Kita Menantikan Tiga Tanda Hari Kiamat
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani
12 Maret, 2011 Burton, Michigan
Shuhbah di Masjid Ash-Shiddiq (Sehari setelah terjadi Bencana Gempa/Tsunami di Jepang)
A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim Nawaytu 'l-arba'iin, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaadha, nawaytu's-saluuk, nawaytu'l-'uzlah, nawytu ash-shiyam lillahi ta'ala fii
hadza'l-masjid. Ati`ullaha wa athi`u 'r-Rasuula wa uuli 'l-amri minkum.
Patuhilah Allah, patuhi Nabi, dan patuhilah mereka yang mempunyai otoritas diantara kalian.(4:59)
As-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. Dastuur yaa Sayyidii, madad.
Terlalu banyak berita yang datang simpang-siur. Itu membuat orang-orang bingung, mana yang harus mereka dengarkan, dan itu membuat orang menganalisis suatu peristiwa menurut kapasitas dan pemahaman mereka. Seorang murid SMA tidak dapat memahami ajaran seorang profesor di universitas; mungkin hanya mahasiswa PhD (tingkat Doktor) saja yang dapat mengerti apa yang diajarkan oleh profesor kepada orang-orang yang tingkat pendidikannya lebih tinggi. Namun tetap saja, murid sekolah tinggi tadi dapat mendengar dan mengerti sebagian dari apa yang diajarkan, tetapi ia tidak dapat menganalisis maknanya secara keseluruhan. Mengapa Nabi (saw) bersabda mengenai
Sayyidina `Ali (ra):
أنا مدينة العلم و علي بابها
Ana madiinatul-`ilm wa `aliyyunbaabuha.
Aku adalah Kota Pengetahuan dan `Ali adalah pintunya.
Mengapa Beliau saw tidak bersabda, “Semua Sahabatku adalah pintuku?” Beliau juga secara spesifik mengatakan bahwa Sayyidina Abu Bakr adalah “berbeda” dan lebih “istimewa” dibandingkan yang lain, karena ada yang istimewa di dalam kalbunya dan tidak dapat dimengerti oleh setiap orang. Jadi sebagian mungkin berpikir secara harfiah, bahwa makna dari, “`Ali adalah pintu bagi pengetahuan,” dan “sesuatu yang istimewa ada di dalam kalbu Sayyidina Abu Bakar ra,” adalah CINTA kepada Nabi (saw), yang juga bersabda, “Jika akan ada nabi setelahku, maka itu pastilah `Umar ra." Tetapi kemudian di mana Sayyidina Abu Bakar ra, Sayyidina `Ali ra, dan Sayyidina Utsman (radiy-Allahu `anhum)? Itu artinya kalian memerlukan sebuah jendela kepada waliitu untuk bisa memahami apa yang beliau katakan.
Kadang-kadang jendela mobil diberi warna hitam, jadi dari luar kalian tidak bisa melihat sesuatu, tetapi orang yang duduk di dalam dapat melihat apa saja. Jadi, tidak semua orang yang duduk berada di dalam kalbu syekh dan dapat mengerti apa yang beliau katakan. Mereka duduk di luar, di mana mereka mendengar suara klakson dan mereka mulai berbunyi juga, dan mereka mengatakan hal-hal yang pada kenyataannya bukan bunyi klakson tadi, itu adalah apa yang wali itu katakan kepada orang-orang yang duduk di dalam bersamanya. Suara klakson adalah untuk keledai, untuk membuat mereka pindah dari tengah jalan. Beberapa keledai, bahkan jika kalian terus membunyikan klakson, mereka tidak bergerak, mereka berpikir (berpikir ala keledai...berpikir terus, tetapi tidak mengerti) dan keras kepala!
Bagaimana dengan di sini? Apakah tidak ada keledai? Bukankah kalian melihatnya? Apa yang mereka lakukan dengan keledai di sini? Beberapa orang mengatakan, “Kami tidak mempunyai keledai di sini.” Tidak, di sini penuh dengan keledai!
(tertawa). Jadi kalian melihat keledai duduk di jalan, berpikir selama lima belas menit dan tidak bergerak, dan kalian bisa membunyikan klakson sesuka kalian. Beberapa orang tidak mengerti mengenai keledai karena mereka adalah keledai. Kuda akan bergerak, tetapi keledai tidak akan bergerak. Mereka melihat keledai tertawa dan bertanya kepadanya, “Mengapa kau tertawa?” Ia berkata, “Kemarin mereka membuat sebuah lelucon, dan sekarang aku baru mengerti!”
Jadi biarkanlah si keledai berpikir terus sesuka mereka, karena mereka tidak akan pernah mengerti apa yang dikatakan oleh seorang walidan hikmah di dalamnya. Jika kalian tidak mengerti hikmahnya, berusahalah untuk menyempurnakan diri
kalian melalui awraadkalian dan kewajiban-kewajiban lain yang berbeda-beda, dengan demikian kalian akan mulai memahaminya dengan berbeda. Untuk kuda mereka memakaikan penutup mata untuk membatasi apa yang ia lihat dan ke mana ia melihat. Kalian tidak perlu menggunakan penutup mata; kalian harus melihat ke sekeliling dan perhatikan apa yang terjadi, dengan begitu barulah kalian akan mengerti apa yang dikatakan oleh seorang wali.
Seorang wali bukan untuk dunia, ia adalah untuk akhirat. Jadi jangan harapkan bahwa wali itu akan memberi kalian sesuatu untuk membangun dunia kalian, karena sebagian besar pekerjaan yang diamanatkan oleh Nabi (saw) kepadanya adalah untuk akhirat kalian.
Sayyidina Abayazid al-Bistami (q) dengan sengaja menciptakan kebingungan agar orang-orang mengutuknya. Apakah kalian senang melakukan hal itu? Ia adalah awliyaullah terbesar, bahkan Ibn Taymiyya pun menerimanya. Ia pergi ke suatu desa untuk menciptakan kebingungan, kemudian pergi; itulah misinya. Ketika orang-orang mengutuknya dan mengucilkannya, dengan begitu ia menguji kesabaran dirinya, untuk melihat apakah ia dapat menanggung kesulitan itu atau tidak.
Orang-orang tidak mengerti akan hal itu, mereka hanya mengerti bahwa ia membuat suatu kesalahan dan mereka mengucilkannya. Tetapi pada kenyataannya ia menguji kesabarannya sendiri dan bagi orang yang mengutuknya, ia berdoa, “Yaa Rabbii! Siapapun yang mengutuk aku, keburukan apapun yang ia lakukan, ampunilah ia, dan berikanlah pahala dari amalku untuknya.” Apakah ada yang mengerti tentang hal itu? Ia melakukan hal-hal yang membuat orang mengutuknya dan ketika mereka mengutuknya, ia berdoa, "Yaa Allah! Orang itu menyebut namaku, jadi angkatlah dia!"
Grandsyekh biasa berkata, “Jika seseorang menyebutkan namaku, aku berkewajiban untuk berdoa agar mereka dapat mencapai levelku.” Jadi kalian tidak dapat mencapai level mereka, kalian tidak dapat mencapainya dan memahami apa yang mereka katakan. Jika seorang ahli gempa berkata kepada kalian, “Akan ada gempa pada tanggal 2 April, jadi persiapkanlah diri kalian,” jika kalian percaya dengan hal itu, apa yang akan kalian lakukan? Kalian akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Kalian bisa pergi ke hutan, membawa makanan kalian dan bersembunyi di sana. Ketika tanggal 2 April tiba dan ternyata tidak ada gempa, lalu apa? Apakah kalian akan mengatakan bahwa ahli (wali) itu salah, atau kalian mengatakan ada hikmah di balik itu?
Bagaimana wali itu salah? Saya tidak mengatakan bahwa setiap waliadalah sempurna, tetapi kalian mempersiapkan diri sesuai dengan level kalian. Jika seorang dokter mengatakan, “Anda mempunyai kanker,” lalu apa yang kalian lakukan? Kalian akan melakukan segala sesuatu sehingga ketika waktu kalian tiba, kalian akan menjalaninya (dengan tidak terlalu khawatir).
Rabu sore kemarin di Washington DC, saya memberikan sebuah suhbah. Dengan berkah Mawlana, saya menyebutkan sebagaimana yang beliau katakan, "Katakan kepada mereka, bahwa jika Allah menghendaki, Dia akan menjungkir balikkan bumi ini dengan suatu gempa bumi yang dahsyat yang akan membuat apa yang berada di atas menjadi di bawah dan apa yang berada di bawah menjadi di atas.” dan kami mengatakan,
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَاidza zulzilat al-ardhu zilzaalah, wa akhrajatil
ardhu atsqaalaha, wa qaalat al-insaanu maa laha..."
Ketika bumi digoncangkan dengan goncangan dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya, dan manusia bertanya, “Ada apa dengannya?” (az-Zalzalah,99:1-3)
Allah (swt) akan mengguncang bumi ini bukan hanya dari atasnya saja, tetapi dari bawahnya, dan membuat tsunami muncul, dan manusia akan bertanya, “Apa yang terjadi?” Mawlana Syekh berkata, “Katakan pada mereka apa yang terjadi.” Dan apa yang terjadi? Gempa bumi itu terjadi pada keesokan harinya. (Pelajaran bagi kita adalah) para awliyadipercaya oleh Nabi (saw) dan ketika mereka mengatakan sesuatu di depan umum, itu mempunyai suatu makna, dan ketika beliau mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan spiritual, itu mempunyai makna yang berbeda. Ketika mereka mengatakan sesuatu di depan umum, itu adalah sama untuk semua level spiritual, baik anak-anak atau dewasa, karena mereka belum mencapai level pemahaman.
Ketika awliyaullah mengatakan kepada kalian susuatu secara pribadi, itu berada pada level yang berbeda. Jadi, jangan panik terhadap apa yang dikatakan oleh Mawlana Syekh dua atau tiga hari yang lalu! Beliau ingin memberi peringatan kepada kalian, agar kalian mempersiapkan diri dan menjadi lebih tinggi dan tinggi lagi.
Jika seseorang mengatakan kepada kalian bahwa kalian mempunyai kanker, kalian akan segera mempersiapkan diri untuk memperoleh hasilnya. Ketika Mawlana Syekh mengatakan, “Mahdi (as) akan datang,” maka persiapkanlah diri kalian dengan makanan dan persediaan lainnya karena sudah tidak ada waktu lagi! Sungguh, Mawlana ingin agar kalian dan keluarga kalian benar-benar dalam keadaan siap, senantiasa menantikan munculnya Sayyidina Mahdi (as)!
Pertama, untuk mempersiapkan diri kalian, kalian membuat niat bahwa kalian telah siap untuk beliau, dan dengan itu kalian akan bersama dengannya! Mempersiapkan diri kalian untuk meringankan beban adalah ibadah. Mawlana Syekh ingin memberi kalian level itu seolah-olah kalian telah bersama Sayyidina Mahdi (as), seolah-olah kalian telah memenuhi perintahnya dan melakukan apa yang beliau inginkan! Dengan demikian kalian akan diberi ganjaran bahwa segala sesuatu yang kalian lakukan di dalam hidup kalian seolah-olah kalian sungguh menantikan kedatangannya.
Ada tanda-tanda Hari Kiamat yang kita nantikan. Sebagian besar tanda-tanda yang telah diprediksikan oleh Nabi (saw) telah muncul, tetapi ada dua tanda yang belum muncul. Jadi Mawlana Syekh ingin agar kalian ditulis sebagai orang-orang di masa Mahdi (as). Itu artinya, jangan panik! Jika kalian mengatakan kepada diri kalian bahwa kalian adalah orang-orang yang hidup di masa Mahdi (as), maka di mana pun kalian berada, kalian akan bersama beliau, dengan membaca “Bismillahi
'r-Rahmani 'r-Rahiim.” Kalian akan dipindahkan dengan kekuatan surgawi menuju tempat di mana pun Mahdi (as) berada. Jadi jangan panik, lakukan saja apa yang kalian lakukan.
Apakah Mawlana mengatakan kepada orang-orang yang dekat dengannya untuk berhenti bekerja? (tidak) Lalu mengapa kalian pergi ke sana ke mari dengan arah yang berlainan untuk menemukan apa yang harus dilakukan? Mawlana Syekh berkata bahwa tiga tanda pasti akan terjadi sebelum munculnya Mahdi (as). Para Awliya Allah menantikannya dan jika ketiga tanda ini belum muncul, tetap saja kita menantikan kedatangannya. Grandsyekh `AbdAllah al-Fa'iz ad-Daghestani (q) menyebutkan ketiganya.
Salah satunya adalah sebuah gunung yang besar di dekat Bursa akan meletus dengan debu dan lava merah yang mengalir ke Istanbul, membuat kota itu terbakar. Apakah hal itu sudah terjadi? Belum! Jadi kita masih menunggunya.
Yang kedua, Kairo akan tenggelam di bawah air akibat jebolnya Bendungan Aswan. Bendungan ini belum ada ketika Sayyidina Ibn `Arabi memprediksinya dalam kitabnya, Futuhat al-Makkiyya, yang mengatakan bahwa sungai Nil akan mengalami banjir dan airnya akan mencapai menara Masjid Muhammad `Ali di Kairo. Grandsyekh (qs) berkata bahwa ada sebuah tanda di menara masjid itu, yang sangat tinggi, di mana air akan mencapainya. Hingga sampai tahun 1960 orang-orang belum tahu tentang Bendungan Aswan yang dibangun Gamal Abdel Nasser ini. Sekarang kita tidak tahu berapa banyak dari bendungan itu yang sudah terkikis, ia akan jebol dan terjadi banjir besar di sana. Jadi saya khawatir dengan orang-orang di Kairo, tetapi sebelumnya penghancuran Istanbul akan terjadi.
Tanda ketiga adalah ketika Siprus tenggelam ke laut, itu adalah prediksinya. Jadi selama Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani berada di Siprus, ketika beliau meninggalkan Siprus, barulah kalian boleh panik, telepon orang-orang dan kirimkan pesan!
Jadi, gabungkan semuanya! Ketika seorang wali, khususnya Sultan al-Awliya, Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani mengatakan sesuatu, kalian harus memberi perhatian. Juga, ketika Mawlana Syekh pindah, itu tidak akan ke Istanbul; beliau akan pindah ke Syam asy-Syariif. Mengapa kedua putra beliau tidak pindah (dari Siprus dan Istanbul)? Itu artinya persiapkan diri kalian dan dapatkan pahalanya, tetapi jangan panik dan bertanya-tanya apa yang harus kita lakukan!
Jika kalian tidak memahami Mawlana Syekh, kalian tidak akan pernah mengerti. Saya menunggu selama lima puluh tahun untuk Mahdi (as), jadi dengar dan pahamilah. Jika kalian hidup selama seribu tahun atau bahkan satu bulan dalam
persiapan untuk kedatangan Mahdi (as) , maka itu akan sama dengan seseorang yang hidup selama satu bulan. Itu artinya bagi semua murid yang menantikan kedatangannya, akan dibukakan suatu pahala yang besar. Pembukaan itu muncul di bulan Rabi ul-Awwal, bahwa barang siapa yang menanti kedatangan Mahdi (as) ia akan disandangkan dengan pahala dan cahaya yang istimewa dari Nabi (saw) dan Mahdi (as)!
Ketika ketiga tanda yang kami sebutkan itu telah muncul, tetap saja Mahdi (as) belum muncul. Pertama akan terjadi sebuah pertempuran yang sangat dahsyat antara dua pihak yang berselisih mengenai suatu isu. Itu akan terjadi sebelum Mahdi (as) muncul. Pertempuran itu tidak akan terjadi antara Timur Tengah melawan Eropa, tetapi antara dua kubu adikuasa di dunia. Itu adalah prediksi dari Nabi (saw) mengenai Tanda-Tanda Hari Kiamat, bahwa sebuah perang besar akan berlangsung selama tiga bulan.
Jadi sekarang, kalian mempunyai tiga tanda yang akan muncul: Pegunungan di Bursa akan meletus dan lavanya akan masuk ke Istanbul; di Kairo akan terjadi banjir besar yang airnya akan mencapai atap menara Masjid Muhammad Ali dan
kemudian Siprus akan lenyap. Lalu akan terjadi sebuah perang besar selama tiga bulan. Setelah itu, mereka akan datang ke Istanbul dengan takbir dan dindingnya akan runtuh, seperti bila ada kebakaran jika kalian mengucapkan takbir, api itu
akan padam. Jadi pada saat itu dengan kekuatan Mahdi (as), seluruh teknologi akan berhenti.
Akan ada orang-orang yang bersama Mahdi (as); sementara orang-orang yang bersama Anti-Kristus akan dihancurkan. Jangan panik dan khawatir, karena dengan kekuatan “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim”kalian akan bisa berada di mana saja! Jangan khawatir mengenai saya yang akan melakukan perjalanan selama beberapa bulan; itu tidak masalah. Mawlana Syekh meminta saya untuk tinggal bersamanya selama tiga bulan; ada hal-hal yang ingin dikatakan oleh Mawlana Syekh kepada saya, dan insya-Allah khayr.
Ingatlah: ada tanda-tanda yang akan muncul setiap saat, tetapi akan ada jeda di antara mereka, dan kemudian ada tambahan tiga bulan. Letusan gunung berapi di dekat Istanbul, kemudian Kairo tenggelam hingga airnya mencapai menara Masjid Muhammad `Ali, lalu tenggelamnya Siprus. Sekarang Mawlana Syekh masih saja duduk di sana dengan jubahnya dan bertemu dengan banyak orang. Jika (tanda-tanda itu) terjadi, pastilah Mawlana akan pindah. Jika beliau pindah, beliau akan memindahkan semua anggota keluarganya yang berada di rumah itu! Jadi rileks, karena semua itu memerlukan waktu.
Apa yang ingin dikatakan oleh Mawlana Syekh adalah, “Jangan datang dan berkunjung ke Siprus.” Satu bulan yang lalu, sebelum terjadi protes di Tunisia, Mesir, dan Bahrain, sebelum terjadi gempa bumi, kami pergi ke Chili dan Argentina. Beberapa orang datang ke sana dari Brazil, dan mereka berkata bahwa mereka ingin mengunjungi Mawlana Syekh. Mereka mengirimkan pesan tiga atau empat minggu yang lalu. Tetapi ketika terjadi protes di Tunisia dan Mesir, saya
berkata kepada `Ali untuk mengirimkan pesan kepada mereka, "Jangan ada yang pergi untuk mengunjungi Mawlana Syekh." Mengapa? Bukan karena Mahdi (as) akan datang, karena tanda-tandanya belum muncul, tetapi Mawlana tidak ingin orang-orang terjebak di sana. Akan ada zona larangan terbang di sana, dan ada kapal induk di lepas pantai, jadi bagaimana kalian akan pergi dan kembali? Kalian akan terjebak di sana, sementara keluarga kalian ada di Brazil atau
Argentina.
Itulah sebabnya, jika kalian memahaminya dengan benar, beliau mengatakan, “Jika orang-oranga berada beberapa jam dari saya, mereka bisa datang selama tiga hari.” Itu artinya sedekat London. Mengapa beliau membolehkan orang datang selama tiga hari? Siprus akan menjadi sebuah pulau di antara kapal-kapal besar itu, jadi mereka bisa kembali dengan cepat ke negeri mereka.
Ini artinya, jangan khawatir atau panik, rileks! Jika kalian mau, kirimkan pesan kepada kami dan kami dapat jelaskan. Semoga Allah (swt) membuat kita dapat memahami para awliya.
Wa min Allahi 't-tawfiiq, bi hurmati 'l-habiib, bi hurmati 'l-Fatihah.
http://media.islamicsupremecouncil.org/We_Await_Three_Signs_of_the_Last_Days-3290-print.html
We Await Three Signs of the Last Days
Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
12 March, 2011 Burton, Michigan
Suhbah at As-Siddiq Mosque(Day after catastrophic earthquake/tsunamis in Japan)
A`oodhu billahi min ash-Shaytani 'r-rajeem. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem
Nawaytu 'l-arba'een, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaada, nawaytu's-salook, nawaytu'l-'uzlah, nawytu as-siyam lillahi ta'ala fee hadha'l-masjid.
Ati`ullaha wa ati`u 'r-Rasoola wa ooli 'l-amri minkum.
Obey Allah, obey the Prophet, and obey those in authority among you. (4:59)
As-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. Dastoor yaa Sayyidee, madad.
Too many news are coming from here and there. It makes people confused about what they listen to, and it makes people analyze events according to their capacity and understanding. A high school student cannot understand teachings of a university professor; perhaps only PhD students might understand what the professor teaches a higher level of educated people. Still, that high school student may hear and understand some of what is taught, but he cannot analyze its full meaning.Why did the Prophet (s) say about Sayyidina `Ali (r):
أنا مدينة العلم و علي بابها
Ana madeenatul-`ilm wa `aliyyun baabuha.
I am the City of Knowledge and `Ali is its door.
Why didn’t he say, “All the Companions are my door?” He also specified that Sayyidina Abu Bakr is “different” and more “special” than the others, because of something special that settled in his heart, which not everyone can understand. So some might think the literal meaning of, “`Ali is the door of knowledge,” and “a special thing in the heart of Sayyidina Abu Bakr,” is love of the Prophet (s), who also said, “If there would be another prophet after me, it would be `Umar." But then where is Sayyidina Abu Bakr, Sayyidina `Ali, and Sayyidina Uthman (radiy-Allahu `anhum)? It means you need a window to that wali to understand what he is saying.
Sometimes car windows are tinted black, so from outside you cannot see anything, but someone sitting inside can see everything. So not everyone sitting is in the heart of the shaykh and can understand what he is saying. They are sitting outside, where they hear honking and they begin to honk also, and they say things that in reality is not honking, it is what that wali is saying inside to those sitting with him. Honking is for donkeys, to make them move from the middle of the road. Some donkeys, even if you honk and honk, they don't move; they are thinking and stubborn!
What about here? Are there no donkeys? Don't you see them? What do they do with the donkeys here? Some say, “We don't have any donkeys here.” No, it is full of donkeys! (laughter) So you see the donkey sitting in the road, thinking for fifteen minutes and not moving, and you can honk as much as you like. Some people do not understand about donkeys because they are donkeys. The horse will move, but the donkey will not move. They saw a donkey laughing and asked it, “Why are you laughing?” He said, “Yesterday they made a joke, and just now I understood it!”
So let the donkeys think as much as they like, because they will never understand what a wali says and the wisdom in it. If you don't understand the wisdom, then try to perfect yourself through your awraad, and different obligations, then you will begin to understand differently. For the horse they put blinders to restrict what it sees and where it looks. You must not put blinders; you must look around and see what is going on, then you can understand what the wali is speaking about.
A wali is not for dunya, he is for akhirah. So don't expect the wali to give you something to build up your dunya, as most of the work Prophet (s) entrusted to him is for your akhirah.
Sayyidina Abayazid al-Bistami (q) intentionally created confusion in order for people to curse him. Do you like to do that? He is one of biggest awliyaaullah, that even Ibn Taymiyya accepted. He went to a village to create confusion, and then he left; that was his mission. When the people cursed him and exiled him, through that he was testing his own patience, to see if he can carry that difficulty or not. People don’t understand that, they only understand that he made a mistake and they went after him. But in reality he was testing his own patience, and anyone who cursed him, he prayed, “Yaa Rabbee! Whoever cursed me, whatever of bad deeds he did, forgive him, and take from my good deeds and give to him.” Does anyone understand that? He did things to make people curse him and when they cursed him, he asked, "Yaa Allah! That person mentioned my name, so raise him!"
Grandshaykh (q) used to say, “If anyone mentions my name, I am obliged to pray for them to reach my level.” So you cannot reach their levels, you cannot reach and understand what they are saying. If an earthquake expert says to you, “There will be an earthquake on April 2nd, so prepare yourself,” if you believe that, what will you do? You will prepare yourself for that day in the best possible way. You might retreat to the jungle, take your food and hide there. When April 2nd comes and there is no earthquake, then what? Do you say the expert (wali) is wrong, or do you say there is wisdom in that?
How is that wali wrong? I am not saying every wali is perfect, but you prepare according to your level. If a doctor says, “You have cancer,” then what do you do? You prepare everything so that when your time comes, you go (with less worry).
Last Wednesday evening in Washington DC, I gave a suhbat. With Mawlana's baraka, I mentioned as he said, "Say to them that if Allah wants, He will bring this Earth upside down with a huge earthquake that will bring what is up to down and what is down to up.” And we said:
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا
idha zulzilat al-ardu zilzaalah, wa qaalat al-insaanu maa laha..."
When the Earth quakes with her [last] mighty quaking and [when] the Earth yields up her burdens,and man cries out, "What has happened to her?" (az-Zalzala, 99:1-3)
That Allah (swt) will shake this Earth not only from its top but also from its bottom, and make tsunamis come, and human beings will ask, “What is going on?” Mawlana Shaykh said, “Say to them what is going on.” And what happened? That earthquake hit the next day. (The lesson for us is) awliya are entrusted by the Prophet (s) and when they say something in public it has a meaning, and when they say something of spirituality it has a different meaning. When they say something in public, it is the same for a spiritual-level child or adult, as they did not yet reach a level of higher understanding. When awliyaaullah tell you something in private, that is at a different level.
So don’t panic about what Mawlana Shaykh said two or three days ago! He wants warn you, so you will prepare yourself and go higher and higher. If someone says tells you that you have cancer, you will quickly prepare yourself for the outcome. When Mawlana Shaykh says, “Mahdi is coming,” then prepare yourself with food and supplies as there is no time! Really Mawlana wants you and your family to be in a state of perpetual preparation, always anticipating the arrival of Sayyidina Mahdi (a)! First of all, to prepare yourself you make niyyah that you are ready for him, and by that you will be with him! To prepare yourself for relief is worship. Mawlana Shaykh wants to give you that level as if you are already with Sayyidina Mahdi (a), as if you are fulfilling his orders and doing what he wants! Then you will be rewarded with everything you do in your life as if you truly are waiting for him.
There are Signs of the Last Days that we are waiting for. Most of the signs the Prophet (s) predicted did appear, but there are some two signs that did not appear yet. So Mawlana Shaykh wants that you will be written in Mahdi's time. It means, don't panic! If you say to yourself that you are a man or woman of Mahdi’s time, then wherever you are, you will be there with him, by recitation of “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem.” You will be transferred by heavenly power to wherever Mahdi is. So don't panic, just do what you are doing.
Did Mawlana say to those close to him to stop working? (No.) Then why are you running in different directions to find out what to do? Mawlana Shaykh said three signs must occur before Mahdi appears. Awliyaaullah are waiting for them and if these three signs did not come, still we are waiting for them. Grandshaykh `AbdAllah al-Fa'iz ad-Daghestani (q) mentioned them. One of them is that a big mountain near Bursa will explode with ashes and red lava running to Istanbul , putting it in fire. Did that happen? No! So we await that.
Second, Cairo is going to sink underwater from the Aswan Dam, which did not exist when Sayyidina Ibn `Arabi's predicted in his book, Futuhat al-Makkiyya, that the Nile will flood and water will rise to cover the minaret of the Muhammad `Ali Mosque in Cairo. Grandshaykh (q) said there is a sign on the minaret of that mosque, which is very high, where the water is going to reach. Not until the 1960’s did anyone know about the Aswan Dam, which Gamal Abdel Nasser built. Today we don't know how much of it is eaten, that it will collapse and flood the area. So I am worried about the people of Cairo, but first the destruction of Istanbul must occur.
The third sign is when Cyprus sinks into the sea; that is the prediction. So as long as Mawlana Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani is in Cyprus, when he leaves Cyprus, then you may panic, call and send messages!
So put things together! When a wali, particularly Sultan al-Awliya, Mawlana Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani says something, you must pay attention. Also, when Mawlana Shaykh moves he it will not be to Istanbul; he will move to Sham ash-Shareef. Why aren’t his two sons moving (away from Cyprus and Istanbul)? That means prepare yourself and get the reward, but don't panic and ask what we have to do!
If you don't understand Mawlana Shaykh, you will never understand. I am waiting for fifty years for Mahdi (a), so listen and understand. If you live a thousand years or even one month in preparation for Mahdi’s arrival, then it is the same as someone who lived one month. That means for all mureeds who are waiting, it is going to open a big reward. That opening appeared in Rabi al-Awwal, that who is waiting for Mahdi will be dressed with special rewards and lights from Prophet (s) and Mahdi (a)!
When the three signs we mentioned appear, still Mahdi will not appear. First there will be a huge battle between two parties that will dispute one issue. That must occur before Mahdi arrives. That will not be between the Middle East and Europe, but between two big world powers. That is a prediction from the Prophet (s) about Signs of Last Days, that a huge war will continue for three months.
So now you have three signs that have to appear: the Bursa Mountain is going to blow up and lava will come to Istanbul; Cairo will be flooded and water will reach to top of Mohammad `Ali Mosque's minaret; and then Cyprus will disappear. Then there will be a big war for three months. After that, they will come to Istanbul and with takbeer and the walls will fall down, like during a fire if you recite takbeer the fire goes down (extinguishes). So at that time, by the power of Mahdi, all technology will stop.
There will be those with Mahdi; those with the Anti-Christ will be destroyed. Don't panic and worry, because by the power of “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem” you will be anywhere! Don’t worry about me travelling for several months; that is not a problem. Mawlana Shaykh asked me to be with him for three months; there are things Mawlana Shaykh wants to say to me, and insha-Allah khayr.
Just remember: there are signs which must come and at any moment, but there is space between them, and then an additional three months. The eruption of a volcano near Istanbul, then Cairo sinking until water reaches the minaret at the Muhammad `Ali Mosque, and the sinking of Cyprus. Still Mawlana Shaykh is sitting there in his jubba, eating and meeting with people. If that is happening, Mawlana must move. If he is moving, he must also move his whole tribe that is in that house! So relax, as all that will take time.
What Mawlana Shaykh wants to say is, “Don't come and visit in Cyprus.” One month ago, before Tunisia, Egypt, and Bahrain protests erupted, before the earthquake, we went to Chile and Argentina. Some people came there from Brazil, and said they wanted to visit Mawlana Shaykh. They sent a message three or four weeks ago. By then only Tunisia and Egypt protests started.. I told `Ali to send a message to them, "No one come to visit Mawlana Shaykh." Why? Not because of Mahdi coming, as the signs didn't happen yet, but Mawlana doesn't want people to be stuck there. There will be a no-fly zone there, and aircraft carriers offshore, so how you can go and come back? You will be stuck, and your family is in Brazil or Argentina.
That is why, if you understand correctly, he said, “If people are a few hours away from me they can come for three days.” That means as near as London. Why did he allow the people to come for three days? Cyprus will be an island between those big vessels, so they can run quickly to their countries.
This means don't worry or panic, relax! If you like, send us a message and we can explain. May Allah (swt) make us to understand the awliya.
Wa min Allahi 't-tawfeeq, bi hurmati 'l-habeeb, bi hurmati 'l-Fatihah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar