Kamis, Maret 24

kembalilah kedalam dirimu

Bismillahirrahmanirrahim

Kebanyakan manusia sekarang keluar dari dirinya;






Alif Lam Mim,

Alam semesta, adalah ilmu bagi kita semua; dan ketahuilah bahwa dalam semesta ini, ada satu pusat dimana semua galaksi berpusat. Hal itu sama dengan dalam satu kumpulan galaksi, selalu ada pusat sebagai sumber cahaya dan pusatnya!
Pernahkah kalian bayangkan planet pluto yang terletak jauh dari pusat galaksi? Ia jauh dari sumber cahaya, kedinginan menyelimutinya! Semakin jauh sebuah planet dari pusat tatasuryanya ia akan sebegitu dingin dan hanya mendapat sedikit cahaya.
Taukah kalian apa itu cahaya? Cahaya adalah perlambang dari ilmu, perlambang dari pengetahuan dan juga cinta. Pernahkah kalian masuk kedalam satu rumah yang tanpa cahaya, gelap dan benar-benar gelap? Dan kalian selamat dari benturan-benturan benda yang berada di dalamnya? I

Itulah gambaran manusia yang tak mempunyai cahaya, tak mempunyai ilmu, tak mempunyai cinta; saat mereka berjalan dalam kehidupan ini mereka akan menabrak atau terbentur sesuatu yang akan membuatnya sakit dan itulah yang disebut dengan kesedihan, kepiluan, itulah akar dari kesedihan dan semua kesusahan manusia karena mereka tak mendapatkan cahaya dalam dirinya, tak mempunyai cahaya untuk melihat dunia, dan kembali ke tujuan haqiqi keberadaan manusia..
O kasih, manusia.. janganlah keluar dari dirimu, sebab cahaya yang kau cari ada dalam dirimu sendiri!




Sebagaimana planet dalam tata surya, apabila kita menjadi planet pluto, kita akan hanya mendapat sedikit cahaya, mendapat sedikit kehangatan; namun apa jadinya jika kita menjadi planet merkurius yang bermandikan cahaya begitu banyak, kehangatan bahkan panas menyelimuti planet tersebut.
Saya hanya mencoba menggambarkan bahwa tiap-tiap manusia itu seperti galaksi, yang didalamnya ada bintang yang dipenuhi dengan cahaya dan kehangatan, dan bintang itu adalah hati kalian. Apabila kalian jauh dari hati kalian, mata kalian takkan melihat pagi sebagai pagi; mekarnya kembang tak seperti keanggunan. Jika kalian jauh dari hati kalian, kalian akan menemukan kesusahan; apa yang biasa manusia sebut sebagai kesedihan, rasa sakit itu semua karena kalian jauh dari hati kalian sebagai pusat galaksi diri kalian, sebagai pusat cahaya, pusat ilmu dan cinta.

Apa yang terjadi sekarang adalah kebanyakan manusia keluar menjauh pusat galaksi mereka, mereka meninggalkan hati mereka entah dimana, tapi semoga demi Allah yang maha Agung, mereka tidak sampai menjual hati mereka, karena seorang manusia tanpa hati, itu bagaikan tatasurya kita tak mempunyai matahari, dan itulah yang disebut dengan akhir dunia; tapi aku begitu berbahagia karena Tuhan semesta alam ini menciptakan hati sebagai satu paket ciptaan bersamaan dengan manusia, dan itulah karunia terbesat dalam diri manusia.
Semua manusia lahir diberikan hati sebagai penghubung antara ciptaan dan penciptannya,Sang Cahaya, Sang Ilmu, Sang Cinta; dan maka dari itulah wahai manusia, masuklah kedalam diri kalian, jangan pernah jauh dari hati kalian jika kalian ingin menjalani hidup ini dengan kebahagiaan.

Seorang pencinta adalah sebuah bintang bagi dirinya dan orang-orang yang berada di sekelilingnya. Para kekasih Allah, telah begitu baik menjaga hatinya, telah begitu dekat dengan hatinya, sampai-sampai ia telah menjadi hati itu sendiri. yang coba saya ungkapkan disini adalah mereka para kekasih Allah adalah hati bagi manusia diluar sana yang kehilangan arah, para kekasih Allah lah penghubung antara ciptaan dan Sang Pencipta; karena seorang Pencinta telah membakar diri mereka dalam Cinta dan menjadi bagian dari Cinta Illahi di dunia ini.

Maka wahai para manusia budiman, jangan pernah runtuhkan dirimu sendiri dengan jauh dari pusat semestamu, ialah hatimu yang akan menghubungkan engkau dengan Penciptamu; dan para kekasih Allah, beliau semua adalah serupa hatimu, maka hormatilah mereka, dan dekatlah dengan mereka, dan kau akan mengerti apa itu kebahagiaan dan cinta….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar