Rabu, Februari 23

3 Cahaya Penciptaan

3 Cahaya Penciptaan






Rajabun Shahr (bulan) Allah, Shaban shahr (bulan) an-Nabi dan Ramadan membuka shahr (bulan) al-ummah.



Rahasia tiga Bacaan Surah Ya-Seen [36] dan Allah mengkaruniakan kita rahasia kehidupan, wa laqad karamna bani Adam (as).



Qalbu Ilahiyyah menghendaki dikenal. Kenikmatan (karamah) Rajab harus dibebaskan dari mediasi apapun yang diciptakan (ciptaan). Yaitu, belum satupun ciptaan diperagakan dalam samudera penciptaan. Tak satu malaikatpun dan tak satu ciptaanpun akan memberikan kita karunia seperti itu. Itu adalah rahasia Qalbu Ilahiyyah yang bergerak dalam bulan Rajab dan dari ciptaan cahaya tersebut, yang bergerak dalam bulan Rajab. Kita membaca Surah Ya-Seen pertama untuk hakikat qalbu itu dan membaca tiga Surat al-Ikhlas yang pertama, yang adalah dari Qalbu Ilhiyyah itu. Ini adalah kecenderungan dari Ilahiyyah untuk menciptakan ciptaan.



Sekali kehendak itu dimulai, kegiatan peragaan penciptaan Ilahiyyah itu terjadilah.



Ya-Seen yang berikutnya (kedua) adalah untuk shahr (bulan) Shaban.



Rajab adalah cahaya La ilaha ila-Allah

& Muhammadan RasulAllah adalah untuk Shaban.



Itu adalah ash-Shafi.

Rahasia Shaban terkait dengan rahasia Nabi s.a.w.. Jika bukan untuk Muhammad RasulAllah samudera itu tidak akan diadakan. Al Ikhlas kedua dalam wirid kita terkait dengan Penciptaan Cahaya Keberadaan (Existence) Khusus (Unique) itu atau (Cahaya) Ahadiyya [Kekhususan = Uniqueness]. Cahaya itu adalah sumber awal mula semua cahaya dan khusus (unique) karena itu datang dari Hadhirat Ilahiyyah. Warna apapun lainnya dalam spektrum cahaya itu adalah dari situ.



Samadiyya [Self Sustaining = Mencukupi Sendiri] adalah Cahaya yang secara langsung datang dari Hadhirat Ilahiyyah. Kamu tidak dapat memberikan itu sebagai catu atau memberinya asupan, makanya itu diterima langsung dari Hadhirat Ilahiyyah.



Cahaya Shaban muncul dari Cahaya Nabi [s.a.w.].

Ketika kamu menuliskan Kalima (Shahadat), pentingnya nisf Shaban adalah di tengah tengah yang disebut "qaaba qawsayni aw adna". Yang jaraknya adalah Dua Busur atau lebih dekat. Titik itu di mana dua titik (garis?) bersilang adalah tahun baru ruhaniah (spiritual) dan itu adalah tempat dari mana cahaya kita datang ke dalam kehadiran. Apapun yang menyandang (didandani dengan) cahaya itu mendatangi titik itu dan dihiasi pada saat tertentu itu. Hanya Allah mengkaruniakan atau menghiaskan cahaya seperti itu dan adalah sumber asal mula cahaya kalian. Pada saat (titik) itulah Dia menetapkan asupan/rezeki apakah yang akan diterima ruhaniahmu dalam tahun itu.







Pada saat bulan Ramadan lah cahaya itu terlahir. Itu adalah bulan ke sembilan dalam penanggalan rembulan.



Pentingnya (angka) sembilan dan manifestasi/keberadaan muncul dalam bulan itu. Ramadan adalah bulan di mana cahaya kita dilahirkan. Seperti pertumbuhan jabang bayi di dalam rahim ibunya [Rhem]. Manifestasi dari cahaya Nabi [s.a.w.] itu dilahirkan dan rezekinya ditetapkan dan diberikan keberadaan (existence).









3 Qalbu itu:

* 1 –Qalbu Ilahiyyah yang tak dapat dicapai oleh siapapun dan adalah asal mula sumber api, cinta dan intuisi. Itu adalah loncatan api yang mengawali (originating spark) dan qalbu ilahiyyah ini hanya terdapat di dalam qalbu kedua.

* 2 –Qalbu Sayyidina Muhammad (s.a.w.). Quloob al-Muhammadiyya dan jantung (qalbu) ciptaan. Ini adalah Wadah semua kekuatan/kuasa di dalam alam semesta yang kita kenal ini

Wa laqad karamna bani Adam (as).

Alasan kita mempelajari qalbu ini bukanlah untuk Kebendaan (cosmos) namun adalah didasarkan pada qalbu adalah kehadiran Sang Ilahi.

* 3 – Qalbu Adam (as). Kamu adalah satu satunya ciptaan yang diberi qalbu itu karena itu adalah sebuah cerminan/refleksi dari qalbu Kenabian dan hanya dari qalbu inilah kamu dapat mencapai kepada anugerah Allah. Bukalah qalbu itu, masuklah ke dalamnya dan bercerminlah. Itu adalah qalbu Sayyidina Muhammad (s.a.w.). Kamu jangan mengarahkan ke pada sebarang arah atau berfokus kepada apapun selain qalbu yang satu itu. Arahlan telescope mu kepada arah itu sehingga Kabah mu adalah qalbumu. Jika kamu datang untuk maksud ini dan membebaskan Mecca dengan menghancurkan 360 patung patung itu, kamu sedang mengikuti/meniru marifah Nabi s.a.w.dan Dia akan membawamu ke Hadhirat Ilahiyyah.



Contoh Nabi kepada kita :

1. Tinggal di Mecca, yakni "Kehendak Qalbu mu "
2. Harus meninggalkan Mecca, yakni "Kehendak Qalbu mu "
3. Bergerak menuju Medina Al Munawira "Kota Cahaya "
4. Peperangan besar untuk menyelamatkan kamu dari Neraka dan kemudian kamu boleh kembali ke Mecca.
5. Mecca "Qalbu kini sepenuhnya berisi Cinta Ilahiyyah " dan kamu memusnahkan patung/berhala itu. Kamu membuat qalbumu dan tubuhmu sebagai sebuah Masjid, atau sebuah tempat untuk pemujaan. Itu sama sekali murni dan disucikan bagi Tuhan mu dan terbebaskan dari segala kekotoran dan berhala.



Kamu memiliki 360 berhala, satu di setiap titik dalam tubuh kamu. Setiap titik dari 360 Lataifs/ Chakras memiliki sebuah keburukan yang bercokol di situ, menjaga dan mencegahnya dari berserah diri kepada Hadhirat Ilahiyyah. Melalui focus kepada Shaykh dan dengan meditasi dan praktek spiritual, akan menjadi lebih mudahlah untuk mengikuti contoh Nabi Suci s.a.w..



Kemudian tiga berhala besar terakhir harus disingkirkan. Ini adalah Tiga Jammarat [pelemparan batu kepada Iblis dalam Hajj] dan dengan proses yang sama dalam laku (amal) spiritual mu. Ketika kamu mencoba membuka qalbumu, dengan Muraqabah, Shaykh menyingkirkan semua keburukan pada Lataif / chakras tersebut dan membuat mereka berserah diri kepada Hadhirat Ilahiyyah. Apabila kita praktek lebih banyak lagi dan lagi dalam cara/jalan nya (Shaykh), adalah cahaya dan bimbingannyalah yang dapat menyingkirkan berhala berhala ini.



Untuk mencapai hal ini kita harus berada dalam Muraqabah kepada Shaykh.

Kita harus membuka kunci gembok telinga,

Membuka kunci gembok qalbu,

dan menyingkirkan tabir di hadapan mata kita.



Itulah sebabnya mengapa huruf Arabic Sheen adalah untuk Arsh [ Mahligai Ilahiyyah] memiliki tiga titik di atasnya; mereka (menyimbulkan) tiga gembok. Maksud praktek spiritual adalah untuk membuka ketiga gembok pada qalbu itu untuk mencapai Qalbu Ilahiyyah melalui Qalbu Nabi s.a.w.. Cahaya ini bergerak dari Rajab ke Shaban ke Ramadan.



Inilah pentingnya wirid yang kita amalkan. Wirid Sayyidina Ali [as] untuk menamatkan al Quran adalah wirid Naqshbandiyya. Itu adalah pemenuhan pembacaan al Quran dengan semua rahasianya. Niat untuk membaca wirid itu pada niat Shaykhs.



Tiga Surat al-Ikhlas berkaitan dengan haqiqat itu.

Rahasia angka 3. Kita memiliki 1 dan kemudian kita memiliki 2 yang adalah cerminan dari 1.

2 + 1 adalah tiga.

Tiga – dari padanya segala sesuatu (semua) dilahirkan. Cahaya Allah, Cahaya Nabi s.a.w., dan Cahaya Ciptaan.





Satu adalah Ahad atau Ke Esa an Khas (Unique Oneness).

Satu adalah Ke Esa an Wahid.

Satu adalah Esensi (Dzat) dan Wahid adalah cerminan dari Ahad.

Satu – Allah.

Ciptaan adalah dari “satu” yang lain, yaitu Wahid.

Dari satu dan dua seluruh ciptaan dilahirkan.



Maka segala sesuatu dilahirkan dari tiga. 3+1=4, …3+6=9



Rahasia Ruh & Cahaya terletak di dalam pemahaman terhadap 3.





3 + 1 = 4

Bentuk diberikan. Empat elemen / unsur yang menyusun bentuk itu.



3 + 2 = 5

Lima indera, yang kamu gunakan untuk menemukan Tuhan mu, pendengaran, penglihatan, perabaan, penciuman dan cita rasa.



3 + 3 = 6

Kamu adalah cerminan dari ruh Ilahiyyah jadi 6, al-Wadud. Ciptaan ini dilahirkan dari cinta. HabibAllah, dari cinta Allah (ishk), datanglah Muhammad (s) dari Cinta (ishk) nya datanglah semua ciptaan lainnya



3 + 4= 7

Petunjuk, khalipha (al-Hadi), melahirkan pentingnya tujuh. Tujuh bukaan suci, tujuh level atom. 2 telinga, 2 mata, 2 lubang hidung satu mulut. Ruh dan Bentuk telah tercipta dan sebuah Bimbingan (Manual) dilahirkan. Kehormatan dari penciptaan kita dan pentingnya Kekhalifahan. Tiga lubang ini menghirup udara dan empat lubang lainnya adalah dua telinga dan dua mata, segi (aspek) pendengaran dan penglihatan ciptaan.



3 + 5= 8

Ruh dengan rahasia kehidupan selalu Hidup (al-Hayat), Tawaf Kehidupan abadi. Ketika kita terlahir, kita mati dan ketika kita mati kita terlahir ke dalam Haqiqat baru. Setiap Akhir adalah Kelahiran (Awal) dari Haqiqat Baru. Haqiqat saling berlawanan. Allah adalah tak berhingga dan penciptaan adalah sebuah tawaf (siklus) yang abadi. Ya Da’im Ya Da’im menggambarkan perjalanan abadi. Kita selalu memohon untuk mengalami sebuah perjalanan yang bagus.





3 + 6= 9

3 + 6 [wadud] Jiwa yang membuka Rahasia Cinta Ilahiyyah dan membuka kekuatan/kuasa dari 9 yang adalah otoritas/wewenang tertinggi. 9 adalah Sang Sultan, Sang Raja, Abdullah. Penyerahan diri yang sempurna adalah disebabkan oleh angka 9, jadi (itu) adalah Qalbu al Quran, Surah 36 Ya-Seen, yang nampak dalam cermin/refleksi



Setiap kali kita membaca 11 kali Surat al-Ikhlas, itu berhubungan dengan rahasia itu dari cermin/refleksi Ciptaan; Dzat Allah merefleksi pada Muhammad [s.a.w.], sang Abdi.



3 kekuatan dari Tiga Cahaya Suci.

Tujuh terkait kepada Hadi atau kesempurnaan jiwa dan kesempurnaan bentuk kita.

Kemudian ciptaan sempurna ini menjadi sebuah tuntunan (manual) bagi semua ciptaan.

Kemudian kita membaca tujuh kali Surat al-Inshirah itu adalah untuk tujuh lubang (bukaan).

Yakni, pembukaan dari tujuh lubang di muka dan tujuh levels jantung/qalbu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar