Selasa, Desember 18

penantian





Aku burung kecil
Di hadapan cinta, di hadapan engkau
Kerinduan telah membakar mata juga sayapku
Semenjak cinta tumbuh memenuhi udara
Semenjak cinta menjadi cahaya

Oh
Demi cinta yg memberi keadilan
Menampakkan diri,
Pada Si dungu dan Si peragu

Aku harus membakar bulu-buluku sendiri
Setiap matahari menyelam dalam malam
Untuk membuatku tetap terjaga
Sebab aku tak ingin jatuh terlelap
Hingga namamu tak lagi dapat menggetarkan bibir ini
Untuk membuatku sedikit dapat bertahan
Dari dingin rindu yg telah menggugurkan dedaunan
Dari dingin rindu yg menghentikan perjalanan sungaisungai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar