Rabu, Maret 31

manthiq-althair, sari dari ganj, Fariduddin Attar

Ketika Tuhan meniupkan nafas hayat yang suci ke tubuh Adam yang tak lain dari tanah dan air, Tuhan ingin agar para malaikat takkan tahu tentang itu,dan tidak pula menaruh syak. Maka Tuhan pun bersabda pada mereka, "Bersujudlah di hadapan Adam, o Ruh Samawi!" semua mereka pun bersujud, Tuhan meniupkan nafas hayat ke dalam diri Adam dan tiada satu pun dari mereka yang tahu akan rahasia yang ingin disembunyikan Tuhan. Atinya, tiada satu pun kecuali Iblis, yang berkata dalam hati, "Tak ada yang akan melihat atau bertekuk lutut. Meski kepalaku bercerai sekalipun, tidaklah itu akan sama celakanya dengan melaksanakan apa yang dikehendaki Tuhan. Aku tahu betul bahwa bukan karena masalah adam akan di bumi itu saja, maka aku tak bersedia untuk bersujud dan tak melihat rahasia itu." Dan demikianlah, Iblis tak bersujud, melaikan mengawasi saja, dan melihat rahasia itu. Akhirnya Tuhan pun bersabda, "O kau yang tinggal menunggu, kau telah mencuri rahasia itu, dan untuk itu, kau pun akan kumatikan, sebab aku tak ingin ada makhluk yang mengetahui rahasia itu. Bila raja duniawi menyembunyikan harta kekayaannya, ia akan membunuh dia yang mengetahui harta yang disembunyikan itu. Dan engkaulah dia."



Iblis berkata, "Rabbi,beri kiranya pertangguhan, karena hamba ini abdi Tuan,dan tunjuki hamba kiranya hamba dapat menebus dosa hamba." "Karena begitu permohonanmu," sabda Tuhan, "akan kuberikan padamu pertangguhan; namun sejak saat ini, akan kukenakan di lehermu kerah kutukan dan akan kulekatkan padamu nama pembohong dan pemfitnah,agar setiap orang akan waspada terhadapmu sampai hari kiamat."



Iblis berkata, "Apakah yang mesti hamba takutkan karena kutukan Tuan bila harta suci ini telah tersingkapkan bagiku? Bila kutukan datang dari Tuan, maka akan datang pula ampunan. Dimana ada racun, disana ada pula penawarnya. Tuan mengutuk sebagian makhluk dan merestui yang lain. Kini karena hamba telah mendurhaka, maka hamba pun menjadi makhluk kutukan Tuan." Bila kau tak dapat menemukan dan memahami rahasia yang kukatakan itu, bukanlah karena hal itu tak ada, tetapi karena kau tak mencarinya dengan benar. Bila kau suka pilih-pilih diantara apa-apa yang datang dari Tuhan, maka kau bukan penempuh Jalan Ruhani. Bila kau memandang dirimu sendiri dimuliakan dengan intan dan dihinakan dengan batu, maka Tuhan tak menyertaimu. Perhatikan baik-baik, janganlah kau menyukai intan dan menolak batu,karena keduanya datang dari Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar