Sabtu, Maret 26

Kalau kau lupakan aku

Kalau kau lupakan aku



Kumau kau mengerti

satu hal ini.



Kau tahu semua ini:

kalau aku memandang

bulan kristal, memandang ranting merah

musim gugur yang merambat lambat di jendelaku,

kalau kusentuh

di dekat perapian

abu lembut halus

atau tubuh keriput kayu api,

semuanya ini membawaku padamu,

seolah semua yang ada,

aroma, cahaya, logam,

adalah kapal kapal kecil

yang berlayar

menuju pulau pulaumu yang menungguku itu.



Jadi

kalau sedikit demi sedikit kau berhenti mencintaiku

aku akan berhenti mencintaimu, sedikit demi sedikit.



Kalau tiba tiba

kau melupakanku

jangan lagi cari aku,

karena aku pasti sudah akan melupakanmu.



Kalau kau pikir lama dan membosankan

angin musim

yang berhembus dalam hidupku,

dan kau putuskan

untuk meninggalkanku di pantai,

hati dimana akarku berada,

ingatlah

hari itu juga,

detik itu juga,

aku akan melepaskan tanganku

dan akarku akan berlayar

mencari negeri baru.



Tapi

kalau setiap hari,

setiap detik,

kau rasa kau memang ditakdirkan untukku

dengan kemesraan yang tak terkira,

kalau setiap hari sebuah bunga

merambat naik ke bibirmu mencariku,

ah cintaku, kekasihku,

dalam diriku semua api itu akan terbalas,

dalam diriku tak ada yang akan padam atau terlupakan,

cintaku hidup dari cintamu, kekasihku,

dan selama kau hidup cintaku akan terus dalam rangkulanmu

tanpa meninggalkanku.







Pablo Neruda,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar