Sabtu, Mei 21

dihadapan Cinta, semua manusia menjadi anak-anak

dihadapan Cinta, semua manusia menjadi anak-anak







teruntuk sahabat tercintaku > iBoy :)




siang ini, aku pergi keluar dari tempatku bernaung, hendak membeli makanan kecil untuk menemaniku mengerjakan tugas. saat langkah kupastikan berjalan melewati pagar, ada segerombolan anak yang berlarian, ada yang bersembunyi dibalik pohon, ada yang berdiri mengawasi jalanan dengan cemas; nampaknya mereka sedang bermain petak-umpet dalam bayangku.

kenangan tiba-tiba menculikku, membawaku ketempat dimana aku tak berada dalam tubuhku sekarang. terbayang kemudian saat-saat aku bermain air disungai belakang rumahku. atau saat aku bermandikan hujan sembari bermain bola dan meluncur dari satu sisi lapangan ke sisi yang lain serupa bintang lapangan yang tak pernah kalah. atau juga saat kusulap batu-batu menjadi serupa mobil-mobil. oh sungguh indah, anak-anak adalah pesulap ulung; dengan segala keajaibannya, ia menghidupkan apapun yang ia sentuh; serupa sentuhan cinta dengan kemesraan tak terkira!


saat seorang dilanda Cinta, seseorang itu akan serupa anak-anak. ia bingung dengan dirinya sendiri, bingung dengan apa yang dicintanya, namun sangat gila dalam mencinta!

aku seketika ingat cerita majnun, saat ia meratapi dinding rumah layla, mencari layla dibalik selimut, dibalik pohonan, dibalik batu-batu.. kegilaan yang sempurna serupa anak-anak yang tak membiarkan suatupun menyembunyikan yang dicintanya! ia akan terus mencari, terus merindu hingga ia menemukan kekasihnya..

seperti juga saat majnun menyentuh ranting, ia menceritakan duka lara rindunya.. saat ia bertemu angin, ia kabarkan cinta yang telah mendekapnya begitu erat serupa nafas!
apapun yang majnun sentuh, seketika benda itu akan hidup, serupa sahabatnya. keajaiban yang sama yang dilakukan anak-anak!

Cinta, membuat manusia menjadi manusia..

saat aku membayangkan berita di televisi tentang orang dewasa yang saling bunuh demi memperebutkan lahan parkir, atau saat membayangkan tokoh politik yang memfitnah lawan politiknya, juga saat aku membayangkan dua kelompok kampung saling bunuh dan saling serang..
aku melihat saat orang dewasa terasing dalam dirinya sendiri, saat ia juga terasing dari keakraban semesta.. orang dewasa menyebut dirinya orang yang paling memahami segalanya,. tapi mereka saling serang, saling bunuh, saling tusuk-menusuk.

aku jadi membayangkan sewaktu aku kecil, aku mempunyai sahabat bernama denny boy, aku memanggilnya iboy. pada saat-saat tertentu aku dan boy suka saling serang dan saat aku menangis seketika itu juga boy menghiburku, membuat tangisku terbendung oleh tawa kami..
anak-anak, tak pernah benar-benar membenci.. tak pernah benar-benar bermusuhan, tak seperti orang dewasa..


mungkin orang-orang dewasa musti belajar menjadi anak-anak, belajar mencintai segala bukan membencinya..

dan biarkan sekali lagi Cinta, melukis pelangi di angkasa, di hati orang-orang yang tertimpa duka lara, di dada orang-orang yang sesak oleh kebencian..


serupa tawa anak-anak,-

Cinta, merasuk kedalam hatimu.. dan mekar seperti fajar yang menerangi segala kegelapan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar