Ketika semua hal diperjual-belikan. Kemanakah manusia?
Nafasku berjalan lebih panjang dari biasanya, aku tengah melewati pusat perbelanjaan di sebuah kota kecil di pinggiran jakarta. Mataku melihat berbagai macam benda-benda yang berderet berbaris menunggu “tuannya” untuk segera dibawa pulang. Benda-benda itu dipertukarkan dengan sejumlah uang kepada seorang yang menjual benda-benda tersebut.
Ya, saya berfikir bahwa suatu ketika segala hal sudah tak lagi dapat dibagikan, ketika manusia sudah tak lagi mengenal arti kata berbagi dan kata berbagi sudah dihapuskan dalam semua kamus bahasa dalam kebudayaan manapun.
Manusia memperjual-belikan nafas, memperjual-belikan ginjal, jantung, kaki, anak, dan segala hal yang ada dalam semesta mereka; sampai-sampai mereka memperjual-belikan kasih sayang yang mereka miliki.
Mereka telah menghabisi saya, memukul saya dengan telak!
Saat mereka berlomba-lomba untuk memperjual-belikan semua yang ada, bukan semua yang mereka miliki; mereka akan saling membunuh hanya untuk sebuah hal. Mereka akan saling caci.. jika hal itu belum terjadi, paling tidak mereka telah memukuli saya dengan apa yang telah mereka lakukan.
Di tengah hingar bingar mereka memperjual-belikan apa yang ada pada mereka, saya menemukan seorang pengemis yang duduk di sesudut jalan. Menengadahkan sebuah cawan di depan wajah mereka. apa yang mereka coba lakukan? Tidak! jangan sekali-kali berfikir mereka menjual kemiskinan atau nasib yang kalian anggap nasib malang! Dalam cawan mereka tidak ada tag-price yang biasa terpampang di barang-barang dagangan! Tidak juga di kening mereka..
Mereka hanya ingin membagikan pelajaran tentang berbagi! Mereka tak pernah menuntuk untuk seseorang mengasihani mereka, membayarnya dengan sekilo beras atau susu untuk anak mereka minum!
Mereka berbagi tentang apa itu berbagi, disaat semua orang berlomba-lomba untuk memperjual-belikan diri mereka sendiri.. orang ini telah mengajari kita ditengah sorotan surya yang menguliti kita dengan panasnya! Orang ini telah membagikan lautan ilmu bagaimana kita harus menjadi manusia! Bukan manusia yang Egois hanya mementingkan diri sendiri,..
Mereka mengajarkan pada kita apa itu manusia.. dengan cara berbagi.. bukan dengan sekeping uang atau selembar cek! Tapi dengan mempertanyakan ulang apa itu manusia? Yang telah dicipta berjuta abad lalu tak sendiri.. tapi bersama, menjadi manusia yang seutuhnya…
Barang-kali mereka yang akan memelihara kitab-kitab tentang berbagi dan kitab tentang manusia, ketika semua orang telah mencampakkannya..
Barangkali mereka akan terus berbagi tentang apa yang mereka suguhkan padaku sebuah pelajaran disenja ini..
barangkali aku juga bisa membagi kisah tentang pengemis, tentang malam, tentang cinta…
Salam cinta..
senja di-Depok, 25 february 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar