun di dunia ini melalui mimpi dan penampakan. Orang dapat menjadi pengikut melalui mimpi dan penampakan, membaktikan diri untuk mengikuti jalan ahl as-sunnah wal-jama‘at pada tahap (level) tertinggi, bahkan menerima perintah dari Shaykh melalui mimpi dan penampakan. Begitulah kekuatan (kuasa) seorang Murshid at-Tazkiyya.
Pada waktu itu, Murshid at-Tazkiyya akan memberikan muridnya yaqaza, dan memelihara napasnya, kedua nya – apakah meniup atau menghirup – harus dilakukan dengan pengamatan bahwa pada setiap saat, Allah dapat menghentikan murid itu dari meniup atau menghirup. Itu artinya bahwa pada setiap detik, dengan baraka Murshid, yang diambilnya dari Nabi s.a.w., murid akan mengingat Rabb nya dengan setiap napasnya. Kini untuk banyak di antara kita, bernapas adalah sesuatu yang dilakukan tubuh secara otomatis tanpa kesadaran kita. Kita bercakap dan kita bernapas, tanpa sadar. Kita tidak mengingatnya. Ketika kita menyelam dalam laut, barulah kita menyadari, untuk pergi ke permukaan dan mengambil sehirup udara.
Murshid at-Tazkiyya akan membuat murid nya menyadari bahwa pada setiap saat dia diselamkan dalam sebuah samudera, bahwa energy yang mereka serap atau keluarkan, adalah melalui Qudra Allah. Maka mereka akan ingat pada setiap napas untuk mengatakan “Allah, Allah” ketika meniup dan menghirup, dan mengingat Allah melalui sifat Nya, “Hu, Hu, Hu” atau melalui asma Nya yang lain, tergantung pada waktu hari dan kondisi.
Setiap hirupan dan setiap tiupan adalah dengan satu asma Allah. Dengan setiap hirupan terdapat sepuluh malaikat menyertai napas itu, dan sepuluh lagi dengan setiap tiupan. Setiap malaikat diciptakan dengan cahaya yang berbeda dari Nur Allah. Grandshaykh mengatakan bahwa sembilan per sepuluh dari cahaya itu adalah dari Sayedena Muhammad s.a.w. dan sepersepuluhnya adalah dari Nur Ciptaan. Kita tidak dapat berasal dari Nur Allah; itu tidak mungkin. Kita adalah abdi Allah dan tidak dapat berbagi Nur Nya. Setiap hirupan dan tiupan adalah dengan sembilan per sepuluh Nur Muhammad dan sepersepuluhnya dari bahr al-qudra. Awliya mengatakan bahwa manusia memiliki 24,000 napas dalam 24 jam. Setiap hirupan dan tiupan harus dengan dhikr-ullah. Hanya Murshid at-Tazkiyya yang dapat meletakkan itu pada lidahmu.
Setiap napas adalah dengan dhikr-ullah, namun kamu lalai (cuek) akan hal itu. Jika kamu mencapai tahap lebih tinggi, kamu akan memiliki kesadaran untuk setiap napas. Sekali kamu mencapai keasadaran tentang 24,000 napas, Murshid akan menambah kesadaran itu menjad 700,000 kali per hari.
Itu disebut sebagai kekuatan ta’i al-lisan. Mereka memekarkan waktu untuk membuatmu memanggil Rabb mu 700,000 kali, dengan memperpanjang waktu, tanpa membuat waktu itu lebih besar, tetapi dengan menambah nya dengan kekuatan lidah, sebagaimana Allah dapat membuat seluruh dunia melalui lubang jarum tanpa membuat dunia lebih kecil atau lubang jarum lebih besar. Itu adalah dari haqiqat at-ta’i – salah satu dari tujuh kenyataan (haqq) dalam diri manusia.
Kenyataan (hakikat) mengkerutkan jarak adalah dalam jantung manusia. Bagi seseorang yang telah mencapai tahap ini, mereka hanya memerlukan berkata “bismillah ir-rahman ir-raheem”dan dapat berada di sebarang lokasi di bumi dalam sesaat. Bagaimana mereka melakukan hal itu ? Kini kamu bergerak dengan raga fisik kamu. Raga dibatasi oleh hukum fisika dunia, gaya berat, dsb. Ketika kamu bergerak, kamu bergerak dengan kemampuan itu. Kamu menggunakan sebuah kendaraan, seperti sebuah mobil, yang memiliki kekuatan fisik untuk membawamu. Untuk bergerak dengan lebih cepat kamu menggunakan sebuah pesawat terbang. Itu memiliki mesin yang lebih kuat yang akan membawamu. Jadi mengapa kita terheran-heran, ketika kita dapat menerbangi sebuah jarak yang, sebagai contoh, satu abad yang lalu akan memakan waktu tiga tahun untuk mencapainya, katakan dari China ke Mecca? Jika pada waktu itu kamu mengatakan,
“Sesuatu akan membawamu lewat udara satu hari nanti,” orang akan mentertawakan kamu. Jadi awliya-ullah menemukan energy yang lebih kuat yang dapat membawamu : energy ruhaniah. Mobil dan pesawat menggunakan bahan bakar yang berasal dari kedalaman bumi. Itu (sesuatu) dipisahkan (di-isolasi - retret) dari sekeliling dengan dirinya sendiri dan itu menjadi energy, sedang sebelumnya itu adalah sesuatu yang lain, dan Allah tahu apa itu. Ruh terkait dengan surgawi. Jadi Allah tahu energy apa yang ada di dalamnya. Jika seorang awliya mau bergerak, mereka membawa raga dan menaruhnya di dalam ruh dan kemudian bergerak dengan kecepatan ruh. Kemudian ketika mereka sampai di tujuan, mereka mengeluarkan raga dari ruh dan ruh memasuki kembali raga itu. Mengapa kita dapat menerima kenyataan dengan sebuah pesawat, tetapi tidak menerimanya pada kasus raga dan ruh ? Itu memerlukan pondasan/landasan iman kepada hal yang gaib (tak nampak). Awliya menggunakan kekuatan yang sama untuk mengkerutkanjarak.
Energy dapat membawa apapun. Untuk mengangkat sebuah blok besi dua – ton , engkau membawa sebuah crane, dan dengan sebuah mesin kecil, itu dapat mengangkatnya. Mengapa kita memandang bahwa kekuatan ruh sebagai tidak berfungsi ? Kamu dapat memanfa’atkannya, dengan menggunakan kekuatan yang dikembang kan oleh para wali. Ta’i al-lisan adalam mirip dengan ta’i al-makan. Jika kamu mau membuat dhikr 24,000 kali, kamu dapat dengan mengulang-ulang “Allah, Allah” dengan setiap hirup dan tiup. Jika kamu mau membuat dhikr dengan biji tasbih, kamu dapat mencapai, sebagai contoh, 200,000 dengan lidah normal. Tapi untuk mencapai 700,000 kali kamu memerlukan ta’i al-lisan. Dengan kekuataan Murshid at-Tazkiyya, yang mendapatkannya dari Nabi s.a.w. dia dapat membuatmu mengatakan “Allah, Allah” 700,000 kali dalam satu jam; bagi beberapa murid dalam setengah jam; untuk beberapa lainnya dala 15 menit, dan untuk beberapa lagi dalam satu menit . Bagaimana itu mungkin? Bagaimana dapat lidah mencapai itu ?
Di bawah lidah, Allah menciptakan urat darah (artery) yang langsung menyambung kepada jantung. Jika kegelapan dihapuskan dari lidah dan jantung, dengan jalan murid berlanjut dalam mengikuti perintah murshid, kamu menjadi nurani, dan pada saat itu kamu bukan lagi raga, atau lidah, namun kamu menggunakan Cahaya, yang terkait dengan Surgawi. Segala sesuatu yang menyangkut surgawi dapat melakukan apapun; tiada sesuatu yang tak-mungkin, tiada lagi batasan.
Pikiran manusia terkait dengan bumi keduniawian. Tetapi ketika orang menjadi nuriyaaniyoon, itu adalah makna dari hadith Qudsi :
Tidak surga tidak pula bumi dapat menampung Aku, kecuali jantung abdi Ku yang beriman. Jantung dalam situasi seperti itu dapat melaksanakan keajaiban (mu’jizat). Jantung (seperti) itu dapat mencapai 7 juta kali “Allah, Allah”, bahkan 70 juta kali. Itu semua diperkenankan bagi setiap manusia, jika dia mau mengikuti awliya-ullah. Allah bersabda : Awliya Ku berada di bawah cungkup (dome) Ku; tiada seorangpun tahu tentang mereka kecuali Aku.
MURSHID AT-TASFIYYA
Murshid at-Tasfiyya adalah murshid tahap ketiga, di atas tahap Murshid at-Tazkiyyat dan Murshid at-Tabarruk. Murshid at-Tabarruk adalah keaulia-an tahap pertama dalam Thariqat Naqshbandi. Tahap kedua adalah, Murshid at-Tazkiyyat, harus mencakup semua aspects Murshid at-Tabarruk dan begitu pula Murshid at-Tasfiyya membawa semua yang dibawa Murshid at-Tazkiyyat dan Murshid at-Tabarruk. Semua karakteristik tahap sebelumnya terpantul pada Murshid at-Tasfiyya ini.
Murshid at-Tabarruk dan Murshid at-Tasfiyya tidak memiliki perhatian kepada dunya ini:
Mereka itu zahid. Cukup bagi mereka makan sedikit, minum sedikit, dan hidupnya terdiri dari ibadah dan membimbing orang. Murshid at-Tasfiyya adalah zahid fid-dunya maupun zahid fil-akhira. Itu artinya surga bagi mereka bukanlah tujuannya. Banyak orang memohon surga abadi, jannat al-khuld. Namun surga bukanlah tujuan seorang awliya-ullah; mereka harus sederhana (ascetic). Sasaran mereka hanyalah Al Khaliqu. Apapun selain Allah tiada artinya buat mereka - maa siwallah. Semua yang diciptakan Allah adalah maa siwahu. Allah adalah Sang Pencipta dan semua lainnya adalah ciptaan Nya. Awliya-ullah pada tahap itu tidak tertarik untuk mendapatkan apapun yang diciptakan Allah. Kecintaan mereka hanya kepada Nya, dan bagi mereka akhira tidak berbeda dari dunya. Untuk kita, akhira adalah harapan kita dan sasaran kita. Untuk mereka Allah adalah harapan mereka dan sasaran mereka.
Nabi berkata saw : "Setelah orang-orang diadili dan dikirimkan ke surga dan neraka, Allah akan muncul bagi beberapa orang di surga [Dia akan menampakkan Diri, turun]. Harapan awliya ini hanyalah Allah – tiada lainnya. Seluruh perhatian (focus) melalui jantungnya tidak dapat kepada selain Allah S.W.T.. Jika sesaatpun Cahaya mereka tertuju kepada selain Allah, mereka akan disingkirkan sepenuhnya dari Hadhirat Ilahi. Dan jika Allah S.W.T. mengungkapkan kepada wali itu apapun dari gaib tahap tinggi, derajat, keadaan dan pengetahuan, dia tidak boleh melihatnya. Dia harus tetap mempertahankan konsentrasinya untuk mencapai pintu Rabb nya.
Salah seorang dari murshids demikian itu, Bayazid al-Bistami, yang lebih tinggi dari tahap itu, selalu melihat ke depan tidak pernah melihat ke belakang, ke kanan atau ke kiri. Dia mencapai tahap di mana dia mendengar suara dari arah Hadhirat Ilahi. Dia berkata, “Ya Rabbi, bukalah untukku pintu Mu. Ini adalah harapan ku, ‘ishq – ku .
Bukalah untukku pintu Mu.” Dan dia mendengar sebuah suara : “Ya Bayazid. Pintu Ku tidak dapat dibuka sampai kamu menjadi abdi dari abdi Ku, mazballatan lil‘ibad untuk ciptaan lainnya – sebuah tong untuk sampah mereka. Barulah Aku akan membuka untukmu pintu Ku.”
Grandshaykh tidak diminta untuk menjadi tong sampah bagi dirinya, namun menjadi tong sampah orang yang paling hina yang ditemuinya. Engkau dapat menjadi tong sampah bagi ayahmu, ibumu, isterimu, saudaramu atau temanmu, tetapi untuk seorang asing yang tak kamu kenal ? Dan saya yakin bahwa tidak seorangpun menerima menjadi tong sampah bagi ayah atau ibunya. Dia bahkan tidak setuju bahwa dia adalah sampah. Dia berpikir dia memiliki pikiran paling cemerlang dan semua lainnya adalah dungu, idiot.
Kamis, April 7
Syair Sufi Burdah al Bushiri (bag 2)
Syair Sufi Burdah al Bushiri (bag 2)
Peringatan akan Bahaya Hawa Nafsu
Sungguh hawa nafsuku tetap bebal tak tersadarkan.
Sebab tak mau tahu peringatan uban dan kerentaan.
Tidak pula bersiap dengan amal baik untuk menjamu.
Sang uban yang bertamu di kepalaku tanpa malu-malu.
Jika kutahu ku tak menghormati uban yang bertamu.
Kan kusembunyikan dengan semir rahasia ketuaanku itu.
Siapakah yang mengembalikan nafsuku dari kesesatan.
Sebagaimana kuda liar dikendalikan dengan tali kekang.
Jangan kau tundukkan nafsumu dengan maksiat.
Sebab makanan justru perkuat nafsu si rakus pelahap.
Nafsu bagai bayi, bila kau biarkan akan tetap menyusu.
Bila kau sapih ia akan tinggalkan menyusu itu.
Maka kendalikan nafsumu, jangan biarkan ia berkuasa.
Jika kuasa ia akan membunuhmu dan membuatmu cela
Gembalakanlah ia, ia bagai ternak dalam amal budi.
Janganlah kau giring ke ladang yang ia sukai.
Kerap ia goda manusia dengan kelezatan yang mematikan.
Tanpa ia tahu racun justru ada dalam lezatnya makanan.
Kumohon ampunan Allah karena bicara tanpa berbuat.
Kusamakan itu dengan keturunan bagi orang mandul.
Kuperintahkan engkau suatu kebaikan yang tak kulakukan.
Tidak lurus diriku maka tak guna kusuruh kau lurus.
Aku tak berbekal untuk matiku dengan ibadah sunnah.
Tiada aku dan puasa kecuali hanya yang wajib saja.
diambil dari blognya bang aziz
Peringatan akan Bahaya Hawa Nafsu
Sungguh hawa nafsuku tetap bebal tak tersadarkan.
Sebab tak mau tahu peringatan uban dan kerentaan.
Tidak pula bersiap dengan amal baik untuk menjamu.
Sang uban yang bertamu di kepalaku tanpa malu-malu.
Jika kutahu ku tak menghormati uban yang bertamu.
Kan kusembunyikan dengan semir rahasia ketuaanku itu.
Siapakah yang mengembalikan nafsuku dari kesesatan.
Sebagaimana kuda liar dikendalikan dengan tali kekang.
Jangan kau tundukkan nafsumu dengan maksiat.
Sebab makanan justru perkuat nafsu si rakus pelahap.
Nafsu bagai bayi, bila kau biarkan akan tetap menyusu.
Bila kau sapih ia akan tinggalkan menyusu itu.
Maka kendalikan nafsumu, jangan biarkan ia berkuasa.
Jika kuasa ia akan membunuhmu dan membuatmu cela
Gembalakanlah ia, ia bagai ternak dalam amal budi.
Janganlah kau giring ke ladang yang ia sukai.
Kerap ia goda manusia dengan kelezatan yang mematikan.
Tanpa ia tahu racun justru ada dalam lezatnya makanan.
Kumohon ampunan Allah karena bicara tanpa berbuat.
Kusamakan itu dengan keturunan bagi orang mandul.
Kuperintahkan engkau suatu kebaikan yang tak kulakukan.
Tidak lurus diriku maka tak guna kusuruh kau lurus.
Aku tak berbekal untuk matiku dengan ibadah sunnah.
Tiada aku dan puasa kecuali hanya yang wajib saja.
diambil dari blognya bang aziz
Kamis, Maret 31
Kisah Lagu Seruling
Dengan alunan pilu seruling bambu
Sayu sendu lagunya menusuk kalbu
Sejak ia bercerai dari batang pokok rimbun
Sesaklah hatinya dipenuhi cinta dan kepiluan
Walau dekat tempatnya laguku ini
Tak seorang tahu serta mau mendengar
O kurindu kawan yang mengerti perumpamaan ini
Dan mencampur rohnya dengan rohku
Api cintalah yang membakar diriku
Anggur cintalah yang memberiku cita mengawan
Inginkah kau tahu bagaimana pencinta luka?
Dengar, dengar alunan lagu seruling bambu
Dalam Mathnawi III:4436-7 >> karya Maulana Jalaludin Rumi
Dengan alunan pilu seruling bambu
Sayu sendu lagunya menusuk kalbu
Sejak ia bercerai dari batang pokok rimbun
Sesaklah hatinya dipenuhi cinta dan kepiluan
Walau dekat tempatnya laguku ini
Tak seorang tahu serta mau mendengar
O kurindu kawan yang mengerti perumpamaan ini
Dan mencampur rohnya dengan rohku
Api cintalah yang membakar diriku
Anggur cintalah yang memberiku cita mengawan
Inginkah kau tahu bagaimana pencinta luka?
Dengar, dengar alunan lagu seruling bambu
Dalam Mathnawi III:4436-7 >> karya Maulana Jalaludin Rumi
Rabu, Maret 30
The Golden Chain of Thariqah Naqshbandi Haqqani Sufi
1. Prophet Muhammad ibn Abd Allah, Salla Allahu `alayhi wa alihi wa sallam
2. Abu Bakr as-Siddiq, radiya-l-Lahu `anh
3. Salman al-Farsi, radiya-l-Lahu`anh
4. Qassim ibn Muhammad ibn Abu Bakr
5. Jafar as-Sadiq, alayhi-s-salam
6. Tayfur Abu Yazid al-Bistami, radiya-l-Lahu canh
7. Abul Hassan Ali al-Kharqani, qaddasa-l-Lahu sirrah
8. Abu Ali al-Farmadi, qaddasa-l-Lahu sirrah
9. Abu Yaqub Yusuf al-Hamadani, qaddasa-l-Lahu sirrah
10. Abul Abbas, al-Khidr, alayhi-s-salam
11. Abdul Khaliq al-Ghujdawani, qaddasa-l-Lahu sirrah
12. Arif ar-Riwakri, qaddasa-l-Lahu sirrah
13. Khwaja Mahmoud al-Anjir al-Faghnawi, qaddasa-l-Lahu sirrah
14. Ali ar-Ramitani, qaddasa-l-Lahu sirrah
15. Muhammad Baba as-Samasi, qaddasa-l-Lahu sirrah
16. as-Sayyid Amir Kulal, qaddasa-l-Lahu sirrah
17. Muhammad Baha'uddin Shah Naqshband, qaddasa-l-Lahu sirrah
18. Ala'uddin al-Bukhari al-cAttar, qaddasa-l-Lahu sirrah
19. Yaqub al-Charkhi, qaddasa-l-Lahu sirrah
20. Ubaydullah al-Ahrar, qaddasa-l-Lahu sirrah
21. Muhammad az-Zahid, qaddasa-l-Lahu sirrah
22. Darwish Muhammad, qaddasa-l-Lahu sirrah
23. Muhammad Khwaja al-Amkanaki, qaddasa-l-Lahu sirrah
24. Muhammad al-Baqi bi-l-Lah, qaddasa-l-Lahu sirrah
25. Ahmad al-Faruqi as-Sirhindi, qaddasa-l-Lahu sirrah
26. Muhammad al-Masum, qaddasa-l-Lahu sirrah
27. Muhammad Sayfuddin al-Faruqi al-Mujaddidi, qaddasa-l-Lahu sirrah
28. as-Sayyid Nur Muhammad al-Badawani, qaddasa-l-Lahu sirrah
29. Shamsuddin Habib Allah, qaddasa-l-Lahu sirrah
30. Abdullah ad-Dahlawi, qaddasa-l-Lahu sirrah
31. Khalid al-Baghdadi, qaddasa-l-Lahu sirrah
32. Ismail Muhammad ash-Shirwani, qaddasa-l-Lahu sirrah
33. Khas Muhammad Shirwani, qaddasa-l-Lahu sirrah
34. Muhammad Effendi al-Yaraghi, qaddasa-l-Lahu sirrah
35. Jamaluddin al-Ghumuqi al-Husayni, qaddasa-l-Lahu sirrah
36. Abu Ahmad as-Sughuri, qaddasa-l-Lahu sirrah
37. Abu Muhammad al-Madani, qaddasa-l-Lahu sirrah
38. Sharafuddin ad-Daghestani, qaddasa-l-Lahu sirrah
39. Abdullah al-Fa'iz ad-Daghestani, qaddasa-l-Lahu sirrah
40. Muhammad Nazim Adil al-Haqqani, qaddasa-l-Lahu sirrah
diambil dari >>>> http://www.haqqanisoul.com/page/the-golden-chain
Selasa, Maret 29
ode untuk pohon
ia tegap menghujam tanah,
langkahnya sunyi dalam geliat masa.
Di kedinginan malam, siapa yg menyelimutinya?
Tubuhnya khas keriput, menandakan usianya yang tak muda.
Disaat manusia kuncup digelayuti kenangan, ia tumbuh mengembangkan mekar mekar bunga!
Minggu, Maret 27
Buka Hijab Yang Membatasi Diri Dengan Tuhan
Buka Hijab Yang Membatasi Diri Dengan Tuhan
A. Membina Peribadi
1. Perbaikan Akhlak Firman AlLah swt. dalam Al-Quran (S. Al-Kahfi: 110)
"Maka barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh (memperbaiki akhlak) dan janganlah ia mempersekutukan apapun dalam beribadat kepada Tuhan (bersih dari segala kotoran hawa nafsu)"
Al-Ghazali di dalam kitabnya Kimyaus-Saadah menyatakan
"tujuan perbaikan akhlak ialah membersihkan qalbu dari kotoran hawa nafsu dan amarah hingga hati menjadi suci bersih bagaikan cermin yang dapat menerima Nur cahaya Tuhan".
2. Sabar Firman AlLah swt. dalam Al-Quran (S. Al-Baqarah: 45 - 46)
"Jadikanlah sabar dan Salat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu adalah tugas berat kecuali bagi orang yang khusyu".
Orang - orang yang khusyu' itu ialah orang yang menyukai bahwa mereka itu akan bertemu dengan AlLah dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya"
Menurut Al-Ghazali, 'Sabar' ialah meninggalkan segala macam pekerjaan yang digerakkan oleh hawa nafsu, tetap pada pendirian agama yang bertentangan dengan kehendak hawa nafsu, semata - mata kerana menghendaki kebahagiaan dunia dan akhirat"
Pembahagian Sabar:
a) Sabar Disiplin / Taat
i) Sabar sebelum taat, ialah niat yang ikhlas, tujuan yang benar, merasa berkewajipan atas keyakinan agama dalam menerima peraturan berupa perintah atau larangan.
ii) Sabar melaksanakan taat, ialah melaksanakan kewajipan sampai selesai, berkala atau terus menerus dengan penuh tanggungjawab dan kesungguhan.
iii) Sabar setelah taat, ialah tidak merasa bangga dengan selesainya pekerjaannya, tidak iri hati atau kekurangan atau kelebihan orang lain, tidak ria' untuk dikagumi hasil usahanya.
b) Sabar Berkewajipan. Mengetahui sesuatu kewajipan tidak cukup untuk dapat dikerjakan tanpa adanya kesabaran dan sebaliknya mengetahui sesuatu larangan belum tentu dapat meninggalkannya tanpa adanya kesabaran.
c) Sabar menurut hukum terbahagi:
Sabar untuk menjauhkan diri dari segala yang haram,hukumnya 'wajib'.
Sabar untuk menjauhkan diri dari segala pekerjaan makruh, hukumnya 'sunat'.
Sabar dalam menjalankan hukuman kerana pelanggaran maka hukumnya 'harus'.
Sabar membela kehormatan atau hak milik hukumnya 'haram'. Sifat sabar dalam keadaan ini dinamakan 'sabar Saja'ah' (sabar berani). Firman AlLah dalam Al-Quran (S. Al-Anfaal: 46) "Bersabarlah kamu sekalian, sesungguhnya AlLah beserta mereka yang sabar".
3) Syukur. Berterima kasih kepada AlLah atas segala nikmat pemberianNya. Erti Syukur, keadaan seseorang mempergunakan nikmat yang diberikan oleh AlLah itu hanya untuk membuat kebajikan.
4) Ridha bil Qadha. Ridha ertinya rela menerima dengan apa yang ditentukan dan ditaqdirkan AlLah kepadanya. Rela berjuang atas jalan AlLah mencari semata - mata keridhaan AlLah (Ibtighaa MadhatilLah).
Kesimpulan Sabar, Syukur dan Ridha adalah tiga sifat terpuji yang sangat bernilai tinggi, dapat membawa kepada ketinggian budi pekerti dan akhlak dan merupakan kekuatan yang dapat menolong untuk berkemahuan keras, berjiwa besar dan bertanggungjawab.
Pendidikan Tasauf pertama - tama dengan pembaikan akhlak, mencapai tingkat demi tingkat yang lebih tinggi, dari Muslim biasa kepada Mukminin kepada Muhsinin kepada Muttaqin kepada Mukarrabin kepada Arifin - mengenal dan merasai Tuhan yang sungguh - sungguh. Dengan sifat - sifat yang tersebut, mereka memasuki latihan - latihan jiwa dan mujahadah dengan Sistem berikut :
Takhalli - mensuci bersih diri dari segala dosa lahir dan dosa bathin.
Tahalli - mengisi diri dengan segala sifat yang terpuji.
Tajalli - memperoleh hakekat kenyataan Tuhan kerana suci bersihnya hati mereka mencintai AlLah. B Latihan Rohani dan Tingkat - Tingkat Yang Harus Dilalui
1. Tujuan Takhalli ialah:
a]. Membersihkan diri dari kotoran hati / sifat - sifat tercela.Firman AlLah dalam Al-Quran (S. As-Sams: 9 & 10) "Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensucikan jiwanya dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya".
Sifat - sifat yang mengotori jiwa / hati
Hasad - irihati
Haqad - dengki / benci
Suuz-zan - sangka buruk
Kibir - sombong
Ujub - merasa sempurna diri dari orang lain
Riya - mempamerkan kelebihan diri
Suma' - cari nama atau kemasyuran
Bukhul - bakhil / kikir
Hubbul Mal - cinta kebendaan
Tafahur - membanggakan diri
Ghadab - pemarah
Ghibah - pengumpat
Namimah - bicara belakang orang
Kizib - dusta
Khianat - munafik Maksiat Lahir - segala perbuatan yang dikerjakan oleh anggota badan manusia yang merosak orang atau diri sendiri sehingga membawa pengorbanan benda - benda, fikiran dan perasaan. Maksiat Bathin - lebih berbahaya kerana tidak kelihatan dan kurang disedari dan sukar dihilangkan.
b]. Cara membersihkan jiwa / hati Tersingkapnya tabir / hijab yang membatasi diri dengan Tuhan ialah suci bersihnya diri / jiwa dari kotoran - kotoran maksiat lahir dan maksiat bathin. Menurut Ahli Tarekat ada 4 dinding / hijab yang membatasi diri dengan Tuhan dan ada 4 juga jalan yang dapat membuka dinding / hijab itu.
i) Tingkat Pertama : Suci dari Najis dan Hadas - Bersih dari najis maka wajib bersuci dengan air atau berinstinja dengan tanah. - Suci dari hadas besar (keluar mani) maka wajib mandi. - Suci diri dari hadas kecil maka wajib berwudhu. * Seorang yang hendak menghubungkan diri dengan Tuhan maka wajib bersih badannya, bersih pakaiannya, bersih tempatnya, bersih lahir dan bathinnya.
ii) Tingkat Kedua : Suci Dari Dosa Lahir Ada 7 anggota badan yang membuat dosa lahir yang disebut maksiat, iaitu :
Mulut - dusta / ghibah
Mata - melihat yang haram
Telinga - mendengar cerita kosong
Hidung - menimbulkan rasa benci
Tangan - merosak
Kaki - berjalan membuat maksiat
Kemaluan - bersyahwat / berzina (termasuk makan yang haram).
iii) Tingkat Ketiga : Suci dari Dosa Bathin Ada 7 alat pembuat dosa bathin yang dinamakan 7 Lataif (Petikan : Pengantar Ilmu Tarekat oleh Abubakar Aceh)
Latifatul Qalby - berhubungan jantung jasmani. Letaknya dua jari di bawah susu kiri. Di sinilah letaknya sifat - sifat kemusyrikan, kekafiran dan ketahyulan dan sifat - sifat iblis. Untuk mensucikannya zikir dengan membaca 5000 kali - AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi dengan Iman, Islam, Ihsan, Tauhid dan Makrifat.
Latifatu Roh - berhubungan Rabu jasmani. Letaknya dua jari di bawah susu kanan. Di sinilah letaknya sifat Bahimiyah (binatang jinak) iaitu sifat menurut nafsu. Untuk mensucikannya zikir dengan dipalu sekeras - kerasnya 1000 kali - AlLah, AlLah.
Latifatus-Sirri. Letaknya dua jari di atas susu kiri. Di sinilah letaknya sifat 'Syabiyah' (binatang buas) iaitu sifat zalim / aniaya, pemarah dan pendendam. Untuk mensucikannya zikir dengan membaca 1000 kali - AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi dengan sifat kasih sayang dan ramah - tamah.
Latifatul Khafi - dikenderai Limpah jasmani. Letaknya dua jari di atas susu kanan. Di sinilah letaknya sifat 'Syaitanuyah' iaitu hasad / dengki, munafik dan khianat. Untuk mensucikannya berzikir 1000 kali membaca AlLah, AlLah dengan dipalukan sekeras - kerasnya. Pada tingkat ini hati diisi sifat Syukur dan Sabar.
Latifatul Akhfa - berhubungan empedu jasmani. Letaknya di tengah - tengah dada. Di sinilah letaknya sifat ria, takbur / sombong, ujub / membanggakan diri dan Sum'a / cari nama atau kemasyuran. Untuk mensucikannya zikir 1000 kali membaca AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi sifat Ikhlas, Khusyu', Tadarru Tafakkur.
Latifatun-nafsun-Natiqa. Letaknya di antara dua kening. Di sinilah letaknya 'nafsu ammarah' penghalang besar untuk menciptakan perbaikan masyarakat. Untuk mensucikannya zikir 1000 kali membaca AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi dengan sifat Tenteram dan Pikiran Tenang.
Latifah kullu Jasad - kenderai seluruh tubuh jasmani. Dalam Latifah inilah terletak sifat jahil dan ghaflah (kejahilan dan alpa). Untuk mensucikannya hendaklah dizikirkan 1000 kali - AlLah, AlLah sehingga mengalir zikir disekujur badan jasmani sehingga tiada tempat untuk sifat kebendaan / kejahilan dan kelalaian / Ghaflah. Pada tingkat ini hati diisi pula sifat Ilmu dan Amal.
iv) Tingkat Keempat : Suci Hati Rabbaniyah Yang dimaksudkan Latifatul Qalby di sini bukan jantung jasmani tetapi "Latifatur Rabbaniyah" adalah Roh yang suci yang paling halus dan memerintah serta mengatur badan dan anggota badan jasmani. Dialah hakekat diri yang sebenar diri. Induk kepada latifah - latifah lain. Sabda RasululLah s.a.w.
"Di dalam tubuh anak Adam ada segumpal daging apabila ia baik, maka baiklah seluruh jasad dan apabila ia rosak maka rosaklah seluruh jasad. Ketahuilah, dia itu ialah 'hati'.
Pada Latifah Rabbaniyahlah tempat jatuhnya penilikan AlLah kepada manusia. Menurut Kaum Sufi, bahawa kehidupan dan alam penuh dengan rahsia - rahsia tersembunyi. Rahsia tertutup oleh dinding/hijab tetapi bisa terbuka dan dapat tersingkap, dapat melihat atau merasai atau berhubungan dengan terang ter-rahsia asal kita menempuh jalannya. Jalan itulah dinamakan 'Tarekat'. Ahli Tarekat menempuh jalan didikan 3 tingkat iaitu
Takhalli,
Tahalli dan
Tajalli.
2. Tujuan Tahalli ialah:
Mengisi diri dengan sifat - sifat terpuji / menyinari hati.
a) Dasar Perbaikan Akhlak. Kaum Sufi mengatur suatu ajaran untuk memperbaiki tata kehidupan dan penghidupan manusia agar manusia itu menjadi 'manusia wara' yang ikhlas dalam beribadat kepada AlLah, ikhlas dalam pengabdian melayani masyarakat dan damai / berpartisipasi dalam kehidupan. Firman AlLah dalam Al-Quran (S. An-Nahl: 90)
"Bahwa sesungguhnya AlLah memerintahkan untuk berlaku adil, berbuat kebajikan, hidup berkeluarga. Dan melarang kekejian, kemungkaran dan bermusuhan. Bahwa Tuhan mengajarkan kepada kamu sekalian (pokok - pokok akhlak itu) agar kamu sekalian menjadi perhatian"
Ajaran itu menurut istilah sufi dinamakan: Takhalli, Tahalli dan Tajalli. Sistem ajaran ini memerlukan latihan - latihan dan perjuangan dengan tanjakan - tanjakan dari satu tingkat ke tingkat lebih tinggi yakni dari mensuci bersihkan hati ke tingkat menyinari hati sampai dekat diri kepada AlLah dalam keadaan Tajalli.
b) Sifat yang Mnyinari Hati / Jiwa. Sifat yang menyinari hati / jiwa menurut Kaum Sufi dinamakan sifat - sifat terpuji. Menurut Al-Ghazali di dalam kitabnya "Arbain fi Usulid-Din" antara sifat - sifat terpuji itu ialah:
Taubat - menyesali diri dari perbuatan yang tercela
Khauf / Taqwa - perasaan takut kepada AlLah
Ikhlas - niat dan amal yang tulus atau suci
Syukur - rasa berterima kasih
Zuhud - hidup sederhana, apa adanya
Sabar - tahan diri dari segala kesukaran
Ridha - bersenang diri menerima keputusan AlLah
Tawakkul - menggantungkan diri, nasib kepada AlLah
Mahabbah - cinta kepada AlLah semata - mata
Zikrulmaut - selalu ingat mati Maka apabila manusia telah menaungi dan mengisi hatinya dengan sifat - sifat terpuji itu maka hati menjadi cerah dan terang dapat pula menerima cahaya dari sifat - sifat tadi.
c) Mendekatkan Diri kepada AlLah. Untuk mendekatkan diri kepada AlLah perlu melalui apa yang lazim dikerjakan oleh Kaum Sufi iaitu Kesempurnaan Agama Islam yang dapat dicapai dalam 4 tingkat.
i) Tingkat Pertama : Syariat Ertinya mengerjakan amal badaniyah daripada segala hukum - hukum: shalat, puasa, zakat dan haji. Syariat adalah peraturan - peraturan yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah. Tujuan utama syariat ialah membangun kehidupan manusia atas dasar amar ma'ruf dan nahi mungkar. Syariat membahagi ma'ruf kepada 3 kategori:
1. Fardhu atau wajib
2. Sunnat atau mustahab
3. Mubah atau harus
Selanjutnya syariat membahagi munkarat atas 2 bahagi iaitu :
1. Haram
2. Makruh
Peraturan - peraturan yang diatur oleh syariat itu adalah atas dasar Quran dan Sunnah yang merupakan sumber hukum dalam Islam untuk keselamatan manusia. Menurut Ahli Sufi, bahawa syariat itu baru merupakan tingkat pertama menuju jalan kepada Tuhan. Tarekatlah yang merupakan perbuatan untuk melaksanakan syariat itu. Apabila 'Syariat' dan 'Tarekat' dikuasai maka lahirlah 'Hakekat' yang tidak lain daripada perbaikan keadaan dan ehwal, sedang tujuan terakhir adalah 'Makrifat' iaitu mengenal Tuhan yang sebenar - benarnya, serta mencintainya sebaik - baiknya. Syariat ialah pengenalan perintah dan Hakekat ialah pengenalan pemberi perintah.
ii) Tingkat Kedua : Tarekat Dasar - dasar pokok mengenai Tarekat antara lain:
1. Sebuah Hadis Qudsi menyatakan : "Adalah Aku suatu perbendaharaan yang tersembunyi, maka inginlah Aku supaya diketahui siapa Aku, maka kujadikanlah makhluk: Maka dengan AlLah mereka mengenal Aku". Dasar "Wihdhatul Wujud" yang menjadi faham Ahli Tarekat. Bahawa AlLah itu permulaan kejadian, yang awalnya tiada permulaan. AlLah telah ada dan tiada yang lain besertaNya. Dan kerana supaya zatnya dilihat pada sesuatu yang bukan zatnya, sebab itulah dijadikan segenap kejadian (Al-Khaliq).
2. Firman AlLah dalam Al-Quran (S.Al-Jin: 16)
"Dan bahawa jika mereka tetap (istiqamah) menempuh jalan itu "TAREKAT" sesungguhnya akan Kami beri rezeki / rahmat yang berlimpah - limpah".
"Tarekat" adalah suatu sistem (tariqah) untuk menempuh jalan yang pada akhirnya mengenal dan merasakan adanya Tuhan, dalam keadaan seseorang dapat melihat Tuhan dengan mata hatinya (ainul basirah). Ini didasarkan atas pertanyaan Saidina Ali bin Abi Thalib kepada RasululLah: "Manakah Tarekat yang sedekat - dekatnya mencapai Tuhan? Yang dijawab RasululLah s.a.w. : "tidak lain daripada zikir kepada AlLah". "Syariat" mewajibkan seseorang mengadap Kiblat dalam Shalat, maka "Tarekat" tidak sampai di situ saja. Tarekat berpegang kepada Firman AlLah: "Sembahlah Aku". Yang bermaksud semua ibadah dilakukan kerana tujuan untuk ber-Taqwa (takut) kepada AlLah. Tetapi bukan setakat pengertian "syariat" iaitu mengerjakan apa yang diperintah dan menjauhkan apa yang dilarang. Tetapi menurut Ahli Tarekat Taqwa adalah perpaduan dari 4 sifat:
1. (ta) - Taubat
2.(qaf) - Qinaah atau khusyu'
3. (wauw) - Wara
4. (alif) - Ikhlas beribadah mencari keridhaan AlLah
iii) Tingkat Ketiga : Hakekat Syariat merupakan peraturan, Tarekat merupakan pelaksanaan maka hakekat adalah tujuan pokok yakni pengenalan Tuhan yang sebenar - benarnya. Menurut Tarekat, hati wajib menghadap kepada AlLah berdasarkan ayat Quran: "Fa'buduny - sembahlah Aku". Menurut kita menyembah Tuhan seolah - olah Tuhan terlihat, berdasarkan Hadis: "Sembahlah Tuhanmu, seakan - akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka sesungguhnya Tuhan melihat kamu".
Menurut Makrifat, ialah mengenal AlLah untuk siapa dipersembahkan segala amal ibadat itu. Yang dengan khusyu' seseorang hamba merasa berhadapan dengan AlLah, ketika ini perasaan bermusyahadah berintai - intaian dan bercakap - cakap dengan Tuhan seolah - olah AlLah berkata: "Innany Ana AlLah - Aku inilah Tuhan yakni AlLah" maka kehadiran "hati" berkata: "Anta AlLah - Engkaulah AlLah". Lalu AlLah berkata lagi: "Iqimis-shalata lizikry - bershalatlah untuk mengingat akan Aku". Demikian "hakekat", ialah membuka kesempatan bagaimana salik mencapai maksudnya, iaitu mengenal Tuhan, Ma'rifatulLah dan Musyahadah Nur yang Tajalli.
Al-Ghazali menerangkan : "Bahawa Tajalli itu ialah terbuka Nur cahaya yang ghaib bagi hati seseorang dan sangat mungkin yang dimaksudkan dengan Tajalli ialah Mutajalli yang tidak lain daripada itulah AlLah".
iv) Tingkat Keempat : Ma'rifat. Ma'rifat adalah tujuan pokok, yakni: mengenal AlLah yang sebenar - benarnya. Taftazany dalam kitabnya "Syarhul Maqsid" menerangkan: "Apabila seseorang mencapai tujuan terakhir dalam pekerjaan suluknya - ilalladan fillah, pasti dia tenggelam dalam lautan tauhid dan irfan sehingga zatnya selalu dalam pengawasan zat Tuhan dan sifatnya selalu dalam pengawasan sifat Tuhan. Ketika itu orang itu fana dan lenyap dalam keadaan "masiwallah" apa yang bersifat bukan AlLah. Dia tidak melihat wujud alam ini melainkan AlLah. Al-Ghazali menerangkan: "bahawa hatilah yang dapat mencapai hakekat sebagaimana yang tertulis pada Lauhin Mahfud, iaitu hati yang sudah bersih dan murni. Alhasil, tempat untuk melihat dan Ma'rifat AlLah adalah "HATI".
3. Tujuan Tajalli ialah:
Mencari Kenyataan AlLah. Firman AlLah dalam Al-Quran (S.An-Nur: 25)
"AlLah itu cahaya langit dan bumi"
Berlandaskan ayat ini Ahli Sufi yakin beroleh pancaran Nur AlLah Tajallinya AlLah. Demikian AlLah Tajalli dengan af-al, asma' dan zatNya yang tidak tersembunyi, "mutajalli min zatihi la yakhhfa". Dalam menempuh jalan (tarekat) untuk memperoleh kenyataan Tuhan (Tajalli), Ahli Sufi berusaha melalui ridha dengan latihan - latihan dan mujahadah (perjuangan) dengan menempuh jalan, antara lain melalui dasar pendidikan 3 tingkat iaitu: Takhalli, Tahalli dan Tajalli. Ada pula yang menempuh jalan suluk dengan sistem "Muratabatu - thariqah" yang terdiri dari 4 tingkat: (seperti sistem yang dipakai oleh Tarekat Naqsabandiah) :
1. Taubat
2. Istiqamah : Taat lahir dan bathin
3. Tahzib : terdiri dari beberapa riadhah / latihan seperti puasa, mengurangi tidur dan menyendiri.
4. Taqarrub : mendekatkan diri kepada AlLah dengan berkhalwat, zikir terus - menerus.
Seterusnya maka sampailah salik pada Maqam Nihayah: Fana-uhu 'ala baqa-ihi wa ghaya-tuhu 'ala hudu-rihi iaitu fana dalam kebaqaan AlLah dan lenyap dalam kehadiran AlLah. Hal demikian bisa berhasil kerana Tuhan Maha cahaya terhadap hambaNya dan Tuhan adalah sumber cahaya dan Ilmu. Apabila Tuhan telah menembusi hati hambaNya dengan 'nur' dan cahayaNya, maka berlimpah ruahlah Rahmat.
(Petikan: Pengantar Ilmu Tarekat oleh H. Abubakar Aceh).
Hasil Tulisan Seorang Sahabat
Mudah - mudahan bermanfa'at kepada mereka yang mencari... WalLahu A'lam
diambil dari tulisan: Ahmad Nizam Bin Awang
A. Membina Peribadi
1. Perbaikan Akhlak Firman AlLah swt. dalam Al-Quran (S. Al-Kahfi: 110)
"Maka barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh (memperbaiki akhlak) dan janganlah ia mempersekutukan apapun dalam beribadat kepada Tuhan (bersih dari segala kotoran hawa nafsu)"
Al-Ghazali di dalam kitabnya Kimyaus-Saadah menyatakan
"tujuan perbaikan akhlak ialah membersihkan qalbu dari kotoran hawa nafsu dan amarah hingga hati menjadi suci bersih bagaikan cermin yang dapat menerima Nur cahaya Tuhan".
2. Sabar Firman AlLah swt. dalam Al-Quran (S. Al-Baqarah: 45 - 46)
"Jadikanlah sabar dan Salat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu adalah tugas berat kecuali bagi orang yang khusyu".
Orang - orang yang khusyu' itu ialah orang yang menyukai bahwa mereka itu akan bertemu dengan AlLah dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya"
Menurut Al-Ghazali, 'Sabar' ialah meninggalkan segala macam pekerjaan yang digerakkan oleh hawa nafsu, tetap pada pendirian agama yang bertentangan dengan kehendak hawa nafsu, semata - mata kerana menghendaki kebahagiaan dunia dan akhirat"
Pembahagian Sabar:
a) Sabar Disiplin / Taat
i) Sabar sebelum taat, ialah niat yang ikhlas, tujuan yang benar, merasa berkewajipan atas keyakinan agama dalam menerima peraturan berupa perintah atau larangan.
ii) Sabar melaksanakan taat, ialah melaksanakan kewajipan sampai selesai, berkala atau terus menerus dengan penuh tanggungjawab dan kesungguhan.
iii) Sabar setelah taat, ialah tidak merasa bangga dengan selesainya pekerjaannya, tidak iri hati atau kekurangan atau kelebihan orang lain, tidak ria' untuk dikagumi hasil usahanya.
b) Sabar Berkewajipan. Mengetahui sesuatu kewajipan tidak cukup untuk dapat dikerjakan tanpa adanya kesabaran dan sebaliknya mengetahui sesuatu larangan belum tentu dapat meninggalkannya tanpa adanya kesabaran.
c) Sabar menurut hukum terbahagi:
Sabar untuk menjauhkan diri dari segala yang haram,hukumnya 'wajib'.
Sabar untuk menjauhkan diri dari segala pekerjaan makruh, hukumnya 'sunat'.
Sabar dalam menjalankan hukuman kerana pelanggaran maka hukumnya 'harus'.
Sabar membela kehormatan atau hak milik hukumnya 'haram'. Sifat sabar dalam keadaan ini dinamakan 'sabar Saja'ah' (sabar berani). Firman AlLah dalam Al-Quran (S. Al-Anfaal: 46) "Bersabarlah kamu sekalian, sesungguhnya AlLah beserta mereka yang sabar".
3) Syukur. Berterima kasih kepada AlLah atas segala nikmat pemberianNya. Erti Syukur, keadaan seseorang mempergunakan nikmat yang diberikan oleh AlLah itu hanya untuk membuat kebajikan.
4) Ridha bil Qadha. Ridha ertinya rela menerima dengan apa yang ditentukan dan ditaqdirkan AlLah kepadanya. Rela berjuang atas jalan AlLah mencari semata - mata keridhaan AlLah (Ibtighaa MadhatilLah).
Kesimpulan Sabar, Syukur dan Ridha adalah tiga sifat terpuji yang sangat bernilai tinggi, dapat membawa kepada ketinggian budi pekerti dan akhlak dan merupakan kekuatan yang dapat menolong untuk berkemahuan keras, berjiwa besar dan bertanggungjawab.
Pendidikan Tasauf pertama - tama dengan pembaikan akhlak, mencapai tingkat demi tingkat yang lebih tinggi, dari Muslim biasa kepada Mukminin kepada Muhsinin kepada Muttaqin kepada Mukarrabin kepada Arifin - mengenal dan merasai Tuhan yang sungguh - sungguh. Dengan sifat - sifat yang tersebut, mereka memasuki latihan - latihan jiwa dan mujahadah dengan Sistem berikut :
Takhalli - mensuci bersih diri dari segala dosa lahir dan dosa bathin.
Tahalli - mengisi diri dengan segala sifat yang terpuji.
Tajalli - memperoleh hakekat kenyataan Tuhan kerana suci bersihnya hati mereka mencintai AlLah. B Latihan Rohani dan Tingkat - Tingkat Yang Harus Dilalui
1. Tujuan Takhalli ialah:
a]. Membersihkan diri dari kotoran hati / sifat - sifat tercela.Firman AlLah dalam Al-Quran (S. As-Sams: 9 & 10) "Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensucikan jiwanya dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya".
Sifat - sifat yang mengotori jiwa / hati
Hasad - irihati
Haqad - dengki / benci
Suuz-zan - sangka buruk
Kibir - sombong
Ujub - merasa sempurna diri dari orang lain
Riya - mempamerkan kelebihan diri
Suma' - cari nama atau kemasyuran
Bukhul - bakhil / kikir
Hubbul Mal - cinta kebendaan
Tafahur - membanggakan diri
Ghadab - pemarah
Ghibah - pengumpat
Namimah - bicara belakang orang
Kizib - dusta
Khianat - munafik Maksiat Lahir - segala perbuatan yang dikerjakan oleh anggota badan manusia yang merosak orang atau diri sendiri sehingga membawa pengorbanan benda - benda, fikiran dan perasaan. Maksiat Bathin - lebih berbahaya kerana tidak kelihatan dan kurang disedari dan sukar dihilangkan.
b]. Cara membersihkan jiwa / hati Tersingkapnya tabir / hijab yang membatasi diri dengan Tuhan ialah suci bersihnya diri / jiwa dari kotoran - kotoran maksiat lahir dan maksiat bathin. Menurut Ahli Tarekat ada 4 dinding / hijab yang membatasi diri dengan Tuhan dan ada 4 juga jalan yang dapat membuka dinding / hijab itu.
i) Tingkat Pertama : Suci dari Najis dan Hadas - Bersih dari najis maka wajib bersuci dengan air atau berinstinja dengan tanah. - Suci dari hadas besar (keluar mani) maka wajib mandi. - Suci diri dari hadas kecil maka wajib berwudhu. * Seorang yang hendak menghubungkan diri dengan Tuhan maka wajib bersih badannya, bersih pakaiannya, bersih tempatnya, bersih lahir dan bathinnya.
ii) Tingkat Kedua : Suci Dari Dosa Lahir Ada 7 anggota badan yang membuat dosa lahir yang disebut maksiat, iaitu :
Mulut - dusta / ghibah
Mata - melihat yang haram
Telinga - mendengar cerita kosong
Hidung - menimbulkan rasa benci
Tangan - merosak
Kaki - berjalan membuat maksiat
Kemaluan - bersyahwat / berzina (termasuk makan yang haram).
iii) Tingkat Ketiga : Suci dari Dosa Bathin Ada 7 alat pembuat dosa bathin yang dinamakan 7 Lataif (Petikan : Pengantar Ilmu Tarekat oleh Abubakar Aceh)
Latifatul Qalby - berhubungan jantung jasmani. Letaknya dua jari di bawah susu kiri. Di sinilah letaknya sifat - sifat kemusyrikan, kekafiran dan ketahyulan dan sifat - sifat iblis. Untuk mensucikannya zikir dengan membaca 5000 kali - AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi dengan Iman, Islam, Ihsan, Tauhid dan Makrifat.
Latifatu Roh - berhubungan Rabu jasmani. Letaknya dua jari di bawah susu kanan. Di sinilah letaknya sifat Bahimiyah (binatang jinak) iaitu sifat menurut nafsu. Untuk mensucikannya zikir dengan dipalu sekeras - kerasnya 1000 kali - AlLah, AlLah.
Latifatus-Sirri. Letaknya dua jari di atas susu kiri. Di sinilah letaknya sifat 'Syabiyah' (binatang buas) iaitu sifat zalim / aniaya, pemarah dan pendendam. Untuk mensucikannya zikir dengan membaca 1000 kali - AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi dengan sifat kasih sayang dan ramah - tamah.
Latifatul Khafi - dikenderai Limpah jasmani. Letaknya dua jari di atas susu kanan. Di sinilah letaknya sifat 'Syaitanuyah' iaitu hasad / dengki, munafik dan khianat. Untuk mensucikannya berzikir 1000 kali membaca AlLah, AlLah dengan dipalukan sekeras - kerasnya. Pada tingkat ini hati diisi sifat Syukur dan Sabar.
Latifatul Akhfa - berhubungan empedu jasmani. Letaknya di tengah - tengah dada. Di sinilah letaknya sifat ria, takbur / sombong, ujub / membanggakan diri dan Sum'a / cari nama atau kemasyuran. Untuk mensucikannya zikir 1000 kali membaca AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi sifat Ikhlas, Khusyu', Tadarru Tafakkur.
Latifatun-nafsun-Natiqa. Letaknya di antara dua kening. Di sinilah letaknya 'nafsu ammarah' penghalang besar untuk menciptakan perbaikan masyarakat. Untuk mensucikannya zikir 1000 kali membaca AlLah, AlLah. Pada tingkat ini hati diisi dengan sifat Tenteram dan Pikiran Tenang.
Latifah kullu Jasad - kenderai seluruh tubuh jasmani. Dalam Latifah inilah terletak sifat jahil dan ghaflah (kejahilan dan alpa). Untuk mensucikannya hendaklah dizikirkan 1000 kali - AlLah, AlLah sehingga mengalir zikir disekujur badan jasmani sehingga tiada tempat untuk sifat kebendaan / kejahilan dan kelalaian / Ghaflah. Pada tingkat ini hati diisi pula sifat Ilmu dan Amal.
iv) Tingkat Keempat : Suci Hati Rabbaniyah Yang dimaksudkan Latifatul Qalby di sini bukan jantung jasmani tetapi "Latifatur Rabbaniyah" adalah Roh yang suci yang paling halus dan memerintah serta mengatur badan dan anggota badan jasmani. Dialah hakekat diri yang sebenar diri. Induk kepada latifah - latifah lain. Sabda RasululLah s.a.w.
"Di dalam tubuh anak Adam ada segumpal daging apabila ia baik, maka baiklah seluruh jasad dan apabila ia rosak maka rosaklah seluruh jasad. Ketahuilah, dia itu ialah 'hati'.
Pada Latifah Rabbaniyahlah tempat jatuhnya penilikan AlLah kepada manusia. Menurut Kaum Sufi, bahawa kehidupan dan alam penuh dengan rahsia - rahsia tersembunyi. Rahsia tertutup oleh dinding/hijab tetapi bisa terbuka dan dapat tersingkap, dapat melihat atau merasai atau berhubungan dengan terang ter-rahsia asal kita menempuh jalannya. Jalan itulah dinamakan 'Tarekat'. Ahli Tarekat menempuh jalan didikan 3 tingkat iaitu
Takhalli,
Tahalli dan
Tajalli.
2. Tujuan Tahalli ialah:
Mengisi diri dengan sifat - sifat terpuji / menyinari hati.
a) Dasar Perbaikan Akhlak. Kaum Sufi mengatur suatu ajaran untuk memperbaiki tata kehidupan dan penghidupan manusia agar manusia itu menjadi 'manusia wara' yang ikhlas dalam beribadat kepada AlLah, ikhlas dalam pengabdian melayani masyarakat dan damai / berpartisipasi dalam kehidupan. Firman AlLah dalam Al-Quran (S. An-Nahl: 90)
"Bahwa sesungguhnya AlLah memerintahkan untuk berlaku adil, berbuat kebajikan, hidup berkeluarga. Dan melarang kekejian, kemungkaran dan bermusuhan. Bahwa Tuhan mengajarkan kepada kamu sekalian (pokok - pokok akhlak itu) agar kamu sekalian menjadi perhatian"
Ajaran itu menurut istilah sufi dinamakan: Takhalli, Tahalli dan Tajalli. Sistem ajaran ini memerlukan latihan - latihan dan perjuangan dengan tanjakan - tanjakan dari satu tingkat ke tingkat lebih tinggi yakni dari mensuci bersihkan hati ke tingkat menyinari hati sampai dekat diri kepada AlLah dalam keadaan Tajalli.
b) Sifat yang Mnyinari Hati / Jiwa. Sifat yang menyinari hati / jiwa menurut Kaum Sufi dinamakan sifat - sifat terpuji. Menurut Al-Ghazali di dalam kitabnya "Arbain fi Usulid-Din" antara sifat - sifat terpuji itu ialah:
Taubat - menyesali diri dari perbuatan yang tercela
Khauf / Taqwa - perasaan takut kepada AlLah
Ikhlas - niat dan amal yang tulus atau suci
Syukur - rasa berterima kasih
Zuhud - hidup sederhana, apa adanya
Sabar - tahan diri dari segala kesukaran
Ridha - bersenang diri menerima keputusan AlLah
Tawakkul - menggantungkan diri, nasib kepada AlLah
Mahabbah - cinta kepada AlLah semata - mata
Zikrulmaut - selalu ingat mati Maka apabila manusia telah menaungi dan mengisi hatinya dengan sifat - sifat terpuji itu maka hati menjadi cerah dan terang dapat pula menerima cahaya dari sifat - sifat tadi.
c) Mendekatkan Diri kepada AlLah. Untuk mendekatkan diri kepada AlLah perlu melalui apa yang lazim dikerjakan oleh Kaum Sufi iaitu Kesempurnaan Agama Islam yang dapat dicapai dalam 4 tingkat.
i) Tingkat Pertama : Syariat Ertinya mengerjakan amal badaniyah daripada segala hukum - hukum: shalat, puasa, zakat dan haji. Syariat adalah peraturan - peraturan yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah. Tujuan utama syariat ialah membangun kehidupan manusia atas dasar amar ma'ruf dan nahi mungkar. Syariat membahagi ma'ruf kepada 3 kategori:
1. Fardhu atau wajib
2. Sunnat atau mustahab
3. Mubah atau harus
Selanjutnya syariat membahagi munkarat atas 2 bahagi iaitu :
1. Haram
2. Makruh
Peraturan - peraturan yang diatur oleh syariat itu adalah atas dasar Quran dan Sunnah yang merupakan sumber hukum dalam Islam untuk keselamatan manusia. Menurut Ahli Sufi, bahawa syariat itu baru merupakan tingkat pertama menuju jalan kepada Tuhan. Tarekatlah yang merupakan perbuatan untuk melaksanakan syariat itu. Apabila 'Syariat' dan 'Tarekat' dikuasai maka lahirlah 'Hakekat' yang tidak lain daripada perbaikan keadaan dan ehwal, sedang tujuan terakhir adalah 'Makrifat' iaitu mengenal Tuhan yang sebenar - benarnya, serta mencintainya sebaik - baiknya. Syariat ialah pengenalan perintah dan Hakekat ialah pengenalan pemberi perintah.
ii) Tingkat Kedua : Tarekat Dasar - dasar pokok mengenai Tarekat antara lain:
1. Sebuah Hadis Qudsi menyatakan : "Adalah Aku suatu perbendaharaan yang tersembunyi, maka inginlah Aku supaya diketahui siapa Aku, maka kujadikanlah makhluk: Maka dengan AlLah mereka mengenal Aku". Dasar "Wihdhatul Wujud" yang menjadi faham Ahli Tarekat. Bahawa AlLah itu permulaan kejadian, yang awalnya tiada permulaan. AlLah telah ada dan tiada yang lain besertaNya. Dan kerana supaya zatnya dilihat pada sesuatu yang bukan zatnya, sebab itulah dijadikan segenap kejadian (Al-Khaliq).
2. Firman AlLah dalam Al-Quran (S.Al-Jin: 16)
"Dan bahawa jika mereka tetap (istiqamah) menempuh jalan itu "TAREKAT" sesungguhnya akan Kami beri rezeki / rahmat yang berlimpah - limpah".
"Tarekat" adalah suatu sistem (tariqah) untuk menempuh jalan yang pada akhirnya mengenal dan merasakan adanya Tuhan, dalam keadaan seseorang dapat melihat Tuhan dengan mata hatinya (ainul basirah). Ini didasarkan atas pertanyaan Saidina Ali bin Abi Thalib kepada RasululLah: "Manakah Tarekat yang sedekat - dekatnya mencapai Tuhan? Yang dijawab RasululLah s.a.w. : "tidak lain daripada zikir kepada AlLah". "Syariat" mewajibkan seseorang mengadap Kiblat dalam Shalat, maka "Tarekat" tidak sampai di situ saja. Tarekat berpegang kepada Firman AlLah: "Sembahlah Aku". Yang bermaksud semua ibadah dilakukan kerana tujuan untuk ber-Taqwa (takut) kepada AlLah. Tetapi bukan setakat pengertian "syariat" iaitu mengerjakan apa yang diperintah dan menjauhkan apa yang dilarang. Tetapi menurut Ahli Tarekat Taqwa adalah perpaduan dari 4 sifat:
1. (ta) - Taubat
2.(qaf) - Qinaah atau khusyu'
3. (wauw) - Wara
4. (alif) - Ikhlas beribadah mencari keridhaan AlLah
iii) Tingkat Ketiga : Hakekat Syariat merupakan peraturan, Tarekat merupakan pelaksanaan maka hakekat adalah tujuan pokok yakni pengenalan Tuhan yang sebenar - benarnya. Menurut Tarekat, hati wajib menghadap kepada AlLah berdasarkan ayat Quran: "Fa'buduny - sembahlah Aku". Menurut kita menyembah Tuhan seolah - olah Tuhan terlihat, berdasarkan Hadis: "Sembahlah Tuhanmu, seakan - akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka sesungguhnya Tuhan melihat kamu".
Menurut Makrifat, ialah mengenal AlLah untuk siapa dipersembahkan segala amal ibadat itu. Yang dengan khusyu' seseorang hamba merasa berhadapan dengan AlLah, ketika ini perasaan bermusyahadah berintai - intaian dan bercakap - cakap dengan Tuhan seolah - olah AlLah berkata: "Innany Ana AlLah - Aku inilah Tuhan yakni AlLah" maka kehadiran "hati" berkata: "Anta AlLah - Engkaulah AlLah". Lalu AlLah berkata lagi: "Iqimis-shalata lizikry - bershalatlah untuk mengingat akan Aku". Demikian "hakekat", ialah membuka kesempatan bagaimana salik mencapai maksudnya, iaitu mengenal Tuhan, Ma'rifatulLah dan Musyahadah Nur yang Tajalli.
Al-Ghazali menerangkan : "Bahawa Tajalli itu ialah terbuka Nur cahaya yang ghaib bagi hati seseorang dan sangat mungkin yang dimaksudkan dengan Tajalli ialah Mutajalli yang tidak lain daripada itulah AlLah".
iv) Tingkat Keempat : Ma'rifat. Ma'rifat adalah tujuan pokok, yakni: mengenal AlLah yang sebenar - benarnya. Taftazany dalam kitabnya "Syarhul Maqsid" menerangkan: "Apabila seseorang mencapai tujuan terakhir dalam pekerjaan suluknya - ilalladan fillah, pasti dia tenggelam dalam lautan tauhid dan irfan sehingga zatnya selalu dalam pengawasan zat Tuhan dan sifatnya selalu dalam pengawasan sifat Tuhan. Ketika itu orang itu fana dan lenyap dalam keadaan "masiwallah" apa yang bersifat bukan AlLah. Dia tidak melihat wujud alam ini melainkan AlLah. Al-Ghazali menerangkan: "bahawa hatilah yang dapat mencapai hakekat sebagaimana yang tertulis pada Lauhin Mahfud, iaitu hati yang sudah bersih dan murni. Alhasil, tempat untuk melihat dan Ma'rifat AlLah adalah "HATI".
3. Tujuan Tajalli ialah:
Mencari Kenyataan AlLah. Firman AlLah dalam Al-Quran (S.An-Nur: 25)
"AlLah itu cahaya langit dan bumi"
Berlandaskan ayat ini Ahli Sufi yakin beroleh pancaran Nur AlLah Tajallinya AlLah. Demikian AlLah Tajalli dengan af-al, asma' dan zatNya yang tidak tersembunyi, "mutajalli min zatihi la yakhhfa". Dalam menempuh jalan (tarekat) untuk memperoleh kenyataan Tuhan (Tajalli), Ahli Sufi berusaha melalui ridha dengan latihan - latihan dan mujahadah (perjuangan) dengan menempuh jalan, antara lain melalui dasar pendidikan 3 tingkat iaitu: Takhalli, Tahalli dan Tajalli. Ada pula yang menempuh jalan suluk dengan sistem "Muratabatu - thariqah" yang terdiri dari 4 tingkat: (seperti sistem yang dipakai oleh Tarekat Naqsabandiah) :
1. Taubat
2. Istiqamah : Taat lahir dan bathin
3. Tahzib : terdiri dari beberapa riadhah / latihan seperti puasa, mengurangi tidur dan menyendiri.
4. Taqarrub : mendekatkan diri kepada AlLah dengan berkhalwat, zikir terus - menerus.
Seterusnya maka sampailah salik pada Maqam Nihayah: Fana-uhu 'ala baqa-ihi wa ghaya-tuhu 'ala hudu-rihi iaitu fana dalam kebaqaan AlLah dan lenyap dalam kehadiran AlLah. Hal demikian bisa berhasil kerana Tuhan Maha cahaya terhadap hambaNya dan Tuhan adalah sumber cahaya dan Ilmu. Apabila Tuhan telah menembusi hati hambaNya dengan 'nur' dan cahayaNya, maka berlimpah ruahlah Rahmat.
(Petikan: Pengantar Ilmu Tarekat oleh H. Abubakar Aceh).
Hasil Tulisan Seorang Sahabat
Mudah - mudahan bermanfa'at kepada mereka yang mencari... WalLahu A'lam
diambil dari tulisan: Ahmad Nizam Bin Awang
Langganan:
Komentar (Atom)





































